Pala dan Kulkas (Banda: The Dark Forgotten Trail)

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Kami sekeluarga haturkan Dirgahayu Republik Indonesia ke 72! Merdeka! Salam Bhinneka! Saya dan istri sudah tidak lagi mengenal baris berbaris di lapangan untuk upacara bendera.

Banda The Dark Forgotten Trail

Klo ditanya terakhir kali upacara? Istri mungkin jawab pas masa SMA. Klo saya, hmm mungkin 7 tahun yang lalu bersama-sama pasien RS Jiwa Bangli. Bersama mereka, sama-sama cari pengalaman saja. Saya merasa waras dan mungkin pasien RSJ juga merasa waras dalam dunianya, bersama anggota Bali Blogger Community lakukan upacara bendera! Ya, serius! Cari aja di Google ceritanya. Tapi disini cerita saya upacara bersama pasien RS Jiwa Bangli.

Saya dan istri serta anak-anak tidak punya acara khusus untuk rayakan kemerdekaan RI. Mungkin kena rutinitas ya jadinya hmmm tak ada yang spesial. Namun, tinggal di Bali dengan beraneka ragam suku, adat, budaya dan agama adalah istimewa! Kami beruntung!

Coba klo tinggal di kota tempat SMP SMA dulu berada? Sarapan pagi nya ya klo nggak pecel ya nasi jagung. Keluar rumah ya ngelihatnya ibu-ibu duduk saling membelakangi dan saling mencabut sesuatu di rambut (petan) sambil omong berbisik (rasan-rasan). Bosan di rumah mau main air, ketemunya ya sungai. Meski suara adzan bertalu-talu, yang jama’ah ya itu-itu saja hehehe. Peace cak!

Intinya banyak keseragaman klo disitu. Mulai bahasanya, orang-orang nya, suku dan budaya nya dan agamanya mayoritas. Saya merasakan begitu majemuk dan beragam ketika di Bali. Dan selain Bali, ternyata atmosfer serupa ada di pulau bernama Banda! Tahu dari film garapan Jay Subiakto berjudul Banda: The Dark Forgotten Trail.

Saya, istri dan anak-anak serasa merayakan dan meresapi nilai-nilai kemerdekaan RI. Begitupun rasa Bhinneka Tunggal Ika ada dalam film itu. Tepatnya jadi nafas hidup masyarakat di Banda!

Kami jadi tahu adanya jalur rempah dunia. Pemicu kolonialis di Indonesia karena Eropa (Belanda, Inggris, Portugis) ingin bersaing atas dominasi perdagangan Arab. Rempah bernama Pala sungguh bernilai dari pada emas sekalipun! Para pedagang Arab, China, dan Eropa semua berkumpul di Pulau Banda demi Pala!

VOC dan pemerintah Belanda ingin kuasai sumber Pala di Banda. Selalu paksa petani Banda untuk jual Pala hanya ke mereka. Loji/gedung penimbunan Pala mulai dibangun oleh Belanda di Banda. Protes petani Banda selalu dikalahkan oleh senjata. Akhirnya berujung dengan peperangan. Penjajahan dengan genosida kan ribuan penduduk Banda pun pertama kali terjadi di Indonesia. Belanda mampu binasakan 15.000 penduduk asli Banda hingga menyusut jadi 1.000 saja!

12 benteng Belanda di bangun untuk mengamankan jajahannya. Datangkan tenaga kerja dari seluruh Indonesia untuk garap perkebunan Pala. Beragam suku, etnis dan latar belakang agama melakoni perbudakan yang terjadi pertama kali nya di Indonesia! Inilah sebabkan warga Banda saat ini sangat majemuk.

Pala menjadi rempah yang multi fungsi. Bisa untuk pengawet makanan, penambah rasa lezat segala jenis sajian, sebagai minyak atsiri, bahan baku obat dan kosmetik, dll. Ketika bangsa modern menemukan teknologi pendingin ruangan alias kulkas, seketika pula Pala jadi merosot dan terjun bebas. Momen itulah Banda mulai ditinggalkan oleh Belanda. Sepi dan dunia seakan lupa akan sejarah kelam jalur rempah dunia bernama Banda.

Sedih dan bangga bercampur aduk. Indonesia ini kaya! Dirgahayu RI ke 72!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Banner 1
Banner 2
banner 3

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Catering di Bali




Ayo Berbagi
Afiliasi Hosting Indonesia
Hosting Indonesia

Anti Korupsi
Chat with me