Biaya Kesehatan Rakyat itu beban siapa?

Minggu dini hari tadi pukul 03.30 WITA dua temanku kecelakaan. Viar dan Dnay dibawa oleh ambulans ke RS. Sanglah Denpasar, sebuah rumah sakit pemerintah terkemuka di Pulau Bali. Mereka langsung masuk UGD. Syukur buat Viar yang diperbolehkan pulang oleh RS pada pukul 10.00 WITA. Sedangkan Dnay masih terbaring tak sadarkan diri alias koma. Pendarahan otak yang demikian hebat membuat dia terdiam dengan lilitan beragam kabel dan selang sebagai penunjang hidupnya.

Aku lihat ada selang yang dimasukkan lewat mulutnya yang menurut perawat itu adalah alat ventilator. Dnay sesekali kejang. Waktu beranjak ke pukul 11.00 WITA dan salah satu perawat memanggil istrinya Dnay. Kami yang besuk disitu ikut kelilingi si perawat tadi dan dia menjelaskan keadaan Dnay. Pendarahan otak itu mengharuskan Dnay masuk ICU. Namun sebelumnya dijelaskan oleh perawat bahwa alat ventilator itu harus berada di mulutnya Dnay dan biaya penggunaannya adalah 3 sampai 7 juta/hari. Istrinya menangis hebat dan seakan tidak punya pilihan lain harus tanda tangan.

Read the rest of this entry »