Dunia Usaha dalam E-Commerce

Sebelum acara diskusi dilangsungkan di Universitas Udayana, aku dan rekan-rekan, budi bersama komank harry mengadakan brainstorming terlebih dahulu tentang peta perjalanan e-commerce di Indonesia, khususnya Bali. Budi cukup faham tentang perkembangan alur perdagangan secara online, sesuai bidang yang ditekuninya sebagai Global Marketer. Dan peran komank harry sebagai programmer Bali Orange cukup bisa memberikan gambaran teknis tentang sistem yang terpakai untuk menjalankan e-commerce.

pengen_punya_website.gif

Kami sepakat, hasil brainstorming ini akan kubawa ke forum diskusi informal tersebut. Entah nantinya hasil ini bisa dijadikan referensi, yang jelas kami berusaha untuk mengungkapkan hal yang terjadi ketika seorang usahawan ingin berperan melalui jalur e-commerce. Berikut ulasannya.

Topik : Kesiapan Daerah Dalam Pelaksanaan E-Commerce / Perdagangan Bebas dan Implementasi Teknologi Jaringan Berbasis IT.

Perspektif Jasa Penyedia Website :

Implementasi E-Commerce :

  1. Pemahaman tentang jalur perdagangan eksport. (Alur Eksport, Regulasi, Alur Keuangan).
  2. Pemahaman tentang pengertian perdagangan bebas melalui jalur Teknologi Informasi dan infrastruktur pendukungnya.
  3. Penyediaan infrastruktur Internet.
  4. Penyediaan infrastruktur Website, sebagai media promosi produk.
  5. Kegiatan Marketing Online / Platform Penjualan Produk (Yahoo, Amzon, Alibaba, Google, Ebay, dll).
  6. Kegiatan Marketing Offline (Trade Show).

Kendala yang dihadapi dalam E-Commerce :

  • Dunia Perbankan Indonesia yang kurang mendukung aplikasi pembayaran online.
  • Biaya pengiriman paket e-commerce (paket retail) yang masih mahal. Sehingga berakibat harga jual produk yang diterima oleh pelanggan tinggi. Efek, kalah dalam persaingan dengan Negara lain bila bicara soal harga.
  • Infrastruktur Teknologi Informasi yang masih mahal.
  • Produk Indonesia banyak ditiru oleh Negara lain yg punya kemampuan produksi masal, dan tidak ada perlindungan tentang hal itu sehingga pengusaha Indonesia kalah bersaing harga.

Harapan :

  • Semua pihak peduli untuk memperkenalkan e-commerce ke masyarakat.
  • Pemerintah mendorong perbankan Indonesia untuk menfasilitasi e-commerce.
  • Biaya infrastruktur teknologi informasi murah.
  • Semua pihak melakukan kerjasama dalam hal Global Marketing.
  • Biaya pengiriman produk bisa murah.
  • Terdapat sebuah badan yang menfasilitasi/mensertifikasi bahwa produk e-commerce daerah masuk ke dalam jenis ethical Fair Trade, yaitu produk tersebut ramah lingkungan dan aman dipergunakan oleh konsumen.
  • Mempermudah perijinan yang ada untuk menunjang e-commerce.

Bagikan Yuk


1 Comment

  1. sheva381142 November 12, 2007 at 7:03 am

    Seep keren pak Henz…Kapan-kapan ikut seminar neh:)

    Reply


Leave A Response