|
Archive for the ‘Renungan’ Category
Monday, January 23rd, 2012
Lagi menelusuri para anggota TDA Bali, mencari tahu siapa mereka melalui twitternya. Ketemu teman-teman Mas Fajar, Pak Eko, Mas Hendra dan Mas Yana. Tak lupa klik follow mereka. Perhatian tertuju ke blog nya Mas Yana. Ada tulisan menarik berjudul Zero. Kubaca perlahan dan asal tulisan itu ternyata dari blog nya Pak Jaya Setibudi. Seorang mentor bisnis yang seminar nya pernah kuikuti. Seminar berjudul “The Power of Kepepet”. Yah, langsung aja aku share disini, semoga bermanfaat.
Cerita Pak Jaya Setiabudi :
Beberapa lalu lalu Om Bob Sadino menelepon saya, sekedar memberitakan bahwa beliau telah menerbitkan buku baru, berjudul “Bob Sadino; Orang Bilang Saya Gila”. Ehh, pas kebetulan saya sedang di Jakarta, Om Bob-pun mengatakan,”Jay, mampir donk kesini, kangen nih aku ngobrol sama kamu!”. Spontan saja saya meluncur kesana. Untuk ketiga kalinya saya berkunjung ke rumah Om Bob, masih saja saya terkagum akan apa yang telah dicapainya. Di atas tanah seluas 2 hektar, berdiri bangunan bergaya klasik nan kokoh, memberikan kedamaian. Di halaman parkir, terdapat beberapa mobil mewah, antara lain 2 buah jaguar bernomor polisi ‘2121’. Jangan ditanya kenapa nomornya ‘2121’ (baca: tuan-tuan), pasti Om Bob akan menjawab,”Masa saya nyonya-nyonya!” Jika Anda menelusuri sepanjang rumah Om Bob, Anda hampir tidak percaya dibuatnya. Di kepadatan bangunan jalan Lebak Bulus P&K, terdapat pemandangan lain yaitu lapangan berkuda yang terletak di bawah beranda rumah Om Bob. (more…)
Posted in Renungan | 1 Comment »
Sunday, January 22nd, 2012
Sepi aku sendiri terjebak direntan hari
Takut menghalangi batasi gerak diri
Akal sehatku mati agungkan yang tak pasti
Mautpun membayangi tak sanggup kusembunyi
Satu sisi telah terhapus sisakan perih
Satu sisi telah terlahir memecah sunyi
Asa yang menari menggeliat dibenakku
Samar nurpun melambai
Memanggilku ‘tuk kembali
Satu sisi telah terhapus sisakan perih
Satu sisi telah terlahir memecah sunyi
Satu sisi melimpah berkah memeluk lelahku
Satu sisi takkan kulepas temani hariku
Satu sisi telah terhapus
Sisakan perih yang dalam
Satu sisi telah terlahir
Pecahkan sunyi yang panjang
Posted in Renungan | 3 Comments »
Saturday, January 21st, 2012
Engkau datang tiba-tiba
Tak terencana dan tak tinggalkan suatu petunjuk
Yang pasti, kedatangan itu ada untuk membuat kita semakin berbinar
Itu yang kuyakini dan tampak nyata dipelupuk mata kita
Bergairah saling mempesona
Ketika kita bersatu dalam rasa yang bergolak
Akibat dari sesuatu yang tiba-tiba
Menyapih rasa dahaga berkepanjangan
Kita saling bercerita
Saling bercumbu canda
Dan membelai mesra
Tiba-tiba alam sadar terhenyak …
Lalu berkata, Ah … itu masa silam
Posted in Renungan | 1 Comment »
Wednesday, January 4th, 2012
Suara itu lirih, perlahan menghilang
Seperti tertimbun sesak tak beralasan
Namun, aku sepertinya punya alasan tersendiri
Mengapa suara itu perlahan sirna
Suara itu biasanya digunakan untuk bercengkerama
Bersahutan satu sama lain saling menghayati
Makna dalam bait-bait cerita
Suara itu menyapih batin
Membelai sukma
Memanjakan jiwa
Bahwa kita saling bertenggang rasa
Lambat laun, aku menangkap adanya pemberontakan
Bahwa suara tidaklah penting untuk menggema
Bahwa sesuatu hal lain yang lebih untuk diutamakan
Diantara gelimpangan nafsu-nafsu duniawi …
Yang tampak mulai nyata
Semakin kubertanya, suara itu lantang berteriak
Tidak lagi merdu di telinga
Ciptakan nada-nada sumbang
Menodai ketentraman batin
Semoga saja ini adalah alasan yang tak bermakna
Hanya bisikan yang sumbang
Dari dalam hati
Bagaimanapun jua, aku kangen untuk saling bersuara, lebih dari apapun, di dunia ini.
