Masa Depan Website Akan Sunset? Punah?

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Siapkan camilan dan kopi. Tulisan ini bakal panjang dan menarik! Menurut saya 😀

The future adalah miliknya Youtube Pak Hendra! Trus jika ingin cepat jualan dan dapat omzet, orang harus manfaatkan Instagram dan Marketplace. Saya sudah pusing dengan website dan SEO nya itu,” pendapat Pak Slamet, pelanggan saya yang buat website asesoris di BOC sejak tahun 2006. Itu sudah 13 tahun berlalu ya.

Saya sempat spechless dengan fakta-fakta yang beliau ungkapkan sebagai hasil dari perjalanan pengalaman nya berbisnis menggunakan aset digital. Ya, Pak Slamet adalah generasi pemuja SEO pada jaman nya. Menjadi top 10 di Google adalah keniscayaan terbukanya kekayaan. Namun itu dulu. Sekarang beliau sudah tidak utamakan SEO sebagai faktor penentu kesuksesan bisnisnya. 5 tahun terakhir beliau mempunyai fakta 95% sales online berasal dari market place yaitu Alibaba.

Disanalah, marketplace memang tempat berkumpulnya para buyer. Saat ini paling cuma 5% saja sales online saya dapat dari website. Itupun diperoleh dengan berpusing ria dulu. Semakin di SEO kan, semakin banyak tuyul dan setan gundul yang datang,” kata Pak Slamet. Saya ketawa keras hahahaha namun masih belum faham artinya. Terkhusus pada kata Tuyul dan Setan Gundul.

SEO semakin baik maka website akan sering didatangi oleh robot-robot search engine. Contoh seperti googlebot, bingbot, baiduspider, dll. “Habis-habisin bandwidth saja,” protes Pak Slamet. Robot itulah Tuyul itu hahaha.

Dulu saya pusing dengan kiriman email-email nggak jelas. Ratusan email spam saya hapusin dalam sehari. Sekarang pusing nya saya pindahkan ke admin saya hahaha,” kata Pak Slamet. Batin saya, “Website nya tidak di host di server BOC sih. Kan punya SpamAssasin.” Ya semenjak volume bisnis nya meningkat, Pak Slamet gunakan dedicated server sendiri. Tidak gunakan shared hosting nya BOC lagi. BOC masih belum sediakan dedicated server.

Rupanya spammer itulah setan gundul itu hahahaha.

The Power Of Media Sosial, Marketplace dan Youtube

Putri Pak Slamet, Sindy namanya, menjadi jutawan belia setelah fokus 5 tahun terakhir bisnis asesoris gunakan Instagram saja. FB Fanspage nya pun malas-malasan diupdate. “Saya sebagai pemuja SEO sampai saya buatkan website lho Pak!” kata Pak Slamet. Namun tetap saja hampir semua sales online datangnya dari Instagram.

Kemudian Pak Slamet cerita keponakannya yang 2 tahun lalu lulus cumlaude dari universitas terpandang, kebingungan selalu gagal tes kerja di BUMN. “Pinternya nggak kurang-kurang Pak. Sempat stres dan bingung karena nggak diterima kerja. Ya sudah dia saya ajak keliling ke Sukawati, Tegalalang cari supplier baju-baju Bali. Saya kenalkan dengan bisnis. Nanti bajunya di upload ke Instagram dan biar dibantu oleh Kak Sindy,” cerita Pak Slamet.

Keponakan Pak Slamet juga membuka toko di marketplace Shopee untuk jualan baju Bali. Beberapa bulan kemudian nggak kuat karena persaingan nya ketat dan harga nya hancur-hancuran. Lantas kemudian pindah jenis baju nya. Keponakannya memilih baju muslimah, Gamis.

Dari yang dulu reseller sekarang jadi produsen Pak! Saya suruh lirak-lirik desain baju gamis lain dan memodifikasinya. Saya kenalkan dengan para penjahit baju. Eh 2 tahun kemudian sekali upload PO nya sudah ribuan Pak. Orderan dihandle oleh ketiga admin nya, dan bajunya digarap belasan penjahitnya,” masih cerita Pak Slamet dengan bangga.

Beberapa waktu lalu, iseng-iseng Pak Slamet tanya ke keponakannya, “Itu lho ada lowongan pekerjaan BUMN, daftar aja sana. Dia geleng-geleng kepala Pak hahahaha,” gelegak Pak Slamet.

Jadi keponakan beliau fokus dagang di Instagram dan Shopee saja. Ditawari website tidak mau.

Pak Slamet berkeyakinan, “Sekarang bikin website seperti wasting time saja Pak. Andalkan SEO ya tidak bakal terjadi orderan dalam waktu singkat. SEO itu butuh tahunan. Ngiklan di Google Ads (SEM) kompetisinya juga tinggi. Isinya banyak pertanyaan saja. Bisnis anak milenial sekarang gunakan Instagram dan marketplace. Follower nya real dan marketplace menjanjikan free ongkir. Ini lebih menarik di mata konsumen. Kemudian para milenial berlomba-lomba jadi Youtuber dan Vlogger. Pendapatannya juga banyak lho Pak.

Dalam hati kecil Pak Slamet ternyata masih ada keyakinan tentang website. Terbukti dengan pertanyaannya beliau, “Sekarang saya masih bingung cara mengawinkan antara website dan Youtube. Saya pikir masih ada korelasinya. Gimana caranya Pak Hendra?

Saya pun menjelaskan strateginya dan berujung dengan telapak tangan Pak Slamet TOAST dengan tangan saya! Hahahaha.

Website Tidak Penting?

Pendapat Pak Slamet tentang Youtube saya Amini. Kenapa? Koneksi internet sekarang sudah cepat. Putar video Youtube lancar berkat koneksi 4G. Apalagi nanti bakal ada teknologi 5G dan 6G? Orang bakal utamakan video daripada baca. Orang bakal utamakan video daripada melihat gambar statis. Produk tidak lagi ditampilkan melalui foto namun lebih interaktif dengan video. Pak Slamet meyakini profesi photographer produk bakal tenggelam. Sekarang saja foto produk gunakan smartphone sudah bagus. Orang bisa beli box foto dan motretin sendiri. Tampilan kurang manis tinggal poles gunakan aplikasi. Jadi deh. Videographer bakal laris.

Nah sekarang apakah website buang-buang waktu? Saya pikir tidak. Mungkin berlaku di kategori perdagangan tertentu saja yang tidak butuh website. Berlaku bagi yang berfokus di harga untuk Unique Selling nya. Fungsi website masih relevan untuk publikasi profil bisnis di segala kategori. Kemudian untuk branding dan kegiatan e-commerce lainnya.

Jawaban kenapa website tidak penting bisa baca di tulisan saya lainnya berjudul: Cukupkah Bisnis dengan Medsos? Website Tidak Penting?

Kembali pada insight Youtube, Pak Slamet menantang saya seperti ini, “Pak Hendra itu sering bicara dimana-mana. Seminar dan workshop. Itu kan audience cuma sekelumit saja Pak. Padahal ilmu nya Pak Hendra harus dinikmati khalayak banyak. Trus Pak Hendra harus seperti milenial lainnya, jadi vlogger hahaha.

Baiklah, keesokan harinya, saya mencoba menjadi vlogger yang bermanfaat. Berbekal laptop saja dengan aplikasi Quicktime dan imovie, jadilah vlog saya hahaha. Silakan menyimak vlog perdana saya dengan judul Google itu ‘Buta’. Ingat untuk SUBSCRIBE ya, biar semangat hehehe. Ini Channel nya.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


Leave A Response