Abrasi dan Tumbal Reklamasi

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Yth Pak Presiden Joko Widodo, lihatlah tanggul pun hancur oleh gempuran samudera! Sebuah villa di Desa Ketewel, 5 km arah timur Sanur Bali punya hamparan taman yg romantis. Namun tanggul dan tanah jebol menambah nuansa menjadi paradok. Artistik ya? Anggap saja begitu. Meski tidak ada dalam blueprint si arsitek, alam lah yang buat ukiran eksotis ini.

abrasireklamasiserangan1

Saya saksikan sendiri dan berada di villa itu Pak. Ketika menemani istri di akhir September 2017.

Ketewel termasuk pesisir Bali Timur. Kurang lebih 10 km di selatannya terdapat pulau reklamasi, Pulau Serangan. Pulau kecil yang diurug ratusan hektar oleh investor Jakarta pada masa pemerintahan presiden Soeharto. Dari ukuran asli pulau yang 111 hektar menjadi 481 hektar.

Menurut warga Sanur, akibat reklamasi pada saat itu, ada perubahan arus yang memutar ke arah Sanur, mengikis pantai-pantainya sampai habis. Tak hanya sampai di Sanur, arus juga bergerak ke Ketewel, ke Pantai Lebih dan seluruh pesisir di bagian tenggara Pulau Bali. Reklamasi di Serangan mengakibatkan abrasi besar-besaran yang bahkan terus terjadi hingga kini.

Abrasi di villa ini adalah sebagian mungil dari abrasi-abrasi yang masif di seluruh pesisir timur Pulau Bali. Coba aja googling, atau menyisiri sendiri pesisir itu? Dijamin amarah memuncak sampai ujung rambut!

Apakah pemilik villa rela tanah eksotis nya kena abrasi? Congkel tanggul beton yang menurut ukuran para profesor pastinya tahan bencana. Ternyata ilmu manusia ada kalanya bullshit bila berhadapan dengan angkara murka ibu pertiwi.

Murka? Menurut pendapat para ahli ber Tuhan, ya! Abrasi itu akibat air laut sesuaikan diri atas keadaan pantainya. Jika pantai habis direklamasi, otomatis mendebur ke bagian lain. Deburan ini akan menekan tanggul-tanggul buatan manusia. Menggerus tanah pasir pantai. Menumbangkan pohon kelapa dibibir pantai. Ludes oleh ombak laut yang semakin masuk ke daratan.

Secara materi, siapa yang dirugikan? Jika lihat gambar ini, pemilik villa bakal keluar dana extra untuk perbaikan. Nelayan bingung menambatkan perahu nya. Petani kelapa gagal panen dan hilang mata pencariannya. Hidup terlunta menyalahkan desa dan putuskan diri jadi gelandangan pengemis di kota!

* Investor Ngeyel Mereklamasi Teluk Benoa

Bagaimana dengan pemerintah? Malah menerbitkan dan melakukan pembiaran adanya Perpres 51 tahun 2014 yang menjadi dasar pelaksanaan reklamasi, khusus nya Teluk Benoa – Bali. Teluk seluas 800 hektar akan direklamasi sebanyak 700 hektar.

Saya lansir dari berbagai media, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pimpinan Menteri Susi Pudjiastuti setujui izin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang diminta oleh PT Tirta Wahana Bali Internasional (TWBI) milik investor Tomy Winata.

Izin lokasi reklamasi Teluk Benoa yang diterbitkan KKP pada 29 November 2018 itu seharga Rp. 13,076 miliar yang disetor ke kas negara. Pemerintah tepuk tangan kan? Hehehe.

Pernah ada statement (pernyataan) dari investor bahwa ada dana Rp 1 triliun yang mengalir di proses perijinan, padahal proyeknya belum jalan sudah habis Rp 1 Triliun! Apakah ini jadi ‘banca’an pesta pora’ nya oknum-oknum pemerintahan? Entahlah, pihak berwajib dan KPK aja belum mampu bersikap.

Sepertinya masa bodo pesisir Bali tenggelam akibat abrasi. Biarlah rakyat pesisir ‘berkorban jadi tumbal’ mereka. Hai rakyat! Kalian mau? Dijadikan tumbal!? Semoga tidak benar ya. Pada dasarnya pemerintahan kita membela rakyatnya 🙂

Izin lokasi reklamasi ini kali ke 2 dari PT. TWBI. Sebelumnya yang pertama dulu, sudah melewati tahapan kajian AMDAL. Para profesor dari investor lakukan kajian dan mereka bilang layak. Sedangkan para ahli dari tolak reklamasi pun lakukan kajian ilmiah. Hasilnya menyatakan reklamasi Teluk Benoa TIDAK LAYAK!

Mana yang benar? Simpel saja, lihat tanggul villa itu! Kemungkinan diawal bangun bilang nya layak namun faktanya? Jebol porak poranda juga! Ingat, profesor ahli itu manusia, sedangkan laut dan teluk adalah alam (Tuhan YME).

abrasireklamasiserangan3

Belum di reklamasi, pantai-pantai timur Bali sudah hancur. Gimana jika ada reklamasi? Ibu pertiwi tidak lagi murka, namun akan langsung binasakan alam manusia. Rakyat polos akan sengsara. Namun rakyat akan lebih berdosa jika tidak berjuang, bela ibu pertiwinya. Maka jangan heran jika jiwa puputan membara di hati rakyat.

Puputan ini untuk melawan proposal investor yang teranalisa merugikan rakyat Bali. Pun pemerintahan dan oknum DPRD nya yang notabene 7 tahun telantarkan suara penolakan ini.

Rakyat Bali ingin harmoni diatas tanah ibu pertiwinya. Mereka menolak reklamasi lagi. Bali Tolak Reklamasi! Cabut Perpres 51 tahun 2014!

#BaliTolakReklamasi #BatalkanPerPresNo51th2014
www.forbali.org
Share & mention beliau yuk, setidaknya ada usaha kecil perjuangkan Bali agar tidak tenggelam.

abrasireklamasiserangan2 abrasireklamasiserangan4

Tulisan ini juga viral di Facebook saya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


1 Comment

  1. Asmaul Husna August 23, 2017 at 9:22 am

    masak kyk gitu masih di bilang layak, nanti kalau abrasi gmna?

    Reply


Leave A Response