Pondasi Sektor Jasa Ada di Sapa dan Senyuman

Siang Coach, Siang Pak.” Sapa dan senyum dari para mahasiswa mahasiswi yang melintas di perjalanan kami menuju ruangan seminar. Berkali-kali aneka sapa dan senyuman, kelihatan gigi ataupun tersungging, menghampiri langkah kami. Mereka inisiatif untuk sapa dan senyum.

Kampus Elizabeth International

Pengalaman itu saya dapatkan di Kampus Elizabeth International milik Coach Nyoman Sukadana. Sebuah institusi pendidikan pariwisata dan perhotelan yang saya pikir sedang naik daun dan hits di Bali.

Ada kurang lebih 1.300 mahasiswa/i untuk angkatan tahun ini mas,” kata Coach Nyoman kepada saya, sambil berkeliling tour memperkenalkan area dan ruangan kampus nya. Modern, homie, green, dan penuh kehangatan. Itu yang saya rasakan di kampus ini.

Sapa dan senyuman itu lho yang belum pernah saya dapatkan dari kampus-kampus manapun di Indonesia. Inisiatifnya Mrinding!

Saya bertanya ke Coach Nyoman, apa rahasianya mereka para mahasiswa/i berinisiatif untuk sapa dan senyum kepada para tamu? Meski mereka bergerombol terlihat berbincang, masih sempat-sempat nya nge-pause dan menyapa saya. Pasti ada SOP (Standart Operating Prochedure) yang diinstal di otak mereka, batin saya.

Kampus Elizabeth International

Sebelum masuk pendidikan di kampus, mereka kami kumpulkan dulu di kegiatan Youth Leadership Training. Disanalah segala hal yang saya dapat dari ilmu Antony Robins dan para motivator lain, saya berikan ke para mahasiswa. Hidup mereka di dunia hospitality, maka komunikasi, keramahan, dan sikap (attitude) menjadi dasar sebelum mereka mempelajari ilmu pasti.” Aha ini formulasinya!

Saya berfikir bahwa untuk memulai sapa dan senyuman pastinya berat untuk beri ketulusan dan keikhlasan didalamnya. Namun, sapa dan senyuman itu sama seperti sedekah. Awalnya berat dan mungkin belum sepenuhnya ikhlas. Namun jika dibiasakan, dilakukan berulang-ulang, keikhlasan itu akan datang dengan sendirinya. Ya, that’s my personal experience. Para mahasiswa itu melakukannya berulang-ulang dan ketulusan itu saya lihat langsung dari raut wajah dan gesture tubuh mereka. Salute!

Sektor Jasa Cukup Menjanjikan di Indonesia

Saya datang ke Kampus Elizabeth International dalam rangka jadi pembicara mewakili Gapura Digital. Membagikan ilmu dan pengalaman tentang Mengembangkan Bisnis Jasa kepada para mahasiswa. Mereka berkumpul di aula seminar dari beragam jurusan.

Kampus Elizabeth International

Mereka generasi bangsa, akan menjadi pejuang di sektor jasa utamanya perhotelan dan pariwisata. Ada yang ingin jadi entrepreneur dan jadi profesional di perusahaan berbasis hospitality.

Hal-hal yang saya sampaikan ke mereka adalah tentang memahami bisnis indutri jasa, meningkatkan penjualan melalui strategi marketing, cara meningkatkan kualitas layanan jasa, dan memahami pentingnya aspek tim internal.

Trik dan tips tentang The Power Of Digital Marketing pun saya coba berikan kepada para mahasiswa, walaupun porsinya tidak banyak seperti modul-modul lain yang memang mengkhusus ke hal tersebut. Seminar berjalan interaktif, menarik, hangat, dan penuh canda juga hehehe.

Perekonomian nasional ditopang oleh sektor primer (pertanian dan pertambangan), sektor sekunder (industri manufakturing), dan sektor tersier (jasa). Meski tersier, kontribusi sektor jasa mencapai 54% dari produk domestik bruto nasional lho, dengan 47% tenaga kerja bekerja pada sektor ini.

Industri sektor jasa memiliki nilai jual yang cukup tinggi di 2019. Untuk itu, kita harus memanfaatkan peluang tersebut,” kata Faisal Basri pakar ekonomi Indonesia.

Contoh bidang bisnis pada sektor jasa diantaranya: jasa teknologi informasi, jasa perhotelan dan pariwisata, jasa layanan kesehatan, jasa perbankan, perhubungan (darat, udara, laut), telekomunikasi, berita, dll, banyak!

Bisnis saya dan kampus yang Coach Nyoman pimpin adalah sama-sama berada di sektor jasa. Melihat omongan Pak Faisal Basri, saya jadi semakin optimis!

Coach Nyoman Sukadana Kampus Elizabeth International

Apalagi pengalaman dapatkan sapa dan senyuman di kampus tadi jadi pondasi dasar jalankan perekonomian di sektor jasa, jadi SOP atau bahkan jadi Undang-Undang!, mungkin bakal meningkatkan index kebahagiaan hidup di Indonesia hehehe. Semoga ya.

Terima kasih Ya Allah bisa bertemu kembali dengan Coach inspirator dan mentor saya, Coach Nyoman Sukadana! Saya pertama kali bertemu beliau di medio tahun 2010 an pada jaman geliat mentoring Entrepreneur University (EU) nya Pak Purdi E Chandra.

Coach Nyoman pernah jadi mentor membawakan materi Marketing With Love. Saya terapkan juga. Maknyuss! Terakhir berkomunikasi intens dengan Coach Nyoman adalah ketika beliau saya mohon untuk jadi pembicara di Pesta Wirausaha Bali 2018. Terima kasih Coach!

Dokumentasi Video Pendek

Bagikan Yuk


Leave A Response