Buka Puasa di Keluarga Hindu

Sebuah keserasian Pluralisme Beragama ala Bali Outbound Community (BOC).

Sebuah anugerah untuk hidup dan bernafas, dan sebuah kenikmatan hidup dalam perbedaan. Bubar BOCKomunitas yang saya ikuti ini memang penuh dengan perbedaan. Anggotanya beda-beda pekerjaan, beda kesukaan, beda postur tubuhnya, beda jenis kelaminnya, dan diantara perbedaan yang ada, beda agama tentunya sudah pasti. Ada yang beragama Islam, Hindu, Kristen, dan penganut kepercayaan.

Kebetulan, bulan ini adalah Ramadhan, ketika umat Islam menunaikan ibadah puasa dan buka puasa adalah salah satu aktivitas dalam menjalankan ibadah itu. Kali ini, kami sepakat untuk berbuka puasa di rumah Bli Ketut Sidharta, seorang Hindu yang taat. Tanpa risau sama sekali, rumah Bli Ketut Sidharta saya pakai untuk buka puasa dan sholat maghrib berjamaah dengan para anggota BOC lainnya yang beragama Islam. Sungguh sejuk hati ini.

Kami sepakat bahwa buka puasa ini adalah ajang silaturahmi (berkumpul bersama dalam hangatnya kekeluargaan), maka biaya berasal dari saweran bersama. Menu yang ada mulai dari dari es blewah, kolak, ayam betutu, sate, balado terong, nasi jinggo, spagetti dan teh botol.

Saya sempat berpikir mendalam mengenai perbedaan yang ada dalam komunitas ini. Perbedaan yang berujung kepada manis nya kehidupan. Sungguh indah bila perbedaan agama di dunia ini disikapi dari hal-hal kecil seperti ini. Dalam Islam sendiri mengakui adanya pluralisme beragama. Pengakuan terhadap mahluk lain yang berbeda-beda.

Bubar BOC Bubar BOC

Pada dasarnya, pluralisme adalah sebuah pengakuan akan hukum Tuhan yang menciptakan manusia yang tidak hanya terdiri dari satu kelompok, suku, warna kulit, dan agama saja. Tuhan menciptakan manusia berbeda-beda agar mereka bisa saling belajar, bergaul, dan membantu antara satu dan lainnya.

Pluralisme mengakui perbedaan-perbedaan itu sebagai sebuah realitas yang pasti ada di mana saja. Justru, dengan pluralisme itu akan tergali berbagai komitmen bersama untuk memperjuangkan sesuatu yang melampaui kepentingan kelompok dan agamanya.

Suatu pluralisme yang kita bangun dalam BOC menjanjikan keterbukaan (inklusivisme), suatu prinsip yang mengutamakan akomodasi, bukanlah konflik perbedaan yang ada. Masing-masing agama mempunyai berbagai klaim kebenaran yang ingin ditegakkan terus, sedangkan realitas masyarakat yang ada terbukti heterogen secara kultural dan religius.

Oleh karena itu, inklusivitas menjadi penting sebagai jalan menuju tumbuhnya kepekaan terhadap berbagai kemungkinan unik yang bisa memperkaya usaha manusia dalam mencari kesejahteraan spiritual dan moral.

Realitas pluralitas yang bisa mendorong ke arah kerja sama dan keterbukaan itu, secara jelas telah diserukan oleh Allah Swt dalam QS. Al-Hujurat ayat 14. Dalam ayat itu, tercermin bahwa pluralitas adalah sebuah kebijakan Tuhan agar manusia saling mengenal dan membuka diri untuk bekerja sama.

All pictures by Ivant

Ayo share

Bagikan Yuk