Iklan-iklan TV yang Terabaikan?

Saat menulis ini, waktu menunjukkan pukul 22.30 WITA, 22 Agustus 2013. Gemes berhari-hari dengan tanda tanya di kepala tentang iklan-iklan di TV yang berjubel. Pertanyaanku adalah: Apakah iklan-iklan di TV itu ada yang menonton? Apakah efektif beriklan di TV? Parameter apakah yang digunakan oleh stasiun TV itu melaporkan ke pengiklan sebagai bukti bahwa iklan nya telah dilihat tuntas oleh pemirsa TV?

Simak perilaku ku dalam menonton TV sebelum menulis artikel ini. Aku menonton TV sambil tiduran dan pegang remote TV. Pertama yang kupilih adalah Trans 7, disitu ada Opera Van Java (OVJ). Terhibur sekali, lucu. Ketika sesi selesai tayangan selanjutnya adalah iklan. Iklan baru jalan 2 detik, dengan segera jemariku lincah pindah ke Trans TV. Disana ada film berjudul Terminator Salvation. Meski tidak mengikuti dari awal aku cukup terhibur dengan adegan perang, robot dan animasi nya. Tidak lama kemudian iklan komersial muncul.

Tidak sampai 1 detik jemariku lincah pindah saluran ke OVJ (Trans 7). Eh ternyata masih iklan dan sedetik kemudian saluran TV kupindah ke Metro TV. Lha kok disitu ada iklan, kupindah lagi saluran lainnya, ketemu TVRI dan disitu ada wajah ketua KPK, Sutan Batoegana dan ekonom Rizal Ramli. Rupanya lagi diskusi soal suap Migas dan kucoba ikuti obrolannya. Ketika agak bosan saluran TV kupindah lagi ke Trans 7 dan menikmati kembali acara OVJ. Setelah sesi OVJ selesai Trans 7 tayangkan iklan. Lagi-lagi nggak sampai sedetik jari telunjuk memilih saluran TV lain dan ketemu Metro TV yang menayangkan diskusi talkshow mirip dengan Indonesia Lawyer Club namun ini lain lagi membahas tentang energi terbarukan. Kucoba mengikuti namun bosan dan kucari lagi saluran TV lain dan landing di TV One yang lagi tayangkan Kabar Malam.

Tidaklah lama bertahan di Kabar Malam TV One segera kupindah lagi saluran TV ke Kompas TV (hosted by Dewata TV). Disana ada diskusi tentang Anggaran Kementrian Pertahanan. Aku ikuti beberapa menit dan pada akhirnya bosan. Segera cari lagi saluran TV lain, muncul Trans 7 dan ah masih iklan, sedetik kemudian pindah lagi ke Global TV. Disitu ada program Big Movie dan entah judulnya apa namun suka dengan karakter tokoh nya yang berwajah monyet dan bertubuh manusia. Beberapa menit kemudian agak bosan dan lanjut ke Trans 7. Eh masih iklan. Segera kupindah ke saluran lain dan nemu BMC, TV lokal Bali. Di BMC TV lagi ada berita soal tahanan di Denpasar, namun kurang sreg, pindah lagi saluran ketemu MNC TV yang menayangkan sinetron silat dan bertahan sejenak melihat keanehannya yang tidak lucu.

Tidak sreg dengan MNC TV pindah lagi ke Indosiar, walah sinetron lagi, juga tentang silat. Pindah lagi saluran, ketemu RCTI. Disana ada sinetron fenomenal Haji Muhidin tukang bubur naik haji. Mengikuti sebentar dan akhirnya iklan. Huft, pindah lagi ke Trans 7 nonton OVJ. Sesi selesai dan mau iklan segera kupindah ke saluran TV lainnya. Nemu lagi Trans TV. Nonton Terminator lagi, kemudian pas mau ada iklan segera kupindah lagi ke ANTV. Disitu ada acara pemecahan rekor Guiness World of Record. Gak mood pindah lagi saluran TV dan seterusnya dan seterusnya, nemu saluran TV, iklan, pindah, pindah, pindah saluran TV dan begitu terus menerus.

Jadi, kembalilah ke pertanyaan awalku diatas, siapakah yang menonton iklan-iklan TV itu?. Kalau penonton di Indonesia mayoritas seperti aku maka iklan TV itu gak bakal ditonton secara tuntas. Namun tetap saja ada yang buang buang duit untuk iklan di TV. Ini sebenarnya potensi untuk sediakan media baru yang meyakinkan pengiklan bahwa iklan mereka itu benar-benar ditonton sampai tuntas!

Aku punya ide! 🙂


Banner 1
Banner 2
banner 3

6 Responses to “Iklan-iklan TV yang Terabaikan?”

  1. RyGuN Says:

    wah jadi komisi penyiaran indonesia (KPI) nieh Mas Hendra.. liputannya sama seperti yg sering dilakukan byk org, berpindah channel ketika iklan muncul.. ^_^
    mungkin memang jarang yg menonton TV apalagi liat Baliho. tapi masih saja ada yg rela mengeluarkan banyak uang kesana.. kenapa mereka tidak membuat portfolionya masing2 dan beriklan ??

    hmm.. akhirnya ide ini muncul juga.. semangat2.. ?¿?

    Reply

  2. hery Says:

    Apalagi saat makan ada iklan pembersih lantai dan siram toilet, langsung buru2 ganti. Btw remote tvnya merk apa mas krn review remote tv nya mantap banget, responsif dan mudah dipencet2.

    Reply

  3. Made Wirautama Says:

    Mungkin iklan itu ditonton secara “terpaksa” oleh penonton yang menonton televisi di tempat umum semisal ruang tunggu apotek, dll.

    Reply

  4. Pegilola Suces Says:

    Alhamdulillah, akhirnya nemu juga yang ngepost ini. makasih ya. Do`ain moga sukses saat memanfaatkannya.

    Reply

  5. Pemberdayaan anak yatim Says:

    Iklan itu akan di tonton juga bagi sebagian orang yang remot TV nya sudah rusak, karena malas pindahin chanelnya.

    Reply

  6. Mulyani Says:

    iklan saat jeda sebuah acara di televisi memang terkadang sangat membosankan, namun terkadag kita tidak menyadari bahwa betapa banyaknya informasi yang kita dapatkan dari iklan tersebut..

    Reply

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me