Jasa penghalau bajing loncat

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Jika Anda berkendara di jalan dan kebetulan posisi berada dibelakang truk, disamping melihat lukisan ‘erotis’ atau pernak-pernik hiasan truk, kemungkinan Anda juga melihat ada tulisan “Gajah Oling“, atau “Semut Merah“, atau “Singa Darat“, “SKRD“, “Garnisun“, dan lain sebagainya. Tulisan tersebut seakan menjadi kode tertentu bagi yang memahami artinya. Pada awalnya, saya sendiri sempat jengkel, seringkali melihat bagian belakang truk bertuliskan Gajah Oling (paling banyak dijumpai), dll tetapi masih belum faham artinya.

Momen itu akhirnya tiba, yaitu bertanya langsung kepada si sopir di sela-sela kemacetan arus lalu lintas di Asembagus beberapa hari kemarin. Ternyata, macet itu disebabkan masyarakat Asembagus, Kabupaten Situbondo sedang demonstrasi menuntut Bupatinya mundur terkait masalah korupsi kas daerah. Lumayan panjang antrean kendaraan yang menunggu usainya demo tersebut, yang ternyata berhari-hari belum usai juga. Sampai jalur pantura macet berhari-hari. Untung Lorena yang saya tumpangi hanya mau 4 jam antre dan akhirnya putar balik ke jalur Bondowoso, Jember dan Banyuwangi.

Yang Mas lihat itu adalah organisasi dibeckingi oleh militer, walaupun ada juga dulunya bajing loncat (pencuri muatan truk), sekarang malah memimpin organisasi itu“, ujar sang sopir menghadapi pertanyaan saya tentang apa itu Gajah Oling, Semut Merah dll, yang biasanya tertulis di belakang bak truk. Pak sopir melanjutkan, “Biasanya, besar iuran berbeda-beda untuk tiap organisasi, misalnya perusahaan truk tempat saya bekerja, akan membayar Rp. 150.000/bulan/armada kepada organisasi *tiiit* – cencored, dan yang bayar ya Bos saya Mas. Kita tahunya sih nyopirin truk ini, dan yang mengamankan di daerah tengkorak ya para anak buah organisasi itu. Jika kita kerampokan, ya tinggal lapor saja, ntar kan digebuki sendiri sama pentolannya organisasi *tiiit*-maaf cencored lagi”.

Trus, bagaimana biasanya modus para bajing loncat merampok muatan truk itu pak ?“, saya bertanya lagi, kepengen tahu. Sapa tahu bisa alih profesi hahahaha. Pak sopir mengelus dada dan menjawab, “Biasanya sih truk itu dicegat, diancam pake sajam/senpi, suruh si sopir menepi, dan terjadi aksi seperti bongkar muatan. Orang yang melihat mungkin bongkar-bongkar biasa, tapi bisa juga itu kena rampok“. Trus saya tanya lagi, “Pernah kerampokan Pak ?“. Kali ini Pak sopir melotot ke saya, “Gak pernah Mas !, dan gak kepengen !“.

Saya menimpali sekali lagi, pertanda menarik kesimpulan, “Jadi, organisasi tersebut merupakan jasa pengamanan truk ekspedisi sehingga biar aman selama dalam perjalanan ya Pak?“. “Ya begitulah Mas“, jawab Pak sopir. “Trus, mereka itu organisasi yang nyata kepengurusannya ya Pak ?“. “Ya begitulah Mas“, timpalnya lagi.

Saya-pun protes, dan rupanya salah alamat, “La trus fungsi polisi apa dong Pak ? Kan itu tanggung jawab mereka“. Pak sopir tersenyum sambil bilang, “Ya kalo Pak Polisi sadar akan tanggung jawabnya, maka kita tidak sewa jasa organisasi itu Mas“. Sambil nyeruput kopi dan menghembuskan asap rokok, Pak sopir meneruskan, “Gak usah omongin peran polisi dan pemerintah kepada masyarakat Mas, mereka tidak bisa jamin kita enak untuk cari uang, tuh buktinya, demo di depan sana, Bupati Situbondo korupsi 45 an Milyar, polisi tidak bisa berbuat apapun untuk buka jalur pantura, karena masyarakat sudah tidak percaya“.

