Seharusnya Aku Celaka? di Paiton
Mataku terbuka, terlihat hutan bakau didepanku. Rasa kantuk itu langsung sirna karena aku merasa ada keanehan yang luar biasa diluar nalar. Masih dalam keadaan nyetir aku bertanya-tanya, “Lho mana restoran Utama itu? Mana pom bensin nya? Kok kayaknya aku tahu daerah ini? Wah kelewatan nih”.
Untuk puaskan rasa penasaran, mobil tetap kulajukan, berkelok, lurus, berkelok lagi sampai pada tanjakan terakhir selepas Paiton, terdapat dua tebing mengapit jalanan dan menurun lurus menuju ke Besuki. Akhirnya pertanyaan itu jadi yakin terjawab, restoran Utama telah lewat, gara-gara aku ketiduran!
Sambil menyusuri jalan ke Besuki, pertanyaan selanjutnya muncul, “Lha siapa yang nyetir tadi ya?”. Ingatan terakhirku adalah nun jauh di belakang sana, di jalan turun selepas warung-warung PLTU Paiton. Harusnya kan aku celaka?.

Hutan bakau di Paiton, Jawa Timur (Gambaran di siang hari)
Awal Kejadian
Rasa kantuk itu menyerang di Kraksaan, sebuah kota kecil setelah kota Probolinggo. Aku mulai nyetir mobil dari Mojokerto sebelum maghrib. Bersama istri dan adik ku berbuka puasa dulu di Mojosari. Selepas itu melaju ke Gempol, Pasuruan dan Probilinggo. Ketika sampai di Kraksaan, rasa kantuk mendera. Aku berusaha usir itu dengan mencubit pipi, elus-elus rambut, meremas nya dan kadang menampar pipi sendiri.
Read the rest of this entry »