KPP Yafma Rosyid Wa Habib

Want create site? Find Free WordPress Themes and plugins.

Sesekali kedua anak itu buka magic jar. Mungkin berharap sesuatu disana cepat matang. Aku teringat cerita seorang ibu tak berpunya menanak batu dalam panci kukusan, berupaya hibur anak-anaknya yang dilanda kelaparan. Sekedar ulur waktu sembari sang ibu mencari bantuan ke tetangga sekitar.

kppyafma4

Kutanya sambil senyum ke anak itu, “Apa isi magic jar itu? Batu?, duh jangan ya, semoga nasi dan cepat tanak”.

Kulepaskan pandangan kedepan dan melihat beberapa bocah tidur bergelimpangan dalam satu kasur dengan posisi sekenanya.

Kuberjalan ke atas plafon yang kata pengurus itu lantai dua. Terlihat seorang bocah didepan mata pulas menikmati tidurnya. Langsung dibawah atap seng ada kasur-kasur tidur, slempangan baju, lemari plastik.

Diawal sempat kebingungan cari tempat ini, panti asuhan anak-anak yatim piatu dan dari keluarga tidak mampu. Tidak ada papan nama dan hanya berbekal tanya aku masuk lorong gelap selebar 1,5 meter sejauh 10 meter. Kemudian belok kiri dikit dan masihlah lorong sempit.

Lalu belok kanan dan berjajar kamar-kamar kos yang terlihat. Kuberjalan lurus sambil terlihat jemuran disebelah kiri, kanan adalah kamar-kamar kos, didepannya ada yang dipakai tempat cuci baju, piring dan sekedar tempat untuk nongkrong bersenda gurau.

Kurang lebih 100 meter melewati kamar-kamar kos itu dan mentok adalah panti asuhan itu. Masuk ke rumah namun bisa dibilang itu adalah kamar-kamar kos juga yang dijadikan satu. Terlihat disebelah kiri ada ruangan besar seperti hall seukuran lapangan bola volley. Beratapkan seng yang beberapa bagian sudah lobang. Tak terbayangkan jika terguyur hujan, betapa beceknya tempat itu.

Hall itu dulunya gudang yang sekarang disewa oleh Ustad Khairuddin. Sejatinya gudang itu terpisah dengan kamar kos namun dibobol untuk rencana pengembangan panti asuhan itu. Tidak ada jalan keluar dari gudang itu kecuali jalurku masuk diawal. Jadi terkesan seperti gentong/botol, sempit pas masuk dan longgar pas didalam.

Ada 59 anak-anak asuh disana terdiri dari yatim piatu dan dari keluarga tak mampu. Anak-anak itu dari Bima, Lombok, Bandung, Bali sendiri dan Madura. Target kedepan panti asuhan yang saat ini bernama KPP Yafma Rosyid Wa Habib itu akan mendaftarkan diri menjadi yayasan. Aku lupa arti dari KPP itu sendiri. Seingatku ada kata Komunitas dan Penyantun nya.

Ya begitulah, Alhamdulillah, Puji Syukur kepada Tuhan YME akhirnya bisa berkunjung sendirian kesana selasa lalu, 5 Agustus 2014 jam 16.00 WITA, dan kuberniat untuk menuliskannya agar ada manfaat. Lokasi panti asuhan itu di Jl. Gunung Krakatau no 11, Monang Maning, Denpasar – Bali. Pengasuhnya bernama Ustad Khairuddin asal Pulau Sapeken, Madura. Bisa kontak di 081338181950.

Semoga bisa jadi yayasan, transparan dalam tata kelola panti asuhan dan mendapatkan perhatian dari semua kalangan masyarakat. Amin.

Did you find apk for android? You can find new Free Android Games and apps.

Bagikan Yuk


Leave A Response