<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Hidup untuk Keindahan</title>
	<atom:link href="http://www.hendra.ws/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hendra.ws</link>
	<description>Sebuah Anugerah menuju Perjalanan Panjang Hidup nan Indah</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 19:01:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Promosi Online Penting! namun Offline juga tak kalah penting!</title>
		<link>http://www.hendra.ws/promosi-online-penting-promosi-offline-penting/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/promosi-online-penting-promosi-offline-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 18:59:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=1158</guid>
		<description><![CDATA[Judul tulisan ini memindahkan hasil diskusi saja. Sayang jika tidak di tulis disini. Kebetulan aku sering nongkrong di Diskusi Web Hosting (DWH). Ada pertanyaan dari anggota DWH tentang cara promosi online yang efektif, sedangkan selama ini promosi offline juga dijalankan sama dia. Cara promosi ini digunakan untuk merintis bisnis web hosting dan domain name dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul tulisan ini memindahkan hasil diskusi saja. Sayang jika tidak di tulis disini. Kebetulan aku sering nongkrong di <a href="http://www.diskusiwebhosting.com" target="_blank">Diskusi Web Hosting</a> (DWH).</p>
<p>Ada pertanyaan dari anggota DWH tentang cara promosi online yang efektif, sedangkan selama ini promosi offline juga dijalankan sama dia. Cara promosi ini digunakan untuk merintis bisnis <a href="http://www.baliorange.net/" target="_blank">web hosting</a> dan domain name dari bawah. Para anggota yang lain pada mengulas plus minus promosi online melalui Adwords, Facebook, Twitter dan lain sebagainya.<span id="more-1158"></span></p>
<p>Ada yang bilang, promosi online pake Adwords mahal, pakai FB tidak ada hasil, karena kebanyakan orang ke FB hanya untuk bermain-main saja. Nah, ini tanggapanku :</p>
<p>Aku pernah ngiklan berbayar di Adwords, FB, Majalah lokal, Pasang roll baner di Mall IT dan baru inget, radio. Format <a href="http://www.baliorange.net/profil.php" target="_blank">iklan di radio bisa didengarkan di websiteku</a>. (Paling bawah).</p>
<p>Untuk Adwords dan FB, yes sukses besar!. Sukses menguras uang . Namun akhirnya jadi tahu, akan tetap kucoba lagi, namun dengan cara yang berbeda, yakni memberikan promo disetiap iklan tersebut. Kasih jangka waktu 1 bulan. Ya kasih diskon antara 10-30% lah. Dari promocode, nantinya akan ketahuan, apakah terjadi sales atau tidak.</p>
<p>Majalah lokal yang kumaksud disini adalah majalah iklan. Namanya Bali Advertiser. Lumayan efektif untuk meningkatkan brand image dan juga penjualan. Karena majalah ini jg terdistribusi ke si pengiklan, yg kadangkala butuh hosting. Beruntungnya, kita spt nya pemain tunggal yg ngiklan dan fokus di Hosting dan Domain name.</p>
<p>Mall IT, yes, sukses besar, karena targeted, orang-orang yang berkunjung kesana memang muka-muka IT semua. Mall IT ini jualan komputer, HP dan gadget.</p>
<p>Radio, pernah 1 tahun ngiklan di radio. Namun hrs diperhatikan segmentasi pendengarnya, yaitu orang dewasa &#8211; sepuh. Lumayan mendapatkan telpon yang bertubi-tubi tentang web design.</p>
<p>Trus, isi iklan, sebaiknya memahami permasalahan masyarakat. Mereka butuh apa, trus masalah mereka apa. Klo bicara hosting, mereka butuh uptime dan technical support yg handal serta murrraaah banyak diskon. Masalah mereka adalah website yang sering down dan technical support yang amburadul. Itu aja titik beratnya. Klo isinya: Web Hosting Murah, USA bla bla bla. Semua jg dah tahu, siapa elo?.</p>
<p>Kemudian, ada tanggapan lagi dari anggota lain yaitu, &#8220;Ane juga masih bingung promosi gimana, maunya sih ya GRATIS namanya juga masih merintis&#8230; &#8220;.</p>
<p>Tanggapanku kemudian :</p>
<p>Pertanyaan yang menarik, mengingatkan aku pada tahun 2002 dulu. Merintis, dari nol. Langkahku, kurang lebihnya spt ini :</p>
<p>- Buat website dan buat kartu nama, buat proposal tawarkan jasa web design, hosting dan domain name. Hosting masih beli retail. Beli ber paket dari sebuah perusahaan web hosting.<br />
- Dalam perjalanan, tak terasa klien web design, hosting, domain sudah lebih dari 10. Ambil reseller hosting paling kecil, WHM. Dulu aku ambil 250 Mb.<br />
- Mulai imbangi dengan promosi online, aktif di forum, isi direktori, isi iklan baris, klo skr &#8216;narsis&#8217; di FB, twitter, aktif di komunitas, pokoknya kumpul dgn masyarakat. Sebarkan kartu nama itu (wajib). Klo bisa fokus! Hidupmu hanya utk usaha!. Jangan mikir wanita dulu atau dugem hehehe.<br />
- Lambat laun, tak terasa, WHM bengkak ke 500 Mb, 5 Gb, 10 Gb. Stop, pindah ke VPS. Membangun karir disini. Jika dirasa dah empot-empotan, ganti ke DS. Menabung itu penting!<br />
- Hasil dari menabung, belanjakan iklan, seperti yang kusebutkan diatas. Hambur-hamburkan uang kas utk iklan, gak ada masalah. Namun kudu cerdas, dari iklan, omzet harus naik.<br />
- Untuk hasil iklan, harus ada tolok ukur, mana saja iklan yang mendatangkan omzet. Bila perlu bikin catatan, tanya pelanggannya, tahu perusahaanmu dr mana?<br />
- Artinya, kita melakukan bisnis ini &#8230; dibiayai oleh pelanggan. Bahkan operasional perusahaan dan operasional hidup serta menabung itu semua dibiayai oleh pelanggan.<br />
