PERSAUDARAAN dalam KERJASAMA

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Yth Saudaraku, Salam Persaudaraan!
Telah lama kita menyaksikan dinamika dalam tubuh kepengurusan organisasi PSHT tercinta. Utamanya di ranah Majelis Luhur dan Pengurus Pusat. Kejadian nya tidak perlu saya utarakan. Semuanya sudah tahu. Sudah jadi rahasia umum di kalangan warga PSHT.

psht

Namun ijinkanlah saya sampaikan dasar tulisan ini sampai muncul di status grup kita, yaitu:

SH TERATE bersifat persaudaraan yang kekal abadi berdasarkan prinsip saling sayang menyayangi, hormat menghormati dan saling bertanggung jawab.

WASIAT SH TERATE: Setiap Anggota Persaudaraan SH TERATE mempunyai Tugas dan Kewajiban:
a. Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Esa serta berbakti kepada orang tua dan gurunya
b. Menjaga kebaikan nama setia hati pada umumnya
c. Bersifat ksatria dan tetap pendiriannya
d. Berdiri di atas garis keadilan, kebenaran dan tidak boleh memihak

Kejadian di kepengurusan organisasi PSHT jelas nya mempunyai dampak yang serius. Para pihak saling klaim. Terlepas mana yang benar atau mana yang salah. Jika boleh ber opini, tampak ada pihak yang:
– Pro Perapatan Luhur 2016 (Poros Jakarta)
– Pro Perapatan Luhur 2017 (Poros Madiun)
– Pro Netralitas (Ingin 2 poros islah)

Semua pasti atas namakan Persaudaraan dalam segala tindakannya. Namun jika semuanya menimbulkan luka, perselisihan, berkubu, berpihak dan saling intimidasi, dasar Persaudaraan apakah yang digunakan?

Jelas semuanya melanggar dasar saling menyayangi, hormat menghormati dan saling bertanggung jawab.

Hasil pengamatan dan yang saya alami dalam kehidupan berorganisasi di PSHT adalah:

A. Tercipta kerugian imateril yaitu:
1. Pada waktu dan ruang pikiran. Dinamika itu telah menyita waktu produktif untuk kerja, berbisnis dan memikirkan perkembangan organisasi dari tingkatan rayon sampai pusat. Pada tataran bawah, diskusinya itu-itu saja, seputar ‘pertikaian’. Kapan maju nya?
2. Potensi perpecahan di antara para pengurus internal/antar cabang/ranting organisasi. Tadinya duduk dalam satu kepengurusan, tiba-tiba ‘left’ karena harus memilih salah satu poros.
3. Potensi perpecahan dalam keluarga kandung. Ada lho yang dalam satu keluarga besar itu warga PSHT semua. Contoh dalam keluarga saya. Bapak sampai 4 anak nya warga PSHT semua. Meski hubungan sedarah namun jika ada keterpihakan poros, maka secara organisasi PSHT sudah ada jarak.
4. Potensi kebingungan di tataran bawah. Semua generasi muda PSHT (warga) bersemangat melatih dan berusaha mencetak siswa putih untuk disahkan. Namun ujung nya adalah, ikut poros yang mana? Bayangkan jika mereka yang melatih sepakat untuk tidak melatih? Selama ini organisasi PSHT bisa laksanakan pengesahan karena kontribusi hebat para pelatih. Akankah membiarkan mereka bingung dan akhirnya nyeTOP latihan? Mungkin ada celetukan, “Biarlah para kangmas Majelis Luhur, Pengurus Pusat dan Cabang yang melatih”.
5. Potensi diremehkan oleh organisasi pencak silat lain sesama IPSI dan pemerintah (KONI). Bisa jadi ada pikiran besar di jumlah tapi tidak bijaksana dalam berorganisasi. Semua sih pintar berorganisasi namun kebijaksanaannya yang mungkin nyantol di kuburan.

B. Tercipta kerugian materil, yaitu:
1. Potensi adanya budget tambahan akibat urusi ‘pertikaian’. Entah itu tambahan nya harus minta IMF (Istri, Mertua, Family). Ataupun Bank Thithil.
2. Potensi sakit. Terlalu banyak peras pikiran dan kepikiran akan menyebabkan raga ikut kontraksi. Kaget.
3. Potensi pertikaian fisik. Sudah umum bahwa warga muda berjiwa muda. Mudah tersulut. Ini harusnya jadi agenda besar organisasi PSHT untuk benahi kerokhanian warga nya.
4. Potensi organisasi dibekukan. Akibat saling klaim yang tidak berkesudahan maka pemangku kebijakan bisa jadi menonaktifkan segala uluran yang selama ini ada.

Kita boleh berdoa kepada Tuhan, berharap pula yang terbaik ke para sesepuh yang ber poros diatas agar berdamai. Namun apakah cuma doa dan berharap saja?

Ijinkanlah saya sebagai warga PSHT yang berusaha ejawantahkan arti Persaudaraan dan menerapkan Wasiat yang terucap pada malam pengesahan, menukilkan firman ini “Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Mohon maaf atas segala salah dan khilaf pada kata-kata dalam opini saya diatas.

Yuk, mari, Anda masing-masing ingin nya apa?

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

banner 4 dongkrak
Banner 1
Banner 2
banner 3

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me