<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Hidup untuk Keindahan</title>
	<atom:link href="http://www.hendra.ws/feed/?nggpage=4" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.hendra.ws</link>
	<description>Sebuah Anugerah menuju Perjalanan Panjang Hidup nan Indah</description>
	<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 17:54:23 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kewajiban Anak kepada Orang Tua</title>
		<link>http://www.hendra.ws/kewajiban-anak-kepada-orang-tua/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/kewajiban-anak-kepada-orang-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 17:54:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Daily Life]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[ 	I like it !. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman :
&#8220;Artinya : Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya ; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	<strong><em>I like it</em></strong> !. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman :</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya ; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepadaKu-lah kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepadaKu&#8221;. [Luqman : 14-15]<span id="more-808"></span></p>
<p>Allah mewasiatkan agar berterima kasih kepada kedua orang tua disamping bersyukur kepadaNya. Allah juga memerintahkan agar sang anak memperlakukan kedua orang tua dengan cara yang baik walaupun mereka memaksanya berbuat kufur terhadap Allah. Berdasarakan ini anda tahu, bahwa yang disyariatkan bagi anda adalah tetap memperlakukan ayah anda dengan baik, tetap berbuat baik kepadanya walaupun ia bersikap buruk terhadap anda. Terus berusaha mengajaknya kepada al-haq. Kendati demikian, anda tidak boleh mematuhinya dalam hal kemaksiatan.</p>
<p>http://www.almanhaj.or.id/content/1425/slash/0</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Bentuk perbuatan, hendaknya seseorang bersikap santun dihadapan kedua orang tuanya serta bersikap sopan dan penuh kepatuhan karena status mereka sebagai<br />
orang tuanya, demikian berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>&#8220;Artinya : Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, &#8216;Wahai Rabbku, kasihinilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil&#8221;. [Al-Isra : 24]</p>
<p>Lain dari itu, hendaknya pula berbakti dengan memberikan harta, karena kedua orang tua berhak memperoleh nafkah, bahkan hak nafkah mereka merupakan hal yang paling utama, sampai-sampai Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam pernah bersada.</p>
<p>&#8220;Artinya : Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu&#8221;. [1]</p>
<p>Lain dari itu, juga mengabdi dengan bentuk berbuat baik, yaitu berupa perkataan dan perbuatan seperti umumnya yang berlaku, hanya saja mengabdi dalam perkara<br />
yang haram tidak boleh dilakukan, bahkan yang termasuk bakti ini adalah menahan diri dari hal tersebut, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>http://www.almanhaj.or.id/content/1484/slash/0</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Yaitu memberikan infak (shadaqah) kepada kedua orang tua. Semua harta kita adalah milik orang tua. Firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala surat Al-Baqarah ayat 215.</p>
<p>&#8220;Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, &#8220;Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah maha mengetahui&#8221;</p>
<p>Jika seseorang sudah berkecukupan dalam hal harta hendaklah ia menafkahkannya yang pertama adalah kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua memiliki hak tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dalam surat Al-Baqarah di atas. Kemudian kaum kerabat, anak yatim dan orang-orang yang dalam perjalanan. Berbuat baik yang pertama adalah kepada ibu kemudian bapak dan yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berikut.</p>
<p>&#8220;Artinya : Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali lagi ibumu kemudian bapakmu kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat&#8221; [Hadits<br />
Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 3, Abu Dawud No. 5139 dan Tirmidzi 1897, Hakim 3/642 dan 4/150 dari Mu'awiyah bin Haidah, Ahmad 5/3,5 dan berkata<br />
Tirmidzi, "Hadits Hasan"]</p>
<p>Sebagian orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada orang tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan. Yang mengatur harta adalah suami sebagaimana disebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Harus dijelaskan kepada istri bahwa kewajiban yang utama bagi anak laki-laki adalah berbakti kepada ibunya (kedua orang tuanya) setelah Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kewajiban yang utama bagi wanita yang telah bersuami setelah kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kepada suaminya. Ketaatan kepada suami akan membawanya ke surga. Namun demikian suami hendaknya tetap memberi kesempatan atau ijin agar istrinya dapat berinfaq dan berbuat baik lainnya kepada kedua orang tuanya.</p>
<p>Mendo&#8217;akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat &#8220;Robbirhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro&#8221; (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua<br />
telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya orang tua belum mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta bid&#8217;ah, kita harus tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut sambil berdo&#8217;a di malam hari, ketika sedang shaum, di hari Jum&#8217;at dan di tempat-tempat dikabulkannya do&#8217;a agar ditunjuki dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>http://www.almanhaj.or.id/content/689/slash/0</p>
<p>Sumber lain : http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/3039.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/kewajiban-anak-kepada-orang-tua/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bebek Sinjay Bangkalan, Madura</title>
		<link>http://www.hendra.ws/bebek-sinjay-bangkalan-madura/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/bebek-sinjay-bangkalan-madura/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 20:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=796</guid>
		<description><![CDATA[ 	Madura, setelah fenomenal dengan jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura, ada lagi makanan yang patut dicoba setelah takjub menyeberang jembatan tol yang bertarif Rp. 60.000 PP itu, yaitu Bebek Sinjay di Jl. Raya Ketengan No. 45 Burneh, Bangkalan.
  
Harus punya kesabaran tingkat tinggi ketika memesan menu Bebek disana. Disamping cukup [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Madura, setelah fenomenal dengan jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Madura, ada lagi makanan yang patut dicoba setelah takjub menyeberang jembatan tol yang bertarif Rp. 60.000 PP itu, yaitu <strong>Bebek Sinjay</strong> di Jl. Raya Ketengan No. 45 Burneh, Bangkalan.</p>
<p><a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay1.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-797" title="bebeksinjay1" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay1-150x150.jpg" alt="bebeksinjay1" width="150" height="150" /></a> <a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-798" title="bebeksinjay2" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay2-150x150.jpg" alt="bebeksinjay2" width="150" height="150" /></a> <a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay3.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-799" title="bebeksinjay3" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay3-150x150.jpg" alt="bebeksinjay3" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Harus punya kesabaran tingkat tinggi ketika memesan menu <strong>Bebek </strong>disana. Disamping cukup ramai, antrian panjang dan kadangkala teriakan antar pengunjung yang protes menanyakan antrian pesanan bersaut-sautan ke pegawai warung yang bergerak cepat antar sajian. Rombongan saya mendapatkan antrian nomor 45, sedangkan sajian yang baru selesai diantar berada di urutan 25.<span id="more-796"></span><br />
Sambil menunggu, saya berbincang dengan pengunjung yang juga sama-sama menunggu. Dia asli Bangkalan, datang bersama istrinya. Saya bertanya, kenapa <a href="http://www.hendra.ws/bebek-sinjay-bangkalan-madura/">Bebek Sinjay</a> ini sampai harus antri dan pengunjungnya selalu membludak. Dengan enteng, dia menjawab bahwa sajian bebek ini sebetulnya biasa saja, yang menjadi kekuatan adalah dukun nya. Hahahaha. Entah dia serius atau tidak, yang jelas itu jawaban manusia yang akal sehat nya sudah tidak mampu berpikir secara logika.</p>
<p>Setelah kurang lebih 30 menit menunggu, sajian Bebek Sinjay itu datang. Wow, saya pikir lumayan cepat dengan ratusan pengunjung yang duduk di warung itu. Gorengan daging bebek nya kering, gurih, nasi nya pulen, sayurnya kemangi dan satu lagi yang menjadi andalan adalah sambal mangga muda harus menyertainya. Dan pada akhirnya saya menilai bahwa sajian ini beda dengan nasi bebek lainnya. Letak kekuatannya adalah di sambal mangga muda nya itu. Selain itu, bebek nya juga enak, gurih.</p>
<p><a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay4.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-800" title="bebeksinjay4" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay4-150x150.jpg" alt="bebeksinjay4" width="150" height="150" /></a> <a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay5.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-801" title="bebeksinjay5" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay5-150x150.jpg" alt="bebeksinjay5" width="150" height="150" /></a> <a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay6.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-802" title="bebeksinjay6" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay6-150x150.jpg" alt="bebeksinjay6" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Warung bebek ini buka pagi hari, dan belum sampai jam 12 siang sudah ludes habis terjual. Secara sekilas, saya bertanya kepada pegawai warung itu tentang jumlah bebek yang dihabiskan dalam sekali buka. Jawabnya adalah rata-rata 500 ekor bebek per sekali buka. Edan !</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-803" title="bebeksinjay-habis" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/bebeksinjay-habis.jpg" alt="bebeksinjay-habis" width="500" height="334" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/bebek-sinjay-bangkalan-madura/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Puspa Agro, antara Keinginan dan Kenyataan</title>
		<link>http://www.hendra.ws/puspa-agro-antara-keinginan-dan-kenyataan/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/puspa-agro-antara-keinginan-dan-kenyataan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 19:13:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[ 	Adalah Puspa Agro, sebuah nama untuk Pusat (Pasar) Perdagangan Agrobisnis terbesar ke 2 se Asia Tenggara, setelah Thailand, berlokasi di Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Berdiri diatas lahan 50 hektar, Puspa Agro diresmikan (Soft Launching) oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ir M Hatta Rajasa pada 17 Juli 2010 dengan segudang harapan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Adalah <strong>Puspa Agro</strong>, sebuah nama untuk Pusat (Pasar) Perdagangan Agrobisnis terbesar ke 2 se Asia Tenggara, setelah Thailand, berlokasi di Desa Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.</p>
<p>Berdiri diatas lahan 50 hektar, <a href="http://www.hendra.ws/puspa-agro-antara-keinginan-dan-kenyataan/">Puspa Agro</a> diresmikan (<em>Soft Launching</em>) oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ir M Hatta Rajasa pada 17 Juli 2010 dengan segudang harapan dan keinginan. Dengan adanya pasar agro ini, Jatim dapat menjadi percontohan bagi provinsi lainnya di Indonesia. Mampu menjadi pensuplai produk agro, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dll dalam lingkup pasar regional, bahkan internasional.</p>
<p><a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/dsc02106.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-786" title="dsc02106" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/dsc02106-150x150.jpg" alt="dsc02106" width="150" height="150" /></a> <a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/dsc02107.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-787" title="dsc02107" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/dsc02107-150x150.jpg" alt="dsc02107" width="150" height="150" /></a> <a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/dsc02108.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-788" title="dsc02108" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/dsc02108-150x150.jpg" alt="dsc02108" width="150" height="150" /></a><span id="more-785"></span></p>
<p>Dengan adanya pasar agro ini, harga produk-produk pertanian jauh lebih murah dari harga sebelumnya. Sebab, sistem distribusinya langsung dipotong, dari produsen (petani) langsung didistribusikan ke marketing. Kita potong mata rantai, karena harganya dapat lebih murah, kata Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo.</p>
<p>Pada pembukaan kemarin, manajemen Puspa Agro mencatatkan diri ke museum Rekor Indonesia (MURI) dengan memanggang ikan sepanjang 5,2 km. Luar biasa.</p>
<p>Hingar bingar keberadaan pasar itu memicu diri ini tertarik untuk berkunjung langsung kesana pada 5 Agustus 2010 lalu. Apakah kenyataannya ?</p>
<p>Memang luas sekali pasarnya. Ada 2 bangunan besar yang disebut los, atau saya rasa itu mirip bangunan untuk hanggar pesawat terbang. Di bangunan los pertama, saya jumpai pedagang-pedagang palawija dan daging (ayam, kambing dan sapi). Terdiri dari lajur-lajur memanjang yang berisi lapak-lapak pedagang. Produk agro yang dijual hampir sama seperti yang saya jumpai di pasar-pasar tradisional, cuma disini lebih bersih. Mayoritas, antara satu lapak dengan lainnya menjual produk palawija yang sama.</p>
<p>Sempat saya bertanya pada salah satu pedagang disana tentang prospek pasar ini. Bapak yang mempunyai 1 lapak dan ternyata masih bekerja aktif di salah satu hotel berbintang di Surabaya ini mengaku dalam 2 minggu sudah merugi jutaan rupiah. Untung dagangan bawang merah, putih dll tergolong produk yang tahan lama. Bahkan dia mau melepas dagangannya jika ada yang mau membeli dibawah harga pasaran. Hanya ingin kembalikan modal saja, ucapnya.</p>
<p>Saya mulai diskusi dengan istri, bahwa apa yang dilihatnya hari ini seperti memindahkan lapak-lapak pasar tradisional ke lingkungan pasar yang lebih bersih. Pedagang yang ada disana lebih terlihat sebagai pengecer. Terlihat dari volume barang dagangan yang tidak terlalu banyak. Untuk bisa memiliki lapak, pedagang harus menyewa kepada pihak manajemen Puspa Agro dengan biaya yang bervariasi, tutur Bapak tadi.</p>
<p><a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/loskanan.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-789" title="loskanan" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/loskanan-150x150.jpg" alt="loskanan" width="150" height="150" /></a> <a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/loskanan2.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-790" title="loskanan2" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/loskanan2-150x150.jpg" alt="loskanan2" width="150" height="150" /></a> <a class="thickbox" href="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/loskiri.jpg"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-791" title="loskiri" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/08/loskiri-150x150.jpg" alt="loskiri" width="150" height="150" /></a></p>
<p>Bagaimana dengan akses ke pasar tersebut ?. Jika kita dari arah Jombang (Jawa Timur bagian barat), bakal menemui pertigaan lampu merah yang macet untuk bisa belok ke kanan menuju jalan aspal kecil 2 lajur lintasan saja menuju pasar Puspa Agro. Sedangkan dari arah Pasuruan/Malang (Jawa Timur bagian timur), bakal menemui macet nya porong (lumpur lapindo) dan jalanan Sidoarjo. Hmmm, kondisi sekarang saja sudah macet, apalagi 1 atau 2 tahun lagi ?.</p>
<p>Meski tidak menemukan keinginan dan harapan besar di awal peresmian pada pasar itu, saya hanya bisa berharap bahwa asumsi sesaat itu terpatahkan di masa datang. Semoga keinginan dan harapan itu menjadi nyata, yaitu Puspa Agro menjadi pasar agro terbesar di Indonesia dan mampu menjadi suplier produk agro di lingkup regional bahkan internasional. Amin!.</p>
<p>Referensi :<br />
- Harian Jawa Pos<br />
- http://www.depkominfo.go.id/berita/bipnewsroom/puspa-agro-jadi-pensuplai-32-provinsi/</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/puspa-agro-antara-keinginan-dan-kenyataan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Arungi Lautan Bali - Gili - Lombok bersama Sojourn Cruise</title>
		<link>http://www.hendra.ws/arungi-lautan-bali-gili-lombok-bersama-sojourn-cruise/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/arungi-lautan-bali-gili-lombok-bersama-sojourn-cruise/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 20:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Alam]]></category>

		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=781</guid>
		<description><![CDATA[ 	Mengarungi lautan ?. Hal itu pernah kulakukan beberapa kali pada kisaran tahun 2000-2001 ketika kerja di sebuah kapal pesiar cruise bernama Quicksilver Cruise. Sebuah kapal bermesinkan hydrofoil yang melayani rute wisata Tanjung Benoa - P. Nusa Penida. Tapi kemarin, 23-25 Juli 2010 adalah pertama kali bagiku rasakan kapal layar milik pelanggan BOC, Bapak Andi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Mengarungi lautan ?. Hal itu pernah kulakukan beberapa kali pada kisaran tahun 2000-2001 ketika kerja di sebuah kapal pesiar <em>cruise </em>bernama Quicksilver Cruise. Sebuah kapal bermesinkan <em>hydrofoil </em>yang melayani rute wisata Tanjung Benoa - P. Nusa Penida. Tapi kemarin, 23-25 Juli 2010 adalah pertama kali bagiku rasakan kapal layar milik pelanggan BOC, Bapak Andi Herman pemilik PT. Lombok Tropic Holidays Indonesia yang berbasis di <a href="http://www.lombokmarine.com/" target="_blank">Lombok</a>, NTB.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-782" title="giliair" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/07/giliair.jpg" alt="giliair" width="500" height="157" /></p>
<p>Nama kapal layar itu adalah <a href="http://lomboksailing.com/sojourn-cruises-tallship" target="_blank">Sojourn</a>. Sebuah kapal layar 4 tiang yang menggunakan 2 sistem penggerak, yaitu menggunakan layar dan mesin diesel. Mesin akan dihidupkan untuk keadaan tertentu saja, misal untuk berlabuh atau kondisi angin laut yang minim untuk pelayaran. Kapal ini mempunyai panjang 23 meter dan lebar 5 meter. Cocok untuk pelayaran grup yang terdiri 8 - 20 orang. <span id="more-781"></span></p>
<p>Dalam dek, tersedia 5 kabin yang berisi 8 tempat tidur ber AC. Ada 2 toilet yang dilengkapi air panas dingin, mini bar, tempat memasak, <em>freezer </em>dan kulkas, <em>living room</em> dan fasilitas keamanan laut seperti jaket pelampung.</p>
<p>Atas undangan dari pelanggan tersebut, timku di Bali Orange Communications sontak kegirangan untuk rasakan kesempatan yang boleh dibilang langka dan rasakan hal baru, yaitu berlayar. Rute pelayaran yang ditawarkan adalah berangkat dari Pelabuhan Benoa, Bali menuju kawasan Pulau Gili (Gili Trawangan, Meno dan Air). Berlanjut ke teluk Mentigi, Pulau Gili Nanggu dan berakhir di teluk Senggigi.</p>
<p>Pada awal keberangkatan, kapal itu masih menggunakan mesin untuk berlayar. Aku suka sekali dengan raungan mesin nya. Mengingatkanku akan deru raungan mesin bis. Persis dah. Kemudian selepas dari Pulau Nusa Lembongan, kapal tersebut beralih menggunakan layar sebagai penggeraknya. 3 layar besar terbentang menghadang angin laut dan mampu melajukan kapal sampai kecepatan 7 knots. Lumayan cepat untuk sebuah kapal layar.</p>
<p>Menurut cerita, kapal layar Sojourn ini dulunya pernah ikut perlombaan Arung Samudera Indonesia (tahun 1995), dan berhasil menyabet juara 2 karena kecepatannya masuk finish terlebih dulu dari kapal peserta lainnya.</p>
<p>Selama pelayaran berlangsung, kita menikmati segala suasana alam lautan diatas dek kapal. Sudah tersedia kursi malas disana, terbentang dalam luasnya dek kapal. Yang menjadi tantangan, aku melihat satu persatu dan bahkan mayoritas penumpang kapal pada muntah, alias mabuk laut. Syukur, meski sempat sekuat tenaga menahan rasa pusing dan mual, aku akhirnya lolos tidak muntah. Kalau dipikir, kuncinya adalah menikmati dan mengikuti ritme ayunan yang terjadi dalam kapal. Arahkan pikiran tidak pada perjalanan kapal, tapi lebih kepada menikmati keindahan alam disekeliling kapal, yaitu laut dan pulau-pulau yang terlihat. Kunci sukses lainnya, seperti kata Bapak Andi Herman adalah dengan makan atau menikmati cemilan dan minuman selama pelayaran. Ya, aku lakukan itu hehehe. Nyemil stik balado, kacang, dan berkaleng-kaleng minuman bersoda tidak lepas dari tanganku.</p>
<p>Kami berangkat dari Pelabuhan Benoa pukul 3 sore dan bersandar di pulau Gili Air pada kisaran pukul 2 dinihari. Beberapa jam kemudian, matahari terbit menghiasi suasana pagi di pulau itu. Aktivitas berlanjut dengan berenang sambil menikmati cemilan kentang goreng hmm yummy, memancing dan berkunjung ke Pulau Gili Air.</p>
<p>Perjalanan lanjut ke teluk Mentigi dan ke Pulau <a href="http://lomboksailing.com/senggigi-to-gili-nanggu-islands-sailing-cruises.html" target="_blank">Gili Nanggu</a>. Sebuah pulau kosong berpasir putih yang cukup eksotik di provinsi Nusa Tenggara Barat. Jika mau, sebenarnya kita bisa bermalam disana dan menggelar acara bakar-bakar ikan sambil menikmati bintang-bintang di langit penyangga bumi. Setelah itu, kita balik ke Senggigi dan melakukan city tour ke kota Mataram sambil berkuliner ria rasakan Sate Rembiga dan Sate Bulayak.</p>
<p>Hebatnya lagi, selama pelayaran berlangsung, aku masih bisa terkoneksi ke duniaku, yaitu internet. Luar biasa. Menggunakan modem <em>wireless </em>berkekuatan sinyal salah satu penyedia GSM, aku bisa berbalas email, chat di Yahoo Messanger, cek web server, terima orderan <a href="http://www.baliorange.net/domainnamemurah.php" target="_blank">domain name</a> dan <a href="http://www.baliorange.net/" target="_blank">web hosting</a>, maen FB, dll yang berbau internet. Wow.</p>
<p>Sebuah pengalaman yang tidak akan pernah lupa dalam sejarah hidup ini. Hidup di dunia ini cuma sekali. Memperbanyak pengalaman dan mencoba hal-hal baru adalah bagian dari menikmati hidup. Oke, ingin sekali merasakan keindahan Indonesia lainnya dan belahan dunia lainnya. Semoga terwujud. Amin.</p><div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-26"><div class="slideshowlink"><a class="slideshowlink" href="/feed/?nggpage=4&amp;show=slide">[Show as slideshow]</a></div></div>
<div class='ngg-navigation'><a class="prev" href="/feed/?nggpage=3">&#9668;</a><a class="page-numbers" href="/feed/">1</a><a class="page-numbers" href="/feed/?nggpage=2">2</a><a class="page-numbers" href="/feed/?nggpage=3">3</a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/arungi-lautan-bali-gili-lombok-bersama-sojourn-cruise/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aneka Sajian Ikan Mujahir di Restoran Apung Kintamani</title>
		<link>http://www.hendra.ws/aneka-sajian-ikan-mujahir-di-restoran-apung-kintamani/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/aneka-sajian-ikan-mujahir-di-restoran-apung-kintamani/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 19:02:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=771</guid>
		<description><![CDATA[ 	Beruntung bisa jalan-jalan dan menikmati keindahan alam seisinya. Bali begitu luas dan banyak hal yang belum sempat dirasakan. Termasuk merasakan nikmatnya makan sore di Restoran Apung (Floating Restaurant) Kedisan, Kintamani dengan menu andalan serba Ikan Mujahir.

Selepas berkunjung ke kuburan Trunyan dengan teman saya, Saat dan Siska, kami langsung belok ke restoran tersebut diatas untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Beruntung bisa jalan-jalan dan menikmati keindahan alam seisinya. Bali begitu luas dan banyak hal yang belum sempat dirasakan. Termasuk merasakan nikmatnya makan sore di Restoran Apung (<em>Floating Restaurant</em>) Kedisan, Kintamani dengan menu andalan serba Ikan Mujahir.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-772" title="apungkintamani1" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/07/apungkintamani1.jpg" alt="apungkintamani1" width="500" height="126" /></p>
<p>Selepas berkunjung ke <a href="http://www.hendra.ws/trunyan-adat-pemakaman-yang-unik/">kuburan Trunyan</a> dengan teman saya, Saat dan Siska, kami langsung belok ke restoran tersebut diatas untuk menjajal suasana dan masakannya. Dulu, pada jaman kuliah, kami hanya melewati saja restoran itu karena merasa blum mampu dan bakalan tidak bisa bayar menikmati sajiannya hahahaha.<span id="more-771"></span></p>
<p>Restoran Apung Kedisan berada di bibir Danau Beratan, berada setelah pelabuhan Desa Kedisan. Pemandangan dan sajiannya maut. Ketika duduk di meja makan, hamparan danau luas berada didepan kita. Nun jauh diseberang berdiri gagah Gunung Batur dan Gunung Abang sebagai <em>background </em>alam. Udaranya sejuk bernaung dalam atap langit biru berawan putih nan mempesona. Restoran ini juga menyediakan bungalow untuk menginap, mulai dari harga Rp. 450.000/malam. Wow mahal ya. Tapi sepertinya bakal puas.</p>
<p>Menu yang kami pesan adalah Ikan Mujahir goreng dan bakar. Mujahir nya <em>fresh</em>, segar diambil langsung dari danau Batur. Ada 3 sambal yang menyertai, yaitu sambal matah (irisan bawang merah mentah, minyak dan garam), sambal tomat, dan sambal kecap. Tidak lupa plecing kangkung sebagai sayur nya. Minumnya jus pisang, jus tomat dan ditutup dengan kopi Bali. Disela-sela nya memandang hamparan danau Batur nan luas dan gunung-gunung serta langit siluet sore nan menyejukkan hati. Wuahahaha. Mantab Gan !!</p>
<p><em>It&#8217;s recommended</em> bro ! Sekali lagi, thanks to Allah SWT, Saat dan Siska.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-773" title="apungkintamani2" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/07/apungkintamani2.jpg" alt="apungkintamani2" width="500" height="300" /></p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-774" title="apungkintamani3" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/07/apungkintamani3.jpg" alt="apungkintamani3" width="500" height="374" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/aneka-sajian-ikan-mujahir-di-restoran-apung-kintamani/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Trunyan - Adat Pemakaman yang Unik</title>
		<link>http://www.hendra.ws/trunyan-adat-pemakaman-yang-unik/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/trunyan-adat-pemakaman-yang-unik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jul 2010 17:31:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Jalan-Jalan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[ 	&#8220;Aku ini sering terdiam dan salah tingkah ketika teman berbicara soal Trunyan. Masa selama kuliah di UNUD dan tinggal di Bali belum pernah kesana. Apa kata dunia ?&#8221;. Hehehe. Itulah ucap teman saya Saat Prihartono yang sudah lama meninggalkan Bali untuk bekerja di Jakarta.

Akhirnya, Saat dan istrinya, Siska sekarang sudah pede bila diajak bicara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	&#8220;<em>Aku ini sering terdiam dan salah tingkah ketika teman berbicara soal <span style="text-decoration: underline;"><strong>Trunyan</strong></span>. Masa selama kuliah di UNUD dan tinggal di Bali belum pernah kesana. Apa kata dunia</em> ?&#8221;. Hehehe. Itulah ucap teman saya Saat Prihartono yang sudah lama meninggalkan Bali untuk bekerja di Jakarta.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-768" title="kintamanitrunyan" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/07/kintamanitrunyan.jpg" alt="kintamanitrunyan" width="500" height="167" /></p>
<p>Akhirnya, Saat dan istrinya, Siska sekarang sudah pede bila diajak bicara soal <a href="http://www.hendra.ws/trunyan-adat-pemakaman-yang-unik/">Trunyan</a>. Termasuk cara urusi hal-hal yg menjerumus kearah sial disana hehehe. Yup, Minggu 18 Juli 2010 akhirnya saya dan mereka datang langsung ke kuburan Desa Trunyan. Sebuah desa di bibir Danau Batur, Kintamani, Bali yang masyarakatnya memiliki adat pemakaman unik.<span id="more-767"></span></p>
<p>Ada 3 lokasi pemakaman/kuburan bagi masyarakat Trunyan. Lokasi pertama adalah dibawah pohon Taru Menyan, dimana mayat tidak dikubur dalam tanah, melainkan hanya dibungkus kain dan kepala serta wajahnya terlihat di permukaan tanah. Mayat tidak berbau selama proses pembusukan. Diyakini, bau busuk itu diserap oleh pohon besar bernama Taru Menyan. Ya, waktu itu ada mayat yang baru berumur 1 bulan, kulit wajahnya menghitam dan memang tidak berbau.</p>
<p>Kuburan di lokasi pertama diperuntukkan bagi orang yang meninggal wajar (karena sudah tua), dulunya tidak pernah sakit keras ataupun kecelakaan. Sedangkan lokasi lainnya diperuntukkan untuk kuburan anak-anak dan orang yang meninggalnya karena sakit atau kecelakaan.</p>
<p>Ada 2 cara untuk menuju kuburan Desa Trunyan yang unik itu. Cara pertama melalui pelabuhan Desa Kedisan. Pengunjung harus naik perahu mesin untuk menuju kuburan Desa Trunyan dengan waktu tempuh hampir 1 jam 30 menit pulang pergi. Cara kedua harus menuju Desa Trunyan dengan berkendara selama 20 menit. Mulai tahun 2007, sudah dibangun jalan aspal menuju desa tersebut. Membutuhkan waktu 5 menit naik perahu menuju kuburan.</p>
<p>Cara pertama membutuhkan dana Rp. 390.000 untuk 1 perahu mesin dengan kapasitas 7 orang dan sudah termasuk ongkos pemandu wisata. Bila orangnya kurang dari 7, harganya pun turun. Cara kedua, cincai alias negosiasi dengan penduduk sana. Hati-hati dalam bertransaksi. Jika Anda sedang sial, bisa mengelus dada dan tekor banyak.</p>
<p>Selain dana diatas, siapkan juga dana untuk memberi sumbangan di lokasi kuburan. Begitupula dana untuk kasih tips ke masyarakat Trunyan. Bisa limaribu, sepuluh, dan seikhlasnya.</p>
<p>Terima kasih kepada temanku tadi, Saat Prihartono dan Siska yang telah ajak saya untuk merasakan Trunyan untuk yang ke 3 kalinya. Pertama kali ke kuburan Trunyan terjadi pada tahun 1995. Kesempatan kedua adalah di saat hiking bersama teman-teman Bali Outbound Community.</p><div class="ngg-galleryoverview" id="ngg-gallery-25"><div class="slideshowlink"><a class="slideshowlink" href="/feed/?nggpage=4&amp;show=slide">[Show as slideshow]</a></div></div>
<div class='ngg-navigation'><a class="prev" href="/feed/?nggpage=3">&#9668;</a><a class="page-numbers" href="/feed/">1</a><a class="page-numbers" href="/feed/?nggpage=2">2</a></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/trunyan-adat-pemakaman-yang-unik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Masakan Sunda di Warung Teteh Evie, Nakula-Kuta</title>
		<link>http://www.hendra.ws/masakan-sunda-di-warung-teteh-evie-nakula-kuta/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/masakan-sunda-di-warung-teteh-evie-nakula-kuta/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 19:14:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=761</guid>
		<description><![CDATA[ 	Sehabis meeting dengan pelanggan di kawasan sunset road, perut ini keroncongan. It&#8217;s time to lunch dan inget warungnya teman di kawasan Jl. Nakula, Kuta. Ya, warungnya teteh Evie yang sediakan makanan sehat dan nyam nyam enak. Tadi siang pengennya milih menu sendiri. Akhirnya ayam goreng, jagung goreng dan sayur terong, dicocol pake sambal merah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Sehabis <em>meeting </em>dengan pelanggan di kawasan sunset road, perut ini keroncongan. <em>It&#8217;s time to lunch</em> dan inget warungnya teman di kawasan Jl. Nakula, Kuta. Ya, warungnya teteh Evie yang sediakan makanan sehat dan nyam nyam enak. Tadi siang pengennya milih menu sendiri. Akhirnya ayam goreng, jagung goreng dan sayur terong, dicocol pake sambal merah. Yumi, enak. Ngadem nya pake es jeruk.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-762" title="tetehevie" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/07/tetehevie.jpg" alt="tetehevie" width="500" height="323" /></p>
<p>Di warung teteh Evie, menyediakan pula juice, soto bandung, nasi campur, lotek, karedok, rujak ulek bandung dan surabi. Jika Anda kebetulan round-round disekitar Jl. Nakula, Kuta, cari saja warung teteh Evie. Tepatnya di pojok Nakula Plaza.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-763" title="tetehevie2" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/07/tetehevie2.jpg" alt="tetehevie2" width="225" height="169" /> <img class="alignnone size-full wp-image-764" title="tetehevie3" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/07/tetehevie3.jpg" alt="tetehevie3" width="225" height="169" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/masakan-sunda-di-warung-teteh-evie-nakula-kuta/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Diam dalam Kesunyian</title>
		<link>http://www.hendra.ws/diam-dalam-kesunyian/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/diam-dalam-kesunyian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Jun 2010 19:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=755</guid>
		<description><![CDATA[ 	Ada kerinduan yang sesakkan dada
Ada kenangan yang menari-nari dalam angan
Ada tanya dalam rimbunan sangkaan
Ada harapan yang berpelangi dalam hati
Ada rencana yang timbul dan tenggelam
Ada keikhlasan yang lapangkan dada
Semua temaniku berbincang dalam kesunyian
Ingin kumengadu kepada sesama
Namun ketidak sempurnaan menjadi kendala
Hingga pada akhirnya kutemukan kedamaian
bila bercerita denganMu Ya Allah.
Dalam kekusyukan itu, kuteguhkan kepadaNya
Bahwa ku masih disini
Senantiasa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Ada kerinduan yang sesakkan dada<br />
Ada kenangan yang menari-nari dalam angan<br />
Ada tanya dalam rimbunan sangkaan<br />
Ada harapan yang berpelangi dalam hati<br />
Ada rencana yang timbul dan tenggelam<br />
Ada keikhlasan yang lapangkan dada<br />
Semua temaniku berbincang dalam kesunyian<span id="more-755"></span></p>
<p>Ingin kumengadu kepada sesama<br />
Namun ketidak sempurnaan menjadi kendala<br />
Hingga pada akhirnya kutemukan kedamaian<br />
bila bercerita denganMu Ya Allah.</p>
<p>Dalam kekusyukan itu, kuteguhkan kepadaNya<br />
Bahwa ku masih disini<br />
Senantiasa memohon<br />
Agar bintang itu tetap berkerlip<br />
Agar rembulan itu tetap bersinar<br />
Agar takdir ini tetap berada dalam kehangatanNya<br />
Tanpa harus tercipta mendung dalam relungan malam.</p>
<p>DenganNya aku yakin<br />
Bahwa kesunyian ini adalah bagian dari kehendakNya<br />
Dan tetap akan bawa kebahagiaan tersendiri bagi yang menjalaninya.<br />
Karena, Dialah Sang Maha Kuasa</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/diam-dalam-kesunyian/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ikhlas tapi tidak pasrah</title>
		<link>http://www.hendra.ws/ikhlas-tapi-tidak-pasrah/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/ikhlas-tapi-tidak-pasrah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jun 2010 14:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>

		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=746</guid>
		<description><![CDATA[ 	Sebuah kalimat &#8220;Ikhlas tapi tidak pasrah&#8221; menghiasi status twitter milik Viar, seorang sahabat sekaligus partner usaha di BOC. Berhari-hari saya merenungi makna yang terkandung didalam kalimat itu, dan diawal saya meyakini bahwa itu bermakna positif.
Ketika saya tanya, Viar menjawab dengan perumpamaan tentang makna kalimat tersebut. Misalkan kita berjalan kaki, dan didepan menemui jalan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Sebuah kalimat &#8220;Ikhlas tapi tidak pasrah&#8221; menghiasi status twitter milik Viar, seorang sahabat sekaligus partner usaha di BOC. Berhari-hari saya merenungi makna yang terkandung didalam kalimat itu, dan diawal saya meyakini bahwa itu bermakna positif.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-747" title="heartfeltsmall" src="http://www.hendra.ws/wp-content/uploads/2010/06/heartfeltsmall.jpg" alt="heartfeltsmall" hspace="5" vspace="5" width="200" height="202" align="left" />Ketika saya tanya, Viar menjawab dengan perumpamaan tentang makna kalimat tersebut. Misalkan kita berjalan kaki, dan didepan menemui jalan yang terjal sulit untuk ditembus. Dengan kenyataan jalan seperti itu, kita ikhlas tapi tak lantas pasrah dengan berdiam diri. Kita harus inisiatif cari jalan lain yang lebih baik. Bravo !</p>
<p>Perumpamaan lain yg bisa saya ceritakan adalah ketika seorang bapak menjumpai anak gadisnya yang baru lulus sekolah SMP mengaku sudah tidak haid lagi selama 3 bulan, alias hamil. Kenyataannya, anak gadisnya ini belum menikah. Lantas bapak ini bercerita bahwa kenyataannya anak itu suka sama suka pada prosesi sebelum kehamilan terjadi. Meski sebelumnya bapak ini telah berjuang mati-matian mendidik budi pekerti anak gadisnya tapi toh pada akhirnya kenyataan berkata lain.<span id="more-746"></span></p>
<p>Dengan tetap tenang, bapak ini memberikan kalimat bijak bahwa menurut hukum agama dan budaya, perbuatan itu tidak benar. Bapak ini lebih suka menyatakan bahwa peristiwa ini adalah kehendakNya dan bapak ini ikhlas menerimanya. Lantas, sebagai orang tua, bapak ini kemudian menikahkan anak gadisnya itu dengan laki-laki yang menghamilinya. Nah, inilah solusi dan bukanlah pasrah dengan menghardik kutukan kepada mereka berdua.</p>
<p>Ada hal lain lagi, ini di dunia wirausaha. Ketika kita getol fokus berwirausaha, mayoritas waktu adalah habis untuk jualan dan melayani pelanggan. Kelengkapan legalitas wirausaha pun tak lupa dicukupi yaitu Akta Notaris, NPWP, SIUP, TDP, surat asosiasi, dll. Rupanya, pernak pernik pajak ada yang kelupaan dipenuhi. Dikemudian hari sebuah surat pernyataan dari pajak datang berisikan pemberitahuan tunggakan PPN selama 2 tahun. Nah lo ?!.</p>
<p>Mau protes percuma, karena kita telah melaporkan neraca penjulan di 2 tahun tersebut. Dan sebelumnya, ilmu perpanjakan itu blum sempurna merasuk kedalam kegiatan wirausaha. Nah, telah menjadi kenyataan bahwa dana PPN selama 2 tahun itu harus dibayar. Ya, sebagai warga negara yang baik, kita ikhlas dengan kenyataan itu, namun tidak pasrah dengan mogok bayar. Jika mogok, pihak pajak akan keluarkan bermacam-macam surat sakti dan tindakan yang buat iklim wirausaha bertambah menjadi bencana.</p>
<p>Menerapkan teori Iklhas tapi tidak pasrah, kita bisa mendatangi pihak pajak dan meminta untuk bisa bayar dengan sistem mencicil. Ternyata, hal itu disambut positif oleh pihak pajak dan telah terjadi solusi dalam selamatkan wirausaha kita.</p>
<p>Di dunia romantika, manusia terlahir unik memiliki pola pikir berbeda-beda satu sama lain. Saking keras nya perbedaan, kadang sulit untuk saling memahami. Ya sudah, ikhlaskan saja bahwa perbedaan itu adalah salah satu dari kehendakNya. Namun sebagai manusia yang faham benar dan salah, sampaikan secara bijak keberadaannya serta tanpa mengenal lelah maupun pamrih untuk tetap positif memberikan solusinya. Semua terjadi tak lain dan tak bukan hanya karenaNya.</p>
<p>Saya pikir, teori Ikhlas tapi tidak pasrah bisa dijadikan motivasi positif dalam menyelesaikan semua permasalahan yang ada di dunia. Ikhlas tapi tidak pasrah sangat berkorelasi dengan hal yang positif, daripada Ikhlas tapi pasrah yang lebih ke arah mematikan solusi.</p>
<blockquote>
<h2><em>Terlahir di dunia dan hidup didalamnya pasti hadapi cobaan dan ujian dariNya. Ya, kita ikhlas menerimanya tapi harus tetap ada solusi !</em></h2>
</blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/ikhlas-tapi-tidak-pasrah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menepati Janji</title>
		<link>http://www.hendra.ws/menepati-janji/</link>
		<comments>http://www.hendra.ws/menepati-janji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jun 2010 17:49:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra W Saputro</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.hendra.ws/?p=743</guid>
		<description><![CDATA[ 	Saya suka makna tulisan ini, sebagai pengingat pribadi dan semoga bermanfaat bagi pembaca.
Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc.
Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditunaikan. Betapa banyak orangtua yang mudah mengobral janji kepada anaknya tapi tak pernah menunaikannya. Betapa banyak orang yang dengan entengnya berjanji untuk bertemu namun tak pernah menepatinya. Dan betapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> 	Saya suka makna tulisan ini, sebagai pengingat pribadi dan semoga bermanfaat bagi pembaca.</p>
<p align="justify"><em>Penulis: Al-Ustadz Abu Muhammad Abdul Mu’thi, Lc.</em></p>
<p align="justify">Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditunaikan. Betapa banyak orangtua yang mudah mengobral janji kepada anaknya tapi tak pernah menunaikannya. Betapa banyak orang yang dengan entengnya berjanji untuk bertemu namun tak pernah menepatinya. Dan betapa banyak pula orang yang berhutang namun menyelisihi janjinya. Bahkan meminta udzur pun tidak. Padahal, Rasulullah telah banyak memberikan teladan dalam hal ini termasuk larangan keras menciderai janji dengan orang-orang kafir.<span id="more-743"></span></p>
<p align="justify">Manusia dalam hidup ini pasti ada keterikatan dan pergaulan dengan orang lain. Maka setiap kali seorang itu mulia dalam hubungannya dengan manusia dan terpercaya dalam pergaulannya bersama mereka, maka akan menjadi tinggi kedudukannya dan akan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Sementara seseorang tidak akan bisa meraih predikat orang yang baik dan mulia pergaulannya, kecuali jika ia menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji. Dan di antara akhlak terpuji yang terdepan adalah menepati janji.</p>
<p align="justify">Sungguh Al-Qur`an telah memerhatikan permasalahan janji ini dan memberi dorongan serta memerintahkan untuk menepatinya. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p align="right">وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ تَنْقُضُوا اْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا …</p>
<p align="justify"><em>“Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah itu sesudah meneguhkannya….”</em> (<strong>An-Nahl</strong>: 91)</p>
<p align="justify">Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> juga berfirman:</p>
<p align="right">وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُوْلاً</p>
<p align="justify"><em>“Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungjawabannya.”</em> (<strong>Al-Isra`</strong>: 34)</p>
<p align="justify">Demikianlah perintah Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> kepada hamba-hamba-Nya yang beriman untuk senantiasa menjaga, memelihara, dan melaksanakan janjinya. Hal ini mencakup janji seorang hamba kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, janji hamba dengan hamba, dan janji atas dirinya sendiri seperti nadzar. Masuk pula dalam hal ini apa yang telah dijadikan sebagai persyaratan dalam akad pernikahan, akad jual beli, perdamaian, gencatan senjata, dan semisalnya.</p>
<p align="justify"><strong>Para Rasul Menepati Janji</strong></p>
<p align="justify">Seperti yang telah dijelaskan bahwa menepati janji merupakan akhlak terpuji yang terdepan. Maka tidak heran jika para rasul yang merupakan panutan umat dan penyampai risalah Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> kepada manusia, menghiasi diri mereka dengan akhlak yang mulia ini. Inilah Ibrahim <em>‘alaihissalam</em>, bapak para nabi dan imam ahlut tauhid. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> telah menyifatinya sebagai orang yang menepati janji. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p align="right">وَإِبْرَاهِيْمَ الَّذِي وَفَّى</p>
<p align="justify"><em>“Dan Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji.”</em> (<strong>An-Najm</strong>: 37)</p>
<p align="justify">Maksudnya bahwa Nabi Ibrahim <em>‘alaihissalam</em> telah melaksanakan seluruh apa yang Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> ujikan dan perintahkan kepadanya dari syariat, pokok-pokok agama, serta cabang-cabangnya.</p>
<p align="justify">Dan Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman tentang Nabi Ismail <em>‘alaihissalam</em>:</p>
<p align="right">إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ</p>
<p align="justify"><em>“Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya”</em> (<strong>Maryam</strong>: 54)</p>
<p align="justify">Yakni tidaklah ia menjanjikan sesuatu kecuali dia tepati. Hal ini mencakup janji yang ia ikrarkan kepada Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> maupun kepada manusia. Oleh karena itu, tatkala ia berjanji atas dirinya untuk sabar disembelih oleh bapaknya -karena perintah Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>- ia pun menepatinya dengan menyerahkan dirinya kepada perintah Allah S<em>ubhanahu wa Ta’ala</em>. (<strong>Taisir Al-Karimir Rahman</strong>, hal. 822 dan 496)</p>
<p align="justify">Adapun Nabi Muhammad <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau memperoleh bagian yang besar dalam permasalahan ini. Sebelum diutus oleh Allah, beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> telah dijuluki sebagai seorang yang jujur lagi terpercaya. Maka tatkala beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> diangkat menjadi rasul, tidaklah perangai yang mulia ini kecuali semakin sempurna pada dirinya. Sehingga orang-orang kafir pun mengaguminya, terlebih mereka yang mengikuti dan beriman kepadanya.</p>
<p align="justify">Adalah Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> pada tahun keenam Hijriah berangkat dari Madinah menuju Makkah untuk melaksanakan umrah beserta para shahabatnya. Waktu itu Makkah masih dikuasai musyrikin Quraisy. Ketika sampai di Al-Hudaibiyah, beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan kaum muslimin dihadang oleh kaum musyrikin. Terjadilah di sana perundingan antara Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan kaum musyrikin. Disepakatilah butir-butir perjanjian yang di antaranya adalah gencatan senjata selama sepuluh tahun, tidak boleh saling menyerang, bahwa kaum muslimin tidak boleh umrah tahun ini tetapi tahun depan -di mana ini dirasakan sangat berat oleh kaum muslimin karena mereka harus membatalkan umrahnya-, dan kalau ada orang Makkah masuk Islam lantas pergi ke Madinah, maka dari pihak muslimin harus memulangkannya ke Makkah.</p>
<p align="justify">Bertepatan dengan akan ditandatanganinya perjanjian tersebut, anak Suhail -juru runding orang Quraisy- masuk Islam dan ingin ikut bersama shahabat Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> ke Madinah. Suhail pun mengatakan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa jika anaknya tidak dipulangkan kembali, dia tidak akan menandatangani kesepakatan. Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> akhirnya menandatangani perjanjian tersebut dan menepati janjinya. Anak Suhail dikembalikan, dan muslimin harus membatalkan <em>umrah</em>nya. Namun di balik peristiwa itu justru kebaikan bagi kaum muslimin, di mana dakwah tersebar dan ada nafas untuk menyusun kembali kekuatan. Namun belumlah lama perjanjian itu berjalan, orang-orang kafir lah yang justru mengkhianatinya. Akibat pengkhianatan tersebut, mereka harus menghadapi pasukan kaum muslimin pada peristiwa pembukaan kota Makkah (Fathu Makkah) sehingga mereka bertekuk lutut dan menyerah kepada kaum muslimin. Dengan demikian, jatuhlah markas komando musyrikin ke tangan kaum muslimin. Manusia pun masuk Islam dengan berbondong-bondong. Demikianlah di antara buah menepati janji: datangnya pertolongan dan kemenangan dari Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. (<strong>Zadul Ma’ad</strong>, 3/262)</p>
<p align="justify"><strong>Para Salaf dalam Menepati Janji</strong></p>
<p align="justify">Dahulu ada seorang shahabat Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bernama Anas bin An-Nadhr <em>radhiyallahu ‘anhu</em>. Dia amat menyesal karena tidak ikut perang Badr bersama Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Dia berjanji jika Allah Subhanahu wa Ta’ala memperlihatkan kepadanya medan pertempuran bersama Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, niscaya Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> akan melihat pengorbanan yang dilakukannya.</p>
<p align="justify">Ketika berkobar perang Uhud, dia berangkat bersama Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Dalam perang ini kaum muslimin terpukul mundur dan sebagian lari dari medan pertempuran. Di sinilah terbukti janji Anas. Dia terus maju menerobos barisan musuh sehingga terbunuh. Ketika perang telah usai dan kaum muslimin mencari para syuhada Uhud, didapati pada tubuh Anas bin An-Nadhr ada 80 lebih tusukan pedang, tombak, dan panah, sehingga tidak ada yang bisa mengenalinya kecuali saudarinya. Lalu turunlah ayat Al-Qur`an:</p>
<p align="right">مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللهَ عَلَيْهِ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيْلاً</p>
<p align="justify"><em>“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikitpun tidak mengubah (janjinya).”</em> (<strong>Al-Ahzab</strong>: 23) [Lihat <strong>Tafsir Ibnu Katsir</strong>, <strong>Surat Al-Ahzab</strong>, 3/484 dan <strong>Shahih Sunan At-Tirmidzi</strong> no. 3200]</p>
<p align="justify">Diriwayatkan dari ‘Auf bin Malik Al-Asyja’i <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, dia berkata: “Dahulu kami -berjumlah- tujuh atau delapan atau sembilan orang di sisi Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>. Maka beliau bersabda: <em>“Tidakkah kalian berbai’at kepada Rasulullah?”</em> Maka kami bentangkan tangan kami. Lantas ada yang berkata: “Kami telah berbaiat kepadamu wahai Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, lalu atas apa kami membaiat anda?” Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p align="right">أَنْ تَعْبُدُوا اللهَ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُوا الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ وَتَسْمَعُوا وَتُطِيْعُوا – وَأَسَرَّ كَلِمَةً خَفِيَّةً – وَلاَ تَسْأَلُوا النَّاسَ شَيْئًا</p>
<p align="justify"><em>“Kalian menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya sedikitpun, kalian menegakkan shalat lima waktu, mendengar dan taat (kepada penguasa) -dan Nabi </em><em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan kalimat yang samar- (lalu berkata), dan kalian tidak meminta sesuatu pun kepada manusia.”</em></p>
<p align="justify">‘Auf bin Malik <em>radhiyallahu ‘anhu</em> berkata: “Sungguh aku melihat cambuk sebagian orang-orang itu jatuh namun mereka tidak meminta kepada seorang pun untuk mengambilkannya.” (<strong>Shahih Sunan Ibnu Majah</strong> no. 2334)</p>
<p align="justify">Seperti itulah besarnya permasalahan menepati janji di mata generasi terbaik umat ini. Karena mereka yakin bahwa janji itu akan dimintai pertanggungjawabannya di sisi Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Dan tiada kalimat yang terucap kecuali di sisinya ada malaikat pencatat. Intinya, keimanan yang benar itulah yang akan mewariskan segala tingkah laku dan perangai terpuji.</p>
<p align="justify">Hal ini sangat berbeda dengan orang yang hanya bisa memberi janji-janji manis yang tidak pernah ada kenyataannya. Tidakkah mereka takut kepada adzab Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> karena ingkar janji? Tidakkah mereka tahu bahwa ingkar janji adalah akhlak Iblis dan para munafikin? Ya. Seruan ini mungkin bisa didengar, tetapi bagaimana bisa mendengar orang yang telah mati hatinya dan dikuasai oleh setannya.</p>
<p align="justify"><strong>Iblis Menebar Janji Manis</strong></p>
<p align="justify">Semenjak Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> menciptakan Adam <em>‘alaihissalam</em> dan memuliakannya di hadapan para malaikat, muncullah kedengkian dan menyalalah api permusuhan pada diri Iblis. Terlebih lagi ketika Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> mengutuknya dan mengusirnya dari surga. Iblis berikrar akan menyesatkan manusia dengan mendatangi mereka dari berbagai arah sehingga dia mendapat teman yang banyak di neraka nanti. Berbagai cara licik dilakukan oleh Iblis. Di antaranya dengan membisikkan pada hati manusia janji-janji palsu dan angan-angan yang hampa.</p>
<p align="justify">Pada waktu perang Badr, Iblis datang bersama para setan pasukannya dengan membawa bendera. Ia menjelma seperti seorang lelaki dari Bani Mudlaj dalam bentuk seseorang yang bernama Suraqah bin Malik bin Ju’syum. Ia berkata kepada kaum musyrikin: “Tidak ada seorang manusia pun yang bisa menang atas kalian pada hari ini. Dan aku ini sesungguhnya pelindung kalian.” Tatkala dua pasukan siap bertempur, Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengambil segenggam debu lalu menaburkannya pada wajah pasukan musyrikin sehingga mereka lari ke belakang. Kemudian malaikat Jibril mendatangi Iblis. Ketika Iblis melihat Jibril dan waktu itu tangannya ada pada genggaman seorang lelaki, ia berusaha melepaskannya kemudian lari terbirit-birit beserta pasukannya. Lelaki tadi berkata: “Wahai Suraqah, bukankah kamu telah menyatakan pembelaan terhadap kami?” Iblis berkata: “Aku melihat apa yang tidak kamu lihat.” (<strong>Tafsir Ibnu Katsir</strong>, 2/330 dan <strong>Ar-Rahiq Al-Makhtum</strong> hal. 304)</p>
<p align="justify">Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p align="right">وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لاَ غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَى عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيْءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَى مَا لاَ تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللهَ وَاللهُ شَدِيْدُ الْعِقَابِ</p>
<p align="justify"><em>“Dan ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan mengatakan: ‘Tidak ada seorang manusia pun yang bisa menang atas kalian pada hari ini, dan sesungguhnya saya ini adalah pelindungmu.’ Maka tatkala kedua pasukan itu telah dapat saling melihat (berhadapan), setan itu berbalik ke belakang seraya berkata: ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian; sesungguhnya aku melihat apa yang kalian tidak melihatnya; sesungguhnya aku takut kepada Allah.’ Dan Allah sangat keras siksa-Nya.”</em> (<strong>Al-Anfal</strong>: 48)</p>
<p align="justify"><strong>Tanda-tanda Kemunafikan</strong></p>
<p align="justify">Menepati janji adalah bagian dari iman. Barangsiapa yang tidak menjaga perjanjiannya maka tidak ada agama baginya. Maka seperti itu pula ingkar janji, termasuk tanda kemunafikan dan bukti atas adanya makar yang jelek serta rusaknya hati.</p>
<p align="right">آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاَثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا ائْتُمِنَ خَانَ</p>
<p align="justify"><strong><em>“Tanda-tanda munafik ada tiga; apabila berbicara dusta, apabila berjanji mengingkari, dan apabila dipercaya khianat.”</em></strong> (HR. Muslim, <strong>Kitabul Iman</strong>, Bab <strong>Khishalul Munafiq</strong> no. 107 dari jalan Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>)</p>
<p align="justify">Seorang mukmin tampil beda dengan munafik. Apabila dia berbicara, jujur ucapannya. Bila telah berjanji ia menepatinya, dan jika dipercaya untuk menjaga ucapan, harta, dan hak, maka ia menjaganya. Sesungguhnya menepati janji adalah barometer yang dengannya diketahui orang yang baik dari yang jelek, dan orang yang mulia dari yang rendahan. (Lihat <strong>Khuthab Mukhtarah</strong>, hal. 382-383)</p>
<p align="justify"><strong>Menjaga Ikatan Perjanjian Walaupun Terhadap Orang Kafir</strong></p>
<p align="justify">Orang yang membaca sirah (sejarah) Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan generasi Salafush Shalih akan mendapati bahwa menepati janji dan ikatan perjanjian tidak terbatas hanya sesama kaum muslimin. Bahkan terhadap lawan pun demikian. Sekian banyak perjanjian yang telah diikat antara Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> dan orang-orang kafir dari Ahlul Kitab dan musyrikin, tetap beliau <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> jaga, sampai mereka sendiri yang memutus tali perjanjian itu. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p align="right">إِلاَّ الَّذِيْنَ عَاهَدْتُمْ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوْكُمْ شَيْئًا وَلَمْ يُظَاهِرُوا عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوا إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَى مُدَّتِهِمْ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَّقِيْنَ</p>
<p align="justify"><em>“Kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka penuhilah janjinya sampai batas waktunya. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.”</em> (<strong>At-Taubah</strong>: 4)</p>
<p align="justify">Dahulu antara Mu’awiyah bin Abi Sufyan <em>radhiyallahu ‘anhuma</em> ada ikatan perjanjian (gencatan senjata) dengan bangsa Romawi. Suatu waktu Mu’awiyah bermaksud menyerang mereka di mana dia tergesa-gesa satu bulan (sebelum habis masa perjanjiannya). Tiba-tiba datang seorang lelaki mengendarai kudanya dari negeri Romawi seraya mengatakan: “Tepatilah janji dan jangan berkhianat!” Ternyata dia adalah seorang shahabat Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang bernama ‘Amr bin ‘Absah. Mu’awiyah lalu memanggilnya. Maka ‘Amr berkata: “Aku mendengar Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda (yang artinya): “Barangsiapa antara ia dengan suatu kaum ada perjanjian maka tidak <em>halal</em> baginya untuk melepas ikatannya sampai berlalu masanya atau mengembalikan perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur.” Akhirnya Mu’awiyah menarik diri beserta pasukannya. (Lihat <strong>Syu’abul Iman</strong> no. 4049-4050 dan <strong>Ash-Shahihah</strong> 5/472 hadits no. 2357)</p>
<p align="justify">Kalau hal itu bisa dilakukan terhadap kaum musyrikin, tentu lebih-lebih lagi terhadap kaum muslimin, kecuali perjanjian yang maksiat, maka tidak boleh dilaksanakan. Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p align="right">وَالْمُسْلِمُوْنَ عَلىَ شُرُوْطِهِمْ إِلاَّ شَرْطًا حَرَّمَ حَلاَلاً أَوْ أَحَلَّ حَرَامًا</p>
<p align="justify"><em>“Dan kaum muslimin (harus menjaga) atas persyaratan/perjanjian mereka, kecuali persyaratan yang mengharamkan yang dihalalkan atau menghalalkan yang haram.”</em> (<strong>Shahih Sunan At-Tirmidzi</strong> no. 1352, lihat <strong>Irwa`ul Ghalil</strong> no. 1303)</p>
<p align="justify"><strong>Menunaikan Nadzar dan Membayar Hutang</strong></p>
<p align="justify">Di antara bentuk menunaikan janji adalah membayar hutang apabila jatuh temponya dan tiba waktu yang telah ditentukan. Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p align="right">مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيْدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَهَا يُرِيْدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللهُ</p>
<p align="justify"><em>“Barangsiapa yang mengambil harta manusia dalam keadaan ingin menunaikannya niscaya Allah akan (memudahkan untuk) menunaikannya. Dan barangsiapa mengambilnya dalam keadaan ingin merusaknya, niscaya Allah akan melenyapkannya.”</em> (HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, lihat <strong>Faidhul Qadir</strong>, 6/54)</p>
<p align="justify">Adapun menunaikan nadzar, maka Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p align="right">يُوْفُوْنَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُوْنَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيْرًا</p>
<p align="justify"><em>“Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang adzabnya merata di mana-mana.”</em> (<strong>Al-Insan</strong>: 7)</p>
<p align="justify"><strong>Janji yang Paling Berhak Untuk Dipenuhi</strong></p>
<p align="justify">Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p align="right">أَحَقُّ الشُّرُوْطِ أَنْ تُوَفُّوا بِهَا مَا اسْتَحْلَلْتُمْ بِهِ الْفُرُوْجَ</p>
<p align="justify"><em>“Syarat/janji yang paling berhak untuk ditepati adalah syarat yang kalian halalkan dengannya kemaluan.”</em> (HR. Al-Bukhari no. 2721)</p>
<p align="justify">Yakni syarat/janji yang paling berhak untuk dipenuhi adalah yang berkaitan dengan <em>akad nikah</em> seperti <em>mahar</em> dan sesuatu yang tidak melanggar aturan agama. Jika persyaratan tadi bertentangan dengan syariat maka tidak boleh dilakukan, seperti seorang wanita yang mau dinikahi dengan syarat ia (laki-lakinya) menceraikan isterinya terlebih dahulu. (Lihat <strong>Fathul Bari</strong>, 9/218)</p>
<p align="justify"><strong>Larangan Ingkar Janji terhadap Anak Kecil</strong></p>
<p align="justify">Sikap mengingkari janji terhadap siapapun tidak dibenarkan agama Islam, meskipun terhadap anak kecil. Jika ini yang terjadi, disadari atau tidak, kita telah mengajarkan kejelekan dan menanamkan pada diri mereka perangai yang tercela.</p>
<p align="justify">Al-Imam Abu Dawud <em>rahimahullahu</em> telah meriwayatkan hadits dari shahabat Abdullah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: “Pada suatu hari ketika Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> duduk di tengah-tengah kami, (tiba-tiba) ibuku memanggilku dengan mengatakan: ‘Hai kemari, aku akan beri kamu sesuatu!’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada ibuku: ‘Apa yang akan kamu berikan kepadanya?’ Ibuku menjawab: ‘Kurma.’ Lalu Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p align="right">أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تُعْطِهِ شَيْئًا كُتِبَتْ عَلَيْكِ كِذْبَةٌ</p>
<p align="justify"><em>“Ketahuilah, seandainya kamu tidak memberinya sesuatu maka ditulis bagimu kedustaan.”</em> (HR. Abu Dawud bab <strong>At-Tasydid fil Kadzib</strong> no. 498, lihat <strong>Ash-Shahihah</strong> no. 748)</p>
<p align="justify">Di dalam hadits ini ada faedah bahwa apa yang biasa diucapkan oleh manusia untuk anak-anak kecil ketika menangis seperti kalimat janji yang tidak ditepati atau menakut-nakuti dengan sesuatu yang tidak ada adalah diharamkan. (<strong>‘Aunul Ma’bud</strong>, 13/ 229)</p>
<p align="justify">Abdullah bin Mas’ud <em>radhiyallahu ‘anhu</em> berkata:</p>
<p align="right">لاَ يَصْلُحُ الْكَذِبُ فِي جِدٍّ وَلاَ هَزْلٍ، وَلاَ أَنْ يَعِدَ أَحَدُكُمْ وَلَدَهُ شَيْئًا ثُمَّ لاَ يُنْجِزُ لَهُ</p>
<p align="justify"><em>“Kedustaan tidak dibolehkan baik serius atau main-main, dan tidak boleh salah seorang kalian menjanjikan anaknya dengan sesuatu lalu tidak menepatinya.”</em> (<strong>Shahih Al-Adabul Mufrad</strong> no. 300)</p>
<p align="justify"><strong>Larangan Menunaikan Janji Yang Maksiat</strong></p>
<p align="justify">Menunaikan janji ada pada perkara yang baik dan <em>maslahat</em>, serta sesuatu yang sifatnya <em>mubah</em>/boleh menurut syariat. Adapun jika seorang memberikan janji dengan suatu kemaksiatan atau kemudaratan, atau mengikat perjanjian yang mengandung bentuk kejelekan dan permusuhan, maka menepati janji pada perkara-perkara ini bukanlah sifat orang-orang yang beriman, dan wajib untuk tidak menunaikannya. Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p align="right">لاَ وَفَاءَ لِنَذْرٍ فِي مَعْصِيَةِ اللهِ</p>
<p align="justify"><em>“Tidak boleh menepati nadzar dalam maksiat kepada Allah.”</em> (HR. Ahmad dari sahabat Jabir <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, lihat <strong>Shahihul Jami’</strong> no. 7574)</p>
<p align="justify"><strong>Surga Firdaus bagi yang Menepati Janji</strong></p>
<p align="justify">Tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang beriman lagi bersih. Dan surga bertingkat-tingkat keutamaannya, sedangkan yang tertinggi adalah Firdaus. Darinya memancar sungai-sungai yang ada dalam surga dan di atasnya adalah ‘Arsy Ar-Rahman. Tempat kemuliaan yang besar ini diperuntukkan bagi orang-orang yang memiliki sifat-sifat yang baik, di antaranya adalah menepati janji. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p align="right">وَالَّذِيْنَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ</p>
<p align="justify"><em>“Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya.”</em> (<strong>Al-Mu`minun</strong>: 8)</p>
<p align="justify">Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda (yang artinya): <strong><em>“Jagalah enam perkara dari kalian niscaya aku jamin bagi kalian surga; jujurlah bila berbicara, tepatilah jika berjanji, tunaikanlah apabila kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, tundukkanlah pandangan dan tahanlah tangan-tangan kalian (dari sesuatu yang dilarang).”</em></strong> (HR. Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Al-Baihaqi dalam <strong>Syu’abul Iman</strong>, lihat <strong>Ash-Shahihah</strong> no. 1470)</p>
<p align="justify"><strong>I</strong><strong>ngkar Janji Mendatangkan Kutukan dan Menjerumuskan ke dalam Siksa</strong></p>
<p align="justify">Siapapun orangnya yang masih sehat fitrahnya tidak akan suka kepada orang yang ingkar janji. Karenanya, dia akan dijauhi di tengah-tengah masyarakat dan tidak ada nilainya di mata mereka.</p>
<p align="justify">Namun anehnya ternyata masih banyak orang yang jika berjanji hanya sekedar igauan belaka. Dia tidak peduli dengan kehinaan yang disandangnya, karena orang yang punya mental suka dengan kerendahan tidak akan risih dengan kotoran yang menyelimuti dirinya. Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p align="right">إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللهِ الَّذِيْنَ كَفَرُوا فَهُمْ لاَ يُؤْمِنُوْنَ. الَّذِيْنَ عَاهَدْتَ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَهُمْ فِي كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لاَ يَتَّقُوْنَ</p>
<p align="justify"><em>“Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka itu tidak beriman. (Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, sesudah itu mereka mengkhianati janjinya pada setiap kalinya, dan mereka tidak takut (akibat-akibatnya).”</em> (<strong>Al-Anfal</strong>: 55-56)</p>
<p align="justify">Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p align="right">لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ عِنْدَ إِسْتِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ</p>
<p align="justify"><em>“Bagi setiap pengkhianat (akan ditancapkan) bendera pada pantatnya di hari kiamat.”</em> (HR. Muslim bab Tahrimul Ghadr no. 1738 dari Abu Sa’id Al-Khudri <em>radhiyallahu ‘anhu</em>)</p>
<p align="justify"><strong>Khatimah</strong></p>
<p align="justify">Demikianlah indahnya wajah Islam yang menjunjung tinggi etika dan adab pergaulan. Ini sangat berbeda dengan apa yang disaksikan oleh dunia saat ini berupa kecongkakan Yahudi, Nasrani, dan musyrikin serta pengkhianatan mereka terhadap kaum muslimin.</p>
<p align="justify">Saat menapaki sejarah, kita bisa menyaksikan, para pengkhianat perjanjian akan berakhir dengan kemalangan. Tentunya tidak lupa dari ingatan kita tentang nasib tiga kelompok Yahudi Madinah, yaitu Bani Quraizhah, Bani An-Nadhir, dan Bani Qainuqa’ yang berkhianat setelah mengikat tali perjanjian dengan Rasulullah <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> yang berujung dengan kehinaan. Di antara mereka ada yang dibunuh, diusir, dan ditawan.</p>
<p align="justify">Mungkin watak tercela itu sangat melekat pada diri mereka karena tidak adanya keimanan yang benar. Tetapi bagi orang-orang yang mendambakan kebahagiaan hakiki dan ditolong atas musuh-musuhnya, mereka menjadikan etika yang mulia sebagai salah satu modal dari sekian modal demi tegaknya kalimat Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dan terwujudnya harapan. Yakinlah, Islam akan senantiasa tinggi, dan tiada yang lebih tinggi darinya. <em>Wallahu a’lam.</em></p>
<p>Sumber: http://www.asysyariah.com/print.php?id_online=539</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.hendra.ws/menepati-janji/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
