|
Archive for the ‘Renungan’ Category
Friday, August 20th, 2010
I like it !. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Artinya : Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya ; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu”. [Luqman : 14-15] (more…)
Posted in Daily Life, Renungan | No Comments »
Wednesday, June 23rd, 2010
Sebuah kalimat “Ikhlas tapi tidak pasrah” menghiasi status twitter milik Viar, seorang sahabat sekaligus partner usaha di BOC. Berhari-hari saya merenungi makna yang terkandung didalam kalimat itu, dan diawal saya meyakini bahwa itu bermakna positif.
Ketika saya tanya, Viar menjawab dengan perumpamaan tentang makna kalimat tersebut. Misalkan kita berjalan kaki, dan didepan menemui jalan yang terjal sulit untuk ditembus. Dengan kenyataan jalan seperti itu, kita ikhlas tapi tak lantas pasrah dengan berdiam diri. Kita harus inisiatif cari jalan lain yang lebih baik. Bravo !
Perumpamaan lain yg bisa saya ceritakan adalah ketika seorang bapak menjumpai anak gadisnya yang baru lulus sekolah SMP mengaku sudah tidak haid lagi selama 3 bulan, alias hamil. Kenyataannya, anak gadisnya ini belum menikah. Lantas bapak ini bercerita bahwa kenyataannya anak itu suka sama suka pada prosesi sebelum kehamilan terjadi. Meski sebelumnya bapak ini telah berjuang mati-matian mendidik budi pekerti anak gadisnya tapi toh pada akhirnya kenyataan berkata lain. (more…)
Posted in Pemikiran, Renungan | 2 Comments »
Friday, June 18th, 2010
Saya suka makna tulisan ini, sebagai pengingat pribadi dan semoga bermanfaat bagi pembaca.
Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc.
Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditunaikan. Betapa banyak orangtua yang mudah mengobral janji kepada anaknya tapi tak pernah menunaikannya. Betapa banyak orang yang dengan entengnya berjanji untuk bertemu namun tak pernah menepatinya. Dan betapa banyak pula orang yang berhutang namun menyelisihi janjinya. Bahkan meminta udzur pun tidak. Padahal, Rasulullah telah banyak memberikan teladan dalam hal ini termasuk larangan keras menciderai janji dengan orang-orang kafir. (more…)
Posted in Renungan | No Comments »
Wednesday, May 5th, 2010
World Silent Day (WSD) is public campaign all over the world to be held on March 21 every year as part of the global movement to reduce the impacts of the climate change to our beloved planet earth.

WSD encourages everyone, in any place in the world to get involved by lessening their activities particularly reducing the use of motorized vehicles and energy and switching off most electronic devices for four hours only during 10.00 – 14.00 on every March 21. (more…)
Posted in Alam, Renungan | No Comments »
Monday, April 19th, 2010
Berawal dari pernyataan saya pada status Facebook, seorang sahabat bertanya tentang penjelasan detail mengenai Janji, Sadar Diri, Komitmen, Tunduk dan Inisiatif, yang semuanya berkorelasi dalam menjaga harmonisasi hubungan dalam tim kerja dan bisnis secara umum.
Janji, Sadar Diri, Komitmen, Tunduk dan Inisiatif. Komponen yg saling sinergi dalam harmonisasi membangun kerja tim. Kontrol watak Anda. Jika nafsu lebih menguasai, jangan heran bakal mampu hancurkan segala keberadaan yg ada.
Saya telah bersama dengan tim kecil bernama Bali Orange Communications, sebuah perusahaan web hosting dan web design bali sejak tahun 2003, dan dalam perjalanannya bisa saya ambil poin-poin penting tersebut diatas. Semoga tetap langgeng dan harmonis. Amin. (more…)
Posted in Pemikiran, Renungan | 3 Comments »
Sunday, April 18th, 2010
Pameran secara nyata di pusat keramaian mempunyai beragam tujuan bagi wirausahawan. Ada 7 tujuan pokok yang saya fahami:
Pertama adalah sebagai media penjualan produk secara langsung ke pengunjung,
Kedua adalah sebagai upaya publikasi langsung keberadaan suatu produk ke masyarakat,
Ketiga adalah sebagai wadah memperluas jaringan/kolega bisnis,
Keempat adalah sebagai motivasi dan ajang meningkatkan rasa percaya diri bagi wirausahawan
Kelima adalah meningkatkan daya saing/posisi tawar produk dan perusahaan dalam kompetisi pasar
Keenam adalah sebagai momentum dan kekuatan sumber daya marketing bagi perusahaan.
Ketujuh adalah sebagai ajang kepuasan ‘bernarsis ria’ menjadi artis sesaat hehehe.

Banyak yang beranggapan bahwa pameran itu cocoknya bagi wirausahawan yang mempunyai toko nyata, mentereng di pinggir jalan protokol, atau perusahaan yang sudah mapan. (more…)
Posted in Pemikiran, Renungan, Tips & Trik | 5 Comments »
Sunday, April 18th, 2010
Prestasi tertinggi sementara dalam sekali transaksi bisnisnya adalah USD 15.000 pernah mengisi rekening Paypal beliau. Semua itu berawal pada tahun 2006 silam. Adalah awal tonggak sejarah bagi Bapak Slamet, owner CV. Batu Cantik, sebuah perusahaan yang menyediakan beragam tas tangan (handbags) dan perhiasan (jewelry). Dimana, Pak Slamet, panggilan akrabnya datang ke BOC membawa konsep sebuah toko online yang sekarang bercokol di www.bcbali.com.
Bapak 4 anak yang low profile ini tidak pernah berhenti belajar memahami diri dan potensi bisnis kedepan, dan mengaku terkadang capek dengan aktivitas sehari-hari mengelola 2 artshop yang berlokasi di Ubud dan Kerobokan, Bali. Tidak terhenti disitu, Pak Slamet merasa ‘berdosa’ membiarkan putra-putrinya berkembang tanpa kehadirannya. Karena mayoritas waktu dihabiskan untuk bekerja dari pagi sampai pulang malam.

Berlatar belakang tersebut, Pak Slamet memutuskan untuk membuat website dan sadar meyakini bahwa kehadirannya akan membawa perubahan. (more…)
Posted in Renungan, Website | 1 Comment »
Friday, March 26th, 2010
Dibuat untuk pelecut diri pribadi dan mungkin berguna bagi sesama. Sikap kita dalam hidup supaya tetap tersenyum adalah :
1. Lepaskanlah Rasa Kuatir & Ketakutan.
Ketakutan & kekuatiran hanyalah imajinasi pikiran akan suatu kejadian di masa depan yang belum tentu terjadi, kebanyakan hal-hal yang Kita kuatirkan & takutkan tak pernah terjadi ! It’s all only in our mind.
2. Buanglah Dendam.
Dendam & Amarah yang disimpan hanya akan menyedot energi diri Kita & hanya mendatangkan KELELAHAN JIWA, BUANGLAH !! (more…)
Posted in Renungan | 2 Comments »
Tuesday, February 2nd, 2010
Oleh: I Wayan “Gendo” Suardana, SH.
Aktivis Mahasiswa 1998, Presidium Nasional- PENA’98 (Perhimpunan Nasional Aktivis ‘98), Anggota Forum Belajar Bersama Prakarsa Rakyat dari Simpul Bali, Pelaku & Penulis buku Mengapa Saya Bakar Gambar EsBeYe (Presiden SBY).
“On the Way” itulah kalimat yang akan muncul dari seorang pria muda, setiap kali dia dihubungi via telepon untuk bertemu. Terlepas dia memang benar ada dijalan atau malah masih kucek-kucek mata ditempat tidur. Selanjutnya dengan sigap laki-laki ini akan menanyakan posisi si penelpon seraya setelah mendapatkan info laki-laki ini akan menjawab “kebetulan saya dekat denagn posisi anda, bisakah kita bertemu lokasi anda sekarang?”. Jika orang tersebut mengiyakan maka dengan segera laki-laki ini bersiap menuju ke lokasi.
Ini bukan kisah seorang pria muda yang sedang kasmaran, atau kisah seorang ABG yang latah dengan bahasa OTW. Kisah diatas adalah sekelumit kisah seorang pria muda bernama Hendro (sang Founding father Bali Orange Communications yang dalam tulisan ini selanjutnya disebut sebagai BOC).
Tapi itu kisah dulu, sekitar tahun 2000-an tatkala BOC masih dirintis dengan modal komputer pas-pasan. Dan tentu saja kisah ini mencuat karena BOC waktu itu adalah sebuah usaha dengan alamat kantor pinjaman. Sejatinya tempat kerja mereka berawal dari warnet (karena Hendro bekerja part time sebagai penjaga warnet) lalu beralih ke kost-kostan. Inilah latar belakang kenapa BOC disering dikatakan sebagai Kantor “On the Way”. Karena tidak mungkin mengajak bertemu klien di kost-kost an yang menjadi kantor asli mereka. (more…)
Posted in Renungan | No Comments »
Friday, January 22nd, 2010
Kata mbalelo itu bukan dari bahasa Indonesia, tetapi dari boso jowo, sering dunia politik di tanah air yang dikuasai para petruk dari beberapa rentang masa dan generasi ini mengusung istilah mbalelo dalam wacana emosionalnya yang khas. Arti mbalelo itu sendiri adalah tidak mengikuti petunjuk.
Masalah pertama : Semisalnya seorang babu yang disuruh sang Majikan membeli sebotol obat batuk hitam untuk mengobati anak sang majikan yang menderita batuk, namun sang babu yang mbalelo ini malah membelikan jenewer cap topi miring yang beralkohol 20% bagi sang Majikannya. Karena menurut hemat si babu toh jenewer cap topi miring itu juga minuman, esensinya adalah meminum bukan apa yang diminum dan tujuan meminum minuman tersebut. “ juragan…hmmm, obat batuk hitamnya habis, yang ada hanya ini, tapi yang ini lebih bagus lho gan…lebih ces pleng khasiatnya” ujar sang babu.
Baca lebih lengkap disini …
Posted in Renungan | 1 Comment »
|
|