Kreatif Atau Mati? Menjalani Pendemi Corona Covid-19

Tulisan ini mencoba ikatkan aktivitas saya, keluarga, bisnis, teman, dan pernak-pernik peristiwa menantang (kiasan dari kata gelab/menyeramkan/menyedikan) yang pernah menimpa dalam peradaban manusia. Ya, saat saya tulis ini penduduk bumi sedang dilanda virus penyakit bernama Corona Covid-19. Virus mematikan yang pertama muncul di Wuhan, China. Kini tengah berlangsung “jaman pageblug” entah versi keberapa.

Saya ingin tulisan ini bisa terbaca lagi di masa datang sebagai renungan, betapa manusia itu ringkih di mata Allah SWT. Segala glamour dunia tidak berdaya terhadap makhluk super kecil ini. Perekomian jatuh tersungkur. Termasuk saya tertatih-tatih berusaha tegak kan perusahaan BOC Indonesia untuk tetap tegak berdiri.

BOC Lawan Covid-19

Bisnis sekelas KFC menutup ribuan gerai nya. Hotel, restoran merumahkan karyawannya. Banyak sektor bisnis terkena dampak dari virus ini. Kenapa bisa? Kebijakan pemerintah suruh warga nya #dirumahsaja dan media gembar-gembor dampak berbahaya nya virus ini dengan update jumlah manusia yang sakit, sembuh dan jumlah yang meninggal.

Lingkungan tempat tinggal manusia pun sunyi, sepi. Lebih-lebih kawasan pariwisata di Bali yang pernah saya rekam kondisi jalanannya. Dalam situasi normal, jalanan ini super ramai!

Well apa saja peristiwa yang saya alami? Begitupula istri alami, anak-anak saya, bisnis saya, komunitas, teman-teman saya, dll. Saya coba ikatkan dalam tulisan ini sebagai nostalgia ataupun bahan perenungan.

Disuruh Pemerintah #WorkFromHome dan #DirumahSaja

Pemerintah menyerukan lakukan kerja dari rumah dan diam diri di rumah sebagai langkah pencegahan penyebaran virus covid-19. Saya pun mulai beri kebijakan #WorkFromHome kepada team BOC sejak 24 Maret 2020. Tadinya cuma 14 hari. Eh belum selesai juga pendemi ini. Nambah lagi masa nya. Berkali-kali hingga tak terasa sampai 30 Mei 2020. Mungkin juga besok akan nambah lagi. Lha wong saat ini angka manusia yang terjangkit dan kematiannya tinggi.

Pengumuman BOC workfromhome

Saya sendiri tidak punya meja kursi khusus untuk kerja di rumah. Main laptop bisa disembarang tempat. Akibatnya ya berpindah-pindah tempat untuk tongkrongan laptop. Yang penting dekat dengan Wi-fi. Telpon kantor untung nya GSM jadinya bisa saya bawa ke rumah. Kami sebagai team koordinasinya via chat di WA, email, dan tawk. Kemudian pelanggan bisa kontak kami via phone, email, chat di tawk. Kadang harus ke kantor jika ada pelanggan yang meminta stempel cap basah.

Workfromhome boc work from home boc

Ada satu hal yang saya sesali yaitu tidak bisa menghadiri akad nikah team BOC Indonesia, Richo Sadewa. Hanya bisa berkirim doa dan kue sebagai tanda ikut berbahagia. Ya Allah mohon ampunanmu. Maafkan saya Richo. Juga sudah minta maaf sih. Cuma menyesal saja rasa hati ini.

Kue Richo

Saya merekam ada pihak-pihak yang menentang kebijakan ini. Work From Home atau disingkat WFH cocok untuk orang kerja kantoran. Pedagang, buruh, petani, Ojol, dan pekerja informal sungguh tidak bisa terapkan WFH ini. Terlihat pula diskriminasi pengusiran pedagang musiman yang ada di pinggir jalan. Mereka kan orang-orang yang kena PHK dan berusaha untuk sambung hidup. Indomaret dan Alfamart dibiarkan buka namun rakyat kecil diusir. Duh. Kasihan.

Ada pula para aktivis yang mengkaitkan pendemi covid-19 ini dengan kepentingan elit global. Salah satunya yang diserang adalah WHO dan Bill Gates. Ahli komputer pencipta Microsoft begitu rajin bicara tentang pendemi dan berujung bicara tentang vaksin ciptaannya. Padahal Bill Gates bukan dari latar belakang kedokteran. Ternyata dia juga pendonor paling besar WHO. Para aktivis menuduh elit Global memanfaatkan pendemi bahkan ada kemungkinan menciptakan pendemi ini untuk tujuan bisnis semata. Apa? Jualan vaksin!

