Ekonomi Kreatif

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Sebuah inspirasi dampak dari industri berbasis kreatifitas Sumber Daya Manusia. Oleh-oleh dari expo Bali Creative Power.

Dulu, ketika lulus SMA (sekarang SMU), saya bingung menetapkan tujuan profesi keilmuan yang akan diambil. Ternyata kebingungan ini tidak terjadi pada diri saya pribadi. Hampir semua teman-teman saya pun alami hal serupa. Industri mapan akhirnya menjadi tolok ukur sebuah keputusan. “Saya pilih Teknik Elektro saja akh, biar bisa kerja di TELKOM“, “Pilih ekonomi saja akh, biar bisa cepat kerja“, “Saya pilih terserah aja akh, biar nasib yang memutuskan“. Ternyata, kalimat terakhir itulah yang terjadi pada diri saya hahaha. Nasib itu membawa saya pada sebuah industri kreatif.

Industri kreatif dipandang sebelah mata pada era tahun 1990-2000. Terbukti minimnya minat lulusan SMA (Semua Masih gAmang) untuk masuk ke fakultas seni rupa dan desain, dispro (desain produk), sastra, ataupun bidang-bidang lain yang berkaitan dengan kreatifitas manusia. Bisa dikatakan, bidang tersebut menjadi kelas 2 dalam keputusan akademis seorang lulusan SMA.

Genderang pengakuan itu terjadi pada Agustus 2007 dimana Presiden Republik Indonesia, Bapak SBY berpidato pada pembukaan Pekan Produk Budaya Indonesia di Jakarta Convention Center (JCC). Beliau menyampaikan ajakan untuk memasuki Ekonomi Gelombang ke Empat yaitu ekonomi kreatif yang berlandaskan Human Capital.

Ajakan pertama : Mengembangkan ekonomi kreatif dengan memadukan ide, seni dan teknologi.

Ajakan kedua : Mengembangkan keunggulan produk ekonomi yang berbasiskan seni budaya dan kerajinan.

“Kembangkan ekonomi warisan. Benda-benda sejarah dan purbakala kita sangat luar biasa, mari kita kembangkan termasuk tradisinya, adatnya, yang masih kita kenali, agar itu sekali lagi menjadi daya saing dalam ekonomi baru di negara kita. Mari kita kemas semuanya itu secara baik sehingga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Mari kita kembangkan ekonomi kepariwisataan yang berbasis keindahan alam,” ajak Presiden.

Hal ini yang mendorong kemunculan visi ekonomi kreatif Indonesia 2025 : “Bangsa Indonesia yang berkualitas hidup dan bercitra kreatif di mata dunia”. (Hmm, 2025, umur saya nantinya berapa ya?).

Bidang-bidang kreatifitas yang dapat dikembangkan dan termasuk spektrum industri kreatif yang sedang digiatkan di Indonesia antara lain :

CREATIVE CONTENTS
– Film
– Musik
– Iklan
– Mobile Contents
– Karya Sastra

CREATIVE PRODUCTS
– Fashion
– Art & Craft
– Visual Art (Lukisan & Foto)
– Museum / Galleries / Parks
– Arsitektur
– Penerbitan (Publishing)
– Kuliner
– Desain Grafis
– Creative Performance
– Pertunjukan Seni
– Tarian
– Musik

CREATIVE SCIENCES
– Interactive Games
– Technotainment
– Internet Business

Bali Creative Power expo adalah salah satu upaya Komunitas Kreatif Bali untuk membangun dan meningkatkan kiprahnya menjadi mitra Industri pariwisata yang telah lebih dahulu menjadi primadona Bali. Membangun industri kreatif di Bali berarti memberdayakan seluruh potensi kreatif, baik yang berlandaskan seni dan budaya maupun kreatifitas baru seiring dengan perkembangan jaman, menjadi sumber ekonomi yang mandiri.

Industri kreatif di Bali harus mampu menawarkan lebih dari sekadar kreatifitas, namun juga membangun komunitas dan berkelanjutan. Dengan melakukan eksplorasi gagasan sekaligus fungsi Bali sebagai ekologi komunal dan destinasi dunia.

Bali Creative Power expo mengagendakan Seminar kreatif dengan menghadirkan beragam topik dan narasumber antara lain keynote speaker Menteri Perdagangan RI, topik Potensi Industri Kreatif Indonesia, Creative Community and Creative City, Green & Sustainable Creative, Evening with designer: Stefan SagmeisterOne of world’s best graphic designer. Disamping seminar, ditampilkan juga creative expo yang memamerkan karya-karya kreatif dari berbagai bidang profesi kreatif Bali seperti arsitekur, desain grafis, desain interior, perhiasan, busana, craft, dll.

Blogger juga mempunyai kreatifitas dan termasuk dalam industri kreatif. Masih dalam lingkaran acara Bali Creative Power, akan ada Workshop Blog dengan Bali Blogger Community yang diadakan Sabtu, 6 Desember 2008 di Kampus B New Media, Jl. Tukad Batanghari, Denpasar. Registrasi melalui Anton Muhajir (0817348794) email: antonemus@yahoo.com. Acara gratis, namun lakukan registrasi dulu.

