Tukar Guling Hutang Dengan Kutang Celana Dalam

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Facebook adalah media yang mampu mempertemukan sejarah. Kawan-kawan lama bisa saling bersua disana. Perjumpaan dengan teman-teman lama inilah dialami oleh Setro, yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha.

Setro bisa bertemu dengan kawan-kawan sekolahnya dulu. Dalam waktu singkat melalui Facebook, Setro bertemu dengan Hadi, Jarwo, bahkan dengan Dina yang dulunya mereka anggap cewek cantik disekolahnya.

Selain aktif berbalas-balas cerita lama, ataupun bercanda gurau dalam Facebook, secara berkala antara Hadi dan Setro bertemu muka. Silaturahmi. Tidak lupa Setro mengajak pacarnya si Denok untuk kodpar. Lambat laun, suasana pertemanan semakin meriah. Kasak kusuk seperti jaman SMA pun kadangkala menyeruak. Biasalah, umur boleh tuwir namun suasana obrolan masih level SMA.

Mereka saling bercerita, bahkan saling rasan-rasan (omongin teman lain) ketika bersua.
“Eh Setro, kamu tahu si Dina nggak?, tuh cewek pernah bermasalah sama aku”, Hadi mulai cerita.
“Emang kenapa Had?”, tanya Setro.
“Si Dina pernah hutang uang sama aku dan juga hutang sama si Jarwo. Namun sampai sekarang belum juga balik, ada aja alasannya ketika aku tagih”, jawab Hadi.
“Lha nasib uangnya Jarwo gimana? Apa sama kayak kamu?”, tanya Setro.
“Nah ini menariknya Tro”, teriak si Hadi.

“Jarwo pusing tujuh keliling ketika dia butuh uang. Dia ingat uang yang nyantol di Dina. Dikontaklah si Dina. Jawabannya pun sama, mbulet. Tapi Dina rupanya punya cara lain untuk bikin Jarwo bisa agak melupakan hutangnya. Dina sering kontak-kontak’an sama Jarwo. Sering curhatlah”.
“Lha apa nggak ketahuan sama istrinya Jarwo?”, sela si Setro.
“Halah, Jarwo kan punya 2 HP. Yang HP ke 2 nggak ketahuan si istrinya”, jawab Hadi.
Lantas Hadi melanjutkan, “Nah yang HP ke 2 ini sering dipakai komunikasi sama Dina. Kalau pulang kerumah HP kedua selalu disimpan dibawah jok mobil dengan kondisi silent”.
“Oooo begitu!, kreatif juga ya cara si Jarwo”, sorak Setro.

Dengan mimik serius, Hadi semakin memperdalam ceritanya. “Dina selalu ajak Jarwo untuk ketemuan dan pada akhirnya Jarwo luluh. Supaya tidak ketahuan lingkungannya, si Jarwo ajak Dina ketemuan di luar kota”.
“Plok plok … ck ck ck, licin juga neh si Jarwo”, tanggap si Setro.

“Ya akhirnya, terjadilah hal-hal yang diinginkan hehehe, si Dina ajak Jarwo check-in disebuah hotel. Sepertinya ada tukar guling disana hahahaha”, ketawa si Hadi.
Setro tambah penasaran, “Kok kamu tahu cerita ini sih Had?”.
Hadi menjawab, “Jarwo kan kalau pusing selalu ketemu sama aku. Curhat lah. Kasihan dia sekarang, malah makin pusing karena Dina selalu kontak ke HP dan Jarwo sendiri takut bakal ketahuan istrinya”.
“Aku pun guyonan protes sama Jarwo, enak kamu bro, hutangmu dah di tukar guling. Lha aku ? Kecuuut hehehe” Hadi menambahkan.

Setro dan Denok menghela nafas. Takjub dengan kehidupan jaman sekarang.
Setro masih saja bertanya tanda tak menyangka, “Eh, aku lihat si Dina kan sudah bersuami, kan ada di FB nya dia si suaminya”.
Hadi mendelik, “Itulah bro, memang sudah bersuami dan ketika aku samperin Dina ke rumahnya untuk tagih hutang, si suami Dina mengira aku ini selingkuhannya. Walaah, langsung saja aku timpali, aku tidak tidur sama Dina mas, tapi aku tahu laki-laki mana yang tidur sama Dina istrimu itu, hahahaha”, Hadi ketawa keras.

Disuatu kesempatan lain, Denok, Hadi dan teman-teman semasa SMA lainnya, si Putri, Kardi dan Bowo berkumpul bersama. Lagi-lagi pertemuan itu adalah kopdar setelah mereka berjibaku online dengan FB dan BBM (Blackberry Messenger). Tiba-tiba saja BB Denok di invite oleh Dina. Bak kebakaran jenggot, Denok berteriak “Woii, aku di invite sama Dina, siapa yang kasih tahu PIN ku ke Dina? Hayooo ngaku!”.
Semua yang ada disitu bilang tidak. Akur jawab tak tahu dan membuat Denok bertanya-tanya penasaran.

Dikota lain, Setro melakukan perjalanan bisnis. Dia juga di invite oleh seseorang. Dalam display BB tertulis Din Din. Tanpa menaruh curiga, insting bisnis Setro berjalan, bahwa teman baru adalah jaringan baru atau prospek bisnis. Tidak lama kemudian, nama itu berubah jadi Dina. Setro kaget akibat cerita yang sudah-sudah tentang Dina. Namun Setro tidak ambil pusing, teman baru adalah jaringan dan prospek. Positif thinking saja. Jika nanti bermasalah seperti cerita si Hadi, Setro bakal hapus si Dina. Gitu saja.

