Kenapa orang IT jarang yang KAYA ?

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Menggelitik, pertanyaan diatas sudah diposting kan oleh sahabat saya, Pak Adi. Dan thanks to him, ini bakalan menjadi unek-unek saya juga dan entah Pak Adi juga merasakan hal yang sama. Dalam daftar kekayaan yang banyak dijumpai di majalah-majalah, rata-rata yang sukses adalah orang non IT.

Teknologi Informasi (kerennya IT), bila dibisniskan mempunyai banyak produk. Yang ada dalam otak saya, bila jualan di bidang IT antara lain jualan komputer (hardware), jualan koneksi internet, jualan program dekstop untuk accounting (POS), jualan hotel system (pemain besar spt Fidelio, Maxial, VHP, dll), jualan jasa web design, jualan jasa web hosting, jualan sms gateway, jualan mobile phone content, dll. Bisa Anda tambahkan deh, .. mumet, saking banyaknya konsentrasi IT itu sendiri.
Pemikiran seseorang tidak lepas dari lingkungan yang dijalaninya. Nah, saya adalah orang yang berkutat di bidang jasa pembuatan website dan penyewaan web hosting serta registrasi domain name. Mungkin, saya mencoba untuk mengeluarkan analisa kek akademisi aja ah yang mungkin tidak jauh dari dunia itu.

Hal-hal yang membuat orang IT agak lama mengumpulkan pundi-pundi dollar sebagai berikut :

  • IT dianggap ilmu hobi dan kesukaan, bahkan lahirnya web design adalah dari individual manusianya sendiri alias belajar sendiri, dulu belum ada institusi pendidikan yang membuka secara resmi mata pelajaran web design, web hosting. Sekarang, menjamur. Jadi, kadangkala, dalam negosiasi sebuah produk IT, para pelanggan akan mengkambing congek kan hobi sebagai isu tawaran banting harga. Yaa .. inikan hobi Anda dan biasaya kan tidak capek. Dengkulmu peang.
  • Alat umum IT, komputer, diciptakan untuk berbagai kepentingan, dan memang mudah penggunaannya. So jaman sekarang, siapa sih yang tidak bisa komputer ?. Termasuk si calon pelanggan yang notabene mayoritas bisa mengoperasikan komputer. Anggapannya adalah mudah, dan hal inilah kadangkala menjadi isu untuk membanting harga.
  • Karena ilmu IT banyak disilabuskan di Perguruan Tinggi, Lembaga Pendidikan, dan Kursus, maka semakin banyak peminatnya. Apalagi, banyak yang menawarkan belajar ilmu IT dalam waktu 1 ato 2 bulan, 3 bulan sampai 1 tahun. Singkat banget lo. Jadi, lulusannya pun buuuuanyak. Ketika mereka lulus, langsung bisnis entah menjadi freelancer atau ikut perusahaan. Tapi mayoritas akan menjadi freelancer sebagai awal dari membangun karir. Nah (maaf), kadangkala freelancer ini mempunyai harga yang kompetitif. Semangat tinggi membangun karir inilah menjadi pemicu kerja 1 minggu dibayar dengan 1 slope rokokpun gak jadi masalah. Tentunya ada juga freelancer yang tidak mau menggadaikan ilmu nya dengan bayaran rendah.
  • Rendahnya tingkat kesadaran pelanggan terhadap manfaat dari IT. Apa mungkin karena IT dianggap ilmu hobi dan easy to use by eperibodi sehingga banyak yang bisa, maka dia (pelanggan) akan menganggap IT adalah seperti sembako ya ? Wajar klo harganya murah, la wong banyak yang bisa dan ada dimana-mana. Padahal bisnisnya sukses karena peran besar dari produk IT. Dari IT, pelanggan bisa merapikan administrasi keuangan, mempermudah managemen produksi, bahkan bisa mendatangkan pembeli (salah satu fungsi website). Artinya, IT bisa diposisikan sebagai barang modal. Barang Modal ini harusnya mahal lo.
  • Tidak ada standarisasi harga bagi produk IT. Jika kita melihat harga sembako, rata-rata mereka punya regulasi dan standarisasi yang diciptakan pemerintah maupun asosiasi yang menaunginya. Mungkin karena IT adalah jasa, tolok ukur kerjaannya ada di otak dan kekuatan jemari (programmer dan designer), kekuatan bokong tahan duduk, begadang, maka harga yang berlaku adalah seikhlasnya sajalah Paaaak, la wong saya ini tidak pernah lihat dapur ngepul, yang penting mulut bisa ngepul rokok, beres dah.
  • Persatuan para pemain/penjual IT belum kuat. Ya ini, karena IT adalah seperti ilmu persilatan, secara eksklusif para pendekar nya punya ilmu sendiri-sendiri dan siap dipertarungkan. Punya aturan sendiri-sendiri dengan alasan untuk tetap bertahan hidup. Maka, ketika disewa untuk menghancurkan musuh, akan ada 2 kemungkinan, yaitu hidup (menang) atau mati (konyol). Tetapi, ketika masih hidup, giliran menagih bayaran, kena kredit macet. Nah, dengan adanya persatuan ini, diharapkan semua bisa mengenali calon pelanggannya. Ada yang nakal atau tidak.
  • Belum adanya asosiasi yang tepat untuk melindungi para kaum IT dari persaingan harga. Semua pada sibuk dengan proyeknya masing-masing kali yak ? Atau sudah pada nyaman dalam selimut hangat uang ? Dont know lah.
  • Tambahin donk …..

