Nyate bisa Everywhere dengan Mr. Teto

Menikmati sate ayam tanpa batas tempat dan waktu. Dimanapun dan kapanpun ternyata bisa! Kelezatan itu tersaji secara bersih dan nyaman.

Saya order sate ayam di Mr. Teto cabang Solo Paragon. Mereka delivery jam 3 sore ke hotel Lor In Syariah Solo, tempat saya Mukernas TDA II 4.0. Sate box itu rencana saya bawa dan santap di bandara Adi Soemarmo jam 7 malam. Ransum makan malam sambil tunggu flight ke Jakarta. Bayangan sate akan kering karena dingin jomblo sendirian, sirna! Hahaha. Satenya tetap empuk, bohay dan mengkilat! Meleleh sshhhh Netes! Read the rest of this entry »

Berapa Trilyun Harga Matamu?

Sebuah perenungan dari salah satu aksi di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Komunitas Bisnis Tangan Diatas (TDA) II 4.0 di Surakarta, 19-21 Januari 2017.

Saya beberapa bulan lalu menjabat sebagai Ketua TDA Bali. Harus ikutan Mukernas dan ajak I Made Sugita, salah satu pengurus dan partner saya di TDA Bali. Berangkatlah kita ke Solo alias Surakarta. Bertemu dengan ratusan pengurus TDA seluruh Indonesia! Lebih dari 50 an pengurus daerah! Keren yak.

Dari rangkaian acara yang nanti dibawah akan saya ceritakan, ada salah satu bagian dari acara yang bisa jadikan momentum kesekian untuk kita semua selalu bersyukur. Ditengah acara, waktunya makan siang. Namun caranya tidak seperti biasa nya. Peserta dibagi separo bagian. Ada yang separo ditutup matanya dan separonya tidak. Mereka yang terbuka matanya disuruh melayani ‘si buta’ untuk makan siang.

Terjadilah baris berbaris rombongan ‘si buta’ berjalan perlahan mendekati area makan siang. Disuruh duduk dan mendapatkan bagian-bagian makan siang. Mulai piring, sendok, nasi, lauk, sambal, minum, tisu dan sampai dituntun kembali ke tempat semula, didalam ruangan pelatihan.

Inilah luapan perasaanku: Read the rest of this entry »

5 Tahun Akademi Berbagi Bali

*Terharu* – Akademi Berbagi Bali, gerakan berbagi ilmu dan pengalaman secara gratis ini memulai kelas perdana nya pada 8 Desember 2011 di Musium Sidik Jari Denpasar. Seorang guru dari Jakarta berbagi ilmu tentang creative wri’think’. Kebetulan dia, Mas Fahd Pahdepie ada proyek di Denpasar dan kami todong untuk berbagi. Semua serba gratis. Mulai dari tempat dan gurunya. Terima kasih mas dan terima kasih Ajik pemilik Musium Sidik Jari.

Dalam sejarah awal, kami: saya dan Mas AdhiWena Wirya Wiyudi sebarkan undangan kelas ini ke komunitas Bali Blogger Community dan Bali Outbound Community. Juga sempat menulis undangan di portal Balebengong.net. Read the rest of this entry »

Internet bikin si pendiam jadi pebisnis!

Pasangan saya, 14 tahun jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Mojokerto dan tahun 2013 kemarin berhenti. Ya, bahasa orang yang geregetan pada kami adalah: PNS nya dicampakkan!

Alasannya apa? Dari berbagai motif, yang lebih tepat adalah mencari surga, mengikut pasangan nya (suami) ke Bali. Salut dan angkat topi buat pasangan saya!

Beberapa bulan setelah tinggalkan PNS, pasangan saya membuka warung dan tidak butuh waktu lama untuk sukses. Sukses menuju bangkrut! Berfikir untuk bisnis lain yaitu catering. Namun, pasangan saya sudah deklarasi bahwa dia bukan tipe marketer. Dia terbiasa kerja, diperintah. Jadi kalau disuruh sales marketing catering, dia tidak bisa bicara. Tidak bisa memulai percakapan. Ya jelas mogok, tidak bisa jualan. Sambil menjalani catering, istri dan saya pernah 1 tahun jualan pecel pake mobil di car free day Renon. Read the rest of this entry »

Tuhan Bersama Dengan Orang Yang Mau Berusaha

Sebuah refleksi Kunjungan Industri ke 100 di BOC Indonesia

Ada yang bertanya pada saya tentang Goal Setting (penetapan tujuan). “Apakah Mas Hendra dulunya punya goal setting agar punya bisnis?”.
 
