Mojokerto, sebuah kabupaten dan kota kecil 50 km dari Surabaya di Jawa Timur. Jika dari arah Bali, kota ini selalu dilewati jika meneruskan perjalanan ke Yogyakarta. Apa sih yang gampang di ingat dari kota ini ?. Tentunya Majapahit dan Onde-Onde.
Dulu, ibu kota kerajaan Majapahit berada di daerah kecamatan Trowulan, Mojokerto. Sedangkan Onde-Onde adalah jajanan khas yang konon berasal dari Mojokerto. Onde onde ini jajanan yang terbuat dari tepung terigu ataupun tepung ketan yang digoreng dan permukaannya ditaburi/dibalur dengan biji wijen, bentuknya bulat.
Trus apa hubungannya Mojokerto dengan saya ?. Adalah kebetulan saya dilahirkan disana. Kebetulan ?. Hahahaha, iya, karena saya tidak bisa memilih ke Allah SWT untuk dilahirkan di New York. Kita semua tidak bisa memilih tempat kelahiran. Begitupula dengan pertemanan dan tempat tinggal, kitapun tidak akan bisa memilih, kecuali keniscayaan dan keyakinan saja. Tanpa kita sadari, semua sudah ada yang mengatur. Pada akhirnya kuliah di Bali dan telah berKTP Bali, pun bukan pilihan saya sejak lahir.
Alam semesta ini bukan milik perorangan, bukan milik seorang juragan, bukan milik suku ini itu, ataupun milik organisasi/badan tertentu. Kadang heran juga, kenapa ya ada akta tanah, hak milik, IMB, ribut gono gini, perang perebutan wilayah, deportasi kewarganegaraan, dll. Fyuh. Urusan dunia.
Duh, jadi melantur. Tapi makna yang ingin saya sampaikan adalah, jangan sampai aspek lokalitas menjadi bahan pemikiran yang negatif dan sempit !. Itu saja. Kita ini sing ade apa dimataNya. Kita sama … yaitu manusia. Titik !.
Kembali soal Mojokerto. Disana tinggal berpindah-pindah. Maklum, orang tua PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan). Lahir di Jabon, kecamatan Puri, pindah lagi ke Desa Mojolebak, lagi ke Desa Kupang, keduanya di kecamatan Jetis, hingga akhirnya SMA menghabiskan waktu di Pondok Teratai Kota Mojokerto. Selepas SMA, sujud syukur dan mengemas koper hijrah ke Bali, untuk indekos di Pondok Gede Oka, Bukit Jimbaran.
Mojokerto sebagai kota kelahiran, secara periodik saya kunjungi dan tinggali. Bersyukur saya bisa hidup di dua lingkungan. Bali dan Jawa Timur. Tentunya ada kesan-kesan tersendiri, dan blog ini adalah coretan perjalanan hidup saya. Ternyata, pengguna blog cukup banyak dan menciptakan komunitas-komunitas yang produktif. Tengok saja di daftar link komunitas dalam blog ini.
Setelah beberapa komunitas blogger bermunculan, generasi muda Mojokerto pun bergeliat. Dimotori oleh Mas Moeghan dan Mas Agung untuk mengumpulkan manusia-manusia asal Mojokerto. Hingga akhirnya Kopi Darat (Kopdar) Blogger Mojokerto bisa terlaksana dengan baik, meski baru sedikit. Tapi, tak apa, mereka adalah torehan sejarah bagi dunia blogspere Mojokerto. Salut !
Hadir dalam kopdar Blogger Mojokerto di Papayas cafe adalah :
- Gajah pesing | http://gajahpesing.web.id
- Agung Mojosari | http://mojosari.net
- Anang | http://anangku.blogspot.com
- Moeghan Diantok | http://moeghan.net
- Hendra W. Saputro | http://hendra.ws
- Frenavit Putra | http://frenavit.com
- Angga | http://xtremenitro.org
- MQ Hidayat | http://toserblog.net
- Andri W. | http://semangatlagi.com
- Aunur Rohman | http://mojokerto-blog.blogspot.com
Disela-sela Kopdar, kami mendapatkan beberapa patah wejangan dari Calon DPR-RI, Bapak Yusuf Husni. Terima kasih Pak. Semoga rakyat faham akan niat Anda dan menjadikan yang terbaik pula buat Bapak. Dan ternyata, semua ongkos kopdar dibiayai oleh beliau. Wew, terima kasih. Allah SWT yang akan membalas kebaikannya Pak.
So, Blogger Mojokerto, berbuatlah yang terbaik bagi dirimu sendiri tetapi menular untuk Mojokerto. Nah lo, piye kuwi ?.
Bagikan Yuk





