Si Ratu Boros dan Si Ratu Irit

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Analogi kekuatan otak terhadap potensi rejeki.

Otak menjadi kekuatan yang luar biasa dalam menghantarkan keinginan kita. Didalamnya, pola kebiasaan kita akan terolah menjadi sesuatu yang masuk di akal (logika) atau tidak masuk sama sekali. Jika sesuatu keinginan itu masuk di logika (positif) akal, maka niscaya keberhasilan akan menghiasi hidup ini. Jika keinginan kita direspon tidak masuk logika akal (negatif), maka otak didalam alam bawah sadar akan menghentikan semua potensi diri, kesengsaraan bakal melanda hidup ini.

Cerita dibawah ini adalah kondisi masing-masing keadaan, dimana dua orang ini menghadapi kejadiannya masing-masing menjalani hidup dengan mobil Nissan Grand Livina yang mempunyai 2 tipe, yaitu 1.5 XV (mesin 1500 cc) dan 1.8 XV (mesin 1800 cc).

Si A mempunyai mobil Nissan Grand Livina 1.8 XV, bermesin 1800 cc. Dimana secara logika akal dia tahu bahwa semakin besar kapasitas mesin, maka mobil itu semakin boros mengkonsumsi bahan bakar bensin. Si A adalah seorang usahawan dengan budget Rp. 1.000.000/bulan untuk biaya operasional mobil tersebut.

Bulan ini, Si A mempunyai 10 agenda perjalanan bisnis. Setelah mondar-manding menggunakan Grand Livina 1.8 XV akhirnya belum sampai akhir bulan budget operasional mobil sudah habis. Si A hanya berhasil selesaikan 6 agenda bisnis saja, sisa 4 agenda bisnis terbengkalai gara-gara budget operasional mobil sudah habis untuk keperluan bensin. Ya sudah, mobil tersebut hanya parkir di kantor. Selebihnya, Si A bertahan hidup apa adanya di kantor sambil menunggu budget operasional di awal bulan.

Ketika bulan baru tiba, budget operasional mobil Rp. 1.000.000 mengucur. Si A kembali harus menghadapi 10 agenda perjalanan bisnis. 4 sisa agenda perjalanan bisnis di bulan kemarin sudah mengecewakan berisikan komplain dan berakhir rejeki macet. Akhirnya, bulan ini biaya operasional mobil hanya mampu menghidupi 5 agenda perjalanan bisnis saja. 5 sisanya macet, menuai komplain dan macet disana sini.

Si A berencana untuk menaikkan budget operasional mobil dan menaikkan volume agenda perjalanan bisnis untuk mengejar kekurangan uang kas. Tapi dengan Grand Livina 1.8 XV rasanya tidak mungkin. Nah, akhirnya muncul kata ‘tidak mungkin’ menyeruak dalam ruang otak Si A. Dia sudah faham dan secara logika akal mobil tersebut bakal menghambat agenda bisnis kedepan. Kalimat-kalimat yang mengandung ‘tidak mungkin’ berakibat negatif bagi potensi diri kita. Kata tersebut menghasilkan perintah ke otak agar menghalang-halangi kekuatan tubuh untuk bergerak dan berkreasi. Hasilnya jelas, Si A akan melakukan penyesuaian hidup disana sini. Pangkas ini pangkas itu, hemat ini hemat itu, mobilnya banyak menganggur, pelanggan banyak komplain, target bisnis tidak tercapai, dan akhirnya … rejeki semakin menjauh. Itulah relasi si mobil boros dengan kekuatan ‘tidak mungkin’. Betapapun dia memaksakan diri untuk memasukkan kata ‘mungkin/bisa’ dalam otaknya, tetapi selalu kalah dengan logika yang menghadirkan fakta bahwa mobil tersebut boros.

Beda lagi dengan Si B yang menunggangi Grand Livina 1.5 XV yang terkenal irit dalam mengkonsumsi bahan bakar. Budget bulanan operasional mobil sama saja dengan Si A, yaitu Rp. 1.000.000/bulan. Si B juga seorang usawahan yang banyak mempunyai agenda perjalanan bisnis.

Bulan ini, Si B mempunyai 10 agenda perjalanan bisnis dengan jarak tempuh yang sama seperti Si A. Akhirnya, 10 agenda bisnis itu terselesaikan pada minggu ke 3 dengan posisi budget operasional sisa Rp. 300.000.  Maka untuk menghabiskan budget operasional tersebut, Si B mempunyai rencana tambahan untuk silaturahmi berkunjung ke para pelanggannya. Sebelum berangkat, Si B telah mempunyai keinginan secara positif harus bisa dapatkan proyek-proyek lain selama menjalankan agenda tambahan tersebut. Artinya, Si B telah memasukkan kata-kata ‘harus bisa dapatkan proyek tambahan’ ke dalam otak. Secara bawah sadar, otak tadi akan memaksimalkan semua potensi-potensi dalam diri Si B untuk mendapatkan proyek tambahan.

Secara mengejutkan, dalam 1 minggu sisa kerja, Si B melampaui 5 agenda perjalanan bisnis dan mendapatkan 4 proyek tambahan. Maka, secara logika umum, Si B telah menggemukkan aliran uang untuk kas perusahaan.

