Seserahan Akad Nikah Purwono dan Ajeng

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Namanya Purwono. Pemuda fenomenal dari Mojokerto yang menikah dengan Ajeng, wanita muslimah asal Denpasar – Bali. Sebelum akad nikah, saya harus jadi wakil dari keluarga mempelai pria dan terpaksa harus memberikan sambutan yang serba mendadak. Tahunya 1 jam sebelum akad nikah! Wedeeew. Oke, saya terima tantangan ini!

Bagaimana ceritanya sehingga saya dipercaya Purwono untuk jadi wakil keluarga nya?

Purwono adalah putra dari Mak. Mak ini panggilan akrab ketika menjadi pengasuh istri saya dikala masih belia. Meski akhirnya Mak tidak jadi pengasuh dikemudian hari, hubungan kekeluargaan masih terus abadi.

Purwono yang lahir dan besar di Mojokerto itu lulusan STM Taman Siswa Mojokerto. Selepas lulus sekolah, dia kerja serabutan. Pernah jadi loper koran naik turun bis kota di Mojokerto. Pernah ikut kerja catering nya istri saya ketika di Mojokerto.

Terakhir pekerjaan yang agak mentereng adalah jadi sales nya Speedy Telkom. Salut nya adalah dia berangkat dan pulang kerja gunakan sepeda gayung! Ya karena duit nya cukup nya beli sepeda gayung saja hehehe.

Pendapatannya masihlah belum seberapa hingga akhirnya Purwono saya ajak untuk kerja di Bali. Posisi nya bukanlah di bidang IT sesuai dengan layanan bisnis saya di BOC Indonesia. Melainkan, dia harus kerja di usaha sampingan saya yaitu jualan kerupuk rambak sapi!

Purwono bertugas bungkusin dan antar kerupuk rambak dari satu warung ke belasan warung lainnya. Waktu itu lumayan penghasilan dari kerupuk rambak bisa tambahi gaji Bu Kadek, gaji nya Purwono dan bisa beli gula kopi elpiji, kebutuhan nya kantor BOC Indonesia.

Setelah beberapa tahun berjalan, posisi Purwono digantikan oleh Budi, pemuda asal Bangsal, Mojokerto yang bergelut dengan kerupuk rambak. Purwono saya posisikan jadi customer service dan mampu sedikit tangani technical support nya BOC Indonesia.

Beberapa tahun di BOC Indonesia, Purwono melamar kerja jadi sales marketing nya provider besar Telkomsel. Diterima dan prestasinya moncer!

Pendapatannya makin membaik dan Purwono memberanikan diri menikah dengan wanita Mojokerto. Namun hubungan pernikahan itu kandas beberapa tahun kemudian. Kemudian menjomblo alias menduda.

Beberapa tahun di Telkomsel, Purwono pun bergeliat cari celah-celah bisnis sampingan. Terciptalah bisnis GPS tracker yang melayani mobil-mobil rental dan milik beberapa perusahaan besar. Jaringan Purwono di Telkomsel dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk besarkan usaha GPS tracker ini. Keren!

Dari segi penghasilan, bisa dikatakan Purwono mendapatkan pendapatan dari Telkomsel dan bisnis nya sendiri. Bahkan dia sudah punya anak buah dan mampu beli mobil sedan.

Perjalanan hidup nya yang menduda tampaknya mulai gerah hingga hadir nya tambatan hati bernama Ajeng. Kerja nya di sebuah perusahaan aplikasi IT. Maka mereka masing-masing sudah punya pendapatan.

Di suatu ketika, Purwono dan Ajeng utarakan niat untuk menikah kepada saya dan istri. Kami sambut bahagia dan mulai ambil peran untuk silaturahmi ke keluarga Ajeng. Berbincang tentang keluarga dan mulai menetapkan waktu pernikahan.

Hingga tibalah waktunya untuk akad nikah. Suami nya Mak yang Bapaknya Purwono kebetulan berhalangan hadir di Denpasar. Akhirnya saya lah yang mau tak mau harus tegap berdiri hadapai para hadirin untuk bicara menyerahkan Purwono.

Well done! Jadilah ‘orasi’ singkat itu dan akad nikah Alhamdulillah sah! Prosesi seserahan dan akad nikah ini di rumah orang tua Ajeng di area Dalung, Badung – Bali.

Beberapa hari kemudian, Purwono dan Ajeng selenggarakan resepsi pernikahan di gedung Bhumiku dan mengundang kurang lebih 500 orang!

Purwono Ajeng Purwono Ajeng

Seserahan itu sebuah tradisi dalam pernikahan. Rombongan mempelai pria mendatangi rumah keluarga mempelai wanita.

Ada pidato yang harus disampaikan oleh perwakilan mempelai pria. Atas nama keluarga besar, perwakilan itu menyerahkan mempelai pria untuk dinikahkan. Disinilah peran saya.

Ya, dalam Islam, Bapak dari mempelai wanita lah yang berhak menikahkan mereka berdua. Klo pun berhalangan, bisa diwakilkan ke petugas KUA.

Well semoga jadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah ya Purwono dan Ajeng. Perjalanan hidup Purwono yang mrinding!

Purwono Ajeng Purwono Ajeng

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

banner 4 dongkrak
Banner 1
Banner 2
banner 3

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me