Malam minggu agak nggak enak di otak, mungkin jenuh kali yak. Boring, humm, andai istri dipelukanku saat ini. Dari sore sampai jam 2 dinihari melototin laptop. Updating Blog BOC dan Web BOC. Langkah gontai mengarahkanku ke TV. Klik sana-klik sini, nggak ada yang menarik. Tiba-tiba mendarat di Global TV, lagi ada musik. Yang membuatku bertahan melototin musik itu hanya karena judul lagunya yang menggelitik otakku. Judulnya Selingkuh Sekali Saja, yang nyanyi SHE. Duh, kok liriknya bernuansa ‘sakit’ gini yak. Ketika lagunya selesai, langsung balik lagi ke laptop, dan googling ingin tahu lebih detail maksud dari liriknya. Sempat pula mampir ke sebuah blog lirik lagu dan meninggalkan komentar singkat disana. Sebuah komentar sakit dariku. Well, dengan mata yang ‘kriyip-kriyip’ aku ingin teriakkan suasana hatiku, memprotes kehadiran lagu seperti itu. Mo tahu liriknya, neh ….
SHE – Selingkuh Sekali Saja
Kau temukanku telah jatuh
dalam cobaan terdahsyat dari cinta
ku tlah tergoda,
aku tak setia,
aku khianati kita
maafkanku yang tak mengerti
karna ku tak mampu
hindari rasa
ijinkan aku sekali saja
rasakan cinta yang lain
sekali saja kuingin memeluknya
dan cium bibirnya hanya untuk
biarkan dia dan kenangan yang berlalu
Kau…temukanku telah terjatuh
dalam cobaan terdahsyaat dari cinta
ku tlah tergoda, aku tak setia, aku khianati kita
ijinkanku sekali saja
rasakan cinta yang lain
sekali saja kuingin memeluknya
dan cium bibirnya hanya untuk
biarkan dia
ijinkanku sekali saja
rasakan cinta yang lain
sekali saja kuingin memeluknya
dan cium bibirnya hanya untuk
biarkan dia
Ada lagi satu lagu yang membuatku agak mual bila mendengarnya. Iramanya bagus, tapi sayang, isi lagu/lirik nya yang membuatku mo muntah. Fyuh, sabar .. sabar bung !. *Minum secangkir pisang goreng, makan sebuah kopi* Nah lo, semua serba salah. Neh lirik lagunya :
Ungu – Kekasih Gelapku
* ku mencintaimu lebih dari apapun
meskipun tiada satu orang pun yg tahu
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
yakinlah bahwa engkau adalah cintaku
yg kucari slama ini dalam hidupku
dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku
yg panjang dalam hidupku
repeat *
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
ku mencintaimu lebih dari apapun
meskipun tiada satu orang pun yg tahu
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
kekasih gelapku
Sepertinya, sudah saatnya aku angkat bicara, *halah*. Aku sendiri heran, kenapa sampai sakit banget bila mendengar kalimat yang berbau selingkuhan. Apa karena aku ini orang yang tidak suka selingkuh yak ?.*Amin*.
Well, denger-denger dari para penciptanya, sebuah lagu dan liriknya bisa tercipta dari pengalaman pribadi/orang lain atau hanya hasil imajinasi belaka. Aku menghargai sebuah proses dari seni dan akhirnya menghasilkan karya yang spektakuler. Tetapi, para seniman musik itu apakah sadar atau tidak terhadap imbas psikologi pendengarnya. Keputusan hidup ini dibangun berdasarkan landasan ketuhanan, pengalaman dan imajinasi. Sangat mungkin kehidupan dalam sinetron/film memang benar terjadi dalam kehidupan nyata masyarakat kita. Ada kok yang mempunyai kehidupan seperti sinetron. Nah, bagaimana dengan hadirnya sebuah lagu ? Ada kemungkinan terjadi juga.
