Archive for December, 2009

Kekawatiran adalah bahasa halus dari ketakutan

Saturday, December 26th, 2009

Sebuah renungan dari Rapat Akhir Tahun 2009 Bali Orange Communications.

Tiba waktunya untuk lakukan rapat tahunan 2009. Ajang yang saya pakai untuk evaluasi dan eksplorasi ide guna strategi usaha Bali Orange Communications (BOC) sebagai salah satu perusahaan hosting Indonesia, domain name dan web development yang berbasis di Bali.

rapat2009Rapat atau disebut juga pertemuan rutin mempunyai banyak manfaat bagi seorang wirausahawan yang memulai semuanya dari nol dan tanpa ada panduan dalam membesarkan sebuah perusahaan. Disana akan menemukan banyak permasalahan hingga akhirnya mendapatkan solusi yang praktis dalam manajerial perusahaan. Sistem dan pola manajerial secara perlahan lahir disitu. Itulah yang terjadi didalam BOC.

BOC berdiri hanya berbekal sebuah contoh proposal web desain dari perusahaan teknologi informasi yang telah bangkrut. Alat bantu berupa komputer yang digunakan untuk pemrograman dan desain pada awalnya nebeng milik teman. Semua infrastruktur yang ada sekarang murni bermodalkan dengkul dan otak. Tanpa bantuan dari pihak lain, misal modal pribadi, bank ataupun rentenir. Setiap keuntungan dari proyek, ditabung dan dibelanjakan untuk kebutuhan kantor, misal: laptop, PC, furniture, sewa rumah, motor, mobil, dll. (more…)

Bagikan Yuk

Jalan Kaki Subaya-Denpasar – Sebuah Tindakan untuk Bersyukur

Sunday, December 20th, 2009

Seorang sahabat dan sudah kuanggap sebagai saudara bernama I Ketut Sidharta, pernah saya tantang dan berikan janji yang bunyinya seperti ini : “Mas Sidhar, jika mas mampu untuk menikah, aku akan jalan kaki dari Subaya ke Denpasar !“. Subaya adalah sebuah desa di utara kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Latar belakang janji itu terucap lantaran usia Mas Sidhar sudah tidak hijau lagi. Boleh dikata dia itu bujang lapuk (bocah tua nakal hehehe Pisss). Saya kenal Mas Sidhar karena kita sama-sama pecinta alam yang tergabung dalam komunitas Bali Outbound. Komunitas cair dan dari beragam latar belakang profesi ini sering mengadakan kegiatan penghijauan, bersih-bersih lingkungan, trekking dan camping bersama. Intinya, alam dan hangatnya persaudaraan-lah yang menyatukan kita.

Kembali ke janji, atau orang-orang lain sebut juga sebagai nadzar terpicu untuk memberikan semangat/motivasi kepada Mas Sidhar, sekaligus media saya untuk bersyukur bahwa peristiwa itu (menikah) adalah membawa harmoni baru dalam hidup. Bersyukur bahwa seorang sahabat telah mempunyai tambatan hati untuk arungi bahtera kehidupan yang lebih menantang. Bersyukur bahwa Mas Sidhar akan rasakan hal baru yang bisa bikin ‘merem melek’ puas serta bahagia dalam hangatnya peraduan cinta. Bersyukur bahwa peristiwa itu akan bawa perubahan yang positif bagi umat manusia dan alam sekitarnya. Dan, bersyukur bahwa saya bisa melihat serta merasakan (lagi) secara langsung keindahan alam semesta ciptaanNya dengan jalan kaki. (more…)

Bagikan Yuk

“Bodoh vs Pintar” ala BOB SADINO

Saturday, December 12th, 2009

Orang pintarkah atau orang bodohkah Anda ? Hehehe. Tulisan copas dari teman, mungkin berguna bagi pembaca di blog ini. Meneruskan ilmunya Bob Sadino.

Setiap orang punya perjalanan hidup yang berbeda-beda dan menerjemahkan perjalanan hidupnya pun tak akan sama kedalam petuah-petuah kata yang bermakna. Demikian pula dengan sosok Bob Sadino yang ber-azzam untuk tidak membawa ilmu yang dimilikinya keliang kubur sebelum di ajarkan kepada anak bangsa ini. Berikut tulisan-tulisan Beliau, semoga bermanfaat.

1. Terlalu Banyak Ide – Orang “pintar” biasanya banyak ide, bahkan mungkin telalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang “bodoh” mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya (more…)

Bagikan Yuk

Perlukah menyalakan lampu motor di siang hari ?

Saturday, December 5th, 2009

Hari ini harus bangun pagi, jam 07.00 WITA harus berangkat ke Tabanan untuk meninjau lokasi proyek. Meski segar sehabis mandi, tapi mata ini masih terasa perih akibat waktu tidur yang cuma 3 jam saja. Ketika menyusuri Jl. Narakusuma yang mulai ramai, mataku lagi-lagi kena beban harus berakomodasi terhadap silau sinar terang melebihi sinar matahari didepan mobil yang dipancarkan oleh sepeda motor. Fyuh, inilah akibat kebijakan baru pihak Kepolisian yang dulu rasanya pernah gagal, yaitu ‘menyalakan lampu motor di siang hari’.

lampusianghariHasil googling, peraturan itu berasal dari Undang-Undang no 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (LLAJ) pada pasal 107 ayat 2 yang menyatakan sanksi denda Rp. 100.000 atau hukuman kurungan maksimal 15 hari pada pengendara sepeda motor yang tidak menyalakan lampu di siang hari. Menurutku, kebijakan ini tidak rasional dan jauh dari rasa sensitifitas kepada masyarakat dan lingkungan (alam).

Alasan Kepolisian adalah memberikan efek waspada kepada pengguna motor agar tidak terjadi kecelakaan. Nah, apakah ini sudah ada penelitiannya bahwa menyalakan lampu motor dising hari akan menjadikan keadaan lebih baik (menurunkan angka kecelakaan secara signifikan) ?. (more…)

Bagikan Yuk

Chat with me