Klo ada ide lagi, saya update.

domain_name_webhosting.gif
Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


30 Comments

  1. devari January 25, 2008 at 3:54 am

    mungkin juga karena di Indonesia tercinta ini mindset orang2nya masih lom bisa menghargai secara profesional apa yg disebut dengan hak kekayaan intelektual
    yang kedua mungkin karena orang2 IT terlalu sibuk dan larut bahkan tenggelam dalam luasnya lautan IT sehingga tidak ada waktu untuk mengembangkan sisi2 bisnis dari bidang yg digelutinya

    satu yang pasti, setidaknya menurut saya, orang2 IT kesannya keren πŸ™‚

    Reply

  2. Muh. Ulinnuha January 25, 2008 at 7:29 am

    Sepakat juga dengan koment diatas πŸ™‚
    Resiko hidup sebagai orang IT dinegara Indonesia πŸ˜€

    Reply

  3. adi January 25, 2008 at 8:38 am

    kalo saya liat salah satu penyebab-nya adalah margin profit yg sedikit ditambah kompetisi yg gila. bandingkan dgn keuntungan yg bisa diperoleh oleh bisnis property sampe bisa bikin donald trump jadi jutawan :).

    unless you have widespread both product & market kayak microsoft, seperti-nya susah masih ada harapan jadi orang kaya πŸ˜‰

    Reply

  4. anima January 25, 2008 at 8:39 am

    Seperti mas Hendra bilang diatas, kebanyakan orang berkecimpung di IT karena hobby. Saya salah satunya.

    Doesn’t matter if I don’t get rich of it, what matters is I’m doing what I like πŸ™‚

    Reply

  5. Andri January 25, 2008 at 1:29 pm

    Memang bener mas… tp enggak juga sih… Bukan karena hoby dan kesukaan, ada kok orang yang hoby pemasaran (ato kata kerennya Marketing) bisa kaya.

    Menurut saya si intinya membuat sesuatu yang baru… contoh nyata tanya aja sama Bill Gates (bener ga tulisannya) ato yang buat google… (Siapa tuh namanya… ???)

    Saya SSS (Sangat Setuju Sekali) dengan sdr/i Devari “satu yang pasti, setidaknya menurut saya, orang2 IT kesannya keren :)”

    IT itu seperti udara… tak terlihat berbau berwarna tapi sangat diperlukan dikehidupan sekarang.

    so… Tetap semangat.

    Reply

  6. Pondokiklan.com January 25, 2008 at 10:30 pm

    Sabar Pak Bos, memang begitu kok (maaf) nubi saat ini, menjatuhkan harga, yang penting laku walau harga murah.

    Tapi, makin banyaknya web yang muncul maka makin banyak web-web berkompetisi SEO di SE, so di butuhkan sebuah era baru untuk berpromosi online ini, akankan Pondokiklan sebagai Media Promosi Online mendapatkan imbas positif nya ?