Ada kesimpulan lain dalam perbicangan itu. Wawasan para sopir tidak bisa diremehkan. Mereka lebih rajin baca koran daripada saya. Tahu segala hal, mulai dari KPK, Partai Politik, Al Amin dan korupsinya, krisis global, sampai rencana pernikahan Bunga Citra Lestari dengan Ashraff. Waw, saya melongo saja nok, sebelum liur menetes, segera bibir saya sumpal pake GG.

Terima kasih kepada Pak Sopir dan Keneknya, maaf karena alasan keamanan blum bisa saya sebutkan namanya. Jumpa pula dengan Mashudi, teman lama (Mantan Presiden Koordinator Wilayah IMTPI DIY Jateng) yang sekarang menjadi warga Asembagus dan aktif dalam dunia politik disana. Thanks repot-repot bawakan kopi, tapi akhirnya tidak hanya saya yang menikmati, tapi penumpang bus Lorena dan pak sopir nya juga hehehe.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Bagikan Yuk

Tags: ,


banner 4 dongkrak
Banner 1
Banner 2
banner 3

46 Responses to “Jasa penghalau bajing loncat”

  1. mertanus Says:

    Mantap.
    Liputan langsung wawancara dengan sumber terkait.
    Yah itulah Indonesia, terlalu banyak penguasa…

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Thanks atas kunjungan dan komentarnya ya Mas. Tulisan diatas sekedar menjelaskan pertanyaan yang mengendap bertahun-tahun dalam otak. Budaya primordial masih susah dihilangkan mas. Orang masih suka disembah-sembah dan dipuja-puja dengan kekuasaannya.

    Reply

  2. fenny Says:

    wawww, keren mas liputanmu! di sela2 kepenatan memang mending ngobrol sama orang, jadinya dapet ilmu baru. smoga sampeyan jadi tambah pinter ya mas. wekekekek

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Wah, blogger ajaib mampir. Thank ya tante. Baru kali ini aku dipuji keren. ^:)^

    Reply

  3. devari Says:

    wah seru nih reportasenya. pasti asyik perjalannannya… :top:
    baru ngeh saya akan nama2 truk itu.
    kalo ada gambar2 cewek semi di truk itu maknanya apa ya bli kira2? hehe

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Ada satu sesi mengenai pergaulan para sopir dan tidak saya ungkap di tulisan ini Bli. Gambar-gambar erotis yang ada di truk biasanya menggambarkan ekspresi si sopir. Mereka memang pecinta wanita. Dan bila tidak benar, akan terjerumus ke dunia percelupan. Hehehehe.

    Reply

  4. jaque Says:

    brarti yg pake stiker2 itu ga asal nempel yah ?
    tapi bukannya gajah oling itu emang sebuah perusahaan di bali mas ?? pernah denger sepintas sih…koreksi kl salah :D:

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Klo ada stiker http://www.baliorange.net di truk, itu asal nempel saja hehehe. Wah, aku tdk tahu klo ada perusahaan Gajah Oling di Bali lo. Posting donk soal itu.

    Reply

    Gung De a.k.a Rah ReBorn Reply:

    Sayah juga pernah denger Gajah Oling. Kayanya perusahaan exspedisi khusus truk antar propinsi & officenya di gatsu deket perempatan nangka, kalo gag salah. Kalo salah yah dimaapkan ajah Bli Hendra. 😀
    *postingan yang menarik banget*

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Tiada maaf bagimu bli hehehehe. Kek nya bung anton perlu informasi ini. Dia kan wartawan dan memang dr dulu pengen tahu soal jasa ini. Semoga dia kesini lagi ya. Atur suksema Bli.

