Bali Blogger Community di D’Palensa Cafe – Diskusi Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

gendo.jpgHari Minggu, 11 Mei 2008, undangan Kopdar Bali Blogger Community (BBC) di milis menyebutkan jam 2. Tapi memang sok sibuk akhirnya saya datang telat. Sudah banyak yang datang di D’Palensa Cafe, tapi acaranya belum mulai, alasannya sih dikarenakan mike-nyah lagi dibetulkan. Si Anton, tukang propokator akhirnya kasih quick note kepada teman-teman bila bisa membetulkan si mike agar bersedia berjuang. Pada akhirnya, sekelas Gentry-pun (manusia serba bisa ular) tidak mampu membetulkan mike-nyah. Ya wes, acara mulai tanpa si mike.

Kopdar kali ini menarik, karena berisi diskusi tentang Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Diskusi mengundang I Ketut Jack Mudastra (Kabid Sistem Informasi Manajeman Badan Informasi dan Telematika Daerah (BITD) Bali), Wayan “Gendo” Suardana (Ketua Persatuan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Bali, dan I Putu Hendra Brawijaya (Professional Web Desaigner, anggota BBC), serta dihadiri oleh ‘sedikit (25an lebih) anggota BBC.

kopdar_dpalensa1.jpg kopdar_dpalensa2.jpg kopdar_dpalensa3.jpg

Satu persatu narasumber berbicara, tapi maaf, sesi Pak Jack Mudastra agak garing, sehingga tidak terlalu menarik bagi saya. Betul kata Gendo bahwa beliau adalah ‘korban’ pemerintah atas Undang-Undang ITE tersebut. Tidak ada ulasan dan solusi yang bisa saya harapkan dalam pembicaraan beliau. Selanjutnya, Gendo berapi-api (tanpa berdiri dan mengacungkan tangan) menjelaskan bahwa UU ITE tersebut belum membela sisi Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kebebasan berkespresi dan berpendapat. Masih terdapat pasal-pasal karet warisan kolonial Belanda yang di masukkan dalam pasal-pasalnya (lihat pasal 27 dan 28 UU ITE). Pada intinya, Undang Undang ITE bisa saja mengancam kita (para blogger), wartawan elektronik, dan para penulis yang berekspresi melalui alat elektronik. Dilanjutkan oleh Pak Hendra (si saylow – namanya kok sama yak hihihi) menjelaskan peran para penulis blog dalam blogger nyah, bicara soal disclaimer, de el el. Maaf low, kek nya kamu ngomong terlalu banyak dan ngocol, makanya setiap saya ketawa akibat humormu, memoriku langsung blank hehehehe. Makanya, jangan terlalu banyak ngocol. But you are good lo low … Salute.

kopdar_dpalensa5.jpg kopdar_dpalensa6.jpg saylow-hendra.jpg

Hal yang membuat saya tertarik adalah solusi yang coba ditawarkan oleh Gendo tentang lubang/celah UU ITE yang akan mencelakakan para penulis elektronik (melalui internet). Pasal yang memuat melaggar kesusilaan, muatan penghinaan/pencemaran nama baik, pemerasan dan/atau ancaman, menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), semua itu adalah SUBYEKTIF. Gendo menawarkan adanya gerakan perlawanan atas pasal-pasal karet tersebut. Mahkamah Institusi sudah pernah mencabut pasal-pasal yang berasal dari warisan kolonial Belanda dalam Undang-Undang yang lain. Kenapa hal ini harus didiamkan. Sebelum Undang Undang Tindak Pidana Informasi Elektronik diluncurkan, sebaiknya kita mengadakan gerakan. Hiii … ngeri.

Nah, gayung bersambut. Saya pun setuju dengan adanya gerakan ini. Segera saya mengacungkan tangan dan berbicara serta mencoba menawarkan sebuah solusi gerakan kepada forum BBC. Saya teringat dengan gerakan yang dilakukan oleh Bli Jun ketika gerakan formal birokrasi gagal menentang Undang Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi. Bli Jun lantas menggunakan media internet untuk memperjuangkan ketidaksetujuannya. Bli Jun menciptakan sebuah blog (lupa alamat blog nya). Disana Bli Jun menulis, menulis, dan berteriak lantang menentang UU tersebut. Kita disini (BBC) mempunyai media resmi di www.baliblogger.org, dan kenapa tidak menggunakan sarana tersebut ?. Bila memang BBC setuju memperjuangkan pasal karet (Pasal 27 dan 28 dalam UU ITE), mari dibuatkan sebuah tulisan dan pernyataan bersama. Dalam membuat pernyataan ini, kita tidak boleh lepas dari seseorang yang mengerti dan pernah berpengalaman memperjuangkan hukum, yaitu Bli Gendo. Beliau juga menulis di internet, punya FS, punya Multiply, maka beliau adalah blogger pula.

