Janji, Sadar Diri, Komitmen, Tunduk dan Inisiatif

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Berawal dari pernyataan saya pada status Facebook, seorang sahabat bertanya tentang penjelasan detail mengenai Janji, Sadar Diri, Komitmen, Tunduk dan Inisiatif, yang semuanya berkorelasi dalam menjaga harmonisasi hubungan dalam tim kerja dan bisnis secara umum.

Janji, Sadar Diri, Komitmen, Tunduk dan Inisiatif. Komponen yg saling sinergi dalam harmonisasi membangun kerja tim. Kontrol watak Anda. Jika nafsu lebih menguasai, jangan heran bakal mampu hancurkan segala keberadaan yg ada.

Saya telah bersama dengan tim kecil bernama Bali Orange Communications, sebuah perusahaan web hosting dan web design bali sejak tahun 2003, dan dalam perjalanannya bisa saya ambil poin-poin penting tersebut diatas. Semoga tetap langgeng dan harmonis. Amin.

Mari kita kupas menurut versi saya.

Janji
Adalah niat dalam hati yang berkorelasi dengan kesetiaan. Janji bisa diniatkan dalam hati, diucapkan secara lisan maupun tertulis yang biasanya tertuang pada produk perjanjian. Dengan adanya janji/perjanjian, maka akan mencegah terjadinya pengkhianatan/penyelewengan.

Sadar Diri
Adalah kemampuan jiwa dan raga untuk ingat tentang keberadaan janji tersebut. Jika jiwa sudah ingat tentang eksistensi diri berada dalam lingkaran janji kepada seseorang/perusahaan, maka raga akan bergerak secara otomatis sadar melakukan tindakan yang berkaitan dengan janji. Sadar diri bahwa dirinya bekerja pada sebuah perusahaan yang telah memberikan gaji dan bonus serta pangkat, maka diri ini harus sadar bahwa perusahaan tersebut telah memberikan sesuatu kepada dirinya.

Komitmen
Adalah penerapan dari rasa tekad atas segala kekurangan, kelebihan, resiko, konsekwensi seseorang/perusahaan. Apapun yang terjadi, hantaman badai ataupun limpahan bahagia, seseorang itu akan tetap berbuat baik/positif dalam menjaga harmonisasi tim/perusahaan.

Tunduk
Tunduk bukan hanya merupakan tindakan tetapi lebih merupakan sikap patuh terhadap peraturan perusahaan, kebijakan pimpinan dalam suasana hukum positif (Agama, budaya dan norma kemanusiaan). Manusia mempunyai isi otak dan keinginan yang berbeda-beda. Jika pemimpin mempunyai kebijakan yang arahnya positif, maka dengan adanya komitmen maka secara bersama harus mendukung.

Inisiatif
Adalah kemampuan mengambil tindakan konstruktif secara mandiri dalam hadapi situasi dan kondisi tertentu untuk tujuan kebaikan perusahaan. Pemimpin adalah manusia yang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Inisiatif hadir untuk saling melengkapi segala kekurangan pemimpin/perusahaan.

Setelah semua terpenuhi, maka pemimpin harus secara bijaksana bertindak atas prestasi yang tercipta oleh tim nya. Tindakan itu bisa berupa pemberian penghargaan dalam komunikasi hubungan atau material.

Bagaimanakah watak bisa merusak sebuah hubungan ?
Saya bersikap ambigu terhadap keberadaan watak/sifat mendasar kepribadian manusia. Ada yang mengatakan watak adalah sifat mendasar kepribadian manusia yang ada semenjak lahir. Tapi, saya lebih condong berpendapat bahwa watak berasal dari pengaruh lingkungan, maksudnya disini watak ini diperoleh berdasarkan pengaruh dari lingkungan yang telah memberikan perubahan terhadap kehidupannya ataupun gaya hidup yang dia jalankan.

Untuk membangun manusia (menurut Islam), Allah mewakilkan kepada manusia melalui nafsu yang empat ( Amarah, Mutmainah, Sufiah, Aluamah ). Amarah adalah kemarahan, Mutmainah adalah kebaikan, Sufiah adalah keinginan, dan Aluamah adalah mementingkan diri sendiri. Dari 4 nafsu dasar tersebut menghasilkan sifat-sifat manusia diantaranya: Lemah, Gampang terperdaya, Lalai, Penakut/gampang kawatir, Bersedih hati, Tergesa-gesa, Suka Membantah, Suka berlebihan, Pelupa, Suka berkeluh kesah, Kikir, Kejam dan Bodoh, Suka menuruti prasangka, dan Suka berangan-angan.

Jika nafsu tersebut tidak seimbang, ada salah satu yang mendominasi, bakal punya potensi yang menghancurkan. Karena efeknya adalah menghasilkan dominasi watak pula terhadap keberlangsungan sebuah hubungan.

Oke, saya menyatakan bahwa hal diatas adalah diskusi terbuka. Para pembaca bisa mengkritik dan menambahkan pendapatnya. Semoga bermanfaat.

* (Diambil dari pemikiran pribadi dan dari berbagai sumber).

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


3 Comments

  1. Sakti April 21, 2010 at 5:35 pm

    “Jika nafsu (Amarah, Mutmainah, Sufiah, Aluamah) tersebut tidak seimbang, ada salah satu yang mendominasi, bakal punya potensi yang menghancurkan.”

    Bila salah satu yang mendominasi, benarkah tidak ada yang malah menjadi potensi untuk menjadi sesuatu yang lebih baik?

    Reply

    Hendra W Saputro Reply:

    Terlalu amarah, gimana jadinya?. Terlalu baik dan melupakan yg lain, gimana jadinya ?, terlalu banyak keinginan, gimana jadinya ?, telalu mementingkan diri sendiri, kenken jadinya ?. Tantangannya adalah menseimbangkan 4 nafsu itu :). Itu sih tafsirku.

    Reply

  2. brankas May 20, 2010 at 3:17 am

    setuju gan, tks infonya gan, sukses selalu :top:

    Reply


Leave A Response