Perekonomian Mulai Lesu

Kekawatiran tertular virus dan meninggal adalah latar belakang berhentinya aktivitas bisnis dan perekonomian. Pernah ada kabar satu pabrik milik Sampoerna di Surabaya tutup gara-gara ada yang meninggal karena virus covid-19 dan ada yang tertular.

Istri saya yang bisnis catering Bali di Catering Kita, mengalami cancellation hingga puluhan juta akibat dibatalkannya kunjungan ke Bali akibat pendemi ini. Tentunya konsumen nya ketakutan dan mengikuti kebijakan nya pemerintah.

Akhirnya yang dilakukan untuk tetap bertahan hidup adalah dengan jualan ayam. Jualan paket masakan. Setiap istri masak, saya potret. Kemudian gabungkan dengan database masakan-masakan nya istri saya di Catering Kita. Lalu, saya buatkan portal online untuk paket-paket masakan di https://warung.in.

Jualan Ayam
Lauk A Lauk B

Kemudian menjelang lebaran, kurang 2 minggu, istri saya minta dibuatkan brosur digital mau jualan paket lebaran. Saya posting juga di website nya Catering Kita. Eh nongol di Google search untuk keywords: Paket Catering Lebaran di Bali 2020. Alhamdulillah ada yang order.

Paket lebaran di Bali

Paket lebaran besek Paket besek b

Beberapa hari sebelum lebaran, istri dikontak oleh stasiun televisi CNN Indonesia yang ingin meliput Catering Kita. Nanti akan muncul di berita dengan tajuk makanan online laris manis jelang lebaran. Istri OK dan pas syuting disuruh bilang laku 42 an paket. Padahal laku nya 22 aja. Fyuh ada-ada aja si CNN. Hmmm kayaknya begini cara konspirasi media mainstream dalam memuluskan agenda tertentu ya. Manipulasi berita. Ah yang penting sudah jujur disini walaupun blum bisa menolak pas disana (waktu syuting) wkwkwk.

Ini lho beritanya:

Bagaimana BOC Indonesia? Perusahaan saya? Fyuh semenjak akhir maret mulai terasa sepi nya. Saya harus efisiensi memangkas beberapa dedicated server. Mayoritas pelanggan saya adalah bergantung pada pariwisata. Alhamdulillah anak buah masih utuh. Ketika menulis inipun lagi berjuang sekuat-kuatnya. Kami benar-benar mengencangkan ikat pinggang.

Empati Untuk Berbagi

Begitu banyak PHK di Bali. Mengingat katanya hampir 80% perekonomian Bali ditopang oleh pariwisata. Tidak ada tamu yang datang. Ternyata keadaan susah ini semuanya melanda di Indonesia. Bahkan dunia.

Bersyukur nya ada beberapa dermawan yang berkenan menyisihkan hartanya untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Saya bersama teman-teman Pesantren Digital Indonesia berusaha membantu menyalurkan bantuan tersebut. Ada masker, sembako, bahkan nasi ayam goreng, dll.

Berbagi dengan Pesantren Digital Indonesia

Kegiatan berbagi ini banyak dilakukan oleh warga negara di Indonesia. Begitu masif nya yang jatuh kekurangan sehingga kegiatan berbagi ini banyak bertumbuhan. Semoga Allah memberikan berkah bagi para donatur.

Belajar di rumah

Anak-anak saya Dhea, Adel dan Altaf pada sekolah dan belajar dari rumah. Guru nya aktif mengajar via online. Media nya whatsapp, website dan video conference. Cukup membuat istri saya kerepotan juga karena harus ada kolaborasi antara orang tua dan anak. Kegiatan belajar di rumah pun harus divideokan dan disetor ke guru-gurunya hehehe. Jadi harus ada yang ngefotoin dan ngevideoin. Olahraga pun harus disyuting dan wajib melaporkan ke guru. Gimana dengan SPP? Sekolah nya Altaf Pelita Bangsa SPP nya bayar utuh. Sekolah nya Adel JB School didiskon 15% kayaknya. Dhea yang kuliah, entah. Juni ini waktunya bayar.