- Itu prosesku sejak 2003 dulu. Fokus pada proses nya! Jangan pada hasilnya. Nikmati proses nya dengan cerdas</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/promosi-online-penting-promosi-offline-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semangat Entrepreneurship adalah milik bersama</title>
		<link>http://www.hendra.ws/semangat-entrepreneurship-adalah-milik-bersama/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/semangat-entrepreneurship-adalah-milik-bersama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jan 2012 14:05:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=1152</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah catatan perjalanan dalam memimpin team Bali Orange Communications (BOC). Entrepreneurship bagi BOC adalah kemampuan berwirausaha yang dilakukan secara bersama oleh individu-individu didalamnya. Kebersamaan ini seperti banyak lidi yang dikumpulkan bersama, menjadi satu, satu kesatuan dan kuat tidak mudah patah. Jika ingin besar, maka harus banyak orang dengan aturan umum perusahaan yang bijaksana. Aturan ini akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Sebuah catatan perjalanan dalam memimpin team <a href="http://www.baliorange.net/" target="_blank">Bali Orange Communications</a> (BOC)</em>.</p>
<p>Entrepreneurship bagi BOC adalah kemampuan berwirausaha yang dilakukan secara bersama oleh individu-individu didalamnya. Kebersamaan ini seperti banyak lidi yang dikumpulkan bersama, menjadi satu, satu kesatuan dan kuat tidak mudah patah. Jika ingin besar, maka harus banyak orang dengan aturan umum perusahaan yang bijaksana. Aturan ini akan menjadi landasan dalam penciptaan sistem-sistem wirausaha.</p>
<p>Sistem internal sumber daya manusia (SDM) di BOC harus bersandar kepada hal-hal yang berkaitan dengan kemanusiaan. Individu di BOC adalah manusia, yang mempunyai pikiran kreatif dan hidup dalam masyarakat, sehingga sistem SDM didalam perusahaan harus sesuai dengan visi dan misi BOC dalam menjalankan wirausaha.<span id="more-1152"></span></p>
<p>Setelah tercipta sistem yang atur SDM, selanjutnya merumuskan dan implementasi instrumen wirausaha yang lain, yaitu membuat sistem jual beli yang berikan kenyamanan kepada calon pelanggan, sistem manajemen pelanggan sehingga nyaman dan aman dalam menggunakan produk BOC, sistem keuangan yang mengelola dana dari pelanggan untuk operasional usaha dan kesejahteraan teamnya, sistem marketing yang berguna untuk edukasi pelanggan dan meningkatkan penjualan, dan sistem quality control yang secara terus menerus memastikan kesehatan semua instrumen sistem yang ada.</p>
<p>Pada dasarnya, perusahaan menjadi berkembang adalah berkat kerjasama yang tercipta didalamnya. Dintara sekian goal usaha, kegiatan meningkatkan omzet adalah sesuatu hal yang pasti dalam usaha. Di BOC, pada dasarnya semua individu didalamnya adalah berjiwa sales. Meski posisinya sebagai web designer, programmer, web administrator, akunting, bahkan pimpinan, semuanya bermuara pada satu hal, yaitu sales.</p>
<p>Sebagai mahluk sosial, individu dalam BOC selalu berinteraksi. Salah satu wujud interaksinya adalah kemampuan untuk berkomunikasi. Dari komunikasi akan lahirkan ide-ide yang brilian dalam segala hal. Maka, kegiatan komunikasi informal maupun formal selalu terbuka di BOC. Sistem-sistem wirausaha diatas mayoritas adalah hasil dari kemampuan berkomunikasi satu sama lain dalam perusahaan.</p>
<p>Jadi, ketika berbicara mengenai entrepreneurship berkaitan erat pula dengan ekskusi. Bicara saja tidak cukup untuk hasilkan perubahan. Maka, ketika konsep sudah matang didiskusikan sebaiknya harus di eksekusi/dilaksanakan. Itulah salah satu jiwa entrepreneur.</p>
<p>Jiwa dan semangat entrepreneurship bukanlah milik pemilik/pemimpin usaha saja, namun entrepreneurship adalah hal yang berlaku bagi semua individu didalamnya dalam mengelola usaha.</p>
<p><em>Disampaikan pula dalam orasi terbuka untuk <a href="http://www.baliorange.web.id/entrepreneurship-tema-kunjungan-industri-smk-pemuda-3-kesamben-blitar-ke-boc/" target="_blank">Kunjungan Industri SMK Pemuda 3, Kesamben, Blitar</a>.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/semangat-entrepreneurship-adalah-milik-bersama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Zero alias Jangan Berharap</title>
		<link>http://www.hendra.ws/zero-alias-jangan-berharap/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/zero-alias-jangan-berharap/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Jan 2012 07:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=1149</guid>
		<description><![CDATA[Lagi menelusuri para anggota TDA Bali, mencari tahu siapa mereka melalui twitternya. Ketemu teman-teman Mas Fajar, Pak Eko, Mas Hendra dan Mas Yana. Tak lupa klik follow mereka. Perhatian tertuju ke blog nya Mas Yana. Ada tulisan menarik berjudul Zero. Kubaca perlahan dan asal tulisan itu ternyata dari blog nya Pak Jaya Setibudi. Seorang mentor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lagi menelusuri para anggota <a href="http://www.tdabali.com" target="_blank">TDA Bali</a>, mencari tahu siapa mereka melalui twitternya. Ketemu teman-teman Mas Fajar, Pak Eko, Mas Hendra dan Mas Yana. Tak lupa klik follow mereka. Perhatian tertuju ke blog nya <a href="http://catatansiyana.blogspot.com/" target="_blank">Mas Yana</a>. Ada tulisan menarik berjudul Zero. Kubaca perlahan dan asal tulisan itu ternyata dari blog nya <a href="http://jayayea.wordpress.com/2010/09/18/zero/" target="_blank">Pak Jaya Setibudi</a>. Seorang mentor bisnis yang seminar nya pernah kuikuti. Seminar berjudul &#8220;The Power of Kepepet&#8221;. Yah, langsung aja aku share disini, semoga bermanfaat.</p>