Seperti pada gerakan World Silent Day, para Blogger (khususnya di Bali) dengan senang hati mendukung dengan mencantumkan icon World Silent Day di blog nya masing-masing. Jika (sekali lagi) para Blogger di Bali menentang pasal karet tersebut, mari menciptakan icon untuk menggalang dukungan. Icon tersebut bisa diarahkan ke salah satu tulisan/pernyataan menentang pasal karet UU ITE di blog resmi BBC. Gitu sih kurang lebihnya, apa saja yang saya sampaikan. Sebetulnya banyak yang disampaikan teman-teman Blogger Bali di forum itu. Ada dari Ancak, Bang Yos, Yanuar, Gentry, Wahyu, ada wartawan Radar Bali, lupa gak kenalan, humm sapa lagi yah, maaf klo lupa.

Berikut saya mendapatkan file presentasi dari Gendo yang dipublikasikan di milis baliblogger, untuk acara diskusi UU ITE ini :

Presentasi Gendo Suardana
UU ITE
Pernyataan Sikap Bali Blogger Community – Hapuskan Pasal Pengekang Kebebasan Informasi!

Keterangan gambar :

– Gambar inset diatas (Gambar Gendo Suardana)
– Foto selebihnya diambil atas ijin Ivant (The photographer)

domain_name_webhosting.gif
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


5 Comments

  1. okanegara May 12, 2008 at 2:29 am

    salam kenal,
    maunya bisa datang ke d palensa tadi, tapi apa daya jam 5 baru sampai di denpasar, untung banyak yang ngasi update info, tadi jam 7 di tempat kami-kisara malah saylow datang sama ikhe, mereka kan pasangan baru….oke, maju terus..

    Reply

  2. saylow May 12, 2008 at 3:04 am

    Haalahhh Pak Dokter malah ng’gossip… hahaha
    Buat Pak Hendra, Ngocok… eh Ngocol yah? adalah nama tengah saya, teman-teman pasti cukup cerdas dan dewasa mengambil hal-hal yang sebenarnya cukup “serius” dari kocolan sayah… kocolan apalagi? hihihi…

    ***mengepalkan tangan sambil merapa lagu “Darah Juang

    Reply

  3. Yanuar May 12, 2008 at 11:23 am

    wahh.. ternyata fans-nya saylow juga toh mas.??
    kemaren sempet ngelirik mas hendra pas saylow bicara dan orasi.
    mas hendro matanya sedikit berkaca-kaca.
    entah sedih,terharu,….
    entahlah…
    he.he..

    Reply

  4. Arie May 12, 2008 at 4:37 pm

    hahahahahahaha mas hendra berkaca kaca mendengar saylow berbicara ?!!!! beneran tah Mas ??

    wah wah wah fans berat buanget berarti yah

    *ambil sandal langsung kaburr sebelum dikemplang*

    Reply

  5. Sabda April 3, 2009 at 2:58 pm

    Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di Bumi.
    Jumlah penduduk Indonesia yang beragama Islam adalah kurang lebih 80%.
    Jadi permasalahan Kemiskinan, Kerawanan Sosial, Pengangguran, Kriminal, Kesehatan, Pendidikan, SDM dan lainnya yang terjadi di Indonesia adalah orang yang beragama Islam.

    Bicara tentang pemimpin, dalam arti pemimpin masyarakat heterogen, Agama Islam mensyaratkan bahwa pemimpin haruslah yang Islam.
    Islam Rahmatan Lil ‘Alamin.
    Islam adalah universal.
    Islam mengurusi banyak hal kehidupan manusia
    Baik hubungan dengan Alloh, dengan manusia, dengan lingkungan sekitar kita, dengan alam semesta hingga kehidupan setelah manusia meninggal.
    Oleh sebab itu, pemimpin harus bertanggung jawab memastikan perkara agama dan akhlak untuk keselamatan bersama di dunia dan akhirat.
    Setiap pemimpin di akhirat kelak akan ditanya oleh Alloh Ta’ala setiap orang di bawah pimpinannya, tidak terkecuali pemimpin besar atau kecil, umum atau khusus.
    Mereka tidak boleh memikirkan bidangnya saja.
    Dalam ajaran Islam, masalah agama terutama di sudut fardhu ain mesti diketahui, dihayati dan diamalkan oleh setiap mukallaf (muslim, baligh, berakal yang telah dapat dikenai hukum).

