Kenapa Kegiatan di TDA (Selalu) BerBayar?

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Ijinkanlah sebagai pelayan komunitas wirausaha TDA Bali yang saat ini diberikan amanah jadi koordinator pelayan periode 2016 hingga 2019, saya memberikan jawaban atas pertanyaan yang jadi judul artikel ini.

Saya ulangi lagi “Kenapa kegiatan di TDA (selalu) berbayar?” Kalimat ini timbul dari pertanyaan beberapa anggota TDA Bali. Mungkin juga timbul dari anggota TDA daerah lain / masyarakat umum, yang juga mungkin terbiasa gratisan atau terbiasa dapat uang saku dari institusi tertentu jika selesai hadiri kegiatan wirausaha. Saya pernah ingat juga ada salah satu blogger yang menanyakan kegiatan TDA kok selalu bayar. Saya akan coba menjelaskannya.

Kegiatan di komunitas wirausaha TDA ternyata ada yang berbayar dan ada yang TIDAK berbayar alias GRATIS. Kalimat saya ini sebelumnya sudah terdiskusikan dengan para ketua TDA daerah di seluruh Indonesia. Dan juga diketahui oleh pengurus TDA pusat.

Saya mencoba menjawab sesuai lingkup di TDA Bali. Tapi bisa jadi di TDA daerah lain juga mirip-mirip karena pada dasarnya program kerja TDA itu diadopsi dari pusat dan juga hasil inspirasi dari daerah-daerah lain.

Di TDA Bali, pengurus telah melaksanakan program kerja ini: Saling Sharing (SALSHA), Kuliah WhatsApp (KULWA), TDA Visit Preneur, TDA Peduli, TDA Perempuan, TDA Leadership Camp (TLC), Pesta Wirausaha Bali, Kelompok Mentoring Bisnis (KMB), 8 Workshop Series, Seminar, Kopi Darat (KOPDAR), TDA EntrepreneRun, Event Insidentil/dadakan. Download Profil TDA Bali ya.

* Kegiatan TDA apakah yang Tidak Berbayar alias Gratis?

– Yang tidak memerlukan biaya.
– Yang bisa ditanggung oleh seseorang/donatur/sponsor.
– Yang TDA tidak perlu mengeluarkan uang kas.

Contoh kegiatan yang bisa digratiskan adalah SALSHA, KULWA, TDA Visit Preneur, KMB, KOPDAR. SALSHA ini berlangsung di grup WhatsApp dan berupa sharing dari masing-masing anggota TDA tentang cerita hidup dan bisnis nya. KULWA berlangsung di grup WhatsApp berupa presentasi materi teknis bisnis.

TDA Visit Preneur

TDA Visit Preneur adalah kunjungan ke kantor/pabrik/unit bisnis salah satu member TDA. KMB ini kelompok intensif untuk memajukan bisnis. KOPDAR adalah ajang bertemu silaturahim para anggota dan biasanya berkumpul makan bersama dengan biaya sendiri-sendiri.

* Kegiatan TDA apa yang TIDAK bisa digratiskan/harus bayar?

– Yang memerlukan biaya belanja.
– Yang TIDAK bisa ditanggung oleh seseorang/donatur/sponsor.
– Yang pengurus TDA perlu mengumpulkan kas (penggalian dana).
– Dengan tujuan tertentu misal agar peserta jadi lebih serius, menghargai acara, memorable.

Contoh kegiatan yang biasanya berbayar, tidak bisa digratiskan adalah: TDA Leadership Camp (TLC), Pesta Wirausaha, 8 Workshop Series, Seminar, TDA EntrepreneRun. Mayoritas kesamaan kegiatan ini adalah harus menggunakan gedung yang ber AC, harus ada makan siang, coffee break, undang pembicara (butuh tiket transportasi, akomodasi dan konsumsi).

Kadangkala untuk menekan biaya investasi anggota, pengurus mencari sponsorship. Kadang kerjasama dengan pemerintahan meminjam ruangan (semisal PLUT milik Dinas Koperasi). Meminjam ruangan restoran yang ada coworking space nya. Tentunya dengan persyaratan tertentu yang kiranya tidak memberatkan anggota dan pengurus TDA.

Secara pendanaan, masing-masing kegiatan tersebut ada yang surplus dan ada yang minus. Kalau surplus maka dana nya masuk ke kas. Kalau minus maka kas harus siap berkorban untuk menutupi kekurangannya. Setiap kegiatan TDA Bali tidak ada kata merugi ya. Semuanya menguntungkan. Kekurangan duit itu namanya minus, bukan rugi.

Kadang anggota TDA tidak harus mengetahui kondisi minus tersebut. Pengurus lah yang tahu. Dana kas biasanya dilaporkan pas periode kepengurusan berakhir.

Kegiatan yang berbayar manfaatnya juga dikembalikan lagi kepada anggota. Mereka merasakan manfaat ikut kegiatan dengan nyaman, konsumsi terjamin, ATK ada, ilmu ‘daging’ semua, dan mungkin beberapa penghargaan atau manfaat lainnya.

Kegiatan berbayar juga merupakan komitmen dari anggota dan pengurus/panitia. Komitmen untuk melayani yang terbaik, berikan acara yang berkualitas, kenyamanan dan aura spirit untuk scaleup.

Ada yang bilang, “Lalu apa bedanya kegiatan berbayar oleh EO dengan TDA?” Jawabannya: Kalau EO mencari profit, namun kalau TDA mencari benefit. EO untuk shareholder, TDA utk stakeholder.