    SALAM

    Reply

  7. saylow January 25, 2008 at 10:38 pm

    Web Master Ganteng : “Jadi harganya untuk project ini “sekian” Nona.”
    Client Nona: ***menunduk menunjukan belahan sambil menyibakkan selangkangan
    Web Master Ganteng : ***Cleguk… “OK, Nona barter lendir sahaja yah…”

    ***hihihihihi

    Reply

  8. cangak January 26, 2008 at 2:03 am

    bos ada satu lagi nih cuman nih mungkin buat web development, sekarang banyak nya cms lumayan merusak harga pasaran juga bos karena saye pribadi kenal web dari nol, terus sekarangbertaburan cms di dunia maya jadi jadi yang ada di benak client sendiri halah cuman beli hosting and domain lalu di upload setup selesai masak sih mahal gitu. :p keep fight bos kalo ada lobang loncat dan kala ada tikungan belok :d

    Reply

  9. baladika January 26, 2008 at 2:40 am

    pondok iklan promo mulu πŸ˜›

    Reply

  10. pondokiklan.com January 26, 2008 at 10:07 am

    @baladika, call me ada stok 1 biji pas buat ente yang lagi kesepian ;))

    Reply

  11. Yanuar January 26, 2008 at 12:41 pm

    itulah kenapa cita-cita saya dulu kepingin menjadi petani.
    tapi berhubung kena hobi, jadinya yaa keterusan di IT.
    he.3

    Reply

  12. moe-moe January 26, 2008 at 12:47 pm

    Mungkin karena orang IT terlalu sibuk dengan urusan ujicobanya dan mengesampingkan berfikir untuk menjadi kaya ….
    Tetapi semua orang IT punya kebanggaan tersendiri dan pemikiran yang lebih maju dibandingkan orang selain IT

    Reply

  13. bayoe January 26, 2008 at 2:18 pm

    klo menurut saia alasan knapa sesuatu yang berbau IT tuh kurang dihargai karna bangsa ini terlalu terlena dengan yang namanya software bajakan.

    Reply

  14. moe-moe January 27, 2008 at 4:15 pm

    Bos bangsa ini g’ seberapa ngurusin orang IT …
    Buktinya hukum cybercrime belum ditetapkan juga.
    Yang dipikirkan cuman hutang ke negara lain buat nutupin hutang yang sebelumnya πŸ˜€
    Jadi tutup lobang gali lobang … huehuehue kek nyanyian bang Roma az nich

    Reply

  15. imsuryawan January 31, 2008 at 1:52 pm

    Saya mau nambahin!

    1. Saya setuju bahwa mindset orang Indonesia yang belum menghargai pentingnya IT! Jangan tanya deh kalo di luar itu gimana! Boleh tanya temen2 IT yang lain di luar negeri sana berapa mereka dibayar untuk pekerjaannya. Perbandingannya jauuuuuuuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhh sama di sini!

    2. Trus persaingan dunia kerjanya juga Bli! Bener banget saat ini banyak sekali lulusan IT (S1, Diploma, etc) yang bisa dengan mudah memasuki dunia kerja. Kalo udah bicara masalah ini, saya cenderung akan mengingatkan kita bahwa saat ini belum ada pengaturan yang jelas masalah profesi IT. Harusnya ini diatur dengan Undang-undang biar seperti profesi-profesi lainnya kayak dokter, pengacara, apoteker, dll. IT itu bukan sekedar S.Kom ato ST! Bukan pula sekedar sertifikasi-sertifikasi dari perusahaan-perusahaan besar semacam Cisco ato Microsoft. Belum ada yang mengatur masalah System Administrator, Database Administrator, Software Engineer, System Analyst, Software Architect, etc, etc, etc. Mereka semua ada di level yang beda, kerjaan yang beda, dan tentunya penghasilan mesti beda! Tapi kerapkali penghasilan disamakan! Dan biasanya mereka dikategorikan Programmer (untung di perusahaan tempat saya ga kayak gini yah!)!

    3. Kurikulum nya ga updateable! Termasuk sisi management dari IT kurang sekali pembahasannya di PT! Lulusan2 PT kita jago coding. Suruh hack server2 asing ga usah ditanya kemampuannya! Tapi suruh handle project 1 M keblinger dah!

    4. Dan masih banyak lagi!

    *** Mending di-posting di blog aja yah! hehehe…

    Reply

  16. Ghira February 27, 2008 at 10:30 am

    Salam.
    NICE POST.

    Reply

  17. Edi Psw February 27, 2008 at 3:47 pm

    Satu lagi mungkin karena banyak orang yang bekerja di bidang IT tidak mempunyai latar belakang IT. Latar belakang pendidikan mereka bukan dari IT, sedangkan pengetahuan tentang IT mereka dapatkan secara otodidak.

    Reply

  18. INDOCurrency.com March 17, 2008 at 10:40 am

    Kalo menurut saya, background IT bisa digunakan untuk memajukan bisnis yang sedang kita jalani sekarang. Jadi pilihannya ada 2, jadi pegawai atau wiraswasta dalam implementasi pengetahuan IT kita.

