Website Tidak Penting?

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Ada yang suskes jualan lewat media sosial. Dagang nya laku di Instagram, Facebook, Twitter, Youtube dan Google+. Kemudian ditanya, kenapa tidak buat dan jualan juga lewat website?

Untuk apa buat website jika sudah dagang dan kaya lewat media sosial?

Ya, website belum lah penting bagi netizen yang:

1. Belum sadar akan keselamatan bisnis nya. Media sosial itu punya kebijakan yang tidak menentu yang kadangkala bisa mematikan/suspended akun member nya. Kasus paling parah adalah akun kecurian dan sulit untuk diambil kembali. Sedangkan website, kalau data hilang/error/kecurian bisa minta reset password pada perusahaan web hosting (semisal BOC Indonesia). Mereka punya backup di mesin lain dan kembalikan (restore) data website dan email seperti sedia kala.

2. Belum sadar dengan kenyamanan bernavigasi (user friendly) dalam belanja online bagi pelanggannya. Letak kategorisasi produk dan foto campur jadi satu. Syukur-syukur ada album nya. Sedangkan website, punya navigasi yang jelas. Menu navigasi nya terpampang di atas atau di bawah. Dengan menu-menu yang jelas semisal About Us, Products (dropdown Category A, B, C, dst), Gallery, Package, Promo, News, Contact, dll sesuai kebutuhan.

3. Belum ingin mendapatkan profit yang lebih besar lagi. Cukup terlena dengan profit dari media sosial. Sedangkan website, mampu muncul di Google Search dan mesin pencari lainnya (Bing, Yahoo, dll). Netizen masih gunakan search engine untuk cari produk. Bakal ada omzet datangnya dari website.

4. Belum sadar dengan sistem database penjualan. Pembelian di media sosial cukup sapa sist, gan, kakak, tanya ini itu, tanya rekening, kirim uang dan kirim barang. Selesai. Sedangkan website, mampu sediakan sistem reservasi/sistem pembelian yang runut terstruktur. Tinggal klik, isi, next, chekout, bayar, tunggu barang datang. Website mampu secara otomatis simpan data/identitas pelanggan, kurangi stock, data penjualan, dan bisa kirim email masal ke pelanggannya untuk tetap kontak dan ciptakan pelanggan yang loyal yang mau untuk membeli ulang (repeating buyer).

5. Belum tahu tentang penting nya brand identity dalam bisnis dimana website adalah unsur pokok dalam keberadaan sebuah perusahaan. Sudah menjadi standart dan diakui dalam bisnis di seluruh dunia. Media sosial tetap lah tempat untuk berjejaring secara sosial.

6. Belum faham, ternyata ikutan besarkan brand orang (perusahaan lain) yaitu gmail.com dan yahoo.com. Mungkin juga hotmail dan live.com. Pedagang di media sosial gunakan nama email mereka. Misal merkcoklat@gmail.com dll. Sedangkan jika punya website, pebisnis itu punya email dengan nama website nya. Misal ketut@boc.co.id atau ayo@cateringkita.com. Email itu secara terus menerus muncul di kartu nama atau di ucapan ketika berjejaring. Terbuka potensi website itu akan terbuka oleh netizen. Klo gmail? Yang terbuka ya halaman miliknya gmail.com. Berapa tahun pedagang medsos itu punya email gmail? Selama itulah dia membesarkan brand gmail 🙂 Kenapa tidak besarkan brand sendiri?

7. Belum faham bahwa foto produk yang di upload ke media sosial tidak setajam foto aslinya. Mesin media sosial otomatis akan kurangi kualitas dan ukuran foto. Akibatnya asal tampil, asal terlihat yang sejatinya dpi resolusinya sudah berkurang banyak. Sedangkan website, bisa atur sendiri kualitas dan ukuran foto produk yang akan ditampilkan.

8. Masih suka dan berjiwa pedagang, bukan pebisnis. Pedagang biasanya sendirian dalam melayani pelanggannya. Begitupula perlakuan terhadap akun-akun media sosialnya. Karena follower nya sudah ratusan ribu, tidak rela dioperasikan orang lain (staf nya). Lha kalo staf nya kabur? Diare (Diam-diam resign). Muntaber (Mundur tanpa berita). Sedangkan website, bisa mencipta user dengan berbagai level operasional. Paling tinggi admin, dibawahnya ada editor, author yang hak akses nya bisa diatur. Pebisnis itu harus bekerja dalam team yang punya key activities, job description, dan SOP yang terorganisir. Berwawasan luas dan membawa dampak positif bagi orang banyak.

8. Belum mau untuk naik kelas. Merasa cukup dengan jualan lewat media sosial. Sedangkan adanya website mampu mencipta potensi yang tersebut diatas.

Salam DONGKRAK
(Dari ONline GeraK RAih Kemakmuran)

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Banner 1
Banner 2
banner 3

3 Responses to “Website Tidak Penting?”

  1. Sijai Says:

    Terima kasih pencerahnnya mas. jadi tambah yakin untuk membuat website buat jualan

    Reply

  2. Jual Bunga Plastik Grosir Says:

    Terima kasih atas ilmunya.

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Sama-sama pak, semoga bermanfaat 🙂

    Reply

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Catering di Bali




Ayo Berbagi
Afiliasi Hosting Indonesia
Hosting Indonesia

Anti Korupsi
Chat with me