Bila aku cuplik makna dari lagunya SHE, wanita itu telah mempunyai pasangan cinta, tetapi wanita itu terjebak dalam keinginan *yang menurutku egois* untuk merasakan cinta yang lain, alias selingkuh. Dengan terang-terangan, wanita itu minta ijin kepada pasangannya untuk selingkuh ke laki-laki lain, dengan alasan tidak kuasa akan kekuatan rasa/cinta. Meski ada bumbu maaf, tetapi wanita itu minta ijin untuk selingkuh sekali saja dengan cara memaksa.
*Mood Meredam egois* Hehehe, Jelas wanita itu berotak busuk dan melacur. Konsep cinta yang murni *menurutku sih* adalah tetap konsisten terhadap pasangan, perhatian, sayang, membetulkan yang salah, hanya ada tindakan memberi tanpa menuntut untuk menerima imbalan, bersikap ikhlas, ikatan adalah satu untuk selamanya dan hanya maut yang bisa memisahkan. Rasa sayang dan cinta adalah anugerah dariNya *mengutip pernyataan istriku*. Jika hal itu ada untuk orang lain, maka ingatlah akan janji yang telah terikrarkan didepan penghulu. It’s okay rasa itu ada, tetapi harus disimpan dan dikunci, serta dikubur dalam-dalam. Yang ada adalah silaturahmi saja. Tidak lantas minta ijin untuk selingkuh … hehehe Apa kata dunia ?. Klo minta ijin, sekalian untuk cari istri ke dua, wah tonggo dolo .. It’s not my type dude. Klo wanita, masa bisa punya suami ke 2 ? Lagi-lagi, Apa kata dunia ?
Kemudian, kita lanjutkan ke group band Ungu, dengan Kekasih Gelapku-nya. Sempat juga aku melontarkan komentar di blog musik yang berkaitan dengan lirik lagu Ungu ini. Jika Ungu melontarkan kalimat kekasih gelabku, berarti ada kekasih terang. Bisa kuartikan seseorang ini sudah mempunyai kekasih/pasangan cinta yang sah (terang). Cinta seseorang ini melebihi apapun (kekasih terang terabaikan) kepada kekasih gelabnya. *Kasihan si kekasih terang ini nok* Rasa cinta kepada kekasih gelabnya ini maut, mendalam, sampai selama hidupnya. Jadi selama hidup berdampingan dengan kekasih terang, seseorang ini akan tetap mencintai -lebih dalam- ke kekasih gelab. Apapun itu, kekasih gelab adalah cintanya yang maha dahsyat, seolah-olah arti cinta kekasih terang itu hanya dipermukaan saja.
*Mood menggeram lagi*. Kenapa nggak dicerai saja sih, si kekasih terang nya itu ? Kenapa harus tahan dengan bayangan kekasih gelab ? Ini namanya pencemaran hati, pelacuran hati. Jika kekasih terang sampai tahu, fyuh, betapa sakit hatinya. Jika aku tahu *semoga tidak*, betapa sakitnya hatiku, bunga cintaku ternyata mempunyai cinta ke 2 yang lebih hebat kepada orang lain (kekasih gelab).
Oke, cukuplah ‘hujatanku’ kepada 2 lagu diatas. Aku sendiri punya harapan dan pemikiran. Semoga saja para pencipta lagu membaca jeritan hatiku ini *Halaaaaah*. Kehadiran lagu berasal dari ide. Kita menjalani hidup ini selalu menggunakan ide. Ideologi keagamaan, ideologi sosial, ideologi dari seorang tokoh, dan ideologi yang diolah sendiri dari pengalaman-pengalaman ideologi yang ada di dunia ini. Anda, pencipta lagu adalah tokoh. Pemikiran Anda bisa berpotensi ditiru orang lain. Coba klo 2 lirik lagu diatas banyak ditiru jalannya oleh orang-orang ? Apalagi ada komentar bahwa ungkapan SHE dan UNGU itu mewakili isi hati kepada sebagian orang. Jika lantas dilaksanakan dalam hidupnya ? Akan banyak yang patah hati dan entah itu dosa apa tidak. Jaman sekarang, dosa dan tidak itu hal yg tipis.
Humm …. kangen sama istriku.
Bagikan Yuk





