Jalan Kaki Subaya-Denpasar – Sebuah Tindakan untuk Bersyukur

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Seorang sahabat dan sudah kuanggap sebagai saudara bernama I Ketut Sidharta, pernah saya tantang dan berikan janji yang bunyinya seperti ini : “Mas Sidhar, jika mas mampu untuk menikah, aku akan jalan kaki dari Subaya ke Denpasar !“. Subaya adalah sebuah desa di utara kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Latar belakang janji itu terucap lantaran usia Mas Sidhar sudah tidak hijau lagi. Boleh dikata dia itu bujang lapuk (bocah tua nakal hehehe Pisss). Saya kenal Mas Sidhar karena kita sama-sama pecinta alam yang tergabung dalam komunitas Bali Outbound. Komunitas cair dan dari beragam latar belakang profesi ini sering mengadakan kegiatan penghijauan, bersih-bersih lingkungan, trekking dan camping bersama. Intinya, alam dan hangatnya persaudaraan-lah yang menyatukan kita.

Kembali ke janji, atau orang-orang lain sebut juga sebagai nadzar terpicu untuk memberikan semangat/motivasi kepada Mas Sidhar, sekaligus media saya untuk bersyukur bahwa peristiwa itu (menikah) adalah membawa harmoni baru dalam hidup. Bersyukur bahwa seorang sahabat telah mempunyai tambatan hati untuk arungi bahtera kehidupan yang lebih menantang. Bersyukur bahwa Mas Sidhar akan rasakan hal baru yang bisa bikin ‘merem melek’ puas serta bahagia dalam hangatnya peraduan cinta. Bersyukur bahwa peristiwa itu akan bawa perubahan yang positif bagi umat manusia dan alam sekitarnya. Dan, bersyukur bahwa saya bisa melihat serta merasakan (lagi) secara langsung keindahan alam semesta ciptaanNya dengan jalan kaki.

Saya meyakini bahwa jalan kaki adalah cara bersyukur yang unik dan mengundang ‘birahi’ jiwa raga. Unik karena diwujudkan dengan cara tidak seperti biasanya yang kerap dilakukan dengan kumpul-kumpul, baca doa dan makan-makan atau pesta pora semalam suntuk. Mengundang ‘birahi’ karena peristiwa ini akan memacu adrenalin petualangan bagi diri saya pribadi maupun teman-teman lainnya. Jadi, mari mempercantik hidup dengan jalan yang berbeda (unik).

Yang jelas, pelaksanaan syukuran dengan jalan kaki Subaya – Denpasar akan saya laksanakan di bulan Januari 2010, dengan estimasi waktu kisaran 15 jam. Semoga Allah SWT, Tuhan Semesta Alam memberikan restu dan hidayah atas peristiwa ini. Amin.

Mas Sidhar, Selamat atas prestasimu. Semoga menjadi keluarga yang bahagia sampai akhir hayat. Amin.

Oke, saya akan latihan dulu … jalan kaki dan lari-lari sebelum hari H nya. Dukung saya yaaaa …. hehehehe. BISA !! SMANGAD !!

Salah satu aksi konyol Mas Sidhar dengan saya hehehehe.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.
Bagikan Yuk

banner 4 dongkrak
Banner 1
Banner 2
banner 3

2 Responses to “Jalan Kaki Subaya-Denpasar – Sebuah Tindakan untuk Bersyukur”

  1. do Says:

    :top: slam kenal

    Reply

  2. Jalan Sehat Subaya Denpasar | Corat Coret Says:

    […] menempuh kurang lebih 100km. Perjalanan ini, ya..jalan sehat ini, merupakan sebuah upaya kawan kita Hendra WS, yang bernazar akan berjalan kaki Subaya-Denpasar, jika seorang kawan lain, Dan Sidartha menikah. […]

DoFollow Comments - Be wise yah - Leave a comment below


Chat with me