  5. golda Says:

    wah, ulasan yg menarik.
    makin nambah wawasan!
    serem juga klo para sopir2 itu juga masih takut sama bajing loncat, walopun mreka punya bekingan seperti yg ada di stiker2 tsb. polisi mah lewatttt….

    salut ma sopir2 yg juga doyan gosipin BCL mau nikah.. hahaha

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    OMG, Kedatangan blogger artis nih, jadi malu ama postingan soal dunia kekerasan ini. Kawatir jadi takut naik truk hehehe. Thanks ya Golda, sudi mampir. Duh, kek nama warung aja, sudi mampir hahaha.
    Ulasan diatas adalah realita di jalanan. Sebetulnya ada lagi soal tekanan yg didapat dr atasan/perusahaan kepada para sopir itu. Sebetulnya kasihan. Mereka hanya bertahan pada kalimat, “Habis, mo kerja apa lagi Mas ?”. Keras banget jadi raja jalanan, beda banget sama band Radja ya ? :fyuh:

    Reply

  6. thelo Says:

    mas mas… gajah oling bukannya nama batik ???
    perkiraan awalku siy klo ketemu truk yg ada tulisan gajah oling, wagh.. berarti ini truk masih satu perusahaan dengan pengusaha batik itu 😀 tapi ternyata oh ternyata :fyuh: lah klo kita maen tempel aja tuh stiker misalnya, apa anggota tau “wah niy truk blon bayar jadi ga usah dijaga :)) ”
    piss pisssssss :oye:

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Pada awalnya tak kirain perusahaan pembuat kripik kok. Ternyata terbantahkan noq. Hahahahaha. Kek nya, jika asal tempel ataupun memang anggotanya akan kena 2 resiko, terbajak dan aman. Jika asal tempel, tidak akan bisa protes jika kena bajak kan ?

    Reply

  7. pande ndak baik Says:

    Hahaha…. baru dua hari lalu saya diskusi masalah ini dengan Bapak saya. Kebetulan sua truk Jasa Pengantaran Barang yang ada tulisan ‘Gajah Oling’. Bapak saya malah jauh lebih tahu ternyata. Gak heran sih, wong dia itu waktu muda dulunya Preman Kota Denpasar. :metal:

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Sip, ada kenalan baru mantan preman denpasar. Becking yang mumpuni dan masih disegani tuh Bli hahahaha.

    Reply

  8. a! Says:

    udah lama banget niat liputan soal ini. bikin indepth report gitu. tapi susah utk dapat narasumber. di ubung aku pernah lihat ada warungyg punya tulisan, “cabang gajah oling” tp bberapa hari lg pas aku ke sana, eh, udah ilang tulisane.

    ayo mas. lanjut lagi tulisane. bikin yg lebih dalem lagi. biar aku tinggal kopas di balebengong. 😀

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Wah, jeli banget bisa sampai tahu ada kantor cabangnya. Denger dari pak sopir itu, perusahaan ekspedisi Bali banyak yang menggunakan SEMUT MERAH mas. Kata pak sopir lagi, kantor pusat SEMUT MERAH ada di MOJOKERTO. Nah lo… Maunya pengen posting ke balebengong.net, tapi takut tidak ada relevansinya, salah satunya dengan aspek lokalitas berita. Klo mo di copas, gak papa kok.

    Reply

  9. kagendra Says:

    waduh paklik, saya jadi inget dulu waktu waktu masih sering numpang (basa kerennya hitch hiker) truk2 ke surabaya dari denpasar, waktu kuliah dulu….dan sepenggal cerita ini hanya bagian kecil dari kehidupan sopir sopir itu dijalan

    jadi inget record hitch hike dari bali ke bandung…………wahhhhh masa muda yang menyenangkan

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Walah pakde, ternyata pernah merasakan jadi free man ya. Pasti asik, kemana saja bs numpang. Tapi kek nya tdk berlaku utk truk tangki deh. Dah ada stiker bertuliskan Dilarang Menumpang. Kapan-kapan dicoba lagi hitch hiker nya ya pakde. Thanks ampirannya.

