Ali Rahman

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Sahabat yang saya kenal semenjak tahun, humm 1998 kali yak. Tapi around taon segituan lah. Ketika itu, kami sesama perwakilan Mahasiswa Teknologi Pertanian. Bertemu untuk membentuk sebuah organisasi nasional mahasiswa teknologi pertanian. Dia, Ali Rahman, perwakilan dari IPB (Institut Pertanian Bogor), dan saya waktu itu berenam (Saya, Heppy, Putu Adnyana, Tony, Arif, satunya lagi lupa-duh maaf) mewakili Teknologi Pertanian, Universitas Udayana. Kami berenam berangkat dengan bus PO Karina ke Bogor, kampus IPB. Hampir 24 jam dalam perjalanan, lumayan bikin fantatz fanas. *mode menerawang jauh* Keknya 3 hari kita nginep di salah satu hotel dekat IPB sana untuk menggodok lahirnya sebuah organisasi mahasiswa se Indonesia.
Rally panjang dari perapatan itu berujung aplaus dari perwakilan mahasiswa teknologi pertanian seluruh universitas di Indonesia, yakni ditetapkannya sebuah organisasi yang membawahi mahasiswa teknologi pertanian se-Indonesia bernama Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia (IMTPI). Acara dilanjutkan dengan pemilihan Sekretaris Jendral IMTPI. Dari beberapa kandidat, akhirnya terpilihlah Ali Rahman. Selanjutnya, teman-teman melakukan pemilihan lokasi Musyawarah Nasional ke-2. Dan entah bagaimana *saya lupa* terpilihlah Universitas Udayana sebagai tempat penyelenggaraan even tersebut nantinya. Sekalian juga, waktu itu sekjen terpilih mencari wakil, dan dia menunjuk Universitas Udayana.

Tentang siapa yang akan jadi wakil sekjen, kami geger, saling tunjung, saling tuding, saling lempar. Teman-temanku saling beradu argumen yang pada intinya tidak mau. Dan akhirnya semua pada menunjuk hidung saya. Wah, apakah ini mo cari kambing hitam. Setelah saya melihat raut mimik wajah mereka, dengan segenap kekuatan dan Bismillah, aku bilang, siap!. Well, *mode lupa lagi* entah ada aplaus lagi, Ali Rahman mengumumkan wakil sekjen IMTPI yang akan mendampingi selama 2 tahun kepengurusan, yaitu saya. Duh … akan terjadi apakah selanjutnya ?.

Yang jelas dikemudian harinya, saya, Ali Rahman dan teman-teman pengurus IMTPI sering bertemu di even-even mahasiswa teknologi pertanian tingkat nasional, antaranya di UNHAS Makasar, UNILA Lampung, UNSOED Purwokerto, UNBRAW Malang, dll. Pada even Munas 2 di Bali, aku merasa bersalah sekali kepada semua unsur IMTPI. Meski acara berlangsung sukses, tetapi hasil yang dicapai blum maksimal. Ok, kembali ke sosok Ali Rahman.

Setelah lulus kuliah, saya dan Ali Rahman jarang kontak, tapi entah bagaimana kami sudah tahu nomor HP masing-masing. Hal itulah membuat kami selalu kontak. Ali Rahman adalah sosok santun yang rasionalis dan romantis .. *kabur* Hehehe. Baru kali ini diantara pertemuan kita yang terdahulu, ketemu dan ngobrol enak dengan dia. Iya, ketemu dalam arena konperensi tingkat dunia global warming UNFCCC di Nusa Dua, Bali. Kita ketemu di salah satu resort bintang 5, Ayodya Nusa Dua. Dengan santun, dia banyak menjelaskan mengenai perannya, selaku wakil dari Perhutani dalam arena tersebut.

