Menjajal Taxi Mercedes Benz!

Naik taxi mah sudah biasa ya. Namun saya pernah menjajal keluar dari zona biasa itu untuk rasakan taxi dengan jenis kendaraan yang tak biasa. Saya jajal taxi sedan jenis Mercedes Benz!, milik si Blue Bird yang posisi parkir di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Saya lupa nama hotel nya, dan ternyata jika posisi di airport bisa order online gunakan golden bird reservation lho.

Taxi Mercedez Benz Silver Bird

Ketika jajal taxi Mercedes Benz karena teman saya Saat Prihartono tidak bisa antar dari Mega Kuningan, Jakarta ke hotel saya di kawasan Blok M. Diturunkan di hotel berbintang dan disana standby 2 taxi. Blue bird dan Express. Beda dua taxi itu adalah Blue Bird Mercy dan Express pakai Vios. Ah Mercy aja! Biar ada pengalaman hidup naik taxi Mercedes Benz hehehe.

Saya harus di Jakarta dalam rangkaian program Google Gapura Digital yang telah terselenggara di 14 kota di Indonesia. Sebagai wakil dari Bali, saya akan menerima modul baru dari Google Indonesia yang nantinya akan tersampaikan ke para fasilitator di Bali melalui acara Train The Trainer selama 2 hari. Modul itu untuk fasilitator program Gapura Digital dan WomenWill.

Waktu itu hari akhir di kantor Google Indonesia pada 30 Januari 2019. Saya bersama wakil fasilitator dari 14 kota menerima materi akhir dari pagi sampai sore. Selanjutnya dijemput teman kuliah di Universitas Udayana untuk kumpul bersama makan malam. Ceritanya reunian lah antara saya, Saat Prihartono dan Reza Hendrawan.

Kembali ke Mercy tadi ya.

Ketika saya keluar dari Pulau Bali, rasanya juga jalan-jalan. Padahal di Bali tempatnya jalan-jalan kan? Hehehe. Saya sudah tinggal lebih dari 20 tahun di Bali dan sepertinya sudah biasa dengan destinasi wisata disana. Maka ketika bertugas keluar Bali saya gunakan sebaik-baiknya memberikan makna something different untuk pengalaman hidup ini. Ya termasuk jajal taxi Mercedes Benz itu.

Maka saya nikmati betul ketika berada dalam taxi Mercy tadi. Kursinya empuk dan jarak lutut saya masih jauh dengan kursi depan. Maklumlah saya kan 181 cm tingginya. Mercy nya kedap suara alias senyap. AC dingin dan driver nya santun. Artinya dia akan menjawab jika saya ajak bicara. Klo obrolan selesai ya senyap lagi. Dasar saya tidak terbiasa senyap maka banyak tanya. Driver nya sudah berumur dan rupanya pensiunan TNI. Waaaw! Mrinding!

Kenyamanan dan pengalaman naik taxi Mercy tadi sepertinya perlu diulang kembali deh. Apalagi setelah tahu si Blue Bird punya divisi Golden Bird yang siap standby di bandara-bandara kota besar di Indonesia. Saya cek di Ngurah Rai Airport ada! Bisa transfer dari bandara ke rumah nih. Trus, jenis mobil nya tidak hanya Mercedez Benz melainkan yang premium ada Alphard dan Camry. Klo mau standard ya bisa pake Avanza dan Innova.

Selain di Bali, Golden Bird juga ada di Medan, Yogyakarta, Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang, Lombok, Solo, dan Manado. Wuah klo Lombok jadi ingat Mas Amir Muslim, sahabat rasa saudara yang jadi kepala Blue Bird nya sana. Mungkin bisa dapat voucher atau diskon dari dia hahaha.

Klo ditanya kenapa pilih Golden Bird? Ternyata layanannya 24 jam!, dengan waktu penjemputan yang fleksibel dari pelanggannya. Trus driver nya bisa menunggu klo pelanggannya kena delay penerbangan. Tanpa harus antri di airport, bisa antarkan pelanggannya ke rumah atau kemana aja. Begitupula bisa menjemput pelanggannya untuk ke airport.

Well, bakal masuk ke daftar eksekusi traveling nih.

Bagikan Yuk


Leave A Response