    Reply

  10. men bani Says:

    Terbukti blogger lebih berkuasa dari wartawan karena bisa langsung nulis apa pun dan lebih menarik pula….

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Aku pengen jadi jurnalis yang diperhitungkan dalam kancah jurnalisme wargah … :metal: Hahahaha, ibuknya bani ini pinter mengaduk-aduk semangat manusia ya. Cocok jadi motivator deh. Aku dukung terus utk jadi orator ulung ya bune bani.

    Reply

  11. Artha Says:

    seru banget ceritanya, jadi tahu apa makna gajah oling sekarang

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Yup, jangan sampai kek bowo ya bli. Apalagi saya. Dulunya gajah oling saya kira perusahaan pembuat kripik Thelo … **Lariiii dari amukan nya si Bowo.

    Reply

  12. Andri Says:

    He.. He.. Tiap orang ga bisa di nilai hanya dari penampilannya ya… Tp penampilan pertama image itu di bagun…

    Good artikel mas… Menambah wawasan.

    :top:

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Iya lo, pertama aku melihatmu, kurasa engkau tuh dukun cabul. Ternyata tidak. Kau adalah pendekar berwatak santun ^:)^

    Reply

  13. Yanuar Says:

    :hihi: jadi inget jaman SMA dulu.
    kl pas ngumpul ama preman pelabuhan ketapang, pasti dapet minuman macem-macem dari pak sopir2 tsb.

    dan yang lebih heboh adalah organisasi2 tsb punya cabang dimasing2 daerah loh mas.. ada juga semacam teliksandinya.
    isunya lagi, masing2 organisasi punya link dan backlink keseluruh kumpulan preman sepanjang jalur jawa sampe sumatra. 😀
    keren yaa…

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Gile loe Yan, temanmu para preman. Tuh yg suka nyebur di air sambil teriak-teriak lemparin uang koin apakah preman juga yak ? Hehehe. Aku yakin sih memang ada intel/sogotelik/teliksandi nya utk mengamankan jalur ekspedisi. Hebat ya. Polisi aja gak mampu. :bentur:

    Reply

  14. papa deddy Says:

    lho mas ikut jalur truk nya juga ??
    hi hi hi hi becanda
    halangan sopir masih lebih banyak lagi mas
    gak cuman dari para bajing loncat
    aparat dan admin angkutan truknya pun juga bikin pusing
    hi hi hi pengalaman pribadi saya

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Saya adalah pimpinan Aparat Gajah Oling mas huahahahaha. Heuh ya, halangan sopir adalah para pungli. Pengalaman yg hebat mas. Klo saya, pengalaman dengan truk adalah, suka cabutin tebu dalam angkutannya hahaha. Sampai naik-naik keatas, tangan kiri pegangan, tangan kanan jabutin tebu, padahal truknya jalan merambat. Fyuh, membahayakan yah.

    Reply

    papa deddy Reply:

    wah trus bikin es sari tebu
    enak banget tuh TOP BGT
    tapi bukan di daerah alas mrawan kan ???
    jangan jangan pernah ketemuan neh
    :))

    Reply

  15. Dewi Persik Says:

    dewi dah tau tentang ginian… apalagi gajah oling, itu katanya yang pegang setiap dandim , katanya sih :apaya:

    dulu dewi kan sering ngebor para sopir… ayo.. siapa yang mau do bor :love:

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Ah dewi, mata bor nya dah ganti berapa kali tuh ? Saya ada Gerindra .. eh gerinda dink, utk menajamkan bor dewi lo. Tapi gerindaku tumpul berkilau, tanpa kerut. Buhahahaha. Baladika Edan ! Lucu bro. Thanks

    Reply

  16. teeeeeeeemon Says:

    jadi kesimpulannya.??
    gajah oling guling-guling..