* Sosial di TDA dan Kas untuk Apa?

TDA salah satunya punya divisi bernama TDA Peduli dan TDA Perempuan. Rata-rata divisi ini dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan sosial. Apakah anggotanya bayar? Ya, mereka bayar dengan status sedekah, donasi. Contoh di Bali kita menggerakkan anggota dan masyarakat umum untuk santunan korban letusan Gunung Agung. Kemudian pernah ke korban kebakaran. Pernah juga ke Yayasan Kanker Anak.

Selain dari anggota, TDA melalui kas nya juga ikutan membantu di kegiatan sosial. Tak hanya di Bali. Misal ada bencana gempa di Lombok, Palu, dan banjir di Sentani Papua, rekening kas TDA Bali pun ikutan dikuras.

Organisasi tanpa uang kas dipastikan bakal sulit berkembang. Mungkin mati suri. Bahkan tinggal menunggu mati saja. Kas di TDA Bali kadang dipergunakan untuk memberangkatkan perwakilan pengurus nya untuk mengikuti acara-acara TDA nasional. Semisal ada Rakernas TDA. Perwakilan pengurus ditanggung transport dan akomodasi nya oleh kas. Kadang pula kas digunakan untuk menjamu tamu penting TDA dari pusat maupun daerah lainnya.

* Pembicara dari internal TDA dibayar 2M

Menjadi narasumber atau pembicara sebuah workshop atau seminar itu enak! Dapat honor lho. Langsung dapat amplop atau kadang ditransfer. Itu saya rasakan sendiri selama jadi pembicara disana, disini, disono.

Namun kalau saya berbicara di TDA beda, akan dapat 2M. Makasih Mas! Ya, ini budaya yang serius menahun ada di TDA. Budaya ini berlaku juga bagi pembicara TDA lainnya.

Artinya, jika pembicara itu adalah masih anggota TDA maka dia hanya berhak dapatkan tanggungan transportasi, akomodasi, dan konsumsi. Paling mewah adalah dapat oleh-oleh.

Kenapa kok tidak dapat honor? Bakal bertentangan dengan Visi, Misi dan Value TDA. TDA menjunjung tinggi budaya berbagi. Memberi adalah mulia.

Omongin pengalaman saya aja ya. Saya jadi pembicara di Pesta Wirausaha TDA Bali dan tak pernah dapat honor. Saya diundang jadi pembicara di Pesta Wirausaha TDA Sangatta, Kalimantan Timur sono juga tidak dapat honor.

Saya mengisi 8 Workshop Series 2 hari tentang internet marketing di TDA Bali juga tidak dapat honor. Bahkan di level nasional, saya diundang jadi pembicara pada kelas teknis di Pesta Wirausaha Nasional pun tidak dapat honor! Saya hanya dapat 2M saja. Makasih Mas! Hehehehe. Para pembicara yang juga anggota TDA pun merasakan seperti yang saya rasakan. Sama saja.

Apakah saya tertekan? Tidak! I’m Happy! Saya bisa berbagi. InshaAllah itu kontribusi positif yang nantinya saya pertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. Dia pasti tanya, waktu saya untuk apa? Ilmu saya untuk apa? Dengan dibegitukan di TDA, saya bisa ‘wadul’ sama Allah hahahaha.

Ada cerita unik dari TDA daerah lain, yang jelas bukan Bali ya hehehe, pembicara dari TDA malah ‘ditodong’ ikut urunan uang untuk menambal kerugian acara hahaha. Udah capek cuap-cuap, ikut nanggung ruginya acara. Hahaha, itulah unik nya TDA!

Trus jadi pembicara di TDA tidak dapat duit dong? Hey, Tuhan sudah persiapkan duit diluar TDA. Contoh jadi pembicara di event Sampoerna, saya dapat honor juta’an. Balai Diklat Industri, dll dapat honor kok. Allah Maha Adil dan Maha Penyayang.

TDA adalah salah satu tempat mencetak amal ibadah berkualitas tinggi! Kemudian TDA adalah keluarga baru bagi saya. Ibarat keluarga, kita bicara apa saja namun nilai plus di TDA adalah kita bisa bicara bisnis juga. Ilmu dan kolaborasi cring-cring nya.

* Setelah bayar iuran, Saya dapat apa dari TDA?

Anda mau gabung ke TDA untuk apa? Pastinya ingin sukses, ingin naik kelas, ingin dapat solusi bisnis, dapat ilmu bisnis. Atau ingin dapat kenalan baru. Ya kan?

Jika Anda dalam posisi menuntut, menunggu diberi, yakinlah itu mental miskin mirip pecundang. TDA adalah alat, wadah, rumah, dan atmosfer yang mempunya visi, misi dan nilai-nilai. TDA tidak akan ubah nasib Anda jika Anda sendiri tidak inisiatif, memulai aksi menerapkan nilai-nilai yang ada di TDA.

Jika Anda bergabung di TDA dengan niat dapat duit, maka Anda tidak akan bertahan lama. TDA menjunjung tinggi budaya berbagi. Memberi adalah mulia. Sekali Anda memberi maka akan mendapatkan pemberian balik bertubi-tubi dari anggota lainnya. Mrinding kan?

Itu!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


1 Comment

  1. PanDe Baik May 15, 2019 at 4:41 am

    ih Mas Hendra memang menginspirasi ?

    Reply


Leave A Response