‘Panggling’ vs Facebook

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Aneh jika jaman sekarang ada percakapan “Wah lama tak jumpa, sekarang sudah dewasa ya, kumisan dan lebat, anaknya sudah sembilan, dulu pas terakhir ketemu belum punya momongan“. Kemudian pembicaraan berakhir pada, “Alamatmu dimana ? ntar deh klo kebetulan pas lewat dikotamu aku akan mampir“. Duh, masih terkesan basa-basi banget.

Mungkin tidak berasa aneh jika mereka memang belum mengenal internet, ataupun mereka yang secara kurang beruntung terpinggirkan oleh perkembangan jaman. Padahal, internet beserta informasi didalamnya menawarkan ‘sesuatu’ tanpa batas. Perkembangan diri dan lingkungan sekitarpun terdokumentasi baik melalui teknologi ini.

Secara lahiriah, manusia ingin selalu terhubung satu sama lain. Karena manusia adalah mahluk sosial. Fasilitas untuk saling terhubung pada jaman non-internet akan bergantung kepada jaringan telekomunikasi dan infrastruktur transportasi. Pada jaman itupun manusia akan terbelenggu oleh kesibukan kerja, keluarga, jarak dan waktu. Sehingga hampir dipastikan kesempatan untuk bersua teman lama atau keluarga jauh terjadi dalam hitungan waktu saja. Mungkin terjadi pada waktu liburan lebaran, ataupun hari-hari besar lainnya.

Ketika ada masa dan bertemu bersama, maka kalimat-kalimat romantisme sejarah akan muncul. “Duh, aku ‘panggling’ (lupa-lupa ingat) sama kamu lo, maaf ya tidak sapa kamu pas di pasar tadi“, “Kamu dulu kan jerawatan, sekarang kok mulus. Dikasih apa sih ?Diampelas“. Dan lain sebagainya.

Lambat laun, jaman bergerak memunculkan sebuah jaringan, tanpa batas waktu dan jarak, bahkan wilayah. Internet menjadi jaringan ampuh untuk saling terhubung satu sama lain. Teknologi website silih berganti bergeser sesuai kebutuhan. Dulu, website hanya dijadikan informasi searah saja. Yaitu hanya menyampaikan ide dari pemiliknya. Tapi yang terjadi sekarang adalah, sebuah website harus mampu menyampaikan ide 2 arah, bahkan dari berbagai arah. Teknologi website tersebut dikenal dengan sebutan Web 2.0.

Contoh website menggunakan teknologi Web 2.0 adalah website blog, jejaring sosial seperti Friendster atau Facebook, flickr, dll, yang intinya mampu menampung ide/gagasan dari semua pihak, baik pemilik website itu sendiri maupun pengunjungnya.

Berkaitan dengan kehidupan bersosial, website bertema jaringan sosial (social networking) pun menjadi populer. Website tersebut mampu membawa manusia dalam pertemuan untuk berinteraksi satu sama lain. Bertemu teman lama yang lama tak bersua, bisa kembali bersatu, melihat foto-fotonya, tahu kegiatan hidup masing-masing, reunian, bahkan bisa saling memperkenalkan teman dan akhirnya berjodoh.

Tentunya lagi, kalimat-kalimat narsis seperti dikemukakan diatas akan hilang, karena satu sama lain akan tetap mengetahui perkembangan hidup masing-masing dari masa demi masa. Dari situ tercipta komunikasi searah maupun dua arah tanpa batas waktu, jarak dan wilayah. Jadi satu sama lain serasa begitu dekat meski terpisahkan oleh jarak dan wilayah.

Banyak website menawarkan beragam fasilitas untuk berinteraksi secara sosial. Website itu bertebaran seperti contoh : Friendster, Hi5, Fupei, Tagged, Myspace, Grouply, Classmates, Orkut, Multiply, Facebook, dll. Lihat daftar website social networking. Fyuh banyak banget.

Tapi, khusus di Indonesia, website jejaring sosial populer adalah Friendster, Multiply dan pada perkembangan terakhir Facebook. Saya sendiri sejak tahun 2004 sudah ‘kepincut’ punya profil di Friendster. Cukup kenyang dengan Friendster, saat ini pun bergeser aktif punya profil di Facebook.

Apa yang saya temukan di Facebook ?, ternyata memang beda dengan website pertemanan lainnya. Dalam facebook, ada ribuan aplikasi terbagi dalam berbagai kategori, mulai chat, game, pesan instan, upload foto, komentar foto, beragam interaksi, sampai urusan seni, hobi, politik dan berbagai hal lainnya. Sifat keanggotaan situs ini sangat terbuka. Jadi, data yang dibuat tiap orang lebih jelas dibandingkan situs pertemanan lainnya. Hal ini yang membuat orang makin nyaman dengan Facebook untuk mencari teman, baik yang sudah dikenal ataupun mencari kenalan baru di berbagai belahan dunia.