<p>Cerita Pak Jaya Setiabudi :</p>
<p>Beberapa lalu lalu Om Bob Sadino menelepon saya, sekedar memberitakan bahwa beliau telah menerbitkan buku baru, berjudul “Bob Sadino; Orang Bilang Saya Gila”. Ehh, pas kebetulan saya sedang di Jakarta, Om Bob-pun mengatakan,”Jay, mampir donk kesini, kangen nih aku ngobrol sama kamu!”. Spontan saja saya meluncur kesana. Untuk ketiga kalinya saya berkunjung ke rumah Om Bob, masih saja saya terkagum akan apa yang telah dicapainya. Di atas tanah seluas 2 hektar, berdiri bangunan bergaya klasik nan kokoh, memberikan kedamaian. Di halaman parkir, terdapat beberapa mobil mewah, antara lain 2 buah jaguar bernomor polisi ‘2121’. Jangan ditanya kenapa nomornya ‘2121’ (baca: tuan-tuan), pasti Om Bob akan menjawab,”Masa saya nyonya-nyonya!” Jika Anda menelusuri sepanjang rumah Om Bob, Anda hampir tidak percaya dibuatnya. Di kepadatan bangunan jalan Lebak Bulus P&amp;K, terdapat pemandangan lain yaitu lapangan berkuda yang terletak di bawah beranda rumah Om Bob.<span id="more-1149"></span></p>
<p>Cerita saya bukan untuk memamerkan kekayaan seseorang diantara kisah penderitaan sekitar kita. Namun saya hanya berusaha ‘menyerap’ energi di balik pencapaian-pencapaian Om Bob,”Apa sih rahasianya?”. Bagi sebagian Anda yang pernah menonton seminar atau talk show Om Bob, mungkin masih banyak yang bingung,”arahnya kemana sih omongan Om Bob itu?”. Sayapun saat pertama kali bertemu selama 3 jam di rumahnya, pulang dengan membawa kebingungan. Baru setelah pertemuan ketiga bersama beliau, saya ‘ngeh’, apa yang selalu ia gemborkan,”Bebaskan dari belenggu rasa takut dan jangan berharap!”. Yang pertama sih, sangat bisa dipahami, tapi yang kedua itu,”Jangan berharap”. Lho, bukannya orang hidup dan bertahan itu karena ‘harapan’? Apa sih maksudnya?</p>
<p>Ternyata Om Bob mengajarkan ke saya konsep ‘Zero’ yang pernah diajarkan oleh Pak Ary Ginanjar dalam ESQ. Saya tidak memahami benar-benar konsep ‘zero’ pada saat mengikuti ESQ. Namun saya mendapatkan ‘klik’nya dari Om Bob! Gimana sih maksudnya? Orang yang melangkah dengan harapan, jika tidak tercapai, tentu saja akan kecewa atau menghibur diri dengan harapan-harapan baru, betulkah? Apa yang terjadi jika setiap kali kita membuat harapan dalam langkah kita, ternyata semuanya tidak tercapai? Depresi kan? Coba pikirkan yang satu ini,”Kenapa sih kita masih berharap lebih atas apa yang telah Allah berikan kepada kita?” Bukannya ‘harapan-harapan’ itu membuktikan rasa ‘tidak syukur’ kita atas apa yang telah kita dapatkan? Kenapa tidak, apa yang kita lakukan atau akan lakukan adalah sebagai wujud syukur kita kepada Allah? Jika demikian pemikiran kita, maka ‘harapan’ akan hasil itu tidak diperlukan lagi.</p>
<p>Saya bukan ustad lho berbicara seperti ini, namun Pak Ary Ginanjar pernah menanyakan kepada saya,”Pak Jaya, apa yang Bapak dapatkan dari training ESQ?”. Saya menjawab sambil meneteskan air mata,”Selama ini saya hanya banyak ‘meminta’, namun saya jarang (bahkan hampir tidak pernah) bersyukur. Setelah mengikuti training ESQ, saya ‘takut’ untuk meminta. Saat saya berdoa, saya hanya berterimakasih atas apa yang Allah limpahkan kepada saya. Saat detik-detik anak saya lahir, saya penuh ketakutan, jangan-jangan ada yang kurang. Saya hitung jari-jemarinya, komplit 10. Saya adzankan di kedua telinganya, dia merespon tanda mendengar. Apa yang saya ucapkan? Alhamdulillaah! Terus apa lagi yang mau saya minta dari Allah? Pantaskah?” Terus apa sih intisari ‘zero’ itu? Ikhlas kali ya? Tawakal atau pasrah? Bisa jadi, tapi saya juga bingung bagaimana mengungkapkannya. Silakan Anda sendiri yang memaknainya. Yang saya dapatkan (akibat) dari ‘zero’ adalah, saya tidak memilki rasa takut akan masa depan saya, titik!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/zero-alias-jangan-berharap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tour Business WisaCoaching oleh Coach Teguh &#8216;Trilyuner&#8217;</title>
		<link>http://www.hendra.ws/tour-business-wisacoaching-oleh-coach-teguh-trilyuner/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/tour-business-wisacoaching-oleh-coach-teguh-trilyuner/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 09:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akademi Berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=1144</guid>
		<description><![CDATA[WisaCoaching adalah gabungan kata wisata dan coaching. Ini istilah saya sendiri sih. Jika dijabarkan, arti judul diatas adalah berwisata sambil dibimbing bisnis (business coaching) oleh Coach Teguh &#8216;Trilyuner&#8217; Wibawanto. Menarik kan ?. Yang bayarin coaching itu Allah SWT. Suatu anugerah dan kesempatan yang berharga. Coach Teguh dikenal sebagai salah satu Vice President Komunitas Bisnis Tangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>WisaCoaching adalah gabungan kata wisata dan coaching. Ini istilah saya sendiri sih. Jika dijabarkan, arti judul diatas adalah berwisata sambil dibimbing bisnis (business coaching) oleh Coach Teguh &#8216;Trilyuner&#8217; Wibawanto. Menarik kan ?. Yang bayarin coaching itu Allah SWT. Suatu anugerah dan kesempatan yang berharga.</p>