    Reply

  19. William May 19, 2008 at 1:27 pm

    Kadang – kadang semakin dipikir, semakin tidak menguntungkan saja….
    Kita orang IT harus terus mengupdate pengetahuan kita supaya tidak ketinggalan….
    Sementara gaji kita tidak di update – update sama bos kita…

    Apa kata DUNIA???

    Reply

  20. ghozan May 24, 2008 at 10:11 am

    kalau menurut saya sih pengusaha indonesia itu banyak yang belum mengerti kalo proses pembuatan suatu produk yang menggunakan teknologi IT katakanlah seperti website atau desktop program itu membutuhkan skill yang gak sembarang orang bisa dan kalaupun bisa itu membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarinya. singkatnya sih mereka belum menghargai kekayaan intelektual yang dimiliki oleh seseorang. ini merupakan pengalaman pribadi saya ketika awal2 karier sebagai freelancer saya diberikan job untuk membuat program untuk suatu perusahaan vcd rental. permintaannya sudah macam2 en harga yang disepakai akhirnya relatif murah. perjanjian hitam di atas putih pun gak mau ditandatangani katanya kita pake gentlemen agreement saja (entah apa tuh artinya :D) yang jelas yang gak gentle ya pengusaha itu. di awal mintanya gini setelah jadi eh proses bisnisnya berubah en minta kita menyesuaikan programnya lagi, padahal waktu pengerjaan sudah selesai mestinya itu sudah bukan tanggung jawab saya lagi. eh malah ngotot tetep minta diperbaiki, heran deh ya. ibaratnya kita bikin rumah, rumah sudah ada desainnya dan sudah selesai dibangun. nah kalo ada perubahan lagi mestinya kan kita juga ngeluarin biaya lagi kan. eh ini mah nggak, katanya kan masih garansi. loh kok sekarang ada garansi, capek deh… yah mungkin itu yang bisa saya share sedikit tentag suka duka orang IT. kali ini sih lebih layak disebut dukanya…

    Reply

  21. IrAg November 19, 2008 at 1:23 pm

    Kayaknya Product IT kita masih sejenis, jadi saingannya BANYAK,
    dan hukum ekonomi BICARA.
    Coba product IT kita bisa digunakan untuk keselamatan PENERBANGAN, maka kita hanya bersaing dengan beberapa IT di dunia ini, yang beli pasti BERPIKIR 2x untuk investasi product Luar Negeri, kalau di negeri ini BISA/ada/sanggup.
    salam

    Reply

  22. Pranowo January 30, 2009 at 10:21 am

    Minta Ijin ngutip ya mas. Thx

    Reply

  23. villas in seminyak March 18, 2009 at 10:46 pm

    bagus lho mas artikelnya thank you ya

    Reply

  24. villas in seminyak March 18, 2009 at 11:03 pm

    siapa bilang ? ada tuh orang kaya gara2 bisnis on line.

    Reply

  25. ram May 11, 2009 at 1:55 pm

    seru juga komennya, yach begitu dech nasib seorang IT, gw juga pernah ngalamin hal yang sama…. , tapi yang penting sabar aja..

    Reply

  26. HDDD October 12, 2010 at 7:31 pm

    Yap.. karena semua orang sudah memiliki alatnya jadi mereka ga menghargai sama sekali. Bajakan2.

    Solusinya : Sesama IT saat ini usahakan harga jangan terlalu rendah. Buat Produk yang lebih interaktif dan menarik. Variasikan Produk yang ada. Service jangan terlalu murah dan asal…

    Reply

  27. isomwebs September 16, 2011 at 6:37 am

    salam.
    gak semuanya kok. coba kita ingat nama ini “Mark Zuckerberg”. yup si pembuat facebook. product_Nya di tawar 135 Triliun Oleh microsoft.
    ++++sekarang ini bayak orang kaya karena bisnis online.
    jika kita para IT bisa kreaatif. saya yakin kekayaan bukanlah hal yang sulit.

    Reply

  28. richo November 9, 2011 at 8:13 am

    :bukan:
    jangan salah gan, orang sukses tu bukan tergantung kerjaan . .
    tapi usaha. . .
    buktinya orang it yg kaya banyak kok, bill gate(micro), mark (fb),Larry Ellison(oracle) , dll. . .
    ati-ati lah bikin artikel. . .

    Reply


Leave A Response