Global warming sudah mencapai titik yang mengkawatirkan. Negara-negara modern di Amerika dan Eropa sana adalah penyumbang terbesar dalam pemanasan global. Emisi karbon terus meningkat dari tahun ke tahun sedangkan negara-negara tropis bekerja keras untuk tetap mempertahankan hutan tropisnya sebagai penangkal emisi itu. Dalam pertemuan ini, akan dirumuskan keselarasan dalam mengurangi kehancuran lingkungan. Salah satunya adalah menekan negara-negara maju agar berkontribusi aktif kepada negara berkembang dalam memberantas illegal logging. Mungkin bisa diartikan dana “kompensasi” yang harus dibayar oleh negara maju.

Wah terlalu banyak bila omongin pemanasan global, biar Ali dan delegasi dari negara-negara lain saja yang bicara dan memutusken. Well, Ali juga merasa peduli untuk memberdayakan Perhutani menjadi salah satu motor penghijauan di Indonesia. Salah satunya adalah dalam hal peningkatan SDM Perhutani sendiri dalam menangani salah satu unit bisnisnya. Banyak kawasan wisata alam dikelola pihak Perhutani, tetapi perkembangan dan dampak bagi lingkungan masih belum mengarah ke keseimbangan. Rata-rata, kawasan konservasi alam disekitarnya akan menjadi hancur bila sudah berbicara mengenai bisnis.

Pembicaraan lain, Ali Rahman mengungkapkan mengenai kisah suka dan duka ketika hidup serta kerja di Jakarta, dan perbedaan ketika hidup di Bogor. Disinilah sisi romantisme hidup seorang Ali Rahman terungkap. Jakarta dengan segenap hiruk pikuk kehidupan bisnis dan sosial telah menjadikan hidup manusianya seperti menjalankan sebuah ritualitas pemerahan waktu. Mayoritas, waktu hidup manusia di Jakarta adalah untuk kerja. Berangkat dari rumah jam 5 pagi, pulang sampai rumah kisaran jam 8 malam, dan menemui kondisi anak-anak dan istri yang telah ngantuk atau tertidur pulas. Fyuh, how come ?

Topik lain berbicara seputar relevansi dunia mistik dengan rasionalitas. Sebelumnya saya nyeletuk, “Hebat sekali pawang disini yak, saya meluncur dari Denpasar dalam kondisi hujan lebat, eh nyampai di Nusa Dua terang benderang“. Saya pribadi masih belum menemukan titik temu kehebatan ilmu pawang hujan. Ali Rahman berkeyakinan bahwa suatu saat hal itu pasti ada titik temu. Dia mencontohkan antara kejadian pawang ular dari Sumedang dengan si Steve Irwin, jago penakluk binatang buas (Ular, Buaya, dll) dari Australia yang akhirnya meninggal karena sengatan ikan pari beracun. Bila pawang ular Sumedang ditanya tentang cara mendapatkan ilmu itu, maka jawabnya adalah melalui ritual mistik dan doa. Sedangkan si Steve Irwin akan menjawab binatang itu punya perilaku hidup dan bisa kita pelajari dalam ilmu pasti. Si Steve Irwin ini adalah seorang Doktor bidang perilaku hewan. Jadi, perilaku ular itu bisa dipelajari, dan setelah kenal, maka akan tahu sisi jinak binatang itu. Nah lo.

Di sela-sela topik itu, kami juga membicarakan mengenai strategi bisnis. Dan saya bersyukur sekali ketemu dengan Ali Rahman ini, hasil diskusinya bisa saya jadikan pegangan dan implementasikan untuk kepentingan managemen. Waktu tidak terasa sudah ditengah malam. Dia harus mengejar impiannya, bobo hehehe. Besok masih ada agenda penting yang akan terjadi. So, kami pamitan, undur diri, dan terima kasih atas waktunya bisa berjumpa lagi.

Sukses buat Ali Rahman !

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


2 Comments

  1. M'goez February 10, 2008 at 2:12 am

    Bro, ali rahman yang loe maksud orang sumedang apa bukan ya?? pernah sekolah di sman 1 sumedang, kalo iya gue minta alamat ama no hp nya dong…

    Reply

    ruri Reply:

    ini minggus bukan? anak 1-7 yg dulu pacarnya…hehehe… no hp ali aku ada. hub aku langsung ya, ga enak publish di internet.

    Reply


Leave A Response