Berawal dari Letusan Gunung Agung Tahun 63

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Nama sesuai KTP Ketut Suardana namun biasa dipanggil Tut Name. Berhari-hari mencari saya untuk sekedar ucap terima kasih.

Tut Name

Akhirnya sore tadi ketemu saya dan tampak berkaca-kaca bilang, “Terima kasih Pak Hendra, sembako nya bisa meringankan saya dan 2 anak saya. Semoga usahanya bla bla bla …“. Obrolan berikutnya lanjut dengan tanya jawab yang akhirnya mengkerucut bahwa Pak Tut Name ini bikin sesak dada dan mata berkaca-kaca!

Sebelumnya saya tidak kenal dengan Pak Tut Name. Tahunya dari Bu Kadek, ibu rumah tangga BOC Indonesia? yg bertugas salurkan sembako pada warga sekeliling kantor yang memang layak mendapatkannya. Menurut Bu Kadek, Pak Tut Name layak diganjar sembako! Ini pertanyaan saya ketika obrol dengan Pak Tut Name:

Hendra: “Saya lihat Pak Tut tiap hari menenteng sepeda. Itu mau kemana dan kerja dimana?”

Pak Tut: “Saya kerja turunkan kayu di toko bangunan di Jl. Gatsu sana. Sepeda itu ya alat transportasi saya kerja”.

Pak Tut ini kerja turunkan kayu sejak tahun 1982. Dari semenjak juragan nya punya anak hingga bercucu, Pak Tut mengabdi padanya. Pada tahun 1997, cucu nya juragan punya toko di Gatsu dan semenjak itulah Pak Tut dipindahkan kesana. Sistem kerja nya borongan. Klo ada kayu, dia akan kerja dan dapat duit. Klo tidak ada ya diam saja disana, nggak dapat duit. Kini perbulan, Pak Tut bisa kantongi uang antara 500 – 700rb/bulan.

Hendra: “Uang segitu apa cukup untuk anak dan istri?”.

Pak Tut: “Istri saya sudah meninggal pada 28 Juli 2009 karena kanker payudara. Semenjak menikah pada 22 Agustus 1999 sampai sekarang saya tinggal di rumah dan tanah kontrakan di belakang sana. Anak saya 2. Yang pertama cewek namanya I Luh Tabela Lusiana kelahiran tahun 2000, sudah 3 tahun ini kerja di fotocopy Ganesha situ. Saya tidak mampu sekolahkan ke SMA. Anak kedua cowok namanya Dede Oka Prasetya saat ini kelas 6 SD. Entah nanti dia bisa masuk SMP atau tidak. Soalnya utang saya masih banyak. Salah satunya dulu pernah hutang ke juragan untuk masukin Bela ke SMP PGRI”.

Alm istri nya Pak Tut mulai sakit tahun 2008. Pernah minta surat keterangan tidak mampu untuk ringankan biaya operasi kanker di RS. Dari banjar/dusun sampa desa, surat itu berhasil didapatkannya. Namun surat itu ditolak oleh kecamatan karena tidak ada databit. Saya bingung dengan databit ini. Namun intinya kecamatan menolak. Selama 1 tahun Pak Tut berhutang kiri kanan untuk cari pengobatan buat istrinya. Mulai ramuan Bali, Jawa dan China dicoba nya. Namun Tuhan tetap ambil istrinya. Sekarang Pak Tut selalu trauma klo datang ke Puskesmas dan melihat alat peraga yang ada payudaranya.

Pak Tut pun berusaha untuk dapatkan surat keterangan tidak mampu untuk sekolahkan anak-anaknya. Namun kena alasan tidak ada program bantuan sekolah. Pak Tut pun pasrah dan meminta maaf ke putri pertama nya tidak bisa menyekolahkan ke SMK. Sudah 3 tahun ini putrinya kerja di fotocopy. Harusnya Bela saat ini sudah kelas 3 SMK.

Hendra: “Kenapa tidak berusaha cari kerja yang gajinya lebih tinggi dan bisa sekolahkan anak?”.

Pak Tut: “Saya ini anak yang tidak disekolahkan oleh orang tua. Saya nomor 4 dari 9 bersaudara. Lainnya bisa sekolah dasar tapi dari kecil saya harus jadi jaminan untuk hutang nya Bapak saya. Setelah bisa lepas dari ‘sandera’ jaminan, saya kerja turunin kayu sampai sekarang. Klo pindah kerja ditempat lain, saya takut ditanya lulusan apa. Biar dah saya kerja angkut kayu ini”.

Keluarga Pak Tut Name ini asalnya dari Karangasem. Tahun 1963 Gunung Agung meletus dan di tahun itulah Pak Tut Name lahir. Keluarga nya mengungsi ke desa yang aman. Suatu ketika keluarga besar Bapak nya harus memugar pura dan butuh biaya. Bapak nya harus iuran dengan saudara-saudara lainnya. Agar bisa iuran, Bapaknya berhutang ke salah satu juragan sapi di desa nya. Karena belum bisa bayar hutang, maka harus ada yang ‘disandera’ sebagai jaminan. Pak Tut lah yang saat itu berusia 14 tahun ditugaskan Bapak nya sebagai jaminan, kerja di juragan sapi tersebut. Kerjanya adalah pelihara sapi milik sang juragan.

Pada tahun 1982, Pak Tut dewasa dapatkan pertolongan dari kakak nya untuk lunasi hutang Bapak nya. Saat itulah Pak Tut Name terbebas dan merantau ke Denpasar.

Kesimpulannya:

Pak Tut Name membina rumah tangga dengan istrinya dari tahun 1999 – 2009. Cuma 10 tahun saja Pak Tut merasa lengkap hidup bersama istri dan 2 anaknya. Setelah istri meninggal, Pak Tut menghidupi 2 anak nya. Karena tidak bersekolah, Pak Tut takut cari kerja yang lebih layak. Akibat ketakutan itu, anak pertamanya putus sekolah. Anak ke 2 nya entah bisa masuk SMP atau tidak.

Mau jadi bagian solusi dari Pak Tut Name? Silakan call dia di 087-761-525-575. Semoga Tuhan semesta alam mempermudah kehidupan Pak Tut Name dan semua yang membaca postingan ini. Amin. Terima kasih.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

banner 4 dongkrak
Banner 1
Banner 2
banner 3

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me