|
Archive for the ‘Kuliner’ Category
Saturday, July 9th, 2011
Alunan musik khas Sunda dan gubung-gubung yang mengitari kolam ikan, itulah suasana Gubug Mang Engking Bali. Ucapnya gubug, namun setelah merasakan sendiri bukanlah seperti ditengah sawah, namun tempat yang nyaman buat wisata kuliner, makan, lesehan, selonjoran dilengkapi tikar dan bantal yang empuk. Alunan musik pedesaan ala Sunda bakal bikin mata sendu sehabis bersantap ria.

Syukuran triwulan ke 2 di tahun 2011 ini, Bali Orange Communications (BOC) memilih tempat makan Meng Engking yang berada di Jl. Nakula 88, Denpasar. Tepatnya berada di tengah-tengah antara Kuta dan Denpasar. Pernah berkunjung ketika pertama kali Mang Engking buka, kesan yang kudapat adalah makanannya kurang lezat, masih agak hambar. (more…)
Posted in Kuliner | 5 Comments »
Monday, July 4th, 2011
Sanur, sebuah desa di wilayah Kecamatan Denpasar Timur. Terkenal di seantero dunia sebagai daerah kunjungan wisata. Dari segi alam, yang ditawarkan sanur adalah pantainya. Wisatawan memilih Sanur salah satunya karena matahari terbit bisa dinikmati disana.
Tidak hanya nuansa matahari terbit, Sanur juga telah menjadi desa budaya. Terbukti tiap tahun terselenggara Sanur Village Festival dan gaung nya sudah mendunia. (more…)
Posted in Jalan-Jalan, Kuliner | No Comments »
Saturday, August 14th, 2010
Madura, setelah fenomenal dengan jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura, ada lagi makanan yang patut dicoba setelah takjub menyeberang jembatan tol yang bertarif Rp. 60.000 PP itu, yaitu Bebek Sinjay di Jl. Raya Ketengan No. 45 Burneh, Bangkalan.

Harus punya kesabaran tingkat tinggi ketika memesan menu Bebek disana. Disamping cukup ramai, antrian panjang dan kadangkala teriakan antar pengunjung yang protes menanyakan antrian pesanan bersaut-sautan ke pegawai warung yang bergerak cepat antar sajian. Rombongan saya mendapatkan antrian nomor 45, sedangkan sajian yang baru selesai diantar berada di urutan 25. (more…)
Posted in Jalan-Jalan, Kuliner | 5 Comments »
Wednesday, July 28th, 2010
Mengarungi lautan ?. Hal itu pernah kulakukan beberapa kali pada kisaran tahun 2000-2001 ketika kerja di sebuah kapal pesiar cruise bernama Quicksilver Cruise. Sebuah kapal bermesinkan hydrofoil yang melayani rute wisata Tanjung Benoa – P. Nusa Penida. Tapi kemarin, 23-25 Juli 2010 adalah pertama kali bagiku rasakan kapal layar milik pelanggan BOC, Bapak Andi Herman pemilik PT. Lombok Tropic Holidays Indonesia yang berbasis di Lombok, NTB.

Nama kapal layar itu adalah Sojourn. Sebuah kapal layar 4 tiang yang menggunakan 2 sistem penggerak, yaitu menggunakan layar dan mesin diesel. Mesin akan dihidupkan untuk keadaan tertentu saja, misal untuk berlabuh atau kondisi angin laut yang minim untuk pelayaran. Kapal ini mempunyai panjang 23 meter dan lebar 5 meter. Cocok untuk pelayaran grup yang terdiri 8 – 20 orang. (more…)
Posted in Alam, Jalan-Jalan, Kuliner | 3 Comments »
Monday, July 19th, 2010
Beruntung bisa jalan-jalan dan menikmati keindahan alam seisinya. Bali begitu luas dan banyak hal yang belum sempat dirasakan. Termasuk merasakan nikmatnya makan sore di Restoran Apung (Floating Restaurant) Kedisan, Kintamani dengan menu andalan serba Ikan Mujahir.

Selepas berkunjung ke kuburan Trunyan dengan teman saya, Saat dan Siska, kami langsung belok ke restoran tersebut diatas untuk menjajal suasana dan masakannya. Dulu, pada jaman kuliah, kami hanya melewati saja restoran itu karena merasa blum mampu dan bakalan tidak bisa bayar menikmati sajiannya hahahaha. (more…)
Posted in Jalan-Jalan, Kuliner | No Comments »
Thursday, July 1st, 2010
Sehabis meeting dengan pelanggan di kawasan sunset road, perut ini keroncongan. It’s time to lunch dan inget warungnya teman di kawasan Jl. Nakula, Kuta. Ya, warungnya teteh Evie yang sediakan makanan sehat dan nyam nyam enak. Tadi siang pengennya milih menu sendiri. Akhirnya ayam goreng, jagung goreng dan sayur terong, dicocol pake sambal merah. Yumi, enak. Ngadem nya pake es jeruk.