Posted in Renungan | 2 Comments »
Friday, September 23rd, 2011
Pelanggan memiliki kemampuan untuk mencurahkan isi hatinya, apapun itu. Apalagi jika suara pelanggan itu datang atas undangan kita yang mempersilakan mereka menyampaikan pendapatnya. Maka kita perlu mempersiapkan diri untuk mendengar sesuatu yang boleh jadi, bukan yang ’ingin’ kita dengar.
Kenyataannya, semua orang adalah pelayan sekaligus pelanggan bagi orang lain. Misalnya, sebagai pedagang atau karyawan, Anda melayani klien atau orang yang membeli produk dan jasa Anda. Tetapi, saat membeli nasi uduk, Anda adalah pelanggan bagi penjualnya. Jadi siapapun Anda layaklah untuk mencoba mengingat kembali; pada saat melayani orang lain, apa sesungguhnya yang ingin Anda dengar dari mereka? (more…)
Posted in Renungan | 3 Comments »
Sunday, August 21st, 2011
Terkadang, Anda membutuhkan
The Golden Goodbye.
Tuhan menciptakan Anda
sebagai jiwa yang dikasihi-Nya,
yang tidak direncanakan untuk dinistai
oleh orang lain atas nama cinta.
Jika dia mencintai Anda,
dia tidak akan mampu menyakiti Anda,
atau merendahkan Anda,
dan tidak akan mengkhianati Anda
dan mengatakan bahwa Anda
adalah sebab dari pengkhianatannya.
Perpisahan dari orang seperti itu
adalah perpisahan emas.
The Golden Goodbye.
Anda berhak untuk berbahagia.
Tegaslah.
Mario Teguh
Posted in Renungan | No Comments »
Wednesday, August 10th, 2011
Kau tak akan mengerti
Bagaimana kesepianku
Menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
Kau tak akan mengerti
Segala lukaku
Karena luka telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam kangen dan sepi
Itulah berarti
Aku tungku tanpa api.
(WS Rendra)
Posted in Renungan | No Comments »
Friday, May 27th, 2011
Lama kelamaan jengah juga dengan tingkah mahasiswa di era 2011 ini. Mereka nampang di televisi seperti contoh di acara Bukan Empat Mata, OVJ, Hitam Putih. Entah dengan stasiun televisi lainnya. Pernah lihat mereka (para mahasiswa) jadi suporter di acara parodi Republik BBM.

Mahasiswa/i itu duduk berbaris, tepung tangan bersama, ketawa bersama, gerakkan lambaian-lambaian tertentu, mungkin sesuai arahan kru televisi. Ketika nama institusi tempat mahasiswa itu belajar disebut oleh pembawa acara, mereka langsung sorak gembira. Bangga kali ya?. Bukannya iri karena blum bisa nampang seperti mereka di televisi, namun sungguh bertolak belakang dengan keadaan mahasiswa di era tahun 1996 – 2000. (more…)
Posted in Renungan | 2 Comments »
Wednesday, May 4th, 2011
Thomas Alva Edison, seorang penemu terbesar di dunia yang menemukan sekitar 3000 penemuan dan 1.093 diantaranya telah dipatenkan.
Edison dilahirkan pada tanggal 11 Februari 1847 di Milan, Ohio, Amerika Serikat dari pasangan suami-Istri Samuel Ogden seorang tukang kayu dan Nancy Elliot seorang guru. Keduanya merupakan keturunan Belanda.

Pada usia 7 tahun, edison kecil pindah ke kota Port Huron , Michigan dan bersekolah di Port Huron . Namun tidak lama, 3 bulan kemudian ia dikeluarkan dari Sekolah karena menurut gurunya “Dia terlalu bodoh†sehingga tidak mampu menerima pelajaran apa pun, dia pun sering dipanggil idiot oleh gurunya. (more…)
Posted in Renungan | 3 Comments »
Sunday, May 1st, 2011
Alloh SWT berfirman :
Jikalau kamu semua memberikan balasan, maka balaslah serupa kesalahan yg diperbuat kepadamu, tetapi jikalau kamu bersabar, sesungguhnya itulah yg terbaik bagi orang-orang yang berhati sabar (An Nahl 128)
Dalam ayat lain difirmankan :
Bersabarlah terhadap apa yg mereka katakan itu dan menghindarlah dari mereka dgn cara yg sebaik-baiknya (Al Muzzammil 10) (more…)
Posted in Renungan | 2 Comments »
|
|