Selain workshop blog, ada pula workshop Video Jockey dan Workshop Music. Info selangkapnya di blog Warta Komunitas Kreatif Bali.

Related info :
Sekretariat Negara RI
Bali Creative Community
Warta Komunitas Kreatif
Bali Now, creativity excellence of Bali.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


9 Comments

  1. realylife December 1, 2008 at 5:51 am

    :top:
    terima kasih bli sudah mampir di bloggersumut.net
    dah mau meninggalkan jejak
    saya mewakili dari bloggersumut mengucapkan terima kasih
    doanya aja bli semoga komunitas ini tetap eksis, barangkali juga bisa lintas dan bagi ilmu dengan komunitas blogger bali
    ngomong2 masih punya kontak dari wartawan tabloid aplaus itu bli??
    saya adalah ketua bloggersumut
    terima kasih

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Terima kasih wahai sahabat blogger sumut. Wartawan itu bernama Teresa Chang dan Saniah LS. Utk nomor telp nya, ku kirim via japri saja. Salam buat mereka ya. Terima kasih.

    Reply

  2. mon December 1, 2008 at 8:33 pm

    sebenernua bukan masalah gamang dro (koen ae iku palingan πŸ™‚ )..informasinya aja yang tidak sampai ke kita palagi kita kan sama2 lulusan smu ndeso, bukan masalah dilirik sebelah mata juga, soalnya seni rupa itu sekolah yg spesifik yakni membutuhkan “bakat” untuk kesitu (meskipun gak mutlak), perlu diketahui aj sekolah2 tua yg menampung itupun sangat minim, di sekolah saya pun baru ada FSRD baru tahun 1947, diikuti sama its pada tahun 1995.. masalahnya juga memang segment pasarnya juga sangat segmented membutuhkan sebuah apresiasi yang “cukup” untuk menghargainya. la kowe mau buka web desain nang ndesomu ya apa laku?? makanya selama ini hanya terpusat di daerah2 tertentu, kota2 besar terutama, tetapi yang terpenting sebenarnya;adalah ternyata berdasarkan penelitian2 yang telah dilakukan, sektor ekonomi kreatif adalah sektor ekonomi yang relatif tahan dalam menghadapi krisis, dan kalau gk salah di Inggris sektor ekonomi kreatif yang mikro itulah ternyata yang mampu mendongkrak perekonomian mereka, meskipun mikro tetapi sangat banyak (hampir 60%an industri aktif disana – correct me if i’am wrong ;p) hehe yowes dro kapan2 maenlah kau ke bdg-lah bah!

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Bagus Mas Rachmad Imron, ato panggilan kerennya Imon. Sahabatku ketika di SMP-SMA di Mojokerto, skr menekuni dunia kreatif dengan client korporat. Besar-besar euy. Mantabs.

    Soal gamang, yup memang itu yg terjadi padaku dan teman-temanku. Mungkin kamu hanyalah satu yang tercerahkan dari sekian ratus lulusan yg masih blank. Aku ingat ketika mayoritas kita les reguler di mojokerto, kamu malah di Surabaya. Salut. Jadi wajar jika informasi itu dengan mudah didapat di kota besar. Karena sistem distribusi informasi macet, ya akhirnya kita ini tidak tahu. Yg bikin macet ya sistem pendidikan itu sendiri.

    Ketika jaman kita ujian masuk PT mengharuskan ada 3 pilihan, maka bidang ilmu yg berkaitan dengan kreatifitas selalu menjadi pilihan nomor 2 atau 3. Jadi syukur-syukur diterima di Negeri. Rata-rata kawan-kawan yg masuk sastra, fak seni rupa desain waktu itu krn pilihan ke 2/3. Termasuk aku, masuk TP Udayana akibat dr pilihan nomor 2. Huehuehue.

    At least, yup aku setuju bahwa bisnis berbasis kreatifitas memang tahan uji dalam krisis. Usaha jasa yg kutekuni pernah melalui krisis ekonomi, dan syukur Alhamdulillah bisa bertahan sampai skr.

    Mon, kapan-kapan lah kamu mampir ke Bali. Huheuheu, semoga bisa ke Bandung jg ya. Guys, website temanku ini di http://www.irisdesignasia.com
    Thanks mon!

    Reply

  3. a! December 2, 2008 at 11:06 pm

    mas hendro makin kreatif sekarang dalam ngeblog. πŸ˜€

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Terima kasih mas anton. Semua hal didunia ini pasti ada karena inpirasi. Kau adalah salah satu inspirasi itu Mas.

    Reply

  4. realylife December 3, 2008 at 7:38 pm

    πŸ™‚
    makasih replynya bli
    tapi kalo no telp nya kirim aja via email ya
    aku liat di japrinya belun ada tuch
    ok bli???

    Reply

  5. Creative Theme Day May 23, 2009 at 5:31 pm

    Wah, komunitas bali sudah menunjukkan power…sipppppp… :top:

    di tahun 2009 ini sebagai tahun kreatif indonesia, mudah-mudahan makin semarak ajang2 kreatifnya..:)

    Salam,
    CTD, kata-kata (kreatif) kota kita, 1 Juni 2009

    Reply


Leave A Response