    *iseng..*

    Reply

  17. Putu Adi Says:

    Saya sering liat gajah oling aja, yang lainnya seperti semut merah saya ga ngeh. Mas Hendra ada rencana buat perusahaan gini juga ya? Bikin aja mas, ntar kan dibekingi blogger se-Indonesia.

    Kalau gajah oling di rampok semut merah apa jadinya ya? :apaya:

    Reply

  18. alfia Says:

    :top:
    saya tambahkan
    beberapa waktu lalu saya banyak berbicara dengan para kaum yg dikatakan kelas menengah ke bawah
    ada penjual angkring, nasi bungkus,penjual makanan di kereta, tukang sapu jala, tukang ban, dsb
    harus saya akui, mereka sejenis dengan sopir-sopir truk itu
    inteligensianya tidak boleh diremehkan
    andai para pemimpin kita spt mereka?

    Reply

  19. Hendra W Saputro Says:

    Guys, hari ini, kisaran tanggal 15 November 2008, polisi lagi ramai sekali menangkapi para preman. Termasuk kulihat mencopoti stiker-stiker organisasi yg sesuai dengan postingan diatas. Truk banyak dihentikan dan polisi mencopoti stiker-stiker itu. Wew. Rupanya polisi sadar akan fungsinya yah. Jadi Ge Er, jangan-jangan polisi habis baca postingan diatas kali ya huhauhauhuaa.

    Reply

  20. » Upaya Polisi Melawan Premanisme Terorganisasi » Hendra W Saputro Says:

    […] Jasa Pengawal Truk Juga Dibersihkan […]

  21. wira Says:

    tumben bisa main kesini..

    mantap nih liputannya mas

    Reply

  22. Audi Says:

    Wah menarik artikelnya mas. 😀

    Reply

  23. » Enda Nasution dan BBC » Hendra W Saputro Says:

    […] tim kerja saya langsung dibebaskan dari tagihan. Ketika posting soal ‘premanisme’ dan jasa kawalan ekspedisi, 1 bulan kemudian Kapolri memerintahkan untuk membersihkan preman dan organisasi ilegal jasa […]

  24. Masduki Says:

    Kepada Yth. Bapak/Ibu/Sdr/Sdri.
    Saya Masduki di Jambi. Saat ini di Jambi telah banyak dibudidayakan tebu buah sebagai bahan membuat es sari tebu yang menyegarkan. Tebu buah Jambi besar-besar dan airnya banyak serta memiliki rasa khas yang tidak dimiliki tebu dari daerah lain, sehingga cocok untuk dijadikan bisnis es sari tebu. Bila Anda berniat membuka usaha se sari tebu, saya siap untuk menjadi suplayer. Berminat silahkan call ke 081373212009.
    Terima kasih atas perhatiannya.
    Hormat saya
    Masduki

    Reply

  25. reny Says:

    wah dari dulu memang saya tertarik banget sama tulisan2 di truk2 angkutan yang nampang dibak truk2 itu… GAJAH OLING gitu tulisannya. :D: nah.. sempet juga disinggung bahwa gajah oling itu organisasi, ini membuat saya semakin ingin tahu. otomatis struktur organisasinya pasti ada. klo ada mohon donk beri tahu saya… :hihi: ya bagaimana sih struktur organisasinya dengan lengkap gitu… please ya…. klo dijawab sesuai harapan berarti yang bales buaek hati n nggak sombong plus dermawan.. uhuy.. :))

    Reply

  26. massweko Says:

    info lengkapnya juga ada di truk_dan_pengawalan@yahoogroups.com

    Reply

  27. owo Says:

    iya sama klo tulisan KUTUNGGU JANDAMU ATAU KU BUNUH SUAMIMU

    itu apa sih artinya 😀 😀 :))

    kali aja itu organisasi juga yah…..

    Reply

  28. gajaholing Says:

    salam kenal..

    Reply

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me