Learning 2 Know, Learning 2 Do, Learning 2 live together & Learning 2 Be. Inspirasi dari Festival Wirausaha Udayana 2017

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kali ini hadiri undangan dari Universitas Udayana Bali dalam kapasitas sebagai Ketua TDA Bali. TDA adalah komunitas wirausaha terbesar di Indonesia dan punya kepengurusan di daerah Bali.

Dulunya pernah diundang ke Universitas Udayana pada tahun 2015. Tepatnya 26 September didaulat sebagai juri lomba Wirausaha Muda Universitas Udayana 2015. Salah satu rangkaian meriahkan Dies Natalis ke 53 Universitas Udayana. Juri itu kami bertiga yakni Bu Sutrisna Dewi sebagai Ketua Inkubator Bisnis Universitas Udayana, kemudian Pak Nyoman Artha sebagai pebisnis berbasis Pertanian dan saya sendiri. Sepertinya momen ini adalah cikal bakal perlombaan Wirausaha Muda Udayana yang berlanjut sampai sekarang di tahun 2017. Ini dokumentasinya kami bertiga di tahun 2015:

Festival Wirausaha Muda Udayana 2015

Pada 15 Desember 2016 diundang lagi oleh Inkubator Bisnis Universitas Udayana menghadiri FGD (Focus Group Discussion). Para petinggi pendidikan, pemerintah dan praktisi bisnis berdiskusi untuk merumuskan langkah Inkubator Bisnis Universitas Udayana. Alhamdulillah saya pun sempat utarakan ide-ide yang berkaitan dengan mahasiswa dan dunia wirausaha.

Kemudian pernah diundang lagi sebagai juri lomba Video Branding yang diadakan oleh UKM Kewirausahaan Universitas Udayana pada 10 Februari 2017. Peserta lomba nya dari perguruan tinggi dari seluruh Indonesia. Lomba itu dalam rangkaian acara Seminar dan Talkshow Nasional Branding Your Business. Keynote speaker nya Pak Budi Satria Isman (Mantan Dirut Coca Cola Indonesia dan founder Pro Indonesia) dan Haykal Kamil (Artis yang berbisnis). Ada pula sahabat saya Mas Yayak Eka Cahyanto yang berbicara tentang branding.

Setelah kegiatan yang berbau wirausaha sukses terlaksana, rupanya Universitas Udayana memasukkan agenda apresiasi wirausaha itu disetiap acara Dies Natalis nya. Terbukti Dies Natalis 54 tahun 2016 ada pemilihan duta wirausaha muda Udayana. Berlanjut ke Dies Natalis ke 55 tahun 2017, ada agenda Festival Wirausaha Udayana pula. Keren nih para penggerak wirausahawan Udayana. Terkhusus Ibu Sutrisna Dewi. Salut! Di agenda inilah saya diundang dan datang. Namun tidak sebagai juri lagi hehehe.

Saya merasa sangat terhormat dan berbahagia diberi kesempatan untuk mendukung kegiatan yang berbau wirausahawan. Begitupula sempat ketemu di jajaran kursi depan dengan dosen saya yang menjadi pejabat tinggi di jajaran Universitas Udayana, Prof. Ir. I MADE SUPARTHA UTAMA, M.Sc., Ph.D.

Prof Made Supartha Utama

Sambil memantau dan mengikuti agenda demi agenda Festival Wirausaha Udayana 2017, Prof Made, begitu panggilan saya ke beliau, berbicara secara khusuk tentang Learning 2 Know, Learning 2 Do, Learning 2 live together & Learning 2 Be. Saya mendapat bisikan personal yang cukup mrinding tentang poin-poin nya. Selebihnya saya jabarkan sendiri dan akhirnya mendapatkan penilaian dari Prof Made seperti ini :

Komentar Prof Made

Ini penjabaran saya tentang poin-poin pendidikan wirausaha bagi mahasiswa yang harus berkiblat pada: Learning 2 Know, Learning 2 Do, Learning 2 live together & Learning 2 Be.

Mahasiswa sebaiknya diberikan ilmu wirausaha dengan 2 metode, teori dan inspirasi. Begitu banyak kitab-kitab sakti bisnis yang asalnya dari dunia industri bisa diajarkan secara teori. Perlu juga undang praktisi bisnis untuk menghapus rasa curiga mahasiswa terhadap dunia bisnis secara nyata. Pengusaha asli lah yang bisa akrabkan diri, sambungkan diri secara kekeluargaan antara dunia keras wirausaha dengan dunia teoritis. Itulah Learning 2 Know.

Perlu membuat konsep bisnis pada fase sebelumnya. Hingga punya prototype produk untuk di validasi kepada masyarakat/pasar. Goalnya, produk itu harus valid dan akan mendatangkan omzet. Inilah Learning 2 Do.

Pedagang sungguh beda dengan pebisnis. Dagang bisa sendirian. Tapi klo bisnis, didalamnya bekerja dengan team dan ada sistem (SOP) nya. Harus mampu mengorganisir diri menjadi team yang solid. Itulah yg dilakukan pebisnis. Membangun sistem utk #ScaleUp. Disinilah mahasiswa itu Learning 2 live together.

Produk sudah valid. Sistem sudah terbangun dan omzet sudah mengalir didalam rekening. Saatnya mahasiswa berinteraksi dengan dunia industri yang nyata. Berjibaku dgn masyarakat dalam hal quality, after sales, delivering promises, brand awareness, dll. Disinilah dia akan Learning 2 Be!

Mahasiswa seharus nya paling pemberani dalam wirausaha. Beda dengan orang yang berusia 30 tahun ke atas yang sudah kena tagihan dan tanggungan. Orang ini akan berpikir beribu kali lipat untuk tinggalkan jaminan bulanan menuju masa depan yang tak terjamin hehehe.

Mahasiswa blum punya tagihan dan tanggungan. Bebas berkarya tentukan nasibnya. Resiko paling buruk pun masih ada jalan keluar. Tinggal pulang ke rumah dan buka penutup meja makan ?

Inspirasi dari Gebyar Festival Wirausaha Udayana 2017. Terima kasih Prof Made Utama, gurunda saya di Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Selamat Bu Sutrisna Dewi. Keren festival nya!

Festival Wirausaha Udayana 2017 Festival Wirausaha Udayana 2017

Festival Wirausaha Udayana 2017 Festival Wirausaha Udayana 2017 Festival Wirausaha Udayana 2017 Festival Wirausaha Udayana 2017 Festival Wirausaha Udayana 2017 Festival Wirausaha Udayana 2017 Festival Wirausaha Udayana 2017 Festival Wirausaha Udayana 2017

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Banner 1
Banner 2
banner 3

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Catering di Bali




Ayo Berbagi
Afiliasi Hosting Indonesia
Hosting Indonesia

Anti Korupsi
Chat with me