Hiking Pendakian Gunung Penggilingan, Bali #WisataOksigen

Sabtu, 21 November 2020 adalah waktu yang kami pilih untuk mendaki Gunung Penggilingan – Bali (2153 Mdpl). Gunung ini letaknya berdampingan dengan Danau Beratan – Bedugul. Titik mulai naik di Pura Yeh Ketipat, Desa Wanagiri, utaranya Bedugul.

Gunung Penggilingan Bali

Saya, istri, Om Decy, Mbak Uci, dan Mbak Helena berangkat dari Denpasar pukul 06.00 WITA. Sampai di Pura Yeh Ketipat kisaran pukul 07.00 WITA. Langsung kita jalan kaki, hiking mendaki Gunung Penggilingan.

Menurut Om Decy sebagai pemandu, jarak yang akan ditempuh kurang lebih 14 km pulang pergi. Sedangkan istri ikut mengukur juga dengan aplikasi STRAVA dan hasilnya mendekati 13 km. Jarak ini dua kali lipat pendakian Gunung Pohen yang kami lakukan tempo hari.

Waktu berangkat pukul 07.00 WITA. Sampai puncak Gunung Penggilingan pukul 11.00 WITA. Sejam kami istirahat di puncak dan memutuskan kembali turun pukul 12.00 WITA. Ketika turun, kami diguyur hujan yang lumayan lebat. Alhasil jalur menjadi licin. Berkali-kali saya kepleset wkwkwk. Mungkin licin ini menjadi alasan waktu turun jadi lambat. Saya sampai kembali di Pura Yeh pukul 16.00 WITA. Lambat ya? Ya karena tidak ngoyo sih. Tidak harus capek untuk berhenti hehehe.

Gunung Penggilingan Bali

Ketika di puncak Gunung Penggilingan, rombongan kami bertemu dengan rombongan anak-anak berondong mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana. “Anak buah Gendo ya?” celetuk saya. Mereka nyengir ketawa mengiyakan. Saya pun tak mau dianggap kuper dengan bilang, “Saya ini seangkatan sama Gendo bla bla bla wkwkwk. Gendo itu sering ke bla bla bla …” Dah ah ntar Gendo baca ini jadi besar kemaluannya wkwkwk. Rombongan mahasiswa itu habis dari Puncak Mangu dan naik dari daerah Plaga, Badung.

Gunung Penggilingan Bali

Pendakian ini memanjakan kaki, mata, dan paru-paru. Satu kilometer pertama jalanan adalah aspal dan paving dengan level tanjakan cuma 10an derajat. Melewati kurang lebih 5 BTS/tower milik para provider seluler. Lokasi ini ada dipunggung gunung yang bisa melihat pemandangan Danau Beratan, Bedugul.

Jalanan paving tidak sampai habis dan harus belok kanan masuk jalan setapak. Menyusuri rumah penduduk dan perkebunan bunga. Kemudian langsung masuk hutan dengan kondisi jalan naik turun yang tingkat kemiringannya bervariasi mulai 10 hingga 45 derajat. Rimbun pohonnya dan sesekali awan/kabut menerpa. Pemandangan yang ada adalah mayoritas hutan tropis. Sesekali bisa melihat lembah berisi danau beratan dan pemukiman penduduk. Eksotis sih!

Gunung Penggilingan Bali

Kata Om Decy, jalur pendakian ini banyak PHP nya. Banyak kemiripan nya sehingga kadang sering kecele dikira sudah sampai puncak, padahal masih jauh hehehe.

Pada pendakian ini, gear yang saya pakai adalah
– Baju Jersey, biar cepet kering.
– Celana training, enak tidak kena semak yang berduri.
– Snack, roti secukupnya dan lunchbox, makan siang di puncak.
– 2,4 liter air, ini ukuran saya lho ya, badan besar.
– Tongkat, untuk jaga keseimbangan.
– Sepatu, pastikan tidak gundul alasnya.
– Jas hujan sekali pake, beli di indomaret.
– Baju, celana ganti.
– Sandal jepit.

Gunung Penggilingan Bali

Alhamdulillah bisa merasakan naik gunung. Begitu banyak nilai yang saya dapatkan. Diantaranya mensyukuri nikmatnya makan cemilan untuk tambah stamina, minum seteguk nikmatnya tiada tara. Hal lain seperti rasakan sejuknya udara, hijaunya pepohonan, eksotisnya pemandangan, riuhnya suara dedaunan dan hewan-hewan dalam hutan saja. MasyaAllah, Subhanallah, AllahuAkbar! Terima kasih ya Allah 🙂

Yuk sempatkan untuk naik gunung, olahraga dan olahjiwa 🙂

Ini dokumentasi videonya:

Ini dokumentasi foto-foto nya:

Bagikan Yuk

Comments are closed.