Saya pribadi kagum akan kehebatan Facebook dan ingin sharing tentang sejarah Facebook tercipta.

Facebook ini sebenarnya dibuat sebagai situs jaringan pertemanan terbatas pada kalangan kampus pembuatnya, yakni Mark Zuckerberg. Mahasiswa Harvard University tersebut-kala itu-mencoba membuat satu program yang bisa menghubungkan teman-teman satu kampusnya. Karena itulah, nama situs yang digagas oleh Mark adalah Facebook. Nama ini ia ambil dari buku Facebook, yaitu buku yang biasanya berisi daftar anggota komunitas dalam satu kampus. Pada sejumlah college dan sekolah preparatory di Amerika Serikat, buku ini diberikan kepada mahasiswa atau staf fakultas yang baru agar bisa lebih mengenal orang lain di kampus bersangkutan.

Pada sekitar tahun 2004, Mark yang memang hobi mengotak-atik program pembuatan website berhasil menulis kode orisinal Facebook dari kamar asramanya. Untuk membuat situs ini, ia hanya butuh waktu sekitar dua mingguan. Pria kelahiran Mei 1984 itu lantas mengumumkan situsnya dan menarik rekan-rekannya untuk bergabung. Hanya dalam jangka waktu relatif singkat-sekitar dua minggu-Facebook telah mampu menjaring dua per tiga lebih mahasiswa Harvard sebagai anggota tetap.

Mendapati Facebook mampu menjadi magnet yang kuat untuk menarik banyak orang bergabung, ia memutuskan mengikuti jejak seniornya-Bill Gates-memilih drop out untuk menyeriusi situsnya itu. Bersama tiga rekannya-Andrew McCollum, Dustin Moskovitz, dan Chris Hughes-Mark kemudian membuka keanggotaan Facebook untuk umum.

Sejak kemunculan Facebook tahun 2004 silam, anggota terus berkembang pesat. Prosentase kenaikannya melebihi seniornya, Friendster. Situs itu tercatat sudah dikunjungi 60 juta orang dan bahkan Mark Zuckerberg berani menargetkan pada tahun 2008 ini, angka tersebut akan mencapai 200 juta anggota.

Dengan berbagai keunggulan dan jumlah peminat yang luar biasa, Facebook menjadi ‘barang dagangan’ yang sangat laku. Tak heran, raksasa software Microsoft pun tertarik meminangnya. Dan, konon, untuk memiliki saham hanya 1,6 persen saja, Microsoft harus mengeluarkan dana tak kurang dari US$ 240 juta. Ini berarti nilai kapitalisasi saham Facebook bisa mencapai US$15 miliar! Tak heran, Mark kemudian dinobatkan sebagai miliarder termuda dalam sejarah yang memulai dari keringatnya sendiri.

Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Mark_Zuckerberg
http://en.wikipedia.org/wiki/Facebook
http://www.forbes.com/lists/2008/10/billionaires08_Mark-Zuckerberg_I9UB.html

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Tags: , ,


banner 4 dongkrak
Banner 1
Banner 2
banner 3

8 Responses to “‘Panggling’ vs Facebook”

  1. GoMe Computer Says:

    :top: abiss

    Reply

  2. imcw Says:

    Facebook terlalu saklek, sampai saat ini saya tidak bisa mendaftarkan nama saya dengan lengkap karena dianggap ada kata kata yang tidak pantas. :setan:

    Reply

  3. bt Says:

    walo tulisan seperti ini memang tulisan pribadi, ada bagusnya jika kata-kata tertentu diganti mialnya dari “saya” menjadi “penulis”,..:) nanti akan tau bedanya 🙂

    Reply

  4. Sheva Says:

    Yup facebook memang menawarkan fitur2 yang jauh lebih lengkap dan open dibandingkan dengan situs pertemanan lainnya, jadi lebih seru aja..btw, bisa jualan juga kok lewat facebook.. :doa: :doa:

    Reply

  5. Dexno Says:

    Sayangnya di facebook ga bisa di pake buat cari backlinks.. hehehhehe :shy: :jalan:

    Reply

  6. Dek DIdi Says:

    Muka buku emang bikin penasaran………

    Reply

  7. pande baik Says:

    :top: salut pada isi tulisannya. lengkap. wikipedia malah kalah lengkap. ^:)^

    Reply

  8. antara Facebook dan ngeBLoG ; sua sobat lama oiii… | PanDe Baik Says:

    […] soal itu dan karena sudah ada rekan BLoGGer BaLi yang memaparkannya jauh lebih dulu. Untuk awal mula Facebook, bisa dilihat di BloGnya Hendra WS, sang mentor saya perihal hosting menghosting. Sedang awal mula […]

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me