Sosial

Harmoni Kehidupan

Menjadi hidup .. akkhh. Kaum atheis menyatakan, kita hidup di dunia karena memang sebuah kewajaran dan tidak perlu diperdebatkan asal dan tujuannya, kemudian mati menjadi bangkai dan hilang .. iya cling. Kaum ‘beragama’ yang moderat kadang mendengungkan muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga hahahaha. Kaum ‘beragama’ yang ortodok dogmatis mengumandangkan, hidup adalah pelayanan dan bertaqwa kepadaNya dan mahluk-mahlukNya dengan kaidah sesuai dengan aturan baku dari agamanya masing-masing. Jadi, dipihak manakah kalian ?. Saya lebih suka menjadi taqwa kepadaNya, muda kaya-raya, baik hati kepada sesama, tua masih kaya raya dan mati masuk surga … hahaha. Pokoknya yang baik-baik aja deh … Namanya kan keinginan, so sah-sah saja kan ? :metal:

Read the rest of this entry »
Buka Puasa di Keluarga Hindu

Sebuah keserasian Pluralisme Beragama ala Bali Outbound Community (BOC).

Sebuah anugerah untuk hidup dan bernafas, dan sebuah kenikmatan hidup dalam perbedaan. Bubar BOCKomunitas yang saya ikuti ini memang penuh dengan perbedaan. Anggotanya beda-beda pekerjaan, beda kesukaan, beda postur tubuhnya, beda jenis kelaminnya, dan diantara perbedaan yang ada, beda agama tentunya sudah pasti. Ada yang beragama Islam, Hindu, Kristen, dan penganut kepercayaan.

Kebetulan, bulan ini adalah Ramadhan, ketika umat Islam menunaikan ibadah puasa dan buka puasa adalah salah satu aktivitas dalam menjalankan ibadah itu. Kali ini, kami sepakat untuk berbuka puasa di rumah Bli Ketut Sidharta, seorang Hindu yang taat. Tanpa risau sama sekali, rumah Bli Ketut Sidharta saya pakai untuk buka puasa dan sholat maghrib berjamaah dengan para anggota BOC lainnya yang beragama Islam. Sungguh sejuk hati ini.

Read the rest of this entry »
Sakit Jiwa (Gila) adalah penyakit, Mereka bukanlah “Sampah”

Oleh-oleh Pitulasan di Rumah Sakit Jiwa Bangli bersama Bali Blogger Community (BBC)

Saya kesini dibawa oleh suami saya, karena saya menyanyi sendiri. Saya hanya kepingin tahu keadaan 4 anak saya Pak. Apakah mereka sekarang sudah makan, sekolah nya bagaimana …“. Itu adalah ucapan salah satu pasien Rumah Sakit Jiwa Bangli yang sempat membuat Fenni (Blogger Bali) menangis. “Oh sh*t, you make me cry ..” cerita si Fenni.

Ada lagi pasien lain berkata, kurang lebihnya seperti ini, “Pak pak, mai sini (mari kesini), saya ada tanah 12 hektar, mau saya jual, pak aja yang jualin ya, saya ada bisnis bagus neh, tapi keluarin saya dari sini …“. Tawaran itu terucap dari balik jeruji besi jendela kepada Kang Ayip (Blogger Bali). Kemudian, si Saylow (Blogger Bali) bertanya kepada salah satu pasien, “Kenapa bapak ada disini (RSJ)… ?“. Si pasien berkata, “Saya belum lama disini, saya cuma cari pengalaman saja disini..“. Hahahaha.

Read the rest of this entry »

Categories

Archives

Bloggers

Komunitas

Links

Serba-Serbi



Persaudaraan Setia Hati Terate

Bali Blogger Community



Copyright © Ayo Berkarya dan Berbagi - Sebuah Anugerah menuju Perjalanan Panjang Hidup nan Indah