Jalan Kaki Jilid 2 Payangan – Denpasar

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Perjalanan ini sudah ku persiapkan sejak pertengahan awal April 2012 lalu. Hanya aku dan shiro saja, teamku di BO yang tahu. Persiapan pun dimulai. Seminggu 2 kali aku berkunjung ke lapangan renon. Lari-lari dan berjalan kaki untuk siapkan diri berjalan kaki dari Payangan Utara ke Denpasar pada 19 Mei 2012. Tanggal yang mempunyai makna di hati, bagian dari sejarah dan kurupakan dengan jalan kaki.

Jalan kaki dari Payangan Utara ke Denpasar ini adalah menyambung janjiku dulu ke seorang sahabat karena ternyata mampu untuk menikah. Dia biasa kupanggil Mas Sidhar. Seorang sahabat yang kukenal di komunitas Bali Outbound (BOC). Janjiku adalah jalan kaki dari Subaya ke Denpasar bila Mas Sidhar bisa menikah. Eh ternyata menikah dengan Mbok Kadek di penghujung tahun 2009.

Di awal 2010 janji itu kulaksanakan bersama teman-teman (ada Video nya juga :p), namun sayang hanya berakhir di Payangan Utara. Kondisi tubuh keburu tidak memungkinkan untuk lanjut. Otot kaki waktu itu kaku, macet. Tubuh panas dingin. Artinya, berakhir dengan kondisi hancur-hancuran. Itulah jalan kaki yang kusebut jilid pertama bersama kurang lebih 30 an teman. Ramai dan seru!.

19 Mei 2012 kemarin hanyalah 1 orang saja yang menemaniku, si Shiro. Memang aku niatkan untuk tidak beritahu teman-teman lainnya. Alasannya karena ingin sendiri saja dan tidak ingin memberikan kerepotan kepada yang lain. Hanya permohonan doa saja kusampaikan ke teman-teman. Itupun kukirim lewat email milis dan akun twitter ku.

Berangkat dari kantor BO diantar oleh Indra, menggunakan mobil kantor. Turun ditempatku tepar dulu yaitu di sebuah gubuk di pinggir jalan. Selanjutnya Indra bertolak lagi ke Denpasar. Dan jeng jeeng 2 orang mulai jalan dari titik 6 km utara kota Payangan.

6 km pertama kami libas tanpa banyak berhenti hingga sampai di pasar Payangan dalam waktu 2 jam. Jikalau berhentipun hanya 5-10 detik saja untuk ambil minum dan potret-potret ‘narsis’. Ya, dokumentasi itu penting. Sebagai bukti dimasa depan, untuk anak cucu kita hehehe.

Tepat jam 12 siang perut terasa keroncongan. Aku lihat ada dagang sate kambing. Wah menu nya bakal sama seperti jalan kaki jilid 1 dulu dan kuputuskan menikmati menu sate dan gulai kambing. Sekitar 30 menit kami makan siang kemudian lanjut lagi jalan kaki. Godaan pun datang silih berganti. Mayoritas adalah rasakan nyeri dan sakit luar biasa pada telapak kaki dan persendian pinggul.

Namun, pantangan ketika jalan kaki jauh adalah berhenti terlalu lama. Jangan sampai terlalu lama berhenti atau otot bakal kaku dan menyisakan sakit yang luar biasa. Pantangan itu kulanggar karena harus terima telpon dari Semarang, bahas soal website. Lebih dari 10 menit berhenti. Tubuh dan otot sih tidak ada reaksi ketika duduk dan asyik obrol. Namun, ketika berdiri dan mulai melangkah, otot kaki ku berasa ada batu nya. Kaku sakit dan tetap kupaksakan untuk jalan. Beberapa ratus meter kemudian aku nggak kuat, terpaksa otot itu kuolesi dengan minyak balsam. Barulah agak enak.

Sekitar jam 5 sore, kami dikejutkan dengan kedatangan rombongan keluarga Mas Sidhar. Mereka menggunakan mobil. Ada Mas Sidhar, Mbok Kadek, baby Gede, temannya Mas Sidhar dan aku lupa namanya. Kemudian ada juga Mas Ari Wangsa. Kami sempatkan berpotret bersama, sambil kemudian Mas Sidhar dan Mas Ari menemani jalan kaki beberapa ratus meter.

Mereka banyak tanya dan banyak omong. Kondisi tubuhku agak tidak enak mau muntah dan badan agak meriang. Aku hanya omong ke Mas Sidhar bahwa dari tadi minum pocari sweat terus dan isinya kok haus. Trus minuman itu banyak memproduksi lendir dan sulit mengeluarkannya. Mas Sidhar bilang, “Waa, jangan pocari terus. Bagaimanapun juga air putih is the best untuk usir haus”. Pesan itu aku turuti dan benar adanya.

Kedatangan Mas Sidhar dengan mobil merupakan godaan tingkat tinggi. Hampir saja hatiku berkata stop. Posisi masih di selatannya Kedewatan, Ubud. Namun akhirnya aku mampu mengusir godaan itu dengan … mengusir pula Mas Sidhar supaya cepat pergi. Hehehe. Akhirnya pergi juga.

Aku mulai jalan kaki jam 10 pagi dan pada jam 7.30 malam sudah sampai di daerah Jagapati. Katanya sih sudah masuk Denpasar dan kira-kira sudah menempuh 30km. Disitulah perang batin antara lanjut dan berhenti. Target sasaran mengakhiri jalan kaki masih kisaran 8 km lagi. Jika aku paksakan lagi, mungkin bisa namun bakal hancur-hancuran lagi. Ah, masih ada hari esok kok dan selanjutnya kutepuk pundak shiro yang ada didepanku, “kunyatakan Stop!”. Shiro protes, “Yaah mas, masih kuat kok, tinggal dikit”. Tapi kulihat jalannya dia sudah terseok-seok hehehe. “Nggak usah dipaksakan, masih ada hari esok, dan aku masih ingin sehat”.

Ya, akhirnya bantuan mobil datang, si Indra dan Dandi menjemput. Posisi kami waktu itu didepan Pura Jagapati. Sambil agak tertatih-tatih akibat otot mulai kaku, perjalanan lanjut ke rumah Mas Sidhar di daerah sesetan. Syukur nya, sampai sana sudah ada ramuan minyak untuk melemaskan otot. Juga kami dijamu makan malam oleh Mas Sidhar. Matur Suksma Mas!.

Perjalanan jilid dua ini hasilkan beberapa rekomendasi bagi yang ingin berjalan kaki jauh, yaitu :
– Jangan berhenti terlalu lama, maksimal 1 menit lah. Jikalaupun harus berhenti, kaki harus tetap digerakkan.
– Minum pocari sweat secara terus menerus adalah hal yang salah. Bakal cepat haus dan produksi banyak lendir. Lebih baik mayoritas minum adalah air putih.
– Disarankan jalan kaki di trotoar, itupun jika ada. Jalan kaki di pinggir aspal jalan mempunyai potensi bahaya tingkat tinggi. Disambar mobil dibelakangmu.
– Selama jalan kaki, berpikirlah hal-hal yang indah/positif. Jangan berandai-andai jika lelah, jika nanti sudah sampai, jika ini itu yang sifatnya negatif maka pikiran itu mempengaruhi kondisi fisik dan bakal drop. Jika pikiran positif, fisik bakal kuat.
– Jangan memaksakan diri hingga otot atau persendian terasa sakit. Ingat bahwa perjalanan hidup masih panjang :).

Sampai jumpa di jilid 3 🙂

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Bagikan Yuk

banner 4 dongkrak
Banner 1
Banner 2
banner 3

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me