Di warung teteh Evie, menyediakan pula juice, soto bandung, nasi campur, lotek, karedok, rujak ulek bandung dan surabi. Jika Anda kebetulan round-round disekitar Jl. Nakula, Kuta, cari saja warung teteh Evie. Tepatnya di pojok Nakula Plaza.

Posted in Kuliner | 2 Comments »
Monday, May 11th, 2009
Pernah makan kerupuk rambak sapi ?. Kerupuk ini biasanya dimakan bersama makanan utama sebagai penambah selera makan. Biasanya, dimakan bersama menu makanan padang, soto, nasi pecel, sate ayam/kambing dll. Bisa juga sebagai camilan, tapi harus siap sedia air jika tidak ingin rambak itu memacetkan tenggorokan Anda.
Rambak, camilan ini terbuat dari lemak kulit sapi. Sedangkan kulit sapi sendiri terlalu berharga untuk dibuat rambak dan memang tidak bisa untuk dimakan. Salah kaprah kalau rambak terbuat dari kulit sapi. Agar bisa menjadi kulit, lemak-lemak yang menempel pada kulit sapi perlu dipisahkan. Nah, daripada dibuang, lebih baik dimanfaatkan menjadi sesuatu yang bernilai. Maka lahir lah rambak, makanan yang sehat, bergizi, gurih dan lezat. (more…)
Posted in Kuliner | 22 Comments »
Monday, January 5th, 2009
Warga Bali tentunya sudah mengenal masakan Ayam Betutu. Masakan yang konon berasal dari Gilimanuk, Bali Barat, bercita rasa lezat, gurih dan pedas. Masakan yang berintikan Ayam kampung dikukus dengan beraneka ragam bumbu lengkap. Pedas nya murni tanpa ada tambahan gula. Jika di Jawa, semua masakan mayoritas menyertakan manis sebagai penguat cita rasa, tapi di Bali, lebih mengutamakan cita rasa bumbu yang tersaji dalam bahan makanan.
Masakan Ayam Betutu banyak dijumpai di Denpasar, tentunya dengan berbagai macam citarasa. Semua menggunakan bumbu lengkap, tetapi kekuatan rasa dari tiap-tiap warung penyedia Ayam Betutu berbeda-beda. Meski saya belum maksimal berkunjung ke semua warung penyedia Ayam Betutu, tetapi secara acak pernah merasakan masakan Bali ini. Pada kesempatan ini, saya sudah 2 kali merasakan Ayam Betutu asli langsung dari tempat asalnya, yaitu Gilimanuk, Bali. (more…)
Posted in Jalan-Jalan, Kuliner | 2 Comments »
Sunday, October 19th, 2008
Persiapan pameran BBC dalam Kuta Karnival 2008 membuat perut dan lidah pengen macam-macam hehehe. Kemarin pengen makan kadal, tadi pagi pengen makan biawak, tadi siang pengen makan buaya. Ya, untungnya cuma pengen, padahal gak pernah tahu rasanya gimana. Tapi sepulang dari venue stand BBC di Kuta Karnival dan mampir sejenak transfer data foto di rumah Sakti Soediro, lidah ini ingin menggoyang bakso. Langsung saja melaksanakan hajat ke bakso Ayu Minantri.
Eh, ada yang aneh di warung itu, yaitu live performance musik. Suaranya merdu abis. Metal (melow total). Baksopun datang, mengulum pentol, menjilat kuah, seruput mie, dan sesekali lirik penyanyi dan pemusiknya. Lumayan ah, mengisi kepenatan hati. Tapi lamat-lamat (iki bahasa opo seh) kok penyanyinya tidak bergoyang, berkacamata hitam (ini lumrah, si ian kasela aja berkacamata), kok pandangannya selalu lurus kedepan. Sayang, lagu dan suara enak tapi pembawaannya tanpa ekspresi -batinku. Ternyata … weladalah, mereka tuna netra to. Ada apa dengan mereka ?
(more…)
Posted in Kuliner, Musik, Sosial | 3 Comments »
Sunday, October 12th, 2008
KU DE TA. Sebuah nama yang tidak asing bagi komunitas pergerakan dalam dunia per-Politik-an. Menurut Wikipedia, arti Kudeta (dari bahasa Perancis: coup d’état, pukulan terhadap negara) adalah sebuah “penggulingan kekuasaan” atau “penggambilalihan kekuasaan” secara paksa, biasanya secara keras oleh golongan tertentu dalam sebuah negara – selalunya berasal dari militer (tentara) daripada sipil.

Nama Kudeta tersebut menjadi kontradiktif ketika saya memasuki sebuah restoran di kawasan Jl. Laksamana, Seminyak, Bali. Nama restoran itu ya KU DE TA. Sebuah restoran mewah dipinggir pantai Seminyak (masih satu garis lurus dari pantai Kuta – Bali) yang asik untuk nongkrong menikmati suasana bule, hedonisme, pantai, dan sunset. (more…)
Tags: kudeta Posted in Jalan-Jalan, Kuliner | 18 Comments »
|
|