 
Saya jawab antara iya dan tidak. Mungkin teori bisnis jaman sekarang mengharuskan adanya goal setting yang tertulis. Saya dulu hanya punya keinginan. Ingin IT. Karena Bapak bilang orang IT hebat. Orang kerja di Telkom makmur. Omongan Bapak yang selalu saya ingat.

Read the rest of this entry »

Sistem Pendidikan yg kelompokkan si Pintar dan si Bodoh

BOC Indonesia? adalah perusahaan IT yg jualan domain name, web hosting dan web development. Kami awali berbisnis sejak tahun 2002 dgn modal dengkul, otak dan Tuhan. Jualan domain dan hosting nya secara online di https://www.boc.co.id.

Dari sistem sales marketing online itulah akhirnya pelanggan kami dari seluruh Indonesia. Perusahaan saya diperkuat team kerja BOC lulusan IT. S.Kom, Diploma komputer dan design. Read the rest of this entry »

JRX: Sebuah Paradoks Melankolis

JRX aka Jerinx personel band cadas Indonesia Superman Is Dead (SID) juga seorang pebisnis. Pernah gagal, jatuh dan akhirnya bangkit dengan brand RMBL nya.

Bisnis clothing ini punya playing field dan market landscape yang jelas. Para ‘jiwa pemberontak’ dan penikmat perubahan yang biasanya ada di dunia aktivis ingin dilekatkan dengan fashion yang modis. Tidak selamanya kaum ‘pemberontak’ ini terlihat lusuh namun harus modis stylish. Ini paradoks 🙂 Read the rest of this entry »

Pola Pikir (Mindset)

“Pemerintahan Presiden Joko Widodo? ini mengecewakan! Bikin rakyat tambah susah! BBM dinaikkan, sekarang urusan STNK juga ikutan dinaikkan. Otomatis harga-harga yang lain ikutan naik”. Itu opini Bapak ku.

Aku timpali dengan ketawa hahaha dan beradu opini balik. “Pak, kebijakannya memang tidak populer tapi sejatinya mendidik rakyat untuk sama-sama berjuang extra keras kerja. Trus membuat masa ekonomis mobil motor jadi panjang. Toh akhirnya konsumsi premium jadi menurun. Pertalite dan Pertamax jadi naik. Rakyat akhirnya terbiasa beli BBM RON tinggi. Mana ada demo akibat kenaikan BBM untuk saat ini?. Rakyat sudah menerima Pak namun malu untuk mengakui hahaha. Read the rest of this entry »

Walikota Denpasar dan BOC Indonesia

Ketika menemani Pak Walikota berkeliling stan Pesta Wirausaha Bali 2016, tibalah pada percakapan ini: Pak! | Ya | Ini perusahaan saya, BOC Indonesia | Ya, saya sudah tahu | *Aduh melambung rasanya* Jadi kami menyediakan domain dan hosting bla bla bla | Ya bagus Hendra, teruslah edukasi masyarakat dengan bisnis online! | Siap Pak!. Hadiah dari Tuhan YME di penghujung tahun 2016. Manis sekali 🙂

SMK Bisa! Siap kerja, Cerdas dan Kompetitif (Slogan pepesan kosong?)

Oh Ya!? Ternyata ada yang belum BISA beneran lho. Menurut BPS 2016, pengangguran lulusan SMK masih tinggi di Indonesia. Ada hal yang keliru dalam sistem pendidikannya.

Karena sistem pendidikan nya belum sepenuhnya link and match dengan dunia industri. Bagi saya di dunia industri, cukup terasa gap/perbedaannya ketika mereka magang. Dunia industri harus melengkapi kekurangan siswa dengan standard instrumen industri yang biasa saya terapkan. Read the rest of this entry »


Catering di Bali




Ayo Berbagi
Afiliasi Hosting Indonesia
Hosting Indonesia

Anti Korupsi
Chat with me