<p>Coach Teguh dikenal sebagai salah satu Vice President Komunitas Bisnis Tangan Diatas (TDA). Apa dan bagaimana soal TDA, bisa berkunjung ke <a href="http://www.tangandiatas.com" target="_blank">websitenya</a>. Beliau juga owner dari <a href="http://www.hydro.co.id" target="_blank">PT. Hydro Water Technology</a> yang berpusat di Jakarta. Pengalaman dan pengetahuannya soal berwirausaha, menjadikan beliau didaulat sebagai salah satu mentor bisnis Komunitas TDA.<span id="more-1144"></span></p>
<p>Coach Teguh diundang oleh Komunitas <a href="http://www.tdabali.com" target="_blank">TDA Bali</a> (@TDAbali) dan <a href="http://www.twitter.com/akberbali" target="_blank">Akademi Berbagi Bali</a> (@akberbali) untuk workshop wirausaha bertajuk &#8220;How To Grow Your Business&#8221;. Bertempat di Restoran OenPao, Jl. Sunset Road, Kuta, Bali, hari Jum&#8217;at 20 Januari 2012. Peserta workshop mencapai lebih dari 75 orang. Workshop ini acara perdana dari TDA Bali dan merupakan kesempatan berharga bagi para anggotanya untuk &#8216;peras&#8217; ilmu-ilmu bisnis dari beliau. &#8220;Sesuatu banget&#8221;, begitu kata peserta workshop yang diminta untuk testimonial.</p>
<p>Ya, memang berharga karena Coach Teguh presentasi mulai jam 4 sore dan berakhir pada jam 10 malam. Itupun 1 jam terakhir materi terpaksa dikebut oleh Coach Teguh karena restoran nya mau tutup.</p>
<p>Banyak hal yang dikupas oleh Coach Teguh. Sebanyak 128 slide presentasi berisi tentang kiat memilih bisnis sampai membahas detail infrastrukturnya, yakni Fondation, Marketing &amp; Sales, System &amp; Technology, Human Capital, sampai pada aspek Managerial.</p>
<p>Poros utama dalam bisnis dimulai dari diri kita sendiri. Karena kita lah yang akan berlakukan kontrol diri, membuat aturan main untuk membangun karakter dan budaya perusahaan, memperlakukan karyawan, menetapkan proyeksi keuangan, memastikan kualitas produk dan layanan, membuat standart prosedur operasional dan mengamankan kepastian hukum sebuah perusahaan.</p>
<p>Coach Teguh juga memberikan check list atau semacam panduan bersikap dan bertindak pada semua aspek usaha. Panduan untuk kita (self control), misalnya, Apakah sudah menciptakan smart goal?, Memiliki identitas baik?, Berpikir positif pada setiap kejadian?, dll. Wow banyak.</p>
<p>Lain nya lagi, panduan bertindak dan bersikap bagi sales marketing, salah satunya: Apakah sudah mengetahui cara mencari prospek?, cara meningkatkan transaksi?, dan seterusnya. Ada 24 check list lho.</p>
<p>Ada pula check list untuk managerial keuangan, system &amp; technology, human capital, dan checklist pada manager.</p>
<p>Tidak lupa, Coach Teguh juga memberikan tip dan trik dalam melakukan efisiensi di bidang marketing produk. Salah satunya membeberkan statistik komparasi atas pengalaman nya dalam memasarkan produk. Seberapa efektifkah memasarkan produk melalui koran, baliho, bilboard, direct sales, internet, dan media publikasi lainnya.</p>
<p>Workshop menjadi interaktif, karena peserta dilibatkan untuk memahami karakternya sendiri melalui pertanyaan-pertanyaan motivasi dari Coach Teguh. Bahkan peserta pun harus angkat bicara ketika diberikan tantangan yang berkaitan dengan masa depan nya.</p>
<p>Workshop ditutup dengan berdiri bersama, peserta diajak untuk bernyanyi sebuah lagu berjudul &#8220;Jangan Menyerah&#8221;. Ternyata itu lagunya D&#8217;Masiv. Akibat suara bersama yang menggema, diri ini menjadi merinding, seolah memancing emosional untuk bangkit dan selalu semangat pada tantangan hidup. Luar biasa!</p>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Keesokan harinya, Sabtu 21 Januari 2012.</strong></span></p>
<p>Coach Teguh masih ada waktu sebelum pesawatnya kembali ke Jakarta sabtu, 21 Januari 2012, jam 21.30 WITA. Kesempatan kembali terbuka dan waktu sangatlah berharga bagi kami, panitia TDA Bali. Coach Teguh pun menginginkan ada pertemuan informal sambil jalan-jalan di sebuah lokasi wisata Bali.</p>
<p>Gayung bersambut, beberapa anggota TDA Bali sebanyak 4 orang (Mas Fajar, Mas Yana, Pak Eko dan saya sendiri Hendra) menemani Coach Teguh yang datang bersama nyonya Teguh, untuk jalan-jalan ke Elephant Safari Park di Taro, Ubud. Maka, peristiwa half day tour ini dipergunakan oleh beberapa anggota TDA Bali untuk mengupas tuntas segala uneg-uneg tentang bisnis kepada beliau. Bersama dalam satu mobil, situasi menjadi semakin intim dan akrab untuk coaching business.</p>
<p>Sebelum berangkat ke lokasi wisata, Coach Teguh singgah terlebih dahulu ke kantor kami. Dimulai mampir ke kantor Qmedia (<a href="http://www.qmediabali.com" target="_blank">www.qmediabali.com</a>) dan selanjutnya ke kantor perusahaan <a href="http://www.baliorange.net/" target="_blank">Web Hosting</a>, Bali Orange Communications. Pertanyaan dan jawaban tentang tantangan bisnis lebih berasa dan mengena karena tahu kondisi nyata lokasi usahanya.</p>