Ketika Setro telpon Denok, mereka pun saling cerita dan bertanya tanya tentang kehadiran Dina di BB masing-masing. Siapakah yang memberitahu PIN BB mereka berdua?. Namun, sepertinya Denok tidak ambil pusing. Kontak Dina dalam BB langsung dihapus. Itupun katanya setelah diberi saran oleh teman-teman mereka. Lebih baik dihapus kontaknya, daripada bermasalah. Langkah inipun dipaksakan ke Setro. Dengan nada tinggi, Denok meminta Setro menghapus Dina dalam kontak BB nya.

“Sayang! Dihapus atau tidak!?, jangan gatelen (laki-laki gatal, murahan) kamu ya”, teriak Denok ke Setro.
“Kalau kamu gak mau menghapus Dina, aku akan menghapus kamu”, tambah si Denok ke Setro.

Percakapan berlangsung panas dan cepat. Tapi Setro tetap ingin menyadarkan Denok tentang konsep teman baru adalah jaringan dan calon prospek. Namun Setro merasa kalah ritme.
Langsung saja Setro menjawab, “Aku akan hapus kontak Dina jika Dina membuat masalah denganku”.

Tuuut … tuut … tut .. telpon terputus. Denok yang memutus duluan.

Setro sebetulnya dalam kondisi capek. Biasanya Setro memang istirahat agak sorean sehabis berbuka puasa. Beberapa menit kemudian, benar adanya, kontak sang kekasih, Denok hilang dalam BBM nya.

Keesokan hari nya, Setro membalas sapa’an Dina. Memang Setro sempat mendiamkan sapa’an Dina seharian. Setro terusik tentang orang yang memberitahu PIN BB nya dan Denok ke Dina. Akhirnya percakapan berlangsung. Mereka bercakap seputar domisili dan aktivitas pekerjaan. Tidak sampai 10 menit akhirnya Setro mendapatkan jawaban dari Dina.

“Aku tahu PIN mu dari si Soleha”, jawab Dina.

Akhirnya, sang pemberi PIN disampaikan ke Denok oleh Setro lewat SMS. Tidak lupa menitipkan kalimat, “Lebih baik tahu jawabannya pemberi PIN daripada bingung, apalagi berprasangka yang tidak jelas, selamat makan siang, Dhuhuran, Mwaaah”.

Setro menambahkan lagi dalam SMS ke Denok, “Satu lagi aku bukan laki-laki gatelen/murahan seperti yang kau kira. Aku laki-laki beda dengan yang kau sangka. Heran masih saja belum kenal aku. Aku kenal dan faham kamu, tapi sudah aku ikhlaskan. Allah tidak tidur”.

Setro, besar karena berwirausaha. Hidup mati bisnis nya adalah dari teman dan kolega/relasi. Setiap teman baru adalah rejeki baginya. Teman adalah pemberian dari Allah untuk munculkan potensi-potensi positif. Entah dalam bisnis ataupun dalam menciptakan jejaring sosial. Mensikapi secara positif adalah sebuah keharusan bagi Setro.

Menanggapi undangan BB si Dina, Setro berpikiran bahwa apa pun yang terjadi antara Dina, Hadi dan Jarwo adalah urusan mereka. Setro cukup hanya mengetahui saja cerita tragis tersebut, yang baginya entah benar atau tidak karena tidak melihatnya secara langsung. Bagi Setro, akal sehat harus diutamakan daripada emosi ketika hadapi peristiwa diatas.

Cerita tentang Dina adalah wawasan saja bagi Setro untuk senantiasa waspada terhadap ekses negatif dunia. Cerita tersebut akan menjadi benteng Setro jika Dina bermain kotor.

Namun sepertinya nasi sudah menjadi bubur, kontak Denok sudah tak ada lagi dalam BB Setro. Apalagi peristiwa yang seharusnya kecil ini dibesar-besarkan oleh Denok. Tema penting dan tidak penting mengemuka. Bahkan Denok membawa-bawa topik orang tua si Setro, menuduh Setro tidak menganggap penting Denok. Selama ini Denok merasa disepelekan oleh Setro yang katanya lebih pentingkan orang tuanya.

Padahal Setro belum pulang selama 2 tahun ke orang tua nya. Demi siapa? Kalau tidak demi Denok 🙂

Semoga Setro menemukan kekuatan baru dalam hidupnya ya … sesuatu banget.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

banner 4 dongkrak
Banner 1
Banner 2
banner 3

5 Responses to “Tukar Guling Hutang Dengan Kutang Celana Dalam”

  1. Arif Nofiyanto Says:

    Idenya bagus mas hendro, tapi karakternya terlalu banyak jadinya ga banyak berkarakter.

    😀

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Namanya juga shit netron brow, kan banyak pemerannya. Oke noted. Jadi bahan ilmu utk menulis cerpen-cerpen lain nya. Thanks ya.

    Reply

  2. obat jantung Says:

    cerpen yg menarik 🙂 :top:

    Reply

  3. fauzi Says:

    :top: sinetron ya? kirain beneran

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Ceritanya kayak shit netron. Namun diramu dr kisah nyata bro 🙂 Namanya jg bahan renungan. Mari merenung 😀

    Reply

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me