    Insya Alloh, 09 April 2009, bangsa Indonesia akan mengadakan Pemilihan Umum untuk memilih pemimpin bangsa sekaligus wakil rakyat, yaitu:

    1. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPRD tingkat 2 (Kabupaten atau Kota Madya)
    2. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPRD tingkat 1 (Provinsi)
    3. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPR RI (Pusat)
    4. Pemimpin sekaligus wakil rakyat di DPD

    Sebenarnya mereka dipilih rakyat Indonesia untuk menjadi wakil rakyat di pemerintahan Indonesia.

    Jangan terlupakan, yaitu :
    Pengalaman ketika RUU Sisdiknas tanggal 30 Maret 2003.
    Kontraversi yang diangkat oleh beberapa anggota DPR RI adalah RUU Sisdiknas pasal 12 yang berbunyi,
    “Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama”.
    Apa yang salah tentang pasal 12 ini?
    Tidak ada yang dirugikan, tapi lagi-lagi beberapa wakil rakyat yang ada di DPR RI tidak setuju yaitu dengan beraneka alasan dan argumentasi untuk menolaknya.
    Alhamdulillah, dengan perjuangan, persatuan dan kekuatan umat Islam, UNDANG-UNDANG Nomor 20 Tahun 2003.
    Tentang SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL pada tanggal 8 Juli 2003 disyahkan oleh DPR RI dan ditandatangani oleh Presiden.

    Pengalaman ketka RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi yang bertujuan menata dan mengatur kegiatan pronografi dan moral manusia selalu terhambat menjadi Undang-undang oleh beberapa anggota wakil Rakyat di DPR RI.

    Dan masih banyak lagi Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah yang mendorong bangsa Indonesia menuju kebaikan terhambat oleh ulah beberapa wakil rakyat di DPR RI.

    Oleh sebab itu, sebagai warga negara Indonesia yang baik, Jika kita sudah mempunyai KTP, apalagi KTP-nya tertulis beragama Islam maka kita berkewajiban untuk mengikuti Pemilihan Umum yang akan memilih wakil rakyat Indonesia.
    Silahkan memilih partai yang sesuai dengan pilihannya.
    Partai boleh beda, tapi calon pemimpin yang akan di contreng harus seiman atau se-aqidah Islam.
    Jangan pilih partainya saja, karena nantinya pemilih tidak tahu siapa yang akan menjadi pemimpin.
    Tapi pilihlah partai yang diinginkan (sehati) dan orang yang akan dipilih menjadi pemimpin.
    Jangan GOLPUT. Karena akan mengakibatkan pemimpin kita tidak jelas.

    TIP CONTRENG PEMIMPIN (Khusus yang KTP nya beragama Islam):
    1. Pilihlah (Contreng) Calon Pemimpin yang beragama ISLAM dan Amanah.
    2. Pilihlah (Contreng) Calon Pemimpin yang beragama Islam.
    3. Yang lebih aman adalah pilih partai yang berazaskan Islam.

    Bila belum tahu calon pemimpin yang akan dipilih (contreng) maka :
    1. Cari daftar nama calon pemimpin yang-ber-inisial (nama panggilan) Islam
    (Misal: Muhammad, Ahmad, Akbar dll)
    2. Tanyakan ke orang lain / tetangga, Siapa calon pemimpin yang beragama Islam?

    Semoga bermanfaat.

    Sampaikanlah email ini kepada teman, saudara, orang tua yang sudah mempunyai KTP, khususnya KTP yang tertulis beragama Islam.
    Kita harus memilih pemimpin yang beragama Islam.
    Yaitu sesuai dengan aqidah kita.
    Partainya silahkan berbeda sesuai yang diinginkan.
    Tapi nama calon pemimpin yang di contreng adalah orang yang se-aqidah.
    Sehingga negara Indonesia mempunyai undang-undang dan peraturan pemerintah sesuai dengan penduduk Indonesia yang beragama 80% Islam.
    Sekali lagi ” Islam Rahmatan Lil ‘Alamin”

    Reply


Leave A Response