<p>Terkuak rekomendasi-rekomendasi eksyen usaha secara umum dan secara spesifik kepada 4 anggota TDA Bali tadi. Rekomendasi untuk tingkatkan kinerja karyawan dengan menetapkan SOP dan Job Description yang jelas. Sering berkumpul dengan karyawan untuk ikatkan aturan-aturan main usaha. Cara alokasikan dana perusahaan untuk fokus kepada peningkatan penjualan produk, dan menghindari sementara alokasi dana kepada kegiatan-kegiatan yang bias. Cara memisahkan keuangan pribadi dan uang usaha, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Coach Teguh juga mengamini pernyataan saya tentang &#8216;berkorban&#8217; waktu ketika diawal-awal membangun usaha. Usia usaha 1 &#8211; 3 tahunan bakal banyak menguras waktu pribadi untuk fokus tercurah kepada kelangsungan usaha. Di tahun-tahun itulah kita harus bekerja keras untuk menciptakan pondasi usaha, menciptakan sistem usaha, mengembangkan jaringan, sehingga 24 jam waktu adalah mayoritas untuk fokus kepada wirausaha. Namun, setelah melewati masa-masa itu, sistem kontrol terhadap SDM usaha tidak boleh lepas. Komunikasi tetaplah menjadi kewajiban utama bagi pemimpin, untuk memastikan bahwa usaha berjalan dengan baik.</p>
<p>Wah, jika menceritakan semuanya disini, bakal banyak halaman yang akan tercipta. Lebih baik para sahabat TDA mengundang beliau untuk coaching di daerah masing-masing. Dijamin, wawasan akan bertambah, dan kita menjadi tahu tentang elemen-elemen penting dari awal hingga akhir dalam menciptakan sistem usaha.</p>
<p>Bagi saya pribadi, coaching ini akan berdampak kepada usaha saya di Bali Orange Communications. Harus berkembang besar dan mampu meningkatkan kesejahteraan hidup SDM nya, dan bermanfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Akhir kata, semoga Tuhan YME memberikan limpahan rahmat kepada Coach Teguh sekeluarga dan ilmu nya bermanfaat untuk semua anggota TDA. Amin.</p>

<div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-30-1144">

	<!-- Slideshow link -->
	<div class="slideshowlink">
		<a class="slideshowlink" href="http://www.hendra.ws/tour-business-wisacoaching-oleh-coach-teguh-trilyuner/?show=slide">
			[Show as slideshow]		</a>
	</div>

	
	<!-- Thumbnails -->
		
	<div id="ngg-image-454" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/tdabali1.jpg" title=" " rel="lightbox[set_30]" >
								<img title="tdabali1" alt="tdabali1" src="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/thumbs/thumbs_tdabali1.jpg" width="150" height="113" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-455" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/tdabali2.jpg" title=" " rel="lightbox[set_30]" >
								<img title="tdabali2" alt="tdabali2" src="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/thumbs/thumbs_tdabali2.jpg" width="150" height="113" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-456" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/tdabali3.jpg" title=" " rel="lightbox[set_30]" >
								<img title="tdabali3" alt="tdabali3" src="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/thumbs/thumbs_tdabali3.jpg" width="150" height="113" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-457" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/tdabali4.jpg" title=" " rel="lightbox[set_30]" >
								<img title="tdabali4" alt="tdabali4" src="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/thumbs/thumbs_tdabali4.jpg" width="150" height="113" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-458" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/tdabali5.jpg" title=" " rel="lightbox[set_30]" >
								<img title="tdabali5" alt="tdabali5" src="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/thumbs/thumbs_tdabali5.jpg" width="150" height="113" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 		
	<div id="ngg-image-459" class="ngg-gallery-thumbnail-box"  >
		<div class="ngg-gallery-thumbnail" >
			<a href="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/tdabali6.jpg" title=" " rel="lightbox[set_30]" >
								<img title="tdabali6" alt="tdabali6" src="http://www.hendra.ws/wp-content/gallery/tdabali-teguh/thumbs/thumbs_tdabali6.jpg" width="150" height="113" />
							</a>
		</div>
	</div>
	
		
 	 	
	<!-- Pagination -->
 	<div class='ngg-clear'></div>
 	
</div>


]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/tour-business-wisacoaching-oleh-coach-teguh-trilyuner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Agungkan Yang Tak Pasti</title>
		<link>http://www.hendra.ws/agungkan-yang-tak-pasti/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/agungkan-yang-tak-pasti/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 18:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=1142</guid>
		<description><![CDATA[Sepi aku sendiri terjebak direntan hari Takut menghalangi batasi gerak diri Akal sehatku mati agungkan yang tak pasti Mautpun membayangi tak sanggup kusembunyi Satu sisi telah terhapus sisakan perih Satu sisi telah terlahir memecah sunyi Asa yang menari menggeliat dibenakku Samar nurpun melambai Memanggilku &#8216;tuk kembali Satu sisi telah terhapus sisakan perih Satu sisi telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sepi aku sendiri terjebak direntan hari<br />
Takut menghalangi batasi gerak diri<br />
Akal sehatku mati agungkan yang tak pasti<br />
Mautpun membayangi tak sanggup kusembunyi</p>
<p>Satu sisi telah terhapus sisakan perih<br />
Satu sisi telah terlahir memecah sunyi</p>
<p>Asa yang menari menggeliat dibenakku<br />
Samar nurpun melambai<br />
Memanggilku &#8216;tuk kembali</p>
<p>Satu sisi telah terhapus sisakan perih<br />
Satu sisi telah terlahir memecah sunyi</p>
<p>Satu sisi melimpah berkah memeluk lelahku<br />
Satu sisi takkan kulepas temani hariku</p>
<p>Satu sisi telah terhapus<br />
Sisakan perih yang dalam<br />
Satu sisi telah terlahir<br />
Pecahkan sunyi yang panjang</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/agungkan-yang-tak-pasti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kau Datang Seketika</title>
		<link>http://www.hendra.ws/kau-datang-seketika/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/kau-datang-seketika/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jan 2012 17:49:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=1140</guid>
		<description><![CDATA[Engkau datang tiba-tiba Tak terencana dan tak tinggalkan suatu petunjuk Yang pasti, kedatangan itu ada untuk membuat kita semakin berbinar Itu yang kuyakini dan tampak nyata dipelupuk mata kita Bergairah saling mempesona Ketika kita bersatu dalam rasa yang bergolak Akibat dari sesuatu yang tiba-tiba Menyapih rasa dahaga berkepanjangan Kita saling bercerita Saling bercumbu canda Dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Engkau datang tiba-tiba<br />
Tak terencana dan tak tinggalkan suatu petunjuk<br />
Yang pasti, kedatangan itu ada untuk membuat kita semakin berbinar<br />
Itu yang kuyakini dan tampak nyata dipelupuk mata kita</p>
<p>Bergairah saling mempesona<br />
Ketika kita bersatu dalam rasa yang bergolak<br />
Akibat dari sesuatu yang tiba-tiba<br />
Menyapih rasa dahaga berkepanjangan</p>
<p>Kita saling bercerita<br />
Saling bercumbu canda<br />
Dan membelai mesra</p>
<p>Tiba-tiba alam sadar terhenyak &#8230;<br />
Lalu berkata, Ah &#8230; itu masa silam <img src='http://www.hendra.ws/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/kau-datang-seketika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop Wirausaha &#8211; How to Grow Your Business</title>
		<link>http://www.hendra.ws/workshop-wirausaha-how-to-grow-your-business/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/workshop-wirausaha-how-to-grow-your-business/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 13:45:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akademi Berbagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=1135</guid>
		<description><![CDATA[Kolaborasi Akademi Berbagi Bali (@akberbali) dan Komunitas Tangan Di Atas Bali (@TDABali), adakan Workshop Wirausaha &#8220;FREE&#8221; Tema: “How to Grow Your Business” Pembicara: Bpk. Teguh &#8216;Trilyuner&#8217; Wibawanto Vice President TDA (Komunitas Tangan Di Atas) Owner PT Hydro Water Technology Tempat: Restoran OENPAO Jl. Sunset Road Kuta Jum&#8217;at, 20 Januari 2012 Pukul 15.00 WITA &#8211; Selesai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kolaborasi Akademi Berbagi Bali (@akberbali) dan Komunitas Tangan Di Atas Bali (@TDABali), adakan</p>
<p>Workshop Wirausaha &#8220;FREE&#8221;<br />
Tema: “How to Grow Your Business”</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-1136" style="margin: 5px;" title="abkerbali-tdabali-blog" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2012/01/abkerbali-tdabali-blog.gif" alt="" width="175" height="252" />Pembicara:<br />
Bpk. Teguh &#8216;Trilyuner&#8217; Wibawanto<br />
Vice President TDA (Komunitas Tangan Di Atas)<br />
Owner PT Hydro Water Technology</p>
<p>Tempat: Restoran OENPAO<br />
Jl. Sunset Road Kuta<br />
Jum&#8217;at, 20 Januari 2012<br />
Pukul 15.00 WITA &#8211; Selesai</p>
<p>Topik yang akan dibahas:<br />
- Buat yang mau membangun bisnis &amp; menghasilkan CASHFLOW<br />
- Membangun PONDASI dalam berbisnis<br />
- Ingin usahanya berkembang pesat<br />
- Dasar-dasar membangun TEAM<br />
- Menyusun PROYEKSI KEUANGAN<br />
- Menyusun STRATEGI MARKETING EFEKTIF &amp; EFISIEN<br />
- SYSTEMIZED your BUSINESS<br />
- dll &#8230;.<span id="more-1135"></span></p>
<p>Tempat terbatas, berminat bisa SMS ke 08123676861 (Hendra).</p>
<p>===================<br />
Sekilas Akademi Berbagi dan Tangan Di Atas :</p>
<p>Akademi berbagi adalah gerakan sosial yg bertujuan untuk berbagi pengetahuan, wawasan dan pengalaman. Kegiatannya berupa kelas-kelas pendek yang di ajarkan oleh para ahli dan praktisi yang ahli di bidangnya masing-masing. Jadi, kelas nya pun berpindah-pindah dan pengajarnya pun berganti-ganti.</p>
<p>Semua kelas akademi berbagi untuk umum dan gratis. Saat ini kelas akber sudah ada di lebih dari 15 kota sejak Juli 2010 dan masih akan terus bertambah.<br />
Website http://www.akademiberbagi.org/</p>
<p>Komunitas Tangan Di Atas (TDA) Adalah sebuah komunitas bisnis yang bervisi menjadi Tangan Di Atas atau menjadi pengusaha kaya yang gemar memberi kepada sesamanya. Istilah kerennya adalah abundance atau enlightened millionaire. Dalam aktivitasnya, TDA adalah komunitas sosial, non profit. Tapi tujuannya adalah pragmatis yaitu agar para membernya menjadi 100% TDA alias pengusaha kaya.<br />
Website: http://www.tangandiatas.com/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/workshop-wirausaha-how-to-grow-your-business/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menghajar Komputer Pentium II memori 64 Mb</title>
		<link>http://www.hendra.ws/menghajar-komputer-pentium-ii-memori-64-mb/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/menghajar-komputer-pentium-ii-memori-64-mb/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 17:11:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peristiwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=1129</guid>
		<description><![CDATA[Tak kuasa untuk tidak menuliskannya. Jejak-jejak masa lalu tentang aktivitasku kini di Bali Orange Communications (BOC). *sesak dada ini* BOC sekarang adalah perusahaan web desain dan web hosting yang besar. Itu menurutku lho. Lha siapa lagi yang membesar-besarkan klo nggak diri sendiri hehehe. Meski terdaftar di dunia maya pada tahun 2003, namun tahun-tahun sebelumnya adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak kuasa untuk tidak menuliskannya. Jejak-jejak masa lalu tentang aktivitasku kini di <strong>Bali Orange Communications</strong> (BOC). *sesak dada ini*</p>
<p>BOC sekarang adalah perusahaan web desain dan <a href="http://www.baliorange.net/" target="_blank">web hosting</a> yang besar. Itu menurutku lho. Lha siapa lagi yang membesar-besarkan klo nggak diri sendiri hehehe. Meski terdaftar di dunia maya pada tahun 2003, namun tahun-tahun sebelumnya adalah perjuangan yang &#8216;berdarah-darah&#8217;.</p>
<p>Kisaran tahun 2000 aku sudah mengenal internet. Itupun terpaksa, karena harus kerja di internet cafe. Jaga warnet, demi makan dan bayar kos-kosan. Tahun 2001 sudah mengenal web desain ala kadarnya dan mulai &#8216;jual diri&#8217; jadi desainer web. Komputer nggak punya, ya sudah, manfaatkan komputer warnet dan meminjam teman.<span id="more-1129"></span></p>
<p>Selain komputer milik <a href="http://www.amadeuz.org" target="_blank">Reza Hendrawan</a>, sahabatku kuliah lain fakultas, ada juga komputer milik sahabatku adik kelas satu fakultas, namanya <a href="http://www.facebook.com/hennynag" target="_blank">Henny Purwanti</a>. Mahasiswi asal Tandes, Surabaya. Kebetulan, aku dan Henny satu kosan (Beda kamar hoi!) bersama teman-teman yang lain. Dan diantara kami, hanya Henny-lah yang mempunyai komputer. Mayoritas, yang memakai komputer itu adalah teman-temannya. Henny sendiri jarang pakai, bahkan kalau ada tugas kuliah, Henny pilih ke rental komputer hahaha. Sorry klo salah ya Henny hehehe.</p>
<p>Bayangkan, komputer itu prosesor nya Pentium II, memori nya cuman 64 Mb. Kuat untuk menghajar Microsoft Frontpage dan Adobe Photoshop. Namun pada suatu kesempatan, setelah dapat rejeki dari web, kubelikan 64 Mb lagi. Total memori jadi 128 Mb.</p>
<p>Karena itu komputer untuk umum, ratusan teman-teman kuliah juga meminjamnya, maka pemakaiannya pun bergilir. Tujuannya untuk tugas kuliah, ngegame, nonton pilem dan akupun harus rela antri untuk membidik tujuanku, bikin web. Mayoritas, ketika semuanya sudah tidur, itulah kesempatanku menghajar website. Ya pemuda kalong (kelelawar). Tidur pun mulai jam 4 atau 6 pagi.</p>
<p>Kegiatanku meminjam komputer itu berhenti saat bisa beli sendiri komputer Pentium 4 dengan harga miring. Komputer hasil lelang milik sebuah sekolah tinggi yang gagal berdiri di Bali. Alhamdulillah.</p>
<p>Ya, itulah, kebesaran hati dan budi baik Henny Purwanti lah yang mengusik ku untuk menulis ini. Aku belum tahu harus berbuat apa atas budi baiknya, kecuali berterima kasih dan angkat topi setinggi langit. Tanpa proses diatas, aku tidak akan menjadi seperti ini. Bahkan, tanpa proses itu, BOC bakal sulit untuk berdiri.</p>
<p>Sekarang, ketika aku membuka dokumen MS Word, save as dan so on, Author dokumen itu masih tertuliskan HENY.</p>
<p><a href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2012/01/jejak-heny.jpg" target="_blank"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-1130" title="jejak-heny" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2012/01/jejak-heny-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Terima kasih sahabatku Henny Purwanti. Semoga Tuhan YME memberimu limpahan rejeki dan selalu selamat dunia akhirat. Amin Amin dan Amin.</p>
<p>Begitupula untuk sahabatku Reza Hendrawan, tanpamu dan komputermu, aku bakalan bodo tentang ilmu komputer. Jaman itu, komputer nya dia juga Pentium II. Namun dihajar bareng oleh teman-teman kuliah untuk tugas kuliah, organisasi (PMII), <a href="http://www.hendra.ws/caesar-iv-tragedi-indomie-goreng/">ngeGame</a> (sampai lupa kuliah dan lupa puasa), dan tentunya bikin web hehehe. Sorry Rez, kamarmu selalu kupinjam untuk &#8216;bersetubuh&#8217; dengan web. Tentunya, terima kasih sabahat. Semoga Tuhan YME berikanmu limpahan rejeki, selamat dunia akhirat. Amin Amin. Semoga bisa menulis tentang dirimu kawan.</p>
<p>So, Henny Purwanti dan Reza Hendrawan, serta teman-teman yang belum bisa kusebutkan disini, God Bless You and Family!.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/menghajar-komputer-pentium-ii-memori-64-mb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Suara yang tak lagi bermakna</title>
		<link>http://www.hendra.ws/suara-yang-tak-lagi-bermakna/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/suara-yang-tak-lagi-bermakna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 17:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=1125</guid>
		<description><![CDATA[Suara itu lirih, perlahan menghilang Seperti tertimbun sesak tak beralasan Namun, aku sepertinya punya alasan tersendiri Mengapa suara itu perlahan sirna Suara itu biasanya digunakan untuk bercengkerama Bersahutan satu sama lain saling menghayati Makna dalam bait-bait cerita Suara itu menyapih batin Membelai sukma Memanjakan jiwa Bahwa kita saling bertenggang rasa Lambat laun, aku menangkap adanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suara itu lirih, perlahan menghilang<br />
Seperti tertimbun sesak tak beralasan<br />
Namun, aku sepertinya punya alasan tersendiri<br />
Mengapa suara itu perlahan sirna</p>
<p>Suara itu biasanya digunakan untuk bercengkerama<br />
Bersahutan satu sama lain saling menghayati<br />
Makna dalam bait-bait cerita</p>
<p>Suara itu menyapih batin<br />
Membelai sukma<br />
Memanjakan jiwa<br />
Bahwa kita saling bertenggang rasa</p>
<p>Lambat laun, aku menangkap adanya pemberontakan<br />
Bahwa suara tidaklah penting untuk menggema<br />
Bahwa sesuatu hal lain yang lebih untuk diutamakan<br />
Diantara gelimpangan nafsu-nafsu duniawi &#8230;<br />
Yang tampak mulai nyata</p>
<p>Semakin kubertanya, suara itu lantang berteriak<br />
Tidak lagi merdu di telinga<br />
Ciptakan nada-nada sumbang<br />
Menodai ketentraman batin</p>
<p>Semoga saja ini adalah alasan yang tak bermakna<br />
Hanya bisikan yang sumbang<br />
Dari dalam hati</p>
<p>Bagaimanapun jua, aku kangen untuk saling bersuara, lebih dari apapun, di dunia ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/suara-yang-tak-lagi-bermakna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Creative Wri &#8220;Think&#8221; bersama Fahd Djibran</title>
		<link>http://www.hendra.ws/creative-wri-think-bersama-fahd-djibran/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/creative-wri-think-bersama-fahd-djibran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Dec 2011 18:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akademi Berbagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=1119</guid>
		<description><![CDATA[Pada akhirnya tahu, Fahd Djibran adalah nama besar di dunia kreatif tulis menulis dalam menuangkan ide yang ada di isi kepala. Melalui acara Akademi Berbagi Bali (@akberbali), kemarin Mas Fahd didaulat menjadi pembicara. Untuk menjlentrehkan (menjelaskan) fenomena menulis kreatif. Aktif menulis adalah sama seperti mengukir sejarah untuk masa depan kita. Menukil pernyataan dari sang maestro [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada akhirnya tahu, Fahd Djibran adalah nama besar di dunia kreatif tulis menulis dalam menuangkan ide yang ada di isi kepala. Melalui acara Akademi Berbagi Bali (@akberbali), kemarin Mas Fahd didaulat menjadi pembicara. Untuk menjlentrehkan (menjelaskan) fenomena menulis kreatif.</p>
<p><img class="size-full wp-image-1120 alignnone" title="fahd1" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2011/12/fahd1.jpg" alt="" width="369" height="176" /></p>
<p>Aktif menulis adalah sama seperti mengukir sejarah untuk masa depan kita. Menukil pernyataan dari sang maestro penulis Indonesia, Pramoedya Ananta Toer, sebagai berikut :<span id="more-1119"></span></p>
<p>&#8220;Kau, nak, paling sedikit kau harus bisa berteriak. Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun?. Karena kau menulis, suaramu tak kan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh dikemudian hari&#8230; Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama dia tak menulis, ia akan hilang dalam masyarakat dan dari sejarah.&#8221;</p>
<p>Mas Fahd mencontohkan peristiwa sehari-hari, kenapa sang anak &#8216;tidak mengenal&#8217; sang Bapak, atau peristiwa hidup sang kakek?. Malah, sang anak lebih tahu cerita kehidupan Bung Karno, Tan Malaka, dan tokoh-tokoh pergerakan lainnya. Sang anak mengenal tokoh tersebut karena membaca buku-buku tentang mereka. Sedangkan sang ayah atau kakek tidak pernah menuliskan/dokumentasikan pengalaman hidupnya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-1121" title="akberbali" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2011/12/akberbali.jpg" alt="" width="500" height="184" /></p>
<p>Itu salah satu tangkapan ku ketika menyimak paparan Mas Fahd. Padahal banyak tema-tema yang terpaparkan. Cuma salahku sendiri yang terlalu jauh menuliskan ini kedalam blog. Sedangkan acara nya Mas Fahd tanggal 9 Desember 2011 kemarin. Salahku juga tidak menuliskannya hahaha. Ya benar. Jika mengalami sebuah peristiwa dan tidak menuliskan isi-isinya, bakal lupa. Ya ini nih, lupa.</p>
<p><a href="http://www.facebook.com/pages/Akademi-Berbagi-Bali/158207177613329" target="_blank">Dokumentasi Akademi Berbagi Bali edisi Perdana.</a></p>
<p>Namun, ada video hasil menulis kreatif milik Mas Fahd yang bisa ku share disini. I Like It! Ini dia :</p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/L0pLhwvfpg0" frameborder="0" width="420" height="315"></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/creative-wri-think-bersama-fahd-djibran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.522 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2012-02-04 11:24:11 -->
<!-- Compression = gzip -->