Bulan berikutnya, 10 agenda perjalanan bisnis sudah di depan mata. Dengan budget operasional mobil Rp. 1.000.000 dalam bulan ini, Si B menyelesaikan agenda tersebut dalam waktu 2 minggu saja. Sedangkan budget operasional mobil sisa Rp. 250.000. Dengan sisa tersebut, Si B mampu menambah 5 agenda perjalanan bisnis dan mencetak 5 proyek tambahan.

Pada bulan selanjutnya, Si B mendapati dana kas semakin menggelembung. Berdasarkan fakta-fakta bisnis pada 2 bulan kemarin, akhirnya Si B memberikan alokasi budget operasional mobil menjadi Rp. 1.250.000/bulan, karena dengan alokasi budget lama sudah mampu menghasilkan rata-rata 15 agenda perjalanan bisnis, maka harapan budget baru akan menambah target agenda menjadi 20 perjalanan bisnis. Dan potensi proyek/rejeki akan semakin luas.

Harapan Si B adalah perintah kepada otak untuk meloloskan tujuan bisnis sebanyak 20 agenda bisnis. Maka, kembali lagi bahwa keinginan yang terasupkan ke dalam otak, akan direspon oleh tubuh untuk menghasilkan potensi-potensi diri yang dahsyat !

Bagaimanakah selanjutnya hidup Si B ?. Dana kas semakin melimpah yang digunakan untuk menambah infrastruktur bisnis. Beli alat-alat kantor, investasi lagi di bisnis lain dan tidak lupa juga, Si B membelikan asesoris untuk mobilnya. Dia beli jok kulit, memoles bodi mobil, beli bodi kit, menambah sistem audio dan melengkapi mobil dengan teknologi untuk memperhalus serta memaksimalkan kinerja mesin. Nah, cerita Si B ini adalah relasi mobil irit dengan kekuatan kata-kata ‘bisa/mungkin/harus’ yang memerintahkan otak sehingga menghasilkan kekuatan yang dahsyat !.

Bagaimana dengan kondisi-kondisi kehidupan lain nya ? Apakah cerita si boros dan si irit ini bisa diaplikasikan dengan pasangan hidup kita. Iya bisa ! Jika Anda mempunyai pasangan hidup yang boros nya minta ampun, lihat saja hasil cerita Si A. Dan jika Anda mempunyai pasangan hidup yang irit, maka berlangsunglah suasana hidup ala Si B yang elegan dan menggembirakan. Penuh dengan kejadian-kejadian DAHSYAT !.

So, jika Anda mempunyai sesuatu yang BOROS, rubah keputusan hidup Anda untuk cerdas dalam memutuskan pilihan. Rubah mindset Anda. Dengungkan secara terus menerus kata ‘BISA’ ! dalam otak Anda. Maka, niscaya tujuan hidup bakal terjadi. Amin. Semoga.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

banner 4 dongkrak
Banner 1
Banner 2
banner 3

11 Responses to “Si Ratu Boros dan Si Ratu Irit”

  1. melinda | grand livina nissan Says:

    wah terima kash sharingnya.
    lagi lihat-lihat livina nih, semoga terbeli 😀

    Reply

  2. kenali kunjungi obyek wisata pandeglang Says:

    kalo livina sriati aku kenal mas, tpi klo livina yang itu wah ak gak kenal blas.mklum tiap hari mancal, malah-malah nyeker

    bagus tu, lagian enak pake yg irit dri pada buang2 uang ! :top:

    Reply

  3. ajengkol Says:

    Wah wah Livina emang Nissan yang miring harganya hehehe glek tetep naksir Honda Stream hiks

    Reply

  4. PanDe Baik Says:

    beh… Livina nok… bikin saya pengen aja…

    Reply

  5. Sugeng Says:

    Wah dalem banget makna nya, mumnpung di bulan puasa ini aku mo parktek dengan si livina 1.5 itu dah :mrgreen: barangkali aja bisa membawa pulang livina, livita dan liviska yang laen 😆 .

    Reply

  6. Khairuddin syach Says:

    kebetulan saya sangat boros dan bini sangat irit, jadi klop khan?? :no:

    Reply

  7. hmcahyo Says:

    salam kenal 😀

    Reply

  8. sumenep Says:

    ak gak paham tentang Mobil, tapi salam aja dari sumenep

    Reply

  9. Cahbagus Says:

    memang agak sulit mengatasi sifat boros ini. Tp dengan tekad yang bulat, siapapun bisa terbebas dari belenggu ini.

    Reply

  10. linapw Says:

    :top:
    hooola bang… hehhehe.. asyiik sudut pandangnya apalagi judulnya menggoda bangeeet… hehehhe (tapi itung-itungan, hiks)

    mampir-mampir ke blog saya http://www.linapw.wordpress.com

    :p

    Reply

  11. cahyo Says:

    he he… tapi orang2 yang cenderung boros biasanya ngomong kalau si irit ini pelit 🙂 :bentur:

    Reply

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me