Jalan-Jalan

Media informasi ber-Touch Screen

Sebuah tulisan untuk balebengong.net berjudul “Anjungan Informasi Pariwisata yang Sepi ?

Sebuah kotak bermonitor dengan tinggi kurang lebih 1,5 meter, lebar kisaran 45 cm berdiri sepi sendiri dipojok bale besar, diantara lalu lalang manusia penikmat pariwisata bahari di markas BMR, sebuah perusahaan penyedia wisata olahraga air di Tanjung Benoa, Nusa Dua. Penasaran akan fungsinya, saya mendatangi kotak tersebut dan diatas monitor mencoba tekan sana-sini menggunakan jari telunjuk. Ternyata kotak bermonitor tersebut adalah Anjungan Informasi Pariwisata Bali yang menggunakan teknologi layar sentuh (touch screen).

Anjungan Informasi Pariwisata

Kotak anjungan informasi itu juga saya jumpai di Bali Safari & Marine Park. Tetap berdiri kokoh di pojok aula masuk dan tampak sendirian lagi. Lebih mengejutkan lagi, kotak serupa saya jumpai di dalam lokasi wisata Tanah Lot dalam bangunan kaca tertutup dan terkunci, serta lampu penerangan luar menyala di siang bolong. Lagi-lagi posisinya berada di pojok, terkunci sehingga tidak tersentuh manusia, dan sekilas mirip bangunan Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Adanya lampu yang menyala di siang hari menandakan pemborosan energi dan tidak terjaga dengan baik.

Read the rest of this entry »
Perjalanan Jawa-Bali – Selamat datang Baliku

Akhirnya, bisa kembali lagi berkutat dengan keseharian hidup, setelah beberapa hari berkutat dengan kegiatan Lebaran 1429 Hijriah di kampung tempatku ‘kebetulan’ dilahirkan disana. H minus 3 pun semua tiket pesawat dan bus serta kereta fully booked. Denpasar MendungAkhirnya kuputuskan untuk ke Bali pada H-4, dengan menggunakan Bus Gunung Harta jurusan Kediri – Denpasar, naik dari Mojokerto pukul 4 sore. Setiba di Bali jam 6 pagi disambut oleh Bu Kadek. Duh baiknya Ibu ini. Setelah Bu Kadek menyerahkan kunci dan pamitan pulang, kusempatkan untuk balas dendam dari capek beberapa jam. Mulailah kembali ke laptop di pagi yang mendung itu, berjibaku dengan internet, website, pelanggan dan lalu lalang lalulintas Pulau Bali. Seharian ini mendung bergelayut mesra mengisi di ruang indra penglihatanku.

*Menerawang* … hmmm tak terasa sudah 12 tahun aku hilir mudik Jawa-Bali menggunakan motor, mobil, pesawat, dan bus. Klo soal bus, sudah banyak perusahaan otobus yang datang dan pergi. Dan sudah pula kurasakan kelas-kelas bus yang ada, kecuali kelas Super Eksekutif (SE). Waktu tahun 96, hanya PO. Bali Cepat dan PO. Bali Buana Artha saja yang menyediakan kelas Super Eksekutif. Waktu itu, kelas SE menyuguhkan tempat duduk yang lebar dan kelihatannya nyaman. Dalam satu baris, tempat duduk nya hanya berjumlah 3 biji kursi saja, sedangkan Kelas Eksekutif berjumlah 4 kursi, kelas Semi Eksekutif 4 kursi tanpa toilet, dan kelas Ekonomi berjumlah 5 kursi tanpa toilet serta tanpa kompromi capeknya. Wow betapa enaknya ya kelas SE?. Sayang hanya dianganku saja.

Read the rest of this entry »
Kawah Ijen dari Udara

Sungguh puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam, saya diberikan kesempatan/momen sempurna olehNya ketika melakukan perjalanan udara Denpasar – Surabaya beberapa minggu kemarin. Diantara kesempatan terbang yang sudah-sudah, kesempatan ini tidak pernah ada karena blum punya kamera digital, waktu terbang malam hari, cuaca mendung, tidak duduk didekat jendela, mo minta geser ke penumpang sebelahnya juga gak enak takut dicap ndeso, bla bla bla. Kemarin, dengan Lion Air, jadwal berangkat dari Ngurah Rai pukul 16.50 WITA delay 15 menit, cuaca cerah berawan, duduk di dekat jendela, berada di belakang sayap pesawat, dan HP Sony Ericsson K800i yang mendukung flight mode dan kemampuan kameranya yg lumayan, terciptalah gambar-gambar dibawah ini. Wuaaah, mantab !! Salah satu peristiwa terukir dalam memori otak saya hehehe. Alhmadulillah.

Kawah Ijen Diatas Awan

Gambar diatas adalah foto kawah ijen dan pemandangan diatas awan di ketinggian kurang lebih 20ribu kaki. Wew.

Read the rest of this entry »
Sakit Jiwa (Gila) adalah penyakit, Mereka bukanlah “Sampah”

Oleh-oleh Pitulasan di Rumah Sakit Jiwa Bangli bersama Bali Blogger Community (BBC)

Saya kesini dibawa oleh suami saya, karena saya menyanyi sendiri. Saya hanya kepingin tahu keadaan 4 anak saya Pak. Apakah mereka sekarang sudah makan, sekolah nya bagaimana …“. Itu adalah ucapan salah satu pasien Rumah Sakit Jiwa Bangli yang sempat membuat Fenni (Blogger Bali) menangis. “Oh sh*t, you make me cry ..” cerita si Fenni.

Ada lagi pasien lain berkata, kurang lebihnya seperti ini, “Pak pak, mai sini (mari kesini), saya ada tanah 12 hektar, mau saya jual, pak aja yang jualin ya, saya ada bisnis bagus neh, tapi keluarin saya dari sini …“. Tawaran itu terucap dari balik jeruji besi jendela kepada Kang Ayip (Blogger Bali). Kemudian, si Saylow (Blogger Bali) bertanya kepada salah satu pasien, “Kenapa bapak ada disini (RSJ)… ?“. Si pasien berkata, “Saya belum lama disini, saya cuma cari pengalaman saja disini..“. Hahahaha.

Read the rest of this entry »

Categories

Archives

Bloggers

Info Mrinding

Komunitas

Links

Serba-Serbi

Persaudaraan Setia Hati Terate

Bali Blogger Community



Copyright © Ayo Berkarya dan Berbagi - Sebuah Anugerah menuju Perjalanan Panjang Hidup nan Indah