- 10
- April
19 tahun yang lalu terlahir tak sempurna, itulah Putu Restiti. Kelumpuhan pada kedua kaki membuat Putu tidak leluasa bergerak. Namun Tuhan YME masih memberi mata untuk melihat, kedua tangan untuk berkreativitas dan jiwa yang sehat. Putu Restiti adalah sulung dari lima bersaudara yang semuanya putri. Kondisi adik ketiga bernama Alit tidak seberuntung Putu Restiti, yaitu 11 tahun silam terlahir tak sempurna dengan bentuk organ tubuh yang tidak lazim. Namun, Tuhan YME masih memberikan mata, hati dan tangan yang sehat.

Semenjak Bapak mereka pergi, lima putri bersaudara tersebut tinggal dalam asuhan ibu nan tegar bernama Ni Ketut Widiyani yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Praktis, ibu Ni Ketut Widiyani adalah tulang punggung keluarga yang tergolong miskin tersebut. Namun sungguh bersyukur, Tuhan YME memberikan daya tahan dan imajinasi tinggi kepada kelima putrinya.
Read the rest of this entry »
Penyebarluasan Informasi mengenai WSD ke Masyarakat lebih luas merupakan tantangan yang paling besar bagi gerakan ini. Maka penting halnya untuk terus menerus menyebarluaskan informasi mengenai WSD kepada masyarakat luas agar semakin banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.














