1 Tahun Gerakan Melek Digital Marketing DONGKRAK

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

DONGKRAK, singkatan Dari ONline GeraK RAih Kemakmuran. Sebuah gerakan berantas gaptek digital marketing. Dirupakan dalam bentuk workshop digital marketing 2 hari dan pendampingan selama setahun kepada peserta yang berlatar belakang UKM, profesional maupun CEO perusahaan.

DONGKRAK Digital Marketing Workshop

Sudah melewati 1 tahun DONGKRAK telah saya jalankan bersama team BOC Indonesia. Berusaha komitmen jalankan workshop itu tiap 2 bulanan. Alhamdulillah puji syukur kepada Allah SWT, kami diberikan kemudahan untuk menjalaninya hingga kemarin 24-25 Agustus 2019 telah menginjak DONGKRAK ke 7!

DONGKRAK 7 ini kami diberikan berkah yang mrinding oleh Allah SWT. Full seat! Kelebihan 2 kursi malahan. Masih ada yang mau ikutan namun kami tolak dan arahkan untuk ikutan di DONGKRAK workshop berikutnya di bulan Oktober 2019. Sekali workshop, DONGKRAK kita batasi 20 peserta saja. Biar fokus dan mampu maksimal melayani pertanyaan peserta.

Berawal Dari Kegelisahan

Kenapa adakan workshop DONGKRAK? Kenapa namanya DONGKRAK? Latar belakang atau pemicu gerakan DONGKRAK sebenarnya banyak. Saya coba menggali pokok penDONGKRAKnya saja ya hehehe.

Saya di BOC Indonesia adalah penjual domain name dan web hosting sejak tahun 2003. Juga ada jasa pembuatan website juga. Pada akhir tahun 2013 ada tawaran dari VeriSign, produsen domain .com dari USA sana untuk adakan kegiatan yang bertujuan menDONGKRAK penjualan domain .com. Maka saya buatkan 2 kali seminar dengan topik: DONGKRAK Omzet Bisnis dengan Internet Marketing. Segala biaya seminar meliputi sewa hotel, iklan, konsumsi ditanggung oleh VeriSign. Namun saya diberikan target penjualan. Saya siap! Akhirnya seminar DONGKRAK itu terlaksana di Hotel Puri Ayu, Denpasar pada 6 dan 20 Desember 2013. Alhamdulillah bisa juga ternyata adakan seminar sendiri.

Seminar DONGKRAK

Kata Dongkrak awalnya asal ceplos saja untuk mewakili arti peningkatan. Namun saya coba bermain dan kotak-katik gunakan ilmu cocoklogi hingga akhirnya 17 Desember 2013 kata DONGKRAK menjadi singkatan Dari ONline GeraK RAih Kemakmuran. Ah Allah Maha Keren! Begitu indah berikan petunjuk dalam hidup ini menjalani gerakan DONGKRAK.

Akhir dari seminar DONGKRAK itu para peserta pada bertanya-tanya, kapan ya ada workshop nya? Nah lo. Saya pun kebingungan. Materi hanya terdesain untuk seminar saja. Ragam pertanyaan itu tenggelam dengan berjalan nya waktu.

Dari tahun ke tahun, saya banyak diundang jadi pembicara internet marketing oleh beragam institusi, organisasi maupun komunitas. Kegiatan itu memunculkan tabiat positif. Semakin saya banyak berdansa (kata lain dari pembicara), beberapa hari sebelumnya pasti mendalami materi. Belajar semakin dalam dan menerapkannya untuk BOC ataupun pelanggan saya. Teori-teori yang saya sampaikan juga saya terapkan secara nyata. Ketika proven, itu menjadi kekayaan bahan pembicaraan saya. Saya jadi pembicara berdasarkan fakta yang saya alami sendiri.

Imbas dari banyaknya berdansa, banyak yang ingin belajar digital marketing kepada saya. Saya pun awalnya bingung atur waktu antara berikan pelajaran dan atur manajemen bisnis saya.

Kemudian lagi, imbas dari aktif di program Google Gapura Digital yang membantu UKM Go Online, saya jadi tahu peta e-commerce Indonesia bahwa UKM Indonesia ternyata banyak yang belum Go Digital. Diperkuat lagi pernyataan Kementerian Koperasi dan UKM RI menyebut hingga 2018 Indonesia memiliki 64,1 juta pelaku usaha industri usaha mikro, kecil, dan menengah saat ini. Dari jumlah tersebut, baru 20 persen (12,82 juta) yang melek digital. Kemudian lagi Kementrian Perindustrian RI mengatakan 90% produk e-commerce di Indonesia adalah barang import! Pasar empuk bagi investor asing yang menduduki 171 juta penduduk pengguna internet Indonesia 2019. Saya prihatin! Harus do something untuk negeri ini.

