Nama Pemerintah dan Pemerintahan

Satu pernyataan yang sangat menggelitik dalam pikiran datang dari orang tua yang selalu berpesan kepada anaknya. Jangan jadi pegawai negeri !. Pesan itu meluncur ketika kedua orang tua itu masih aktif bekerja menjadi pegawai negeri sipil di sebuah pemerintah daerah tingkat dua pada jaman orde baru lalu.

Dengan alasan tingkat kualitas hidup serba pas-pasan, selalu mengandalkan koperasi sebagai tambatan mencukupi kebutuhan materil, bahkan bila beruntung bisa ‘bermain belakang’ (ucapan lirih untuk korupsi) untuk mendapatkan rejeki berlipat ganda. Apakah hanya alasan itu saja yang berkecamuk ketika doktrin larangan menjadi pegawai negeri mengemuka ?. Ada apa dengan tipe pegawai negeri tersebut dalam sebuah sistem pemerintahan di Indonesia ?

Read the rest of this entry »