Meeting dan Berjumpa online dengan Video Conference

Pendemi Covid-19 melahirkan tindakan physical distancing atau jaga jarak. Meski disuruh jaga jarak tetap saja gaung #dirumahsaja jadi favorit. Maka kegiatan yang bersifat kumpul bersama ditiadakan. Pemerintah tegas dengan menurunkan aparatnya untuk melarang setiap kegiatan kumpul-kumpul. Agar bisa berkumpul maka harus online pakai aplikasi video conference. Aplikasi yang laris manis adalah Zoom Meeting. Ada pula Google Meet.

Saya dan teman-teman Pesantren Digital Indonesia yang biasanya tiap rabu kumpul untuk Tilawah Al-Qur’an akhirnya kumpulnya online via Zoom Meeting. Kami gantian baca Al-Qur’an satu persatu. Kemudian dilanjutkan dengan obrolan santai.

Baca AlQuran

Pernah diminta oleh komunitas wirausaha TDA Bali untuk sharing tentang internet marketing di tengah pendemi. Akhirnya juga seminar nya online gunakan Zoom meeting. Saya bisa presentasi gunakan powerpoint dan terlihat di layar semua peserta. Baik itu pake laptop atau komputer atau smartphone.

Sharing TDA
Zoom TDA Bali zoom utk tda

Pernah juga presentasi yang diinisiasi oleh Gapura Digital dan Persatuan Pelajar Indonesia di China menggunakan Google Meet. Klo presentasi ini ada yang jadi moderator untuk atur slide presentasi nya. Ya orang dari Gapura Digital.

webinar

Komunitas pun juga rame-rame menggunakan fasilitas Zoom meeting untuk berkumpul secara online. Pernah dari Pro Indonesia mengadakan reuni akbar nasional. Juga gunakan Zoom yang dihadiri ratusan orang online! Ada pula DSM (Dompet Sosial Madani) juga berkumpul bersama secara online konsultasi dengan saya tentang optimasi kumpulkan infaq dan zakat secara online. Tak ketinggalan pula ada alumni IMTPI (Ikatan Mahasiswa Teknologi Pertanian Indonesia), PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate), dll.

Komunitas DSM

Ibadah di rumah dan Dekat dengan Keluarga

Pemerintah dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) juga menghimbau (atau melarang ya? hmm lupa) untuk tidak melakukan sholat jama’ah di Musholla/Masjid. Hal ini berlaku juga untuk sholat Jum’at dan Idul Fitri.

Akhirnya ada nilai positif yang berhasil kami bangun di rumah. Sholat jamaah bersama anak-anak dan istri. Kemudian bisa ajarin anak adzan dan mengaji Al-Qur’an juga. Alhamdulillah. Harus bersyukur nih walaupun diluaran sana Allah kirimkan bala tentara Covid-19 yang merajalela mengukir takdir manusia. Fyuh.

Altaf Ngaji

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H / 2020

Tibalah akhirnya saya harus jadi imam sholat Idul Fitri berjamaah di rumah. Pukul 7 pagi pada 24 Mei 2020 bertempat di rumah, diikuti oleh ibu mertua, istri, ketiga anak dan satu ponakan. Kami lantunkan takbir kepada Allah SWT.

Materi khutbah Idul Fitri yang saya sampaikan adalah tentang Replika Kemenangan. Bahwa Idul Fitri ini akan menjadi seperti kemenangan hakiki di akhirat nanti. Bulan Ramadan adalah ibaratnya pertarungan dunia. Sebanyak-banyak nya manusia mengumpulkan pahala dan berkah di dunia. Jangan silau dan bermegah-megahan di dunia. Akhirat harus menjadi prioritas utama dalam hidup ini.

Haizzz ternyata bisa nok jadi imam dan berkhutbah. Tak lupa saya pimpin untuk doa diakhir khutbah. Yay! Allahu Akbar!

Selamat Hari Raya Idul Fitri ya. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf saya kepada pembaca hendra.ws. Semoga kita semua mendapatkan dari Allah SWT kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan. Aamiin YRA. Terima kasih telah membaca blog saya.

Saya pribadi merasa bahagia apabila Indonesia sudah ramai lagi. Masyarakatnya pada keluar semua kembali beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah. Saatnya kita berdampingan hidup bersama virus itu ya. InshaAllah virus itu berada dalam dekapan Allah SWT. Tetap berjuang dan berhati-hati ya. Yuk kembali normal.

Bagikan Yuk

Comments are closed.