Pekerja Proyek – nasibmu Metal

Wahai pekerja proyek. Engkau adalah garda depan untuk menumpuk batu, mengaduk semen, angkut pasir, eratkan susunan batu dan semen, bentuk tembok beton, pasang tiang pancang, menata genting, menanam pohon, dll sampai tercipta sebuah resort nan megah. Berakhir dengan seremoni manusia berdasi, bergaun armani, berbau parfum eropa membuka perjalanan resort sebagai mesin penghasil uang.

Dalam gelimang harta tercipta, dimanakah kau berada wahai pekerja proyek ?. Apakah pernah engkau dipanggil pemilik resort itu untuk sekedar menginap semalam ?, merasakan empuknya springbed, dingin nya AC, lezat nya steak new zealand, puasnya perintah pelayan, nonton Perseden lwt ESPN, buka blog keren hendra.ws lewat koneksi wi-fi, bermain air di swimming pool, baca majalah playboy sambil nikmati American breakfast atau bahkan nongkrong ngopi merokok bersama di toilet mewah nan luas itu ?. Nasibmu sungguh Metal (melow total). Tidak ingatkah bagaimana tampangmu ketika membangun resort itu ? Nih, aku ingatkan :

Ayo Bung Tekno, suarakan nasib mereka juga !.

Read the rest of this entry »
Blog saya down – ‘Matek’!!

Website saya hilang !!, tidak bisa diakses !, kadang online dan kadang mati“, teriak seorang blogger ‘kelas kakap’, hehehe. Jelas panik, karena semua hasil rasa, karsa, dan karya dalam bentuk tulisan mendadak hilang. Kalau blog tersebut hanya berisi 2 tulisan saja, mungkin bisa ditolelir. Gimana kalau tulisan itu berjumlah lebih dari 1000 ?. Apa kata dunia ? jika itu hilang tanpa backup. Mendung penyesalan akan menggelayuti hidup Anda.

Semoga tulisan ini bisa mencerahkan para blogger tentang what’s behind on their blog, sesuai dengan profesi saya sebagai penjual hosting indonesia, domain name, dan bali web design. Jadi, dalam keberadaan sebuah blog yang mempunyai nama pribadi, seperti www.hendra.ws atau www.rumahtulisan.com (milik Anton Muhajir), terdapat 3 unsur penting sebagai penopang/infrastruktur utama. Yaitu:

Read the rest of this entry »
Enda Nasution dan BBC

Blogger adalah manusia. Jadi wajar jika ada kesalahan dan sedikit ‘kenakalan’ yang terjadi dalam tulisannya. Blogger pun berada di masyarakat, jadi wajar jika tulisan yang dihasilkan berpotensi untuk perubahan didalamnya. Dampak perubahan bisa negatif dan positif. Negatifnya adalah jika tulisan tersebut mendapatkan respon yang kurang baik, sehingga melahirkan konfrontasi didalamnya, entah tulisan itu terlalu kritis ataupun melahirkan penilaian lain.

Enda Nasution lalu mencontohkan peristiwa di Yogyakarta dimana seorang blogger mengkritik kegiatan kyai yang laris manis di musim-musim hari besar Islam. Kyai itupun tidak sungkan untuk menetapkan tarif ataupun minta secara langsung kepada panitia acara. Nah, terhadap kyai ini, blogger tersebut memberikan label Kyai Amplop. Tenyata, tulisan tersebut terbaca oleh seorang kyai di Jakarta. Lantas kyai tersebut protes dan berupaya somasi blogger tersebut.

Read the rest of this entry »
News: Persistence pays off for website creators

Biar ada postingan yang berbahasa inggris akh … meski itu copas hehehe.

The Jakarta Post – Thu, 11/27/2008 11:06 AM  |  Bali

Many tourism web portal managers will attest that maintaining a portal about Bali, one of the world’s more popular tourist destinations, is not an easy task, but they all agree on one thing: Persistence is the key.

Consider John M. Daniels, 55, who manages Balidiscovery.com. Aside from providing links to recommended hotels and restaurants, John manages a weekly newsletter on the ins and outs of Bali.

It was the newsletter that drove the popularity of his portal, which he defined as a spontaneous move that was born out of a crisis, he said.

Read the rest of this entry »
Media Baru – Media Online

Oleh-oleh Seminar Nasional “Pers Indonesia menyongsong Era New Media”, rangkaian acara Kongres Aliansi Jurnalis Independen (AJI) VII 2008. Sanur Beach Hotel – Bali.

Detik.Com itu lahir dari sebuah kejengkelan“, canda serius Pak Budiono Darsono, CEO Detikcom. Embrio awal detik.com adalah Agrakom, sebuah usaha jasa IT yang pertama kali mempunyai pelanggan harian cetak Kompas. Dengan divisi Kompas Cyber Media-nya, Kompas ingin memindahkan content cetak ke media online, yaitu sebuah website (sekarang dikenal kompas.com). Agrakom memberikan ide bahwa berita yang tersaji di media online sebaiknya dinamis. Artinya, media online tersebut mampu memberikan berita sesuai dengan proses peristiwa berlangsung.

Tetap kukuh, Kompas menolak ide tersebut. Media online yang diinginkan hanyalah memindahkan berita versi cetak saja. Lantas ide itupun sempat ditawarkan ke Tempo. Ternyata mereka ingin media online itu hanya menyajikan berita mingguan saja. Walah. ‘Jengkel’ idenya tak bersambut, akhirnya dengan bekal kemampuan tanpa modal, Agrakom menciptakan dan untuk pertama kalinya, sebuah media online yang menyajikan berita itu real time, tersaji cepat detik demi detik, dinamis berurutan sampai akhirnya menemukan kebenaran. Dan akhirnya lahirlah detik.com.

Read the rest of this entry »

Categories

Archives

Bloggers

Info Mrinding

Komunitas

Links

Serba-Serbi

Persaudaraan Setia Hati Terate

Bali Blogger Community



Copyright © Ayo Berkarya dan Berbagi - Sebuah Anugerah menuju Perjalanan Panjang Hidup nan Indah