Free Run with Les Water Fall

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Air Tejun Les, TejakulaBarangkali bisa menambah informasi lokasi wisata baru di Bali, tapi keknya sudah lama ada. 4 tahun silam, ketika ada pembukaan program Candi Siu di desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, saya pernah berkunjung ke air terjun les ini. Bersama pak gogo, viar, dnay dan adik saya, hendy. Tapi kali ini, saya berbagi suka dan duka dengan Bali Outbound Community. Turun bukit dan menikmati air terjun les kemudian naik lagi ke bukit menuju desa Subaya Kintamani. Untuk kondisi sekarang, Air terjun Les ini mulai banyak bule nya, artinya publikasinya makin membaik, tetapi kuatitas debit air semakin surut, mengecil, beda dengan 4 tahun silam. Apa karena musim kemarau ya ?

Thinking of You ? - Les WaterfallBanyak hal yang saya alami dan lihat selama berpetualang kali ini. 3 hal yang mengesankan, yaitu kepikiran terus dengan suatu hal, selalu berkelebat, apa itu ? Biar saya pikir sendiri deh. Karena pikiran ini sudah ada ketika kelas 1 SMP. Hwaaakkk. Kedua adalah arti dari sugesti pikiran.

Perjalanan menuruni bukit dari desa subaya selama 2 jam cukup membuat badan payahnya minta ampun. Kaki gemetar seakan tidak mampu lagi menopang berat badan. Kaki lecet karena kaki bagian depan harus menahan beban tubuh. Mungkin juga ditambah pikiran hal yang pertama, akhirnya menstimulasi sugesti pikiran untuk menyerah naik (utk perjalanan pulang) lagi. 2 jam lebih habis untuk perjalanan turun. Mau nya akan naik ojek/angkutan yang ada di Tejakula.

Sehabis makan siang, waktunya untuk kembali naik ke desa subaya. Disitulah, saya memupuk pikiran tentang kondisi nanti. Kondisi dimana saya sudah berada di puncak, berada di warung desa subaya, minum sepuasnya, mo tidur sepuasnya, mo jualan hosting lagi, mo berflikr ria, mo cerita, mo dapat uang banyak jika sudah nyampe subaya. Kondisi ini tidak pernah terjadi di petualangan sebelumnya.

Ketika prosesi perjalanan naik, meski tertatih-tatih, sempat pusing dan mau muntah, sempat tidur 15an menit, jalan pelan sambil berhenti, merasakan kekeringan di tenggorokan, badan lemas dan capek. Tetapi saya tetap memberikan semangat kepada kaki untuk tetap melangkah. Meski badan goyah, tetapi kaki tetap saya berikan energi untuk tetap jalan. Selama 4jam-an perjalanan naik dan akhirnya bisa juga. Mantab untuk dijadikan simpanan filosofi hidup maupun berwirausaha.

Hal istimewa ke tiga adalah, semangat warga desa Subaya. Selama perjalanan naik, berkali-kali saya temui warga desa subaya (mayoritas perempuan) menuruni bukit membawa pisang dan alat-alat upacara. Beban hasil bumi itu diletakkan diatas kepala. Gila !! Mereka melakukan kegiatan itu setiap hari, naik turun dari subaya – pasar les, tejakula. Bila dibandingkan kondisi saya dengan mereka, duh jauh sekali.

Mungkin berlaku kalimat yang biasa basi, bisa karena terbiasa, tapi bukan hal itu sudut pemikirannya. Dengan kondisi yang apa adanya, bagaimana klo tubuhku diperlakukan seperti itu ? Ajur tun … salut sama mereka. Mereka yang mungkin tidak mengenyam pendidikan tinggi, entah mereka yang tidak merasakan arti BLT, mereka yang tidak tahu bahwa hasil jerih payahnya di korup oleh pejabat, mereka yang tidak pernah kongkow di Starbuck, mereka yang tidak sempat ber-manicure-pedicure, mereka yang blum tahu apa itu Mall, mereka yang memelihara asu-tapi tidak menjadikannya sebagai pencelaan, mereka yang tidak tersentuh kosmetik selain peluh dan keringat, mereka yang tidak mengenal baju celana bermerk, mereka yang berbaju compang-camping, mereka yang bersandal jepit, mereka yang membeli pakaian jika memang sudah robek, mereka yang tidak mengenal breadtalk, mereka yang jauh dari empuknya donat J-Co, mereka yang tidak peduli dengan harga diri, mereka yang tertempa terbiasa untuk jalan kaki tanpa tahu empuknya mobil sedan, mereka yang selalu kehujanan di perjalanan tapi itu adalah air berkah yang turun dari langit, pemberianNya. MEREKA YANG MASIH ADA SPONTANITAS KAGET DAN BISA BILANG KE KAMI BAHWA JALAN KAKI SUBAYA-AIR TERJUN LES ITU JAUH !!. MEREKA YANG BEREKSPRESI APA ADANYA !!! ** Mode berteriak ON …. Sesak dada ini bila diteruskan memperbandingkan mereka dengan saya.

Hanya semangat kesederhanaan merekalah yang InsyaAllah bisa saya ambil … dalam menjalani hidup dan berkarya di Bali Orange Communications

Thanks to teman-teman Bali Outbound Community pada perjalanan petualangan Air terjun Les, terutama Amik, Mas Sidhar dan Bli Meliun yang telah menemani saya dalam ‘kepikiran’ tersebut.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


2 Comments

  1. okanegara August 12, 2008 at 8:39 pm

    kalau nungnung gimana mas hendra?

    Oya ini mampir sekalian mau minta tolong untuk berkenan membantu menyebarkan info tentang LOMBA BLOG REMAJA yang diselenggarakan oleh KISARA PKBI Bali, didukung oleh Bali Youth Foundation, Bali Blogger Community (BBC), Balebengong.net, 28sign.com, bluebrainer.com dan BaliFM. Thks. Info bisa diclick di http://remajabali.wordpress.com/lomba-blog-remaja-2008/

    Reply

    hendra Reply:

    Sudah dok, saya bikinkan posting soal lomba blog remaja di blog sayah. Good luck ya dok …

    Reply


Leave A Response