Berdansa Digital Marketing Untuk Export dengan UKM Buleleng

Pemerintah Kabupaten Buleleng mengundang saya sebagai pembicara digital marketing untuk presentasi tentang Digital Marketing Export bagi UKM Buleleng binaan dari Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Buleleng.

UKM Buleleng

Workshop taktis itu terjadi pada Rabu, 20 November 2020 pukul 13.30 – 15.30 WITA di Hotel Aneka Lovina, Kabupaten Buleleng. Rupanya sesi saya adalah rangkaian workshop 2 hari yang bertemakan: “UMKM Naik Kelas Menuju Pasar Ekspor Guna Mendukung The Spirit Of Sobean.”

Saya tinggal di Denpasar dan lokasi workshop hampir 3 jam perjalanan menuju Bali utara. Kalau sendirian ah kurang asik. Saya akhirnya ajak sahabat: Pak Anton, Mas Khairul dan Mas Yana. Saya ajak mereka berwisata ke Bedugul dan Lovina sambil menemani saya hehehe.

Rest area pertama adalah Danau Beratan, Bedugul. Masih sepi, sekitar pukul 10.00 WITA kami sampai di danau itu. Ngopi dulu, sruput kopinya Pak Anton, Salama Coffee. Enak.

UKM Buleleng

Sampai di Lovina sekitar pukul 13.30 WITA dan makan siang dulu dihotelnya.

Ketika menjalani sesi workshop, saya menanyakan kepada peserta UKM Buleleng tentang alat-alat digital marketing. Hampir semua peserta belum punya website. Duh. Hampir separo sudah punya media sosial Facebook dan Instagram namun tidak diperuntukkan untuk bisnis. Duh.

Mungkinkah kondisi pelaku UKM di daerah-daerah di Indonesia sama seperti di Buleleng? Mereka belum Go Digitalkan bisnis nya.

Menurut Menteri Koperasi dan UKM, saat ini baru 13% dari total 63 juta pelaku UMKM yang telah masuk ke dalam ekosistem digital. Berdasarkan data Kominfo, per 31 Juli 2020, tercapai penambahan 1.415.602 unit UMKM. Sehingga total 9,4 juta UMKM sudah Go Digital. Yang belum Go Digital banyak!

Saya berikan wawasan tentang potensi market melalui internet di dunia dan di Indonesia. Kemudian saya berikan mindset yang harus dibangun ketika berkeinginan untuk export.

UKM Buleleng

Saya ajak mereka berfikir sebagai buyer internasional. Seorang buyer ingin serius dan tidak ingin buang-buang duit nya untuk produk yang tidak berkualitas dan manajemen bisnis yang kurang profesional. Maka UKM harus menciptakan produk yang berkualitas dan menjadi profesional dalam menjalankan bisnisnya. Disitulah pintu masuk untuk membangun kepercayaan (trust).

Alat-alat digital marketing dan tips trik taktis nya pun saya berikan kepada mereka. Meliputi strategi marketing melalui website, Google Bisnisku, Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, Pinterest, Tiktok, Email Marketing, Video Marketing, dan Marketplace.

UKM Buleleng

Setelah workshop selesai, saya diajak berdiskusi dengan Kepala Dinas nya Bapak Drs. Dewa Made Sudiarta,M.Si. Beliau curhat dan tanya, “Pak Hendra, bagaimana cara supaya UKM itu mau untuk partisipasi di marketplace eSemeton yang baru kami bangun dan kemudian mampu menghasilkan penjualan?

Saya cek ternyata eSemeton punya website dan aplikasi berbasis Android. Saya bilang ke Pak Kadis bahwa perlu satu team khusus yang digaji oleh Pemerintah atau Koperasinya agar team itu khusus mendampingi UKM agar mau aktif setor data digital. Kemudian team ini diberikan target untuk memasarkan produk mereka melalui online.

Jadi Pemerintah tidak perlu menekan UKM. Biarkanlah team itu menekan UKM. Sedangkan pemerintah harus menekan team itu untuk mengasilkan target sales. Semoga curhatan Pak Kadis mendapatkan solusi dari saya. Tadi sih bilang itu ide yang bagus. Semoga terlaksana ya Pak.

Saya ingin ajak sahabat saya untuk ngopi-ngopi sambil menikmati pemandangan Danau Buyan dan Tamblingan di Puncak Bagus. Rupanya nggak kekejar karena perbincangan dengan Pak Kadis cukup lama wkwkwk.

UKM Buleleng

Kami tadi pagi berangkatnya melalui Munduk, Banyuatis. Itu yang disarankan Google Maps. Realitanya? Kejauhan wkwkwk. Akhirnya kami pulang gunakan jalur kota Singaraja dan langsung menuju Bedugul. Sebelumnya mampir di jembatan shortcut di daerah Pegayaman. Menikmati adzan Maghrib disana sambil ngopi sejenak. Udaranya cukup kencang. Mungkin karena letaknya diatas.

Selesai sholat maghrib di Bedugul, kami makan sate kambing di pasar Baturiti. Alhamdulillah. Semoga materi dari saya bermanfaat.

Bagikan Yuk

Comments are closed.