|
Archive for the ‘Sosial’ Category
Sunday, February 1st, 2009
Yo yo yo .. sama-sama mendonorkan darahnya utk umat manusia. Jangan biarkan Anda berkerubut mesra dengan nyamuk-nyamuk itu yang selalu meneguk darrrrahmu. Anda begitu baik banget sama nyamuk. Trus kenapa tidak mencoba berbaik hati dengan sesamamu ? ** Clingak clinguk lihat nyamuk. Oh aman. Gosipin nyamuk lanjut…, Nyamuk itu berbahaya, menghisap Anda dikala terlena, gigit Anda dikala dibuai mimpi, racuni darah Anda yang suci .. siieeh. Yo, ma sameton Bali Belogger berkarya .. halah. Be there yaw.
Posted in Sosial | 5 Comments »
Wednesday, November 5th, 2008
Sudah lama sekali tidak pijat. Bulan-bulan kemarin lumayan membuat badan capek luar biasa, ibarat kena pukul oleh 1 kompi polisi militer tapi tidak bisa pukul balik ke mereka. Kebayang kan betapa letihnya. Setelah selesai berkelana dijalanan urusan dengan kerjaan, otak ini berdenting ting! untuk menuju ke panti pijat plus di Kuta Bali.
Letak pijat plus ini di sebuah ruko kawasan Istana Kuta Galeria. Duh, mo dapat pijat plus enak kok susah banget cari lokasinya. Ubek-ubek Istana Kuta Galeria, 2 kali tanya pak satpam (dengan mode berbisik=on), akhirnya pak satpam ke dua berbicara sambil tunjuk sana-sini. “Mas nya muter lagi lewat belakang Ace ini, trus parkir disebelahnya sana dan jalan kaki aja 50 m didepannya gedung Ace“, pak satpam bicara lantang. Duh keras banged. (more…)
Tags: garbugar, joger, panti pijat, pijat di bali, pijat plus di bali Posted in Daily Life, Sosial | 33 Comments »
Sunday, October 19th, 2008
Persiapan pameran BBC dalam Kuta Karnival 2008 membuat perut dan lidah pengen macam-macam hehehe. Kemarin pengen makan kadal, tadi pagi pengen makan biawak, tadi siang pengen makan buaya. Ya, untungnya cuma pengen, padahal gak pernah tahu rasanya gimana. Tapi sepulang dari venue stand BBC di Kuta Karnival dan mampir sejenak transfer data foto di rumah Sakti Soediro, lidah ini ingin menggoyang bakso. Langsung saja melaksanakan hajat ke bakso Ayu Minantri.
Eh, ada yang aneh di warung itu, yaitu live performance musik. Suaranya merdu abis. Metal (melow total). Baksopun datang, mengulum pentol, menjilat kuah, seruput mie, dan sesekali lirik penyanyi dan pemusiknya. Lumayan ah, mengisi kepenatan hati. Tapi lamat-lamat (iki bahasa opo seh) kok penyanyinya tidak bergoyang, berkacamata hitam (ini lumrah, si ian kasela aja berkacamata), kok pandangannya selalu lurus kedepan. Sayang, lagu dan suara enak tapi pembawaannya tanpa ekspresi -batinku. Ternyata … weladalah, mereka tuna netra to. Ada apa dengan mereka ?
(more…)
Posted in Kuliner, Musik, Sosial | 3 Comments »
Tuesday, September 23rd, 2008
Menjadi hidup .. akkhh. Kaum atheis menyatakan, kita hidup di dunia karena memang sebuah kewajaran dan tidak perlu diperdebatkan asal dan tujuannya, kemudian mati menjadi bangkai dan hilang .. iya cling. Kaum ‘beragama’ yang moderat kadang mendengungkan muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga hahahaha. Kaum ‘beragama’ yang ortodok dogmatis mengumandangkan, hidup adalah pelayanan dan bertaqwa kepadaNya dan mahluk-mahlukNya dengan kaidah sesuai dengan aturan baku dari agamanya masing-masing. Jadi, dipihak manakah kalian ?. Saya lebih suka menjadi taqwa kepadaNya, muda kaya-raya, baik hati kepada sesama, tua masih kaya raya dan mati masuk surga … hahaha. Pokoknya yang baik-baik aja deh … Namanya kan keinginan, so sah-sah saja kan ? (more…)
Posted in Pemikiran, Renungan, Sosial | 12 Comments »
Wednesday, September 17th, 2008
Posted in Jalan-Jalan, Sosial | 1 Comment »
Friday, September 12th, 2008
Sebuah keserasian Pluralisme Beragama ala Bali Outbound Community (BOC).
Sebuah anugerah untuk hidup dan bernafas, dan sebuah kenikmatan hidup dalam perbedaan. Komunitas yang saya ikuti ini memang penuh dengan perbedaan. Anggotanya beda-beda pekerjaan, beda kesukaan, beda postur tubuhnya, beda jenis kelaminnya, dan diantara perbedaan yang ada, beda agama tentunya sudah pasti. Ada yang beragama Islam, Hindu, Kristen, dan penganut kepercayaan.
Kebetulan, bulan ini adalah Ramadhan, ketika umat Islam menunaikan ibadah puasa dan buka puasa adalah salah satu aktivitas dalam menjalankan ibadah itu. Kali ini, kami sepakat untuk berbuka puasa di rumah Bli Ketut Sidharta, seorang Hindu yang taat. Tanpa risau sama sekali, rumah Bli Ketut Sidharta saya pakai untuk buka puasa dan sholat maghrib berjamaah dengan para anggota BOC lainnya yang beragama Islam. Sungguh sejuk hati ini. (more…)
Tags: buka puasa, pluralisme beragama Posted in Renungan, Sosial | 17 Comments »
Monday, August 18th, 2008
Oleh-oleh Pitulasan di Rumah Sakit Jiwa Bangli bersama Bali Blogger Community (BBC)
“Saya kesini dibawa oleh suami saya, karena saya menyanyi sendiri. Saya hanya kepingin tahu keadaan 4 anak saya Pak. Apakah mereka sekarang sudah makan, sekolah nya bagaimana …“. Itu adalah ucapan salah satu pasien Rumah Sakit Jiwa Bangli yang sempat membuat Fenni (Blogger Bali) menangis. “Oh sh*t, you make me cry ..” cerita si Fenni.

Ada lagi pasien lain berkata, kurang lebihnya seperti ini, “Pak pak, mai sini (mari kesini), saya ada tanah 12 hektar, mau saya jual, pak aja yang jualin ya, saya ada bisnis bagus neh, tapi keluarin saya dari sini …“. Tawaran itu terucap dari balik jeruji besi jendela kepada Kang Ayip (Blogger Bali). Kemudian, si Saylow (Blogger Bali) bertanya kepada salah satu pasien, “Kenapa bapak ada disini (RSJ)… ?“. Si pasien berkata, “Saya belum lama disini, saya cuma cari pengalaman saja disini..“. Hahahaha. (more…)
Tags: bali blogger, rsj-bangli, sakit jiwa Posted in Jalan-Jalan, Pemikiran, Sosial | 38 Comments »
|
|