Diantara ‘keributan’ KTT UNFCCC

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Selasa dinihari 4 Desember 2007, pukul 03.00 WITA, kenek bus PO Setiawan berteriak didalam ruangan bus. Cukup keras untuk membuatku terbangun dari nyenyaknya tidur di kursi bus bernomor 3, sampai lupa mimpiku apa barusan. “Pemeriksaaan! Pemeriksaan !, Siapkan Katepe!!”, teriak si kenek. Diatara sepetnya mata, aku mulai tersadar bus baru masuk ke pintu pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kami semua, para penumpang bus turun dan menyerahkan KTP ke polisi. Rupanya puluhan polisi dikerahkan oleh entah polres banyuwangi atau polda jatim ato polri.

Lirik melirik, ternyata KTPku di scan dan entah selanjutnya dibuat apa. Yang jelas, hasil scan adalah sebuah file, dan file tersebut entah mo dipake apalagi. Setelah itu aku menunggu untuk dipanggil. 3 polisi bergantian memanggil nama sesuai di KTP, dan menyerahkannya kepada yang punya. Rupanya, 1 polisi butuh 2 – 3 kali teriak untuk memanggil nama yang sama. Ya aku ketawa dalam hati, la wong orang-orang pada bangun tidur semua disuruh serius konsen. Ya hasilnya adalah sekumpulan orang-orang telmi menunggu dibentak agar sadar bahwa namanya telah dipanggil, meski harus berulang kali. Hehehe.

Aku memang dengar, bahwa di bali telah terselenggara konperensi tingkat wahid sedunia untuk membahas perubahan iklim. Saking telmi nya aku, ya udah, itu aja, salah satu hiruk pikuk para elemen organisasi terkait di Indonesia untuk mengamankan sebuah konperensi terhormat tingkat dunia. Semoga saja konperensi ini berhasil sukses, dan membawa berkah untuk aku sendiri, keluarga, dan teman-temanku, serta masyarakat Indonesia berikutnya adalah masyarakat dunia.

Well, naik bus lagi, menunggu kapal kosong untuk menyeberang ke Bali. Dan akhirnya terlelap lagi, tenggelam dalam hangatnya selimut. Dan akhirnya datang lagi teriakan dari si kenek bus, “Persiapan!, Persiapan !, pemeriksaan Katepe”. Humm, klo pemeriksaan kali ini memang sudah menjadi kebiasaan sejak lama, tepatnya sejak bom bali 1 meletus. Dan memang harus turun dari bus, meski tidak turunpun nggak jadi masalah. Beda seperti pemeriksaan pertama tadi. Aku nggak tahu, kenapa pemeriksaan di Gilimanuk sudah agak tidak berwibawa dan kurang ketat. Apakah ini menjadi hal yang biasa ? I dont know. Berulang kali dalam perjalananku menggunakan bus, orang yang tidak bawa KTP ataupun KTP nya kadaluarsa bisa leluasa bertahan dalam bus, dan lolos sampai Denpasar. So, percuma dong dengan peraturan dan infrastruktur yang dibuat di Gilimanuk sana?. Well, semoga saja menjadi perhatian.

Saking cueknya, hiruk pikuk UNFCCC inipun seperti peristiwa yang sudah-sudah, akan berlalu, jadi tidak terlalu berat memikirkannya. Sudah ada yang mikir, tetapi dengan kutuliskan disini, artinya aku ikutan mikir juga. Aku mulai saja dari hal kecil ya, yaitu singkatan dari UNFCCC, aku akan mencoba memikirkannya supaya yang mampir kesini tahu, apa sih kepanjangan dari UNFCCC. So, hasil dari pencarianku di google.com, UNFCCC adalah United Nations Framework Conventions on Climate Change. Semoga nggak salah. Cape deeeeh. Ok, semoga bermanfaat. Hidup Bali !!!

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


2 Comments

  1. anton December 5, 2007 at 10:48 am

    hehehe, kabeh kenek dampak global warming. sampe wong turu ning bis kena juga.

    tak ambil buat balebengong, cak.. suwun.

    Reply

  2. hendra December 12, 2007 at 8:57 pm

    @anton : Thanks, jangan ah, malu-maluin. Bukan aku yg bikin malu, tapi orang yang dipanggil 3 kali tadi tuh yg malu-maluin hehehe

    Reply


Leave A Response