Diantara simpul-simpul kebingungan itu akhirnya hati kecil saya berkata, “Hendra! Kamu sering bicara di seminar dan workshop nya orang lain, kenapa tidak bikin workshop sendiri sih?” Inilah salah satu the big why nya DONGKRAK!

Saya pun mengumpulkan materi-materi seminar dan workshop yang telah lalu dan jadikan semuanya dalam bentuk silabus. Jadilah silabus DONGKRAK Digital Marketing Workshop! Semakin klop ketika Jefry Yusnata partner saya di BOC Digital mendalami advertising online.

Jefry Yusnata

Maka dalam silabus DONGKRAK, saya kerjasama dengan team BOC Indonesia dan Jefry Yusnata memberikan praktek langsung dan pendampingan kepada orang-orang yang mau belajar digital marketing. Para peserta akhirnya mendapatkan ilmu dan praktek:

– Cara buat website efektif yang disukai Users (robot search engine dan manusia).
– Cara setting iklan di Google, FB dan IG.
– Cara setting email bisnis dan teknik email marketing.
– Ciptakan profil bisnis di Google Bisnisku.
– Cara buat video marketing.
– Key activities dalam digital marketing.

Goal semua materi diatas adalah menjuara di dunia online! Berpotensi top 10 Google dan berpotensi mendatangkan omzet bisnis dan brand awareness secara online.

Segmentasi DONGKRAK sendiri utamanya untuk UKM. Namun bisa juga diterapkan di perusahaan/korporasi. Setelah lakukan pelatihan, para peserta yang menjadi alumni kami kumpulkan di grup WA yang selanjutnya didampingi kegiatan digital marketing nya.

Tujuan lain mengumpulkan mereka dalam grup adalah berusaha ciptakan komunitas yang bisa saling berbagi informasi seputar dunia digital, untuk tumbuh dan berkembang bersama, menjuara di dunia internet dan meningkatkan usaha alumninya. Ah ini keren menurut saya.

Selain menemukan silabus dan cara pelaksanaan workshop, DONGKRAK saya jadikan gerakan. Berantas gaptek dalam hal internet marketing. Maka saya siapkan visi dan misi gerakan tersebut. Klop dah! Sebuah kontribusi positif bagi Indonesia agar masyarakatnya melek digital marketing. Biar produk nya berdaya di negerinya sendiri dan mampu berdaya saing dengan dunia internasional. Mrinding kan!

Jakarta, Lumajang dan Bali! Dari UKM hingga Korporasi!

Seperti saya bilang sebelumnya, DONGKRAK #7 ini mrinding! Allah berikan hadiah ulang tahun kepada DONGKRAK dengan sempurna! Full seat dengan kelebihan 2 orang, banyak yang waiting list, 6 peserta dari Jakarta, 1 dari Lumajang, sisanya dari Bali.

Alhamdulillah nya semua berani berinvestasi, membayar biaya workshop tersebut. Sangat kontras dengan DONGKRAK #1 dulu yang terselenggara 28-29 April 2018. Peserta nya kami subsidi semua! Hanya bayar domain name saja sebesar Rp. 135.000. Kami yang tanggung semua biaya tempat, makan, snack, web hosting hingga tak ada honor saku bagi pembicara nya hehehe. Namun demi idealisme dan cita-cita yang kami yakini positif, semua harus berjalan.

Latar belakang peserta DONGKRAK #7 ada yang staf perusahaan, UKM, agensi digital marketing dan yang mengejutkan ada CEO sekaligus owner perusahaan terkenal di Bali ikutan DONGKRAK.

Steve Made Setiawan

Adalah Bapak Steve Made Setiawan, CEO dan owner Rama Group (Ramayana Hotel – Rama Beach – Rama Garden – Pepito Mini Market – Mini Mart, dll) dengan tekun dan semangat mengikuti materi DONGKRAK. Saya jadi tahu latar belakang beliau ketika semeja makan siang. Yang memperkenalkan adalah anak buah nya sendiri yang juga jadi peserta DONGKRAK. Pak Made Setiawan nya sih diam saja mendengar anak buahnya bercerita. Dalam hati saya bilang wow.

Steve Made Setiawan

Saya salut! Meski posisinya top level di korporasi, Pak Made Setiawan bisa mengikuti materi-materi DONGKRAK. Memang keinginannya adalah mendalami dan memahami dunia digital marketing terkini. Mungkin biar bisa berbincang dengan staf nya tentang digital marketing bagi perusahaannya.

Ya Allah, DONGKRAK #7 ini anugerah yang indah. Terima kasih 🙂

Salam DONGKRAK! Juara!!!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


Leave A Response