Kangen Simbok! Mudik ke Pelosok Pacitan

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Lebaran 2017 ini saya harus sendiri mudik ke orang tua di Pacitan. Karena kebutuhan yang banyak, anak mau kuliah dan mau masuk SD, serta bayar tagihan ini dan itu hahaha, maka kami memutuskan agar saya sendirian yang harus sungkem ke ibu (Simbok) dan Bapak.

Pacitan

Setelah bersama keluarga melayani catering Idul Fitri, saya diantar istri ke bandara Ngurah Rai untuk perjalanan mudik ke Pacitan. Inilah ceritanya. Kangen Simbok! bertemakan perjalanan yang life is beautiful!

Saya gunakan Citilink flight 21.30 WITA  25 Juni 2017 dari Ngurah Rai. Tiba di Juanda Airport Surabaya 22.00 WIB. Heading to Bungurasih bus station untuk cari bus jurusan Surabaya – Ponorogo. Bus ekonomi kosong. Penumpang yang menunggu tampak membludak menunggu di kolong bus PATAS.

Citilink ke surabaya

Akhirnya start 23.30 WIB by PATAS menyibak malam menuju Ponorogo. Tiba 06.00 WIB molor kena padat merayap di Perak, Wilangan sampai Caruban. Fyuh karena penyempitan jembatan dan banyak nya lintasan rel kereta api. Ini menyiksa sekali. Namun sepertinya pembangunan jalan tol akan selesaikan masalah klasik ini. Hidup JOKOWI!

Mampir sarapan indomie dulu di terminal Ponorogo dan jam 07.00 WIB start dari Ponorogo menuju Kampir (Wonokarto, Pacitan) dengan bus mini mesin diesel. Pake cerita ngeban, bocor. Selepas Slahung mesin diesel itu meraung di putaran gigi 1 dan gigi 2 saja. Melibas jalanan becek dan terjal berlubang. Membelah pegunungan menggoyangkan badan dan menyejukkan mata karena nyiur menghijau.

Tiba di kampir 10.00 WIB, berjalan kaki 38 detik dan Alhamdulillah ketemu simbok! Anakmu muleeeh mbok!

Inilah situasi dan suasana perjalanan dari Ponorogo ke pelosok Pacitan selama 3 jam! Apakah pernah rasakan ini? hahaha. Total perjalanan yang saya tempuh dari Denpasar ke pelosok Pacitan adalah 12 jam!

Akhirnya bisa sungkem dengan Simbok dan Bapak. Ketemu juga dengan adik-adik, Hendy & keluarga, Yulia & keluarga dan adik yang masih kuliah, Dimas.

Simbok dan Bapak nya Hendra

Simbok lan Bopo. Guratan kecantikan dan kegagahan nya terpancar disenyumnya. Alhamdulillah, terima kasih seizin Allah, istri, anak, mertua, saudara, sahabat, anak buah, pelanggan, kolega dan semesta alam yg buat pertemuan ini terjadi. Semoga kita semua selalu sehat, panjang umur dan penuh dengan kemuliaan. God Bless You! ?

Dulu, Simbok dan Bopo selalu kasih nasehat ini:

“Le, jangan jadi PNS. Jadilah kepala. Nih kamu tak kasih lauk kepala ayam biar besok jadi kepala”, nasehat Bopo yang selalu diulang-ulang. Syukur nya tuh lauk yang dikasih gonta ganti. Kadang ikan, kadang ayam, kadang kambing. Wooow! Makanya saya suka bagian kepala dari semua lauk yang ada.

“Le, carilah uang sebanyak banyak nya. Jangan terburu pilih wanita. Duitmu klo dah banyak, bakal banyak wanita yang antri dan kamu bebas memilih”. Itu nasehat Simbok. Apa yang terjadi? Bener mblo! No money no honey! hehehe.

Selama di Pacitan, saya berhasil dokumentasikan dengan video tentang kisah sedih nya BELIK.

Perjalanan Pulang ke Bali

Sayang beribu sayang saya cuma 2 hari saja di Pacitan. Tanggal 28 Juni 2017 pagi saya turun gunung untuk ke Mojokerto. Sungkem ke paklik (om) dan bulik (tante) yang tinggal nya di Mojokerto. Menginap semalam di rumah paklik. Keesokan siang nya, 29 Juni 2017 saya harus ke Bandara Juanda, Surabaya untuk terbang ke Ngurah Rai, Bali.

Dari Mojokerto ke Surabaya saya gunakan bus PO. Harapan Jaya, ekonomi AC dan Alhamdulillah dapat tempat duduk. Dari terminal Bungurasih Surabaya, lanjut dengan bus Damri yang mengantarkan ke bandara Juanda.

Harapan Jaya

Sendirian melenggang ikuti prosedur keamanan bandara Juanda. Sempat minta tolong pegawai bandara untuk videokan sesuatu. Sambil menunggu pesawat (gunakan Citilink lagi), saya sempat video kan suasana disana dan langsung olah jadi video singkat, upload gunakan wifi bandara Juanda. Ini dia hasilnya:

Ah seru sekali perjalanan kemarin. Alhamdulillah bisa membuat indah perjalanan yang mungkin terlihat biasa. Terima kasih ya Allah, thanks Citilink, thanks bus-bus itu dan thanks semesta alam. Life is beautiful!

Citilinks

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Banner 1
Banner 2
banner 3

2 Responses to “Kangen Simbok! Mudik ke Pelosok Pacitan”

  1. Joe Says:

    keren boss….

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Terima kasih pak 🙂

    Reply

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Catering di Bali




Ayo Berbagi
Afiliasi Hosting Indonesia
Hosting Indonesia

Anti Korupsi
Chat with me