Pemerintah Blokir Youtube – Memori Jembatan Tertinggi di Asia bersama Youtube

Pada waktu piket malam di Bali Orange, tiba-tiba Pak Dokter kontak saya lewat YM, memberitahukan tulisannya bahwa Youtube.com diblokir oleh pemerintah indonesia. Beberapa ISP blokir Youtube diantaranya Speedy, Indosat, XL dan entah dengan ISP lainnya. Kebetulan ISP yang saya gunakan masih bisa sukses mengakses Youtube. Dan jadi iseng ingin menampilkan video Youtube di blog ini. Semoga yang mampir disini bisa melihat video kenangan, bersama teman-teman Bali Outbound ketika berakrobatik ria di jembatan Tukad Bakung, Plaga yang katanya tertinggi di Asia.

Pemerintah mengatasnamakan rakyat ? Indonesia menjadi peduli dengan dampak internet ketika mengetahui seorang politikus ekstrem kanan Belanda membuat film dokumentasi berjudul Fitna, yang secara gamblang menampilkan beberapa peristiwa tragedi di seluruh dunia dimana terindikasi didalangi oleh oknum-oknum beragama Islam. Film itu sekilas menampilkan tragedi 11 september WTC, USA, penembakan di palestina, pidato ekstrem para pemimpin Islam di iran, palestina, dll.

pemerintah mengkawatirkan film ini bisa memicu disintegrasi kehidupan beragama diseluruh dunia, khususnya indonesia. Pernyataan resmi pengutukan film ini disampaikan oleh presiden Indonesia, bahkan para tokoh-tokoh berpengaruh dunia lainnya. Peredaran film ini cukup marak melalui internet dan gampang sekali untuk mencari film tersebut. Salah satu media terbesar dan termudah dalam menyaksikan film ini adalah melalui youtube.com. Salah satu upaya pemerintah mencegah penyebaran film itu di Indonesia adalah dengan memblokir situs tersebut, setelah upaya berkomunikasi dengan youtube gagal.

Sebetulnya, kita semua tahu bahwa internet adalah kekuatan informasi yang tidak bisa dibendung dan patut diperhitungkan keberadaannya. Kita menjadi semakin tahu bahwa internet adalah kekuatan super power dalam membentuk opini dan tindakan. Bisa dikatakan lebih dahsyat dari nuklir sekalipun. Iya ta ? hihihii. Intinya, internet adalah reinkarnasi dari belenggu menjadi wajah penuh ekspresi kebebasan. Tetapi, kebebasan itu perlu untuk kita batasi sebagai bentengnya. Benteng untuk kebebasan itu adalah diri kita sendiri. Mari memperkuat benteng diri kita dengan ilmu, jangan hanya dengan otot dan otak, tapi pakailah hati juga.

tungganginmotor.jpg
pengen_punya_website.gif